Claim Missing Document
Check
Articles

Optimasi Pattern Reconfigurable Antenna Bercelah Melingkar menggunakan Algoritma Genetika NURMANTRIS, DWI ANDI; WIJANTO, HEROE; NUGROHO, BAMBANG SETIA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 8, No 1: Published January 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v8i1.111

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu desain pattern reconfigurable antenna dengan menitikberatkan pada optimasi antena planar berbentuk lingkaran dengan 24 switch berupa shorting pin pada tepi patch dan menambahkan celah melingkar pada patchnya sebagai metode penyepadan impedansi. Algoritma Genetika digunakan sebagai metode optimasi antena sedangkan Finite Element method digunakan sebagai metode komputasi untuk mendapatkan nilai parameter antena ketika proses evaluasi fungsi fitness. Keduanya dikolaborasikan untuk mendapatkan suatu desain antena yang mempunyai kemampuan pattern reconfigurable. Hasilnya diperoleh suatu desain antena pada frekuensi 2,4 Ghz dengan 24 pola pancar yang bisa di switch ke seluruh bidang azzimuth dimana semua pola pancar didesain pada arah elevasi 45o. Kata kunci: optimasi, celah melingkar, algoritma genetika, pattern reconfigurable antenna ABSTRACT This research aims to obtain a reconfigurable antenna pattern design with emphasize on the optimization of a planar circular antenna with 24 switchs on the edge of the patch and add a slit ring in the patch as a impedance matching method. Genetic Algorithm is used as an antenna optimization method while the The Finite Element method is used as a computational method to obtain the antenna parameters value when evaluating the fitness function. Both collaborated to obtain an antenna design that has the pattern reconfigurable ability. The result is 2,4 Ghz antenna design with 24 radiation patterns that can be switched to all azzimuth plane where all are designed in 45o of elevation plane. Keywords: optimization, slit ring, genetic algorithm, pattern reconfigurable antenna
Deteksi Automatis Skema Modulasi Sinyal OFDM menggunakan Ciri Statistik dan Klasifikasi PSO PAMBUDI, AFIEF DIAS; TJONDRONEGORO, SUHARTONO; WIJANTO, HEROE
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 2: Published July - December 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v3i2.133

Abstract

ABSTRAKPengenalan format modulasi dari sinyal yang dideteksi merupakan salah satu bahasan penting pada sistem intelligent receiver yang digunakan untuk aplikasi di bidang militer maupun komersial. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan klasifikasi skema modulasi pada sinyal OFDM yaitu QPSK, 16-QAM dan 64-QAM. Sinyal OFDM tersebut disimulasikan melewati kanal frequency selective fading dan additive white gaussian noise. Sistem klasifikasi yang dibuat menggunakan ekstraksi ciri statistik dan pengklasifikasi berupa diagram keputusan dengan threshold yang dioptimasi menggunakan algoritma particle swarm optimization (PSO). Pada proses klasifikasi ditambahkan sistem voting dengan skenario penggunaan jumlah simbol OFDM sebanyak 1, 5, 10, 15 dan 20. Hasil akurasi klasifikasi yang optimum didapatkan pada penggunaan lima simbol OFDM yaitu 100 %, 99 %, 96 % untuk klasifikasi QPSK, 16-QAM, 64-QAM pada minimum SNR receiver standar WiMAX IEEE 802.16e.Kata kunci: klasifikasi skema modulasi OFDM, ciri statistik, PSO.ABSTRACTModulation recognition of the detected signal is one of important topics on intelligent receiver system used for military and commercial applications. (Therefore) This research explored the classifications of the OFDM signal modulation scheme namely QPSK, 16-QAM and 64-QAM. The OFDM signal was simulated to pass through frequency selective fading channel and additive white gaussian noise. The classification system was developed using statistical feature extraction with a decision diagrams (tree diagram) as a classifier optimized by PSO algorithm. The increasing number of OFDM symbols in the classification process that applied a voting system improved the accuracy of the classification of each modulation scheme. The optimum accuracy of the classification had been obtained when five OFDM symbols were applied in the classification scenario. The accuracy was 100% for QPSK classification, 99 % for 16-QAM classification and 96 % for 64-QAM classification on the minimum SNR accepted by the receiver of a system that applied a standard WiMax IEEE 802.16e.Keywords: classification modulation schemes OFDM, statistical characteristics, PSO.
Rancang Bangun Antena Drone Blocker Jammer Gun Dengan Teknik Lpda (Log Periodic Dipole Array) Berbasis Mikrostrip Untuk Frekuensi 900 Mhz 1,5 Ghz Dan 2,4 Ghz Ardhana, Garin; Wijanto, Heroe; Saputera, Yussi Perdana
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drone, atau pesawat tak berawak, saat ini sedang mengalami masa percepatan pengembangan. Drone berpotensi membahayakan privasi dan keamanan di wilayah tertentu karena kemampuannya dalam mengambil gambar tanpa izin, mengumpulkan informasi, melakukan sabotase, dan bahkan melakukan pemboman. Penanggulangan potensial terhadap ancaman ini dapat melibatkan penerapan drone jammer atau drone blocker. Penghalang atau jammer drone. Pengacau drone rata-rata dapat mempolarisasikan sinar sejauh ribuan meter pada sudut 30 derajat. Frekuensi operasional jammer drone tidak diragukan lagi adalah 2,4 GHz, mengingat di sinilah sebagian besar drone mengirimkan data dan melakukan kontrol. Dari hasil simulasi yang dilakukan didapatkan pada frekuensi 900 MHz nilai return loss -23.48, nilai VSWR 1.14 dengan nilai gain 5.594 dBi. Pada frekuensi 1500 MHz nilai return loss - 23.91, nilai VSWR 1.13 dengan nilai gain 5.008 dBi. Pada frekuensi 2400 MHz didapatkan nilai return loss -12.24, nilai VSWR 1.64 dengan nilai gain 6.41 dBi. Setelah melakukan simulasi dilakukan fabrikasi antena kemudian dilakukan pengukuran. Pada frekuensi 900 didapatkan nilai return loss - 25.63 dengan nilai VSWR 1.1. Pada frekuensi 1500 MHz didapatkan return loss -19.4 dengan nilai VSWR 1.24. Pada frekuensi 2400 MHz didapatkan hasil return loss -19.44 dengan nilai VSWR 1.23. berdasarkan hasil simulasi dan pengukuran hasil yang didapatkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan. Kata Kunci: Jammer Drone or Drone Blocker, Microstrip Antenna, LPDA
ANTENA MICROSTRIP SUSUNAN VIVALDI ANTIPODAL PADA X- BAND UNTUK RADAR TEMBUS TEMBOK" Amin, Muhammad Alief Faisal; Wijanto, Heroe; Edwar, Edwar
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 1 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. Gempa bumi dan peristiwa lainnya yang terjadi di ruangan tertutup akan mempengaruhi struktur dari bangunan. Oleh karena itu peran radar untuk mendeteksi objek dibalik penghalang dibutuhkan untuk mengatasi masalah agar langkah selanjutnya tepat. Radar harus mempunyai akurasi yang tinggi serta sensitivitas untuk memperoleh gambaran dari target. Maka bandwidth harus lebar,karena itu dibutuhkan antena X-Band.  Antena beroperasi di frekuensi 8.0 – 12 GHz untuk radar tembus tembok menurut Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE). Untuk penelitian ini, antena mikrostrip vivaldi disusun untuk meningkatkan gain yang lebih besar untuk beamwidth yang lebih kecil serta meningkatkan SINR. Antena berbentuk patch vivaldi dipilih karena efektif untuk frekuensi yang melebihi dari 1 GHz. Untuk pemilihan substrat antena dipilih Rogers Duroid 5880 karena sudah mendukung frekuensi X-Band. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan simulasi dengan menggunakan program CST Studio Student Edition 2018 untuk melakukan implementasi antena microstrip susunan Vivaldi antipodal x-band untuk radar tembus tembok yang diharapkan memenuhi spesifikasi radar tembus tembok. Hasil yang didapatkan dari rangkaian optimasi dan analisis, didapatkan hasil vswr senilai kurang dari 2 dB dan return loss lebih dari -10 db. Sementara gain yang didapatkan bernilai 9.71 dB dan pola radiasi berbentuk unidirectional. Kata kunci : Antena Microstrip, Vivaldi, Array, beban sirkular antipodal, return loss,gain.
Desain dan Realisasi Antena Susunan Keping Persegi Pita Ganda 2,4 Ghz dan 5,8 Ghz untuk Komunikasi Drone Pramadhan, Iqbaldi; Wijanto, Heroe; Perdana, Yussi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan mesin terbang dengan kendali jarak jauh yang dapat digunakan untuk memantau atau mengontrol keadaan sekitar dengan mengambil gambar berupa video. Pengambilan video terkadang dilakukan dalam cakupan wilayah luas dan besar, sehingga diperlukan teknologi nirkabel yang mumpuni. Wireless Fidelity (WiFi) merupakan jaringan nirkabel yang dapat mendukung lalu lintas data tertinggi dan memungkinkan berbagai perangkat dapat terhubung internet. Teknologi WiFi dapat digunakan untuk mendukung pengiriman data hasil pantauan sekaligus untuk pengendalian drone. Untuk dapat mengirimkan data pantauan serta pengendalian drone maka dibutuhkan perangkat transmisi berupa antena. Namun pada umumnya antena yang digunakan memiliki dimensi besar dan masih menggunakan antena singleband. Maka dalam tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip dual band pada frekuensi WiFi 2,4 GHz dan 5,8 GHz untuk komunikasi drone. Setelah dilakukan simulasi diperoleh nilai parameter antena yaitu return loss -15,718 dB dan -17,34 dB, VSWR 1,4025 dan 1,3144, bandwidth 52 MHz dan 698,4 MHz, impedansi 50 , pola radiasi unidireksional, dan polarisasi linier. Kemudiaan ketika pengukuran pada antena realisasi diperoleh nilai return loss -10,159 dB dan -14,131 dB, VSWR 1,9126 dan 1,4929, bandwidth 48 MHz dan 317 MHz, impedansi 31,35  dan 35,03 , pola radiasi unidireksional, dan polarisasi elips.Kata Kunci-drone, WIFI, antena, antena mikrostrip, array, dual band
Antena Susunan Kolinier Dipol Omnidirektional 1.030 MHz dan 1.090 MHz untuk Radar IFF (Identification Friend or Foe) Habibullah, Wahid; Wijanto, Heroe; Perdana S, Yussi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identification Friend or Foe (IFF) merupakan sistem identifikasi yang dirancang untuk perintah dan pengkodean. IFF mampu membedakan teman dan musuh pada identifikasi pesawat yang mendekati sasaran. Sistem IFF mempunyai frekuensi kerja yang terpisah, satu untuk interrogator dan satu untuk receiver. Pada frekuensi kerja interrogator bekerja pada frekuensi 1.030 MHz dan frekuensi kerja receiver bekerja pada frekuensi 1.090 MHz. Antena ini bekerja pada frekuensi 1.030 MHz dan 1.090 MHz yang menggunakan mikrostrip dengan substrat FR4. Hasil dari realisasi antena didapatkan parameter return loss - 10.495 di frekuensi 1.030 MHz dan -10.242 di frekuensi 1.090 MHz. Dan VSWR 2.0344 di frekuensi 1.030 MHz dan 1.4846 di frekuensi 1.090 MHz. Dengan bandwidth yang didapat 75 MHz. Pola radiasi omnidirectional, dan polarisasi linier.Kata Kunci— dipol, IFF, antena mikrostrip
Perancangan Dan Simulasi Antena Mikrostrip Patch Segienam 3,5 Ghz Untuk Bts Indoor 5g Hanif, Amirul Iqbal; Wijanto, Heroe; Edwar, Edwar
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaplikasian teknologi 5G ini dapat menjadisolusi untuk mendorong perkembangan industry 4.0, industryini memerluka kecepatan data yang sangat tinggi, low latencyhingga 1ms untuk mendukung UAV (Unmanned Aerial Vehicle)atau advanced driver yang biasa disebut teknologi menyetirautomatis dan bahkan dapat mencakup multiple devices [1],pada komunikasi 5G juga dibagi beberapa frekuensi yaitu 1GHz, 1 – 6 GHz, dan diatas 6 GHz, dan pada WRC (WorldRadiocommunication Conference) frekuensi yang ideal padawilayah asia adalah frekuensi 3.5 GHz [2]. Pada penelitiansebelumnya yang dilakukan oleh Wahyu dkk. dengan judul<Antena MIMO 4x2 Susun 2 Elemen Mikrostip Patch Sirkular3.5 GHz Untuk BTS 5G=, pada penelitian tersebut Wahyu dkk.menghasilkan nilai VSWR (Voltage Wave Standing Ratio)sebesar 1.15, bandwidth sebesar 211.4 dan gain 6.7 dB [3]. Lalupada penelitian yang dilakukan oleh Galih dkk. dengan judul<Antena Susun 2x2 Rectangular Patch 3.5 GHz Sektor UntukBase Station 5G= mendapatkan nilai VSWR 1.28, RL (ReturnLoss) sebesar – 18.23 dB, dan lebar bandwidth 360 MHz. Disinitelah membuktikan bahwasannya antena mikrostrip denganberbagai metode membuahkan hasil yang lebih baik.Kata kunci— Internet of Things (IoT), Smart VideoDoorbell, ESP-32Cam, NODEMCU
Realisasi Antena Mikrostrip Untuk Mendeteksi Tumor Payudara Ikbar, Naufal; Wijanto, Heroe; Nur , Levy Olivia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tumor terjadi karena sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi ganas dan berkembang lebih cepat dibandingkan sel-sel normal lainnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi tumor, seperti MRI, USG, dan Mammograph. Antena wearable memiliki desain yang simpel, ringan, dan relatif lebih murah. Pada Jurnal ini, antena mikrostrip berbahan FR-4 dibuat untuk mendeteksi tumor payudara pada frekuensi 5,8 GHz. Antena ini menggunakan pencatuan mikrostrip feedline dengan inset feed, -ted patch dan penambahan Defected Ground Structure (DGS) pada groundplane untuk mendapatkan bandwidth yang lebih luas. Deteksi tumor payudara dilakukan dengan menggunakan pemodelan payudara atau breast phantom. Antena pendeteksi akan digunakan pada breast phantom yang telah dibuat dan mengamati perubahan S11 Parameter yang terjadi seiring semakin besarnya tumor yang dideteksi. Antena yang dirancang memiliki dimensi 21,5 mm x 40,5 mm dan menggunakan perangkat lunak simulasi 3D elektromagnetik. Antena ini direalisasikan menggunakan bahan FR-4 berdasarkan hasil simulasi, antena memiliki nilai S11 Parameter sebesar -40,16 dB dan nilai VSWR sebesar 1.1 pada frekuensi 5800 MHz, S11 Parameter -11,59 dB pada frekuensi 5725 MHz dan S11 Parameter -15,25 dB pada frekuensi 5875 MHz, sedangkan hasil pada realisasi antena memiliki nilai S11 Parameter -25,19 dB pada frekuensi 5850 MHz dan nilai VSWR 1.12, S11 Parameter -6,88 dB pada frekuensi 5725 MHz dan -21,05 dB pada frekuensi 5875 MHz. Antena dapat mendeteksi tumor melalui berbedaan bahan tumor terdapat pada breast phantom yang memengaruhi perubahan nilai S11 Parameter. Berdasarkan pengukuran, jika ukuran tumor semakin besar, maka nilai S11 Parameter yang didapat semakin kecil diakibatkan semakin banyak gelombang elegtromagnetik yang kembali ke antena. Kata kunci— Breast phantom, Inset Feed, -ted Patch, Defected Ground Structure.
Antenna Array 4x2 Mikrostrip Patch Persegi Dual Frekuensi untuk BTS 5G Rama Putra Ilyas Eka Cipta; Wijanto, Heroe; Yussi Perdana Saputera
Jurnal Nasional SAINS dan TEKNIK Vol. 3 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jnst.v3i1.9591

Abstract

perkembangan teknologi setiap tahun meningkat ,sehingga kebutuhan informasi jauh lebih besar. 5G merupakan perkembangan teknologi yang terbarukan. 5G merupakan sebuah ekosistem jaringan nirkabel yang bekerja secara sinergis untuk menyediakan media komunikasi tanpa batas bagi pengguna Kategori spektrum frekuensi yang dapat digunakan, yaitu di bawah 1 GHz, 1-6 GHz dan di atas 6 GHz. Pada frekuensi 1-6 GHz terdapat kandidat frekuensi yang dapat digunakan untuk mengembangkan teknologi komunikasi 5G, yaitu frekuensi 3.3-4.2 GHz. Pada saat ini di Indonesia akan menggunakan band frekuensi 2.3 GHz untuk komunikasi 5G. Pengembangan teknologi komunikasi 5G membutuhkan antena yang tepat yang mampu untuk mendukung sistem komunikasi 5G. Penggunaan sistem Multiple In Multiple Out (MIMO) pada antena merupakan pilihan yang tepat untuk pengembangan teknologi 5G [2]. MIMO dipilih karena mendukung spesifikasi 5G yang membutuhkan kapasitas yang besar pada sistem komunikasinya. Tugas Akhir ini mengusulkan Antena MIMO 4×2 Array 2 elemen menggunakan patch Rectangular. Untuk mendapatkan Baemwidth kesegala arah akan menggunakan metode empat sektor dengan nilai beamwidth = 90. Dengan metode Array ini diharapkan untuk mendapatkan nilai gain yang maksimal. Dan juga diharapkan antena yang dirancang dapat menghasilkan VSWR ≤ 2 dengan polaradiasi unidireksional pada frekuensi 1,8 GHz dan 2,3 GHz.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi