Claim Missing Document
Check
Articles

Antena Susun Mikrostrip Catuan Seri Untuk Wifi 802.11ac 5,3 Ghz Rizwan Herliady; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan antenna mikrostrip susun dengan menggunakan konfigurasi series yang digunakan untuk aplikasi Wifi generasi 802.11 AC dengan catuan mikrostrip feed line. Perancangan dan simulasi antena mikrostrip dilakukan di software perancang antena. Realisasi antena akan menggunakan bahan ROGER 4003C sebagai substrat dan tembaga sebagai ground plane serta patch. Antena hasil realisasi pada penelitian ini bekerja pada frekuensi 5,3 Ghz dengan polarisasi linier. Dengan nilai return loss sebesar --38,128 dB, VSWR 1,0555, gain 6,980 dBi, dan bandwidth 272 MHz. Antena hasil realisasi memiliki dimensi 11,7 cm x 5,4 cm x 0,0813 cm. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, Susunan Catuan Seri,802.11 ac Abstract In this research will be designed and realized stacking microstrip antenna using a series of configurations used for Wifi generation 802.11 AC applications with a microstrip feed line. The design and simulation of microstrip antennas is done in the antenna designer. The realization of the antenna will use ROGER 4003C as a substrate and copper as a ground plane and patch.The antenna results of the evaluation in this study work at a frequency of 5.3 Ghz with linear polarization. With a return loss value of --38.128 dB, VSWR 1.0555, gain 6,980 dBi, and bandwidth of 272 MHz. The results of the realization of the antenna have dimensions of 11.7 cm x 5.4 cm x 0.0813 cm Keywords: Microstrip Antenna,Series-Fed Arrays,802.11 ac
Antena Inverted Planar F Compact S-band Untuk Penerima Wireless Body Area Network Darryl Juneldo Lumban Tobing; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu perangkat WBAN (Wireless Body Area Network) yang kini menjadi sorotan, yaitu body worn antenna yang bisa terintegrasi dengan perangkat tertentu. Perangkat tersebut digunakan, antara lain dalam bidang kesehatan, seperti aplikasi medis yang mengumpulkan data kondisi pasien berupa denyut jantung, laju pernapasan, atau kadar oksigen pada darah. Pengukuran PIFA menghasilkan antenna yang bisa diaplikasikan untuk komunikasi WBANs yang bekerja pada rentang frekuensi bluetooth (2,440 – 2,448 GHz), VSWR ≤ 1.5, return loss ≤ –15 dB dengan menggunakan substrat FR-4. Hasil pengukuran pada frekuensi tengah (2.444 GHz) adalah return loss -23.484 dB, VSWR 1.1497 dan impedansi 43.547 Ω. Kata Kunci: Wireless Body Area Network, Planar Inverted F-Antenna, Mikrostrip Abstract One of the WBAN Wireless Body Area Network (WBAN) devices that is now in the spotlight is a worn antenna body that can be integrated with certain devices implemented in the health field such as medical applications that collect patient condition data such as heart rate, respiratory rate, or blood oxygen level. The design and simulation of PIFA is expected to produce antennas that can be applied to WBANs communication working on the bluetooth frequency range (2.440 – 2448 GHz), VSWR ≤ 1.5, and return loss ≤ −15�� by using FR-4 substrate. The results of meaasurement of return loss at the middle frequency 2.444 GHz) are -23.484, VSWR 1.1497 and impedance 43.547Ω. Keywords: Wireless Body Area Network, Plannar Inverted F-Antenna, Microstrip
Antena Array 2x2 Dengan Polarisasi Ganda Untuk Radar Cuaca X-band Daniel Christviyana Manafe; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia memiliki wilayah dengan bandara yang banyak, untuk mengetahui keadaan cuaca, alat pemantau yang cukup efektif dan effisen yaitu radar cuaca. Jangkauan pantauan alat tersebut dapat mencapai 10-150 km dari pusat observasi. Aplikasi antena array 2x2 ini difokuskan untuk radar cuaca dan pelayanan penerbangan khususnya untuk bandara perintis dan peringatan dini cuaca ekstrim. Pada tugas akhir ini sudah merancang bangun antena microstrip array 2x2 untuk radar cuaca, frekuensi X-Band yaitu 9,4 GHz dan digunakan karena memiliki keunggulan dimensi yang lebih kecil dan praktis untuk diaplikasikan, juga memiliki dual polarisasi merupakan peningkatan yang sangat signifikan dalam dunia penelitian cuaca, ini dikarenakan sudah memiliki gambaran dua-dimensi (horizontal dan vertikal). Antena microstrip telah menjadi objek utama tugas akhir ini karena memiliki banyak kelebihan antara lain mudah untuk di fabrikasi, relatif terjangkau, mudah untuk dicatu, dan mudah diaplikasikan dalam konfigurasi tunggal ataupun susun. Perancangan antena dilakukan dengan menggunakan duroid 4003 bekerja pada frekuensi 9,4 GHz dengan bandwidth diatas 60 MHz. Hasil pengukuran antena array 2x2 dual polarisasi yaitu VSWR 1,287 dan 1,282, polaradiasi directional, Polarisasi horizontal linier dan vertikal linier. Hasil pada saat pengukuran telah memenuhi spesifikasi yang di butuhkan untuk radar cuaca. Kata kunci : Radar cuaca, Antena microstrip, Polarisasi ganda, X-band Abstract Indonesia has many areas with airports, to know the weather conditions, a fairly effective monitoring tool and an effisen namely weather radar. The range of monitoring of these devices can reach 10-150 km from the observation center. This 2x2 array antenna application is focused on weather radar and flight services especially for pioneer airports and extreme weather early warnings. In this final project I have designed a 2x2 microstrip array antenna for weather radar, XBand frequency of 9.4 GHz and is used because it has smaller and practical dimensions to be applied, also has dual polarization which is a very significant increase in the world of research weather, this is because it already has a twodimensional picture (horizontal and vertical). The microstrip antenna has become the main object of this final project because it has many advantages such as easy to fabricate, relatively affordable, easy to supply, and easy to apply in a single or stacking configuration. The antenna design is done using duroid 4003 working at a frequency of 9.4 GHz with bandwidth above 60 MHz. The results of measuring 2x2 dual polarization arrays are VSWR 1,287 and 1,282, directional polaradiation, horizontal linear and vertical linear polarization. The results at the time of measurement meet the specifications needed for weather radar. Keywords: Weather radar, microstrip antenna, dual polarization, X-band
Realisasi Bandpass Filter Hairpin Chebyshev Dengan Dgs Untuk Synthetic Aperture Radar L-band Ahmad Faiz Rusydi; Heroe Wijanto; Bambang Sumajudin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UNESCO, hutan tropis di Indonesia telah masuk ke kategori In Danger. Hutan tropis yang memiliki luas sekitar 2,5 Juta Hektar itu menjadi rumah dari ribuan spesies tanaman, dan ratusan spesies mamalia dan burung. Melihat fakta tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang bisa melakukan pemetaan. Salah satu perangkat pemetaan yang biasa digunakan dalam pengindraan jarak jauh adalah Synthetic Aperture Radar (SAR). Filter yang didesain adalah sebuah filter disisi penerima dari SAR. Rencana untuk melakukan sebuah perancangan ini dilakukan pada Bandpass Filter (BPF) Microstrip Chebyshev, dengan cara membandingkan kinerjanya pada Frekuensi L Band. Metode Hairpin dipilih karena kelebihannya dalam desain resonator yang ringkas dan singkat, sedangkan Defected Ground Structure (DGS) telah diaplikasikan pada sistem ini namun justru keberadaan DGS membuat adanya penurunan performa dari filter. Variabel perbandingan yang akan dibandingkan antara lain adalah jenis substrat. Substrat yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah substrat FR-4 epoxy dan Taconic. Nilai insertion loss dan return loss filter setelah disimulasikan adalah sebesar -0.4908 dB dan -21.801 dB untuk Substrat Taconic RF-35 sedangkan untuk substrat FR-4 Epoxy adalah sebesar -2.405 dB dan -31.116 dB. Hasil ini menjadikan filter dengan substrat Taconic RF-35 yang lebih baik performanya. Setelah filter dengan substrat FR-4 Epoxy direalisasikan hasilnya menjadi cukup berbeda dengan hasil insertion loss dan return loss menjadi -3.8784 dB dan -20.95 dB. Kata kunci : BPF Chebyshev , Hairpin, DGS , Microstrip, SAR, L Band. Abstract According to UNESCO, tropical forests in Indonesia have entered the In Danger category. The tropical forest, which has an area of around 2.5 million hectares, is home to thousands of species of plants, and hundreds of species of mammals and birds. Seeing this fact requires a system that can do mapping. One of the mapping devices commonly used in remote sensing is Synthetic Aperture Radar (SAR). The filter designed is a filter on the side of the receiver from SAR. The plan to do this design was done on Microstrip Chebyshev's Bandpass Filter (BPF), by comparing its performance to the Frequency L Band. The Hairpin method was chosen because its advantages in the resonator design are concise and concise, while the Defected Ground Structure (DGS) has been applied to this system, but the existence of the DGS makes a decrease in the performance of the filter. Comparison variables that will be compared include the type of substrate. The substrate used in this study was FR-4 epoxy and Taconic substrate. The insertion loss and return loss filter values after being simulated are -0.4908 dB and -21.801 dB for Taconic RF-35 substrate while those for Epoxy FR-4 substrate are -2.405 dB and -31,116 dB. This result makes the Filter with Taconic RF-35 substrate a better performing filter. After the filter with FR-4 Epoxy substrate was realized the results became quite different with the insertion loss and return loss results being - 3.8784 dB and -20.95 dB. Keywords: BPF Chebyshev , Hairpin, DGS , Microstrip, SAR, L Band
Penguat Daya 500 Miliwatt Untuk Radar Cuaca 5,5-5,7 Ghz Asri Fevi Sari Sidabutar; Heroe Wijanto; Yaya Sulaeman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keadaan cuaca yang tidak menentu dan ekstrim dapat menimbulkan bencana, sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dapat mengetahui keadaan cuaca dengan cepat dan tepat dengan menggunakan alat yang dapat membantu manusia mendeteksi fenomena alam untuk memprediksi keadaan cuaca. Alat yang digunakan menggunakan pancaran gelombang radio atau yang lebih dikenal dengan sebutan radar. Salah satu yang dibutuhkan pada sistem radar yaitu penguat daya pada gelombang RF dengan daya yang dikeluarkan cukup besar. Tugas akhir ini membuat sebuah High Power Amplifier (HPA) dimana pada blok diagram radar HPA merupakan salah satu bagian yang sangat dibutuhkan dalam sebuah sistem radar pada sistem radar, HPA merupakan komponen yang sangat krusial untuk menguatkan power yang nantinya diteruskan ke antena kemudian dipancarkan dengan cara meningkatkan level daya sinyal pada masukan di rentang frekuensi yang telah ditentukan sampai dengan level daya yang diinginkan pada keluarannya. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan penyepadan impedansi single stub pada sisi input dan sisi output menggunakan mikrostripline. Tugas akhir ini didesain dan direalisasikan suatu HPA untuk implementasi Radar cuaca C-Band yang bekerja pada frekuensi 5,5-5,7 GHz. Beberapa pertimbangan utama dalam desain HPA diantaranya stabilitas (K), efisiensi, gain, bias DC, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), power input dan power output. Komponen aktif yang digunakan dalam merancang HPA yaitu MIC GALI 2+. Perancangan dan simulasi HPA dilakukan dengan software Advanced Design System (ADS). Hasil simulasi HPA pada frekuensi 5,6 GHz menghasilkan gain sebesar 27,695 dB, efisiensi sebesar 61 %, VSWR input sebesar 1,016, VSWR Output sebesar 1,008. Hasil pengukuran HPA pada frekuensi 5,6 GHz menghasilkan gain sebesar 25,470 dB,VSWR input sebesar 1,131, VSWR output sebesar 1,522, efisiensi sebesar 39,15% dan bandwidth 200 MHz. Kata Kunci : Radar cuaca, Penguat Daya , C-band Abstract Uncertain weather condition and extreme could cause disaster , so that required a technologies that could be knowledge of weather with quickly and correctly by the use of a that can help a man detect natural phenomena to predict weather .An instrument used use sending out radio wave propagation or more known as radar. One who required in radar system that is amplifier the power on waves rf to the power issued large enough This Final task makes a high power amplifiers ( HPA ) whereby on the block diagram radar hpa is one part which is very much needed in a system radar on a system radar , hpa is a component a crucial to strengthen power which will continued to antennae then emitted by raising the level of signal power in entries on frequencies as specified until with the level of the power desired in its output. The methodology that was used is by using matching impedance single stub in the sight of the input and output using mikrostripline. The final task is actually designed for the implementation and realized a hpa weather radar c-band who works at the frequency of 5,5-5,7 ghz .Some major consideration in design hpa of them stability ( k ) , efficiency , the gain , dc bias , a standing wave voltage ratio ( vswr ) , power input and power output .Active component and used in designing hpa namely the mic dig for 2 + .The design and simulation software hpa performed with advanced design system ( ads ) .The results of the hpa simulation at the frequency of 5.6 ghz produce the gain ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 4393 as much as 27,695 dB , as much as 61 % efficiency , vswr 1,016 input as much as , vswr 1.008 output as much as .Hpa measurement result at the frequency of 5.6 ghz produce the gain as much as 25,470 dB , vswr 1,131 input as much as , vswr 1,522 output as much as , efficiency of 39,15 % and bandwidth 200 Mhz . ~ Keywords: Weather Radar, Power Amplifier, C-band
Bandpass Filter Mikrostrip Untuk Radar Cuaca S-band Menggunakan Meander Loop Resonator Muhammad Zulfikri Hasan; Heroe Wijanto; Vinsensius Sigit
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radar cuaca merupakan jenis radar yang berguna untuk mencari curah hujan, menghitung pergerakan awan, memperkirakan jenis objek cuaca(hujan, mendung, salju, dan lain-lain). Cara kerja radar cuaca yakni dengan memancarkan getaran dari gelombang elektromagnetik pada frekuensi microwave di atmosfer. Dalam hal ini, agar hasil deteksi dapat maksimal maka frekuensi lain yang tertumpang dan terinterferensi saat proses modulasi dalam perangkat dihilangkan. Perangkat yang digunakan untuk menghilangkan kendala interferensi tersebut bernama filter. Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan sebuah band-pass filter yang bekerja di frekuensi s-band, menggunakan model meander loop dual resonator dengan bahan Rogers Duroid 5880LZ dan permivitas dielektrik 2,0 frekuensi tengah dari filter berada pada 3,00 GHz dengan bandwidth 100 MHz. Perancangan band-pass filter dilakukan dengan menggunakan software numerik untuk elektromagnetik dan untuk pengukuran hasil realisasi dilakukan dengan menggunakan Vector Network Analyzer. Dari hasil perancangan filter yang direalisasikan didapatkan nilai insertion loss -3,0533 dB, return loss -12,981 dB, dan bandwidth 140 MHz pada frekuensi tengah 3,963977 GHz. Kata Kunci : Radar Cuaca, Band-pass Filter, Meander Loop Dual Resonator, Rogers Duroid 5880LZ. Abstract Weather radar is a type of radar that is used for rainfall forecasting, calculating the cloud movements, estimating the types of weather objects. Radar works by emiting vibrations from electromagnetic wave at microwave frequencies in the atmosphere. In this case, in order for the weather radar to get good sensing results, other frequencies that carried or unwanted in the device must be eliminated. To eliminate the constraints, a device called filter is needed. In this study, a band-pass filter is designed and realized that works on s-band frequency, uses the middle frequency of the filter at a frequency of 3,00 GHz with a bandwidth of 100 MHz. The design of band-pass filter is done by using numerical simulation software for electromagnetic, and the realization measurement is done by using Vector Network Analyzer. There are several value obtained from the realization measurement, they are -3,0533 dB of insertion loss, -12,981 dB of return loss, 140 MHz bandwidth in frequency of 3,963977 GHz. Keywords : Weather Radar, Band-pass Filter, Meander Loop Dual Resonator, Rogers Duroid 5880LZ.
Antena Mikrostrip Persegi Panjang Celah Kembar Untuk Wifi Pita Ganda 2.4 Dan 5.8 Ghz Mohamad Azka Rijalfaris; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antenna frekuensi ganda merupakan antena alternatif yang dapat digunakan untuk sistem radio yang bekerja pada dua kanal frekuensi yang berbeda.Ketika dua frekuensi bekerja terpisah, struktur patch celah ganda dapat dirancang untuk menghindari penggunaan antenna yang terpisah.Antena mikrostrip adalah salah satu solusi antena yang dapat dikembangkan.Karena memiliki bentuk sederhana dan mudah instalasinya. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai perancangan antena mikrostrip substrat FR4 dengan menambahkan twin slot pada antenna dengan frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 GHz. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini meliputi perancangan, pemodelan antena sampai menemukan hasil yang diinginkan, pengukuran parameter antena, dan analisis hasil pengukuran.Parameter tersebut meliputi bandwidth, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), Return Loss, Polarisasi, Perarahan (Directivity),Penguatan (Gain) dan besar jangkauan antena. Kata Kunci: Mikrostrip, Rectangular, Twin Slot, celah ganda Abstract Dual band antennas are alternative antennas that can be used for radio systems that work on two different frequency channels. When two frequencies work separately, a double gap patch structure can be designed to avoid the use of separate antennas. Antenna antennas are one antenna solution that can be developed. because it has a simple and easy installation form. In this final project will be discussed about design of FR4 substrate microstrip antenna by adding twin slots on the antenna with frequency of 2.4 GHz and 5.8 GHz. The method used in this final project includes designing, modeling antennas to find the desired results, measuring antenna parameters, and analyzing measurement results. These parameters include bandwidth, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), Return Loss, Polarization, Directivity, Strengthening (Gain) and large antenna range. Keywords: Microstrip, Rectangular, twin Slot,dual band
Analisis Perbandingan Karakteristik Simulasi Antena Susunan Planar Dan Circular Untuk Sar 5,7 Ghz Primadita Banu Anggra; Wijanto Heroe; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pemanfaatan teknologi sekarang banyak dikembangkan perangkat yang canggih untuk pemanfaatan yang lebih luas, salah satunya pemanfaatan gelombang radio untuk perangkat SAR yang merupakan sistem RADAR untuk pencitraan pengindraan jarak jauh, digunakan untuk pengaplikasian geografis, militer, topografi atau lainnya karena mempunyai kehandalan pada sisi pengindraan dan komunikasi yang tahan pada gangguan cuaca atau gangguan fadding lain. Pada tugas akhir ini membahas perbandingan karakteristik model susunan antena (array antenna) pada simulasi untuk kegunaan SAR yang bekerja pada frekuensi C-Band (5,7 GHz) dengan bentuk patch lingkaran serta menggunakan 2 model array antenna. Konfigurasi antena menggunakan bahan dari tembaga dan bahan substrat FR-4 epoxy (4,4) adapun teknik pencatuan yang digunakan dengan coplanar feeding (microstrip line). Dari hasil simulasi kedua model array antenna tersebut dilakukan perbandingan nilai karakteristik. Pada tugas akhir ini didapatkan hasil dari dua simulasi antena susunan yang bekerja di frekuensi 5,7 GHz. Pemodelan planar array lebih baik dari circular array , nilai Bandwidth yang didapat yakni ≥ 591,8 MHz, Gain ≤ 6,53 dBi , Return Loss ≤ -10,696 dB, Polarisasi yang dihasilkan untuk model circular dan planar adalah polarisasi linear. Dengan pola radiasi unidirectional. Kata kunci : C-Band, Antena, Circular Polarization, Circular Array, Planar Array Abstract In the utilization of technology developed many sophisticated devices for wider utilization, one of the utilization of radio waves for SAR devices which is a RADAR system for remote sensing imaging, used For geographical, military, topography or other applications because it has reliability on the sensing side and communication that is resistant to weather disorders or other channel disorders. In this final task discusses the characteristics of the antenna composition model (array antenna) in the simulation for the use of SAR that works at a C-Band frequency (5.7 GHz) with a circular patch form as well as using 2 array antenna models. The antenna configuration uses copper material and RF-4 epoxy substrate (4.4) and the feeding technique (microstrip line). From the simulation results of the two array models antenna is done comparing characteristic values. At this final task obtained results from two simulated antenna arrays working at a frequency of 5.7 GHz. Planar array modeling is better than the circular array, the value of Bandwidth ≥ 591.8 MHz, Gain ≤ 6.53 dBi, Return Loss ≤ -10.696 dB, polarization produced for the circular and planar models are linear polarization. With unidirectional radiation patterns. Keywords: C-Band, Antenna, Circular Polarization, Circular Array, Planar Array
Purwarupa Muatan Automatic Dependent Surveillance Contract (ads-c) Pada Pesawat Microlight Menggunakan Jaringan Seluler 4g Lte Farid Farhan Fadhlurrahman; Heroe Wijanto; Girardi Soejatman
eProceedings of Engineering Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesawat microlight adalah jenis pesawat yang hanya mampu mengangkut 2 orang. Jenis pesawat ini sangat digemari di dunia Olahraga Kedirgantaraan. Namun pesawat ini sangat susah dideteksi oleh RADAR Bandara. Salah satu solusi untuk menyelesaikannya yaitu menggunakan ADS-C. ADS-C Adalah teknologi flight tracker transpunder yang digunakan di dunia penerbangan oleh pemandu lalu lintas udara (PLLU) diterapkan di pesawat terbang yang berfungsi untuk mengirim informasi identitas dan posisi pesawat yang sedang mengudara menggunakan satelit datalink. Namun harga penyewaan satelit datalink untuk transponder ADS-C pada pesawat masih relatif mahal dan tidak bisa dijangkau oleh penggiat hobby pesawat microlight. Pada tugas akhir ini dirancang sebuah konsep model dan muatan low cost ADS-C transponder berupa flight tracker untuk pesawat jenis microlight yang berfungsi sebagai alat transmisi data ADS-C dengan memanfaatkan jaringan seluler 4G LTE yang tersebar di wilayah Indonesia agar pesawat microlight dapat dideteksi oleh Air Traffic Control (ATC). Dalam tugas akhir ini perancangan muatan menggunakan GPS Module sebagai sumber informasi posisi, ketinggian, dan kecepatan pesawat, Raspberry Pi 3 Model B sebagai minikomputer yang mengolah data ADS-C, modem Huawei E8372 sebagai media penyambungan jaringan seluler 4G LTE. Komponen modul tersebut akan didesain sesuai ukuran agar dapat diletakan pada pesawat microlight dan sejenisnya. Dari hasil pencapaian perancangan dan pembuatan purwarupa diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada di dunia penerbangan khsusnya di penerbang pesawat microlight dan pemandu lalu lintas udara (ATC) dan hal yang bermanfaat. Selain itu dari hasil pengujian muatan ini diharapkan mendapatkan hasil dan parameter yang didapat seperti efisien muatan dan keakuratan data yang didapatkan selama percobaan dan penelitian. Kata Kunci : ADS-C, Muatan, Pesawat Microligh
Purwarupa Kamera Multispektral Pada Satelit Cubesat Untuk Mendeteksi Kualitas Tanaman Hijau Lita Kurnia Fitriyanti; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini satelit merupakan teknologi yang dikembangkan dalam berbagai bidang untuk mengatasi berbagai macam permasalahan. Satelit memiliki berbagai misi, ukuran serta berat yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan. Satelit dengan ukuran dan dimensi yang kecil disebut dengan satelit nano, salah satu jenis satelit nano yaitu Cubesat memiliki ukuran
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Rama Setya Anggara Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi