Claim Missing Document
Check
Articles

Antena Mikrostrip Keping Rektangular Dengan Celah Bentuk-u Untuk Frekuensi Lora Pada Cubesat 1u Ihsan Nuur Razzak Hantriono; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini perkembangan internet of things terus meningkat untuk system komunikasi Machine to Machine (M2M)Sensor yang berada di luar jaringan telestril membutuhkan satelit agar bisa menangkap informasi dari sensor tersebut dan membutuhkan modul agar satelit bisa menerima informasi. Modul yang digunakan adalah modul LoRa. Daya rendah yang dimiliki LoRa memungkinkan komunikasi dalam cubesat. Antena yang di rancang adalah antenna mikrostrip yang bekerja pada frekuensi LoRa yaitu 923 MHz menggunakan metode slotted patch agar sesuai dengan ukuran cubesat 1U (10 × 10 × 10 ) cm. Antena
Antena Mimo 4×2 Susunan 2 Elemen Mikrostrip Patch Sirkular 3,5 Ghz Untuk Bts 5g (mimo 4×2 Of 2 Circular Patch Microstrip Antenna Array 3,5 Ghz For Bts 5g) Wahyu Ananda Sabilla Pradina; Heroe Wijanto; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan pada komunikasi nirkabel yang semakin pesat mengakibatkan pengembangan komunikasi nirkabel mengarah pada komunikasi 5G. Saat ini, komunikasi 5G memiliki rentang frekuensi yang terbatas. Di Asia, frekuensi 3,5 GHz sebagai kandidat frekuensi yang disarankan masih digunakan oleh komunikasi satelit. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini berfokus pada perancangan dan simulasi antena MIMO 4x2 susunan 2 elemen patch sirkular yang bekerja pada frekuensi 3,5 GHz. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4 dengan konstanta dielektrik 4,3 dan ketebalah bahan 1,6 mm. Antena yang dirancang disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk komunikasi 5G. Berdasarkan simulasi pada Tugas Akhir ini didapatkan bahwa antena MIMO 4x2 susunan 2 elemen patch sirkular memiliki nilai VSWR 1,15 pada frekuensi kerja 3,5 GHz untuk masing-masing antena. Bandwidth yang dihasilkan memiliki lebar paling sempit sebesar 211,4 MHz pada antena keempat dan paling lebar sebesar 214,3 MHz pada antena kedua. Sedangkan untuk nilai mutual coupling tertinggi sebesar -41,126 dB. Serta gain yang dihasilkan adalah 6,784 dB dan 6,906 dB dengan pola radiasi unidireksional. Kata kunci : antena, MIMO, susunan, 5G Abstract The need for wireless communication is increasing rapidly resulting in the development of wireless communication is directed to 5G communication technology. However, 5G communication has a limited frequency range. In Asia, 3.5 GHz as the recommended frequency candidate are still used by satellite communications. So we need a system to overcome these problems. This final project focuses on the design of MIMO 4x2 of circular patch micrstrip antenna array that operates at 3.5 GHz frequency. The substrate used is FR-4 with dielectric constant 4.4 and thickness 1.6. The antennas are adjusted to the specifications needed to optimize the work of 5G. Based on simulation of this undergraduated thesis, the results of MIMO 4x2 of 2 circular patch microstrip antenna array has VSWR 1,15 at frequency 3.5 GHz for each antenna. The resulting bandwidth has the narrowest bandwidth of 211.4 MHz on the fourth antenna and the widest at 214.3 MHz on the second antenna. While the highest mutual coupling value of - 41,126 dB. And the resulting gain is 6,784 dB and 6,906 dB with a unidirectional radiation pattern. Keywords: antenna, MIMO, array, 5G
Antena Susunan Planar 2×2 Mikrostrip Petak Rektangular Untuk Uav Quadcopter Pita Ism 2,45 GHz Danang Hary Nursidik; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju di era ini membuat semua menjadi mudah dan efisien, sama seperti perkembangan telekomunikasi yang semakin pesat. Terlebih dalam pemantauan dalam dunia militer menggunakan UAV saat ini. UAV sangatlah beragam dalam jenisnya terutama pada UAV berjenis quadcopter. Dalam pembuatan quadcopter agar bisa dikendalikan maka diperlukan sebuah antena. Pada pembuatan quadcopter sebelumnya menggunakan antena yang berjenis cavity yaitu cloverleaf dan monopole memiliki dimensi antena lebih besar. Untuk melakukan fungsi tersebut maka dibutuhkan kanal transmisi nirkabel yang menghubungkan antara quadcopter dengan ground station. Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan susunan antena mikrostrip planar 2×2 menggunakan patch rectangular yang bertujuan memudahkan pengendalian yang sudah cukup memenuhi spesifikasi dari antena sebelumnya. Menggunakan teknik pencatuan mikrostrip feed line dan metode t-junction untuk matchingkan impedansi antar antena. Hasil dari realisasi antena menggunakan bahan FR-4 menghasilkan pola radiasi omnidirectional, polarisasi linier, dan nilai gain 8,9 dB bekerja pada frekuensi ISM band 2.45 GHz dengan impedansi antena 56,86 Ω. Kata Kunci: Antena, mikrostrip, planar array. quadcopter.
Perancangan Dan Realisasi Antena Bowtie Antipodal 1,6 Ghz Untuk Ground Penetrating Radar (GPR) Dewi Septia Anzani; Heroe Wijanto; Dharu Arseno
Jurnal Teknika Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v13i2.680

Abstract

Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan teknologi yang memanfaatkan gelombang radio untuk mendeteksi lokasi, kedalaman, dan bentuk objek yang terkubur di bawah permukaan bumi. Salah satu komponen penting pada sistem GPR yaitu antena, yang terdiri atas antena transmitter dan receiver. GPR bekerja pada berbagai band frekuensi, salah satunya pada frekuensi 1,6 GHz. Untuk dapat mendeteksi objek, antena yang dibutuhkan harus memiliki spesifikasi bandwidth yang lebar, pola pancar unidirectional, dan ringing level yang rendah. Perancangan menggunakan antena jenis bowtie antipodal dengan penambahan metode edge cutting dan matching impedance sebagai antena pemancar yang bekerja pada frekuensi 1,6 GHz. Perancangan disimulasikan menggunakan software dan difabrikasi dengan menggunakan bahan substrat FR-4 Eproxy. Hasil rancangan menunjukkan bahwa antena yang telah difabrikasi dan diuji dapat memenuhi spesifikasi yang diinginkan yaitu bandwidth sebesar 540 MHz pada rentang 1,32 GHz – 1,86 GHz, returnloss -16,38 dB,  VSWR 1,35, gain 2,025 dBi dan pola radiasi bidirectional.  
Pengembangan Antena Bowtie 2,1 GHz Terintegrasi Artificial Magnetic Conductor (AMC) untuk Aplikasi Antena Transmitter pada Sistem Ground Penetrating Radar (GPR) Levy Olivia Nur; Raeida Widyananda; Heroe Wijanto
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.061 KB) | DOI: 10.17529/jre.v16i3.16742

Abstract

This study presented the development of the bowtie antenna system design as the transmitter in the Ground Penetrating Radar (GPR) system. The Artificial Magnetic Conductor (AMC) reflector was integrated into the antenna system as a ground plane to obtain a high gain, increase bandwidth and produce a low-profile antenna. The antenna is designed to work at a center frequency of 2.1 GHz with a range of 1.6 - 2.6 GHz and has ultrawideband (UWB) characteristics with a fractional bandwidth of ≥ 25%. In addition, the value of late-time ringing must also be reduced to -30 dB to prevent masking effects on the detected object. Antenna modeling and simulation was done to obtain the optimum prototype design. Bowtie antenna realization was carried out using RT Duroid 5880 as a substrate with dielectric constant (εr) = 2.2 and thickness (h) = 1.57 mm. The AMC reflector was fabricated with FR-4 Epoxy substrate with a dielectric constant (εr) = 4.4 and thickness (h) = 1.6 mm. The antenna realization results show that the antenna has bandwidth = 510 MHz, return loss = -15.17 dB and VSWR = 1.15. The AMC integrated bowtie antenna radiation pattern produces a unidirectional pattern with gain = 4.2 dB. However, the ringing level becomes high by -19.18 dB. Further development is needed to achieve ringing level values   that meet the GPR antenna system specifications. 
Pembangkit Sinyal Master Pada Sistem Navigasi LORAN-C menggunakan FPGA Budi Syihabuddin; Heroe Wijanto; Iswahyudi Hidayat
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): May 2016
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.46

Abstract

Navigasi saat ini menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia, bahkan dapat digunakan sebagai sistem pertahanan dan ketahanan negara. Saat ini, sistem navigasi di Indonesia masih tergantung dengan sistem navigasi negara lain, khususnya yang berbasis satelit. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan sebuah sistem navigasi yang mandiri. LORAN-C adalah sistem navigasi terestrial yang menggunakan frekuensi ground wave dengan metode triangulasi, sehingga mempunyai radius cakupan yang luas. Pada penelitian ini dibuat subsistem pemancar sinyal master pada sistem navigasi LORAN-C dengan menggunakan FPGA. Penggunaan FPGA dimaksudkan untuk pembangkitan sinyal LORAN-C analog melalui sintesa digital (direct digital synthesis) pada tingkat baseband agar diperoleh format sinyal presisi tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh sembilan pulsa master dengan spesifikasi sesuai dengan ketentuan sistem navigasi LORAN-C, lebar pulsa 300 µs, delay pulsa 700 µs serta amplitudo maksimum pada t = 60 – 65 µs.
Analisis Pengaturan Sistem Catu Daya Pada Satelit Nano Fasny F. A Rafsanzani; Budi Syihabuddin; Edwar Edwar; Heroe Wijanto
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.261

Abstract

Keberhasilan suatu misi satelit nano sangat bergantung kepada keandalan Electrical Power System (EPS) untuk menjaga subsistem-subsistem pada satelit nano agar tetap berfungsi. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah pengendalian distribusi daya yang efektif. Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana cara pendistribusian daya listrik yang efektif dan sesuai dengan kondisi satelit nano ketika terkena sinar matahari atau ketika kondisi gelap pada saat mengorbit diluar angkasa. Untuk menjelaskan hal tersebut dilakukan simulasi dan analisis pada perancangan modul power management EPS yang terdiri dari rangkaian boost converter LT3757 dan battery charger IC LT3652. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada saat kondisi terang sistem akan mencatu daya beban menggunakan daya masukan panel surya yang sebelumnya telah melewati komponen boost converter (12 Volt), sekaligus mengisi daya batere hingga terisi penuh (7,4 Volt). Tetapi pada saat kondisi gelap sistem akan mencatu beban dengan daya yang dihasilkan oleh batere (7,4 Volt).
Design of Dual Band Microstrip Antenna at L-Band and S-Band Frequencies for Synthetic Aperture Radar (SAR) Sensors Binarti Fauziah Fitriani; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
JURNAL INFOTEL Vol 10 No 1 (2018): February 2018
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v10i1.333

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) is a remote sensing system using radar for high resolution image capture. The higher frequency used, the higher accuracy of the image detail that obtained, while, the lower frequency has a better image penetration capabilities. To combine these two advantages of the image result characteristic, SAR is designed to operate in two bands (dual-band). In this study, a dual-band antenna on 1.27 GHz (L-Band) and 3 GHz (S-Band) using slotted patch technique and proximity coupled feeding is designed. The material that used is the FR4 Epoxy dielectric with the relative permittivity of 4.6. As a result, the antenna operates at the frequency of 1.27 GHz with the return loss of -25.131 dB, VSWR 1.1201, and 19.9 MHz (return loss <= -10 dB) bandwidth. While the return loss of 3 GHz is -16.802 dB, VSWR 1.3381, and bandwidth (return loss <= -10 dB) 125.3 MHz
Pengembangan Antena Bowtie 2,1 GHz Terintegrasi Artificial Magnetic Conductor (AMC) untuk Aplikasi Antena Transmitter pada Sistem Ground Penetrating Radar (GPR) Levy Olivia Nur; Raeida Widyananda; Heroe Wijanto
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 16, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v16i3.16742

Abstract

This study presented the development of the bowtie antenna system design as the transmitter in the Ground Penetrating Radar (GPR) system. The Artificial Magnetic Conductor (AMC) reflector was integrated into the antenna system as a ground plane to obtain a high gain, increase bandwidth and produce a low-profile antenna. The antenna is designed to work at a center frequency of 2.1 GHz with a range of 1.6 - 2.6 GHz and has ultrawideband (UWB) characteristics with a fractional bandwidth of ≥ 25%. In addition, the value of late-time ringing must also be reduced to -30 dB to prevent masking effects on the detected object. Antenna modeling and simulation was done to obtain the optimum prototype design. Bowtie antenna realization was carried out using RT Duroid 5880 as a substrate with dielectric constant (εr) = 2.2 and thickness (h) = 1.57 mm. The AMC reflector was fabricated with FR-4 Epoxy substrate with a dielectric constant (εr) = 4.4 and thickness (h) = 1.6 mm. The antenna realization results show that the antenna has bandwidth = 510 MHz, return loss = -15.17 dB and VSWR = 1.15. The AMC integrated bowtie antenna radiation pattern produces a unidirectional pattern with gain = 4.2 dB. However, the ringing level becomes high by -19.18 dB. Further development is needed to achieve ringing level values   that meet the GPR antenna system specifications. 
Pattern Reconfigurable Patch Antenna menggunakan Edge Shorting Pin dan Symmetrical Control Pin NURMANTRIS, DWI ANDI; WIJANTO, HEROE; NUGROHO, BAMBANG SETIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 2: Published July - December 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v3i2.177

Abstract

ABSTRAKMetode baru dalam mendesain suatu pattern reconfigurable antenna telah diteliti. Penelitian ini fokus pada optimasi antena patch lingkaran single layer pencatuan probe koaksial dengan mengintegrasikan 24 switch/shorting pin pada sisi patch yang disebut edge shorting pin dan 8 shorting pin membentuk lingkaran dengan radius tertentu dan selanjutnya disebut symmetrical control pin yang fungsinya sebagai metode penyepadan impedansi. Algoritma Genetika yang dikombinasikan dengan Finite Element Software digunakan untuk mengoptimasi kombinasi  switch, radius lingkaran symmetrical control pin, dan radius patch untuk mendapatkan kemampuan pattern reconfigurability. Antena ini menghasilkan 8 kemungkinan arah radiasi azzimuth dengan resolusi 45o dan arah elevasi 30o pada frekuensi 2,4 Ghz. Optimasi, simulasi, fabrikasi, dan pengukuran dilakukan untuk memverifikasi hasil penelitian.Kata kunci: Patch Lingkaran, Edge Shorting Pin, Symmetrical Control Pin, Algoritma Genetika, Pattern Reconfigurable ABSTRACTNew method for desaining pattern reconfigurable antenna was studied. This study focuses on the optimization of a single layer circular patch antenna with probe feed by integrating the 24 switch / shorting pin on the side of the patch that called Edge Shorting Pins and 8 shorting pins form circular line in such radius that called Symmetrical Control Pins as a impedance matching method. Genetic algorithm combined with the Finite Element Software is used to optimize the switch combination, the radius of circular line of symmetrical control pins, and the patch radius to obtain a pattern reconfigurability capabilities. This antenna produces 8 possible directions of azimuth radiation with a resolution of 45o and 30o elevation direction at a frequency of 2.4 GHz. Optimization, simulation, fabrication, and measurement was done to verify the results.Keywords: Circular Patch, Edge Shorting Pin, Symmetrical Control Pin, Genetic Algorithm, Pattern Reconfigurable
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Rama Setya Anggara Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi