Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Bentuk Objek Bawah Tanah Menggunakan Pengolahan Citra B-Scan pada Ground Penetrating Radar (GPR) Rahmayati Alindra; Heroe Wijanto; Koredianto Usman
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 3, No 1 (2017): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v3n1.73-83

Abstract

Ground Penetrating Radar (GPR) adalah salah satu jenis radar yang digunakan untuk menyelidiki kondisi di bawah permukaan tanah tanpa harus menggali dan merusak tanah. Sistem GPR terdiri atas pengirim (transmitter), yaitu antena yang terhubung ke generator sinyal dan bagian penerima (receiver), yaitu antena yang terhubung ke LNA dan ADC yang kemudian terhubung ke unit pengolahan data hasil survey serta display sebagai tampilan output-nya dan post  processing untuk alat bantu mendapatkan informasi mengenai suatu objek. GPR bekerja dengan cara memancarkan gelombang elektromagnetik ke dalam tanah dan menerima sinyal yang dipantulkan oleh objek-objek di bawah permukaan tanah. Sinyal yang diterima kemudian diolah pada bagian signal processing dengan tujuan untuk menghasilkan gambaran kondisi di bawah permukaan tanah yang dapat dengan mudah dibaca dan diinterpretasikan oleh user. Signal processing sendiri terdiri dari beberapa tahap yaitu A-Scan yang meliputi perbaikan sinyal dan pendektesian objek satu dimensi, B-Scan untuk pemrosesan data dua dimensi  dan C-Scan untuk pemrosesan data tiga dimensi. Metode yang digunakan pada pemrosesan B-Scan salah satunya adalah dengan  teknik pemrosesan citra. Dengan pemrosesan citra, data survey B-scan diolah untuk didapatkan informasi mengenai objek. Pada penelitian ini, diterapkan teori gradien garis pada pemrosesan citra B-scan untuk menentukan bentuk dua dimensi dari objek bawah tanah yaitu persegi, segitiga atau lingkaran. 
FILTER BAND PASS MIKROSTRIP DENGAN STEPPED IMPEDANCE RESONATOR (SIR) UNTUK SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR) L-BAND Narulita Fubian; Heroe Wijanto; Desti Madya Saputri
TEKTRIKA Vol 2 No 2 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.2 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i2.1668

Abstract

Filter pada teknologi synthetic aperture radar (SAR) digunakan untuk menghilangkan interferensi dan frekuensi lain yang tidak diinginkan pada saat modulasi. Hasil penginderaan yang baik dihasilkan oleh filter band pass yang dapat melewatkan frekuensi yang diinginkan dan memotong frekuensi yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, pada penelitian ini filter dirancang dengan selektivitas yang tinggi, yakni pada frekuensi 1,27 GHz dengan lebar pita sebesar 10 MHz. Rancangan resonator yang digunakan adalah stepped impedance resonator (SIR) yang berbentuk ring kotak karena dapat menghasilkan lebar pita yang sempit. Bahan yang digunakan untuk implementasi filter ini adalah duroid RT-5880 dengan konstanta dielektrik 2,2. Hasil perancangan menunjukkan bahwa respon frekuensi pada 1,27 GHz memiliki nilai return loss (S11) -19,95 dB dan nilai insertion loss (S21) -0,97 dB. Untuk lebar pita pada rentang frekuensi 1,265-1,275 GHz didapatkan nilai S11 dan S21 secara berurutan sebedar -15,54 dB dan -0,99 dB serta -14,68 dB dan -1,09 dB.
PERANCANGAN DAN REALISASI PERANGKAT PANCAR-TERIMA FM-DIRECT SEQUENCE SPREAD SPRECTRUM PADA FREKUENSI 40 MHz Andi Andriana; Heroe Wijanto; Budianto Budianto
TEKTRIKA Vol 8 No 1 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i1.221

Abstract

Penelitian ini telah menghasilkan perangkat pancar-terima FM-DSSS (Frequency Modulation – Direct Sequence Spread Spectrum). Pemancar meliputi LPF 4 kHz, proses modulasi FM Pita Sempit berlebar pita 8 KHz pada frekuensi pembawa 40 MHz, sinyal pembawa termodulasi frekuensi mengalami penebaran ke lebar pita 2 MHz oleh sinyal kode acak semu, daya pemancar 1,37 Watt. Sedangkan perangkat penerima FM-DSSS meliputi pre-amplifier, balance modulator, Phase Lock Loop (PLL) dan penerima FM Super-heterodyne konversi ganda pada frekuensi IF 455 kHz. Processing Gain sistem ini diperoleh sebesar 261,1 atau 24,16 dB. Dari hasil pengujian, sistem FM-DSSS ini mampu bekerja pada lingkungan jamming setelah menurunkan levelnya dengan cara menebarkan pada bandwidth cukup lebar.Kata kunci : sistem transceiver FM-DSSS, FM Pita Sempit, PLL, penerima FM super-heterodyne
ANTENA MICROSTRIP MIMO 8x8 ARRAY 2 PATCH RECTANGULAR H-SLOT UNTUK RADIO AKSES 5G FREKUENSI 15 GHZ Adhie Surya Ruswanditya; Heroe Wijanto Wijanto; Yuyu Wahyu
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1655

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi selalu meningkat setiap waktu. Namun, sumber daya frekuensi yang digunakan terbatas untuk beberapa aplikasi seperti komunikasi seluler 5G. Hal ini memerlukan alokasi frekuensi lain, salah satunya menggunakan frekuensi tinggi pada 15 GHz. Penggunaan frekuensi tinggi dalam aplikasi nirkabel perlu dipertimbangkan karena hal tersebut rentan mengalami fading yang tinggi. Agar mengatasi fading yang tinggi membutuhkan sistem antena MIMO (Multiple Input Multiple Output). Penelitian jurnal ini berisikan perancangan antena MIMO dengan 8 elemen. Setiap elemen adalah antena microstrip array 2 patch rectangular dengan slot berbentuk H dan catuan insert feed. Bahan dielektrik yang digunakan pada antena microstrip adalah Duroid Rogers 5880 yang memiliki pemitifitas relatif sebesar 2,2 dengan ketebalan 1,575 mm serta bahan konduktor yang digunakan adalah tembaga dengan ketebalan 35 μm untuk bahan peradiasi maupun ground-plane. Realisasi antena hasil pengukuran mendapatkan VSWR≥1,5 dan Return Loss≤-14 dB pada rentang frekuensi 14,5-15,25 GHz. Nilai gain sebesar 9,614 dB dengan polarisasi elips dan linier serta pola radiasi unidirectional.
ANALISIS KINERJA MODULASI WAVELET PADA KANAL GAUSSIAN DAN KANAL RAYLEIGH FADING Lia Astari; Heroe Wijanto; Joko Haryatno
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.227

Abstract

Sinyal dengan kecepatan bit tinggi akan mengalami kesalahan bit lebih buruk dibandingkan sinyal dengan kecepatan bit rendah. Pada kanal frequency selective fading, kesalahan bit tersebut akan lebih parah lagi. Perbedaan kinerja untuk kecepatan bit yang berbeda ini melahirkan konsep transmisi multirate diversity. Wavelet yang memiliki kemampuan multirate analysis mampu mengimplementasikan strategi multirate diversity melalui modulasi wavelet. Penelitian ini menunjukkan keuntungan penggunaan multirate diversity menggunakan joint estimation strategy, yang menghasilkan perbaikan kinerja sebesar 11,76 dB untuk kanal AWGN. Untuk kanal fading rata dapat dicapai BER 610–5, dan untuk kanal frequency selective fading dihasikan BER 410–4.Kata kunci: modulasi wavelet, Daubechies, Coiflet, Biorthogonal, Rayleigh fading, joint estimation
ANTENA MIKROSTRIP BERPOLARISASI SIRKULAR DENGAN TEKNIK DUAL-FEED DAN PENAMBAHAN SLOT Syadza Haifa Ami Dwinanda; Heroe Wijanto; Agus D. Prasetyo
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1675

Abstract

Tel-USAT 2 adalah pengembangan sistem satelit mikro di lingkungan Telkom University. Tel-USAT 2 memiliki misi Remote Sensing Payload (RSPL) yang menggunakan sistem SAR. Salah satu komponen SAR adalah S-Band Transmitter yang berfungsi mengirimkan data hasil imaging ke ground station. Gelombang elektromagnetik dari satelit akan melewati lapisan ionosfer yang terdapat Efek Faraday. Untuk mengatasi Efek Faraday digunakan antena dengan polarisasi sirkular yang akan dirancang pada penelitian ini. Pada penelitian ini, antena bekerja pada frekuensi tengah 2,35 GHz dengan bandwidth VSWR < 1,5 sebesar 54,2 MHz. Antena berpolarisasi sirkular dengan nilai axial ratio 0,95 dB pada frekuensi 2,35 GHz dan bandwidth axial ratio < 3 dB sebesar 54,3 MHz. Pola radiasi didapatkan berupa unidirectional serta gain didapatkan sebesar 7,15 dBi.
KINERJA SISTEM COFDM (CODED ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING) PADA KANAL RADIO MOBILE Hendra Winata; Heroe Wijanto; Suyatno Suyatno
TEKTRIKA Vol 8 No 2 (2003)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v8i2.228

Abstract

Komunikasi data berkecepatan tinggi memerlukan teknik modulasi yang dapat mengatasi terjadinya ISI (Inter-Symbol Interference) dan respons frekuensi kanal yang tidak rata. OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) merupakan teknik transmisi multicarrier dengan periode simbol relatif lebih lebar dibandingkan nilai delay spread kanal. Dengan subcarrier spektral yang lebih sempit dari lebar-pita frekuensi koheren, OFDM diharapkan memiliki ketahanan terhadap gangguan kanal yang tidak rata. FEC (Forward Error Correcting) masih dibutuhkan untuk meminimumkan efek kesalahan akibat dari beberapa subcarrier yang mengalami fading lebih kuat dibandingkan lainnya. FEC dengan teknik pengkodean konvolusional dan interleaver banyak dipakai pada standar OFDM seperti Wireless LAN 802.11a dan Direct Video Broadcasting. Hasil simulasi menunjukkan pengkodean konvolusional [133 171] memberikan nilai coding gain maksimal 6 dB untuk modulasi subcarrier QPSK dan 7 dB untuk 16-QAM. Pada kanal radio mobile dengan frekuensi doppler 0, 9, 56 dan 130 Hz, diperoleh coding gain 7 dB. Penggunaan matriks interleaver 3218 (IS–95) bekerja kurang optimal dengan perbaikan daya kurang dari 1dB. Ketika frekuensi doppler 130 Hz, matriks interleaver 10096 mampu memperbaiki kinerja sistem secara siginifikan, BER di sekitar 10-6 dicapai pada SNR = 16 dB.Kata kunci: OFDM, interleaver, delay spread, frekuensi doppler, coding gain, IFFT-FFT
ANALISIS PENCARIAN SUDUT KEDATANGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA MUSIC UNTUK ADAPTIVE BEAMFORMING Cahya Budi Muhammad; Heroe Wijanto; Antonius Darma Setiawan
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2227

Abstract

Performansi dari suatu komunikasi nirkabel bisa ditingkatkan dengan menggunakan algoritma beamforming yang adaptif. Beamforming dapat meningkatkan efisiensi spektral dan performansi sistem komunikasi nirkabel, dengan meningkatkan penerimaan sinyal datang dan mengurangi peluang interferensi dari sebuah koneksi ke user. Untuk dapat melakukan beamforming yang adaptif, dimana teknik beamforming tersebut menyesuaikan dengan kondisi pergerakan user yang selalu berubah terhadap waktu, dibutuhkan estimasi lokasi dari sebuah user secara kontinu. Algoritma Direction of Arrival (DOA) bisa memberikan estimasi lokasi cukup akurat dengan mendeteksi keberadaan dan lokasi user yang selalu berubah. Pada penelitian ini, diujikan performa algoritma MUSIC untuk estimasi keberadaan user. Hasil simulasi menunjukan bahwa peningkatan akurasi dapat dicapai dengan meningkatnya jumlah antena, spacing antar elemen sebesar 0.5 lambda. Banyaknya user tidak berpengaruh pada akurasi dari algoritma MUSIC.
IMPLEMENTASI SISTEM SIARAN FM STEREO PLUS DATA-TEXT SCA (SUBSIDIARY COMMUNICATION AUTHORIZATION) Suryo Novantara; Heroe Wijanto; Basuki Rahmat
TEKTRIKA Vol 9 No 1 (2004)
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v9i1.233

Abstract

Dengan ditertibkannya frekuensi siaran FM (Frequency Modulation) dalam spasi kanal 200 kHz, maka suatu sinyal siaran FM stereo yang hanya memerlukan lebar-pita frekuensi 112 kHz (2  56 kHz multipleks pita-dasar FM stereo termodulasi secara narrow band FM) akan memberikan ruang spektral sisa selebar sekitar 94 kHz pada setiap spasi kanal. Penyisipan informasi lain pada ruang sisa spasi kanal tersebut biasa disebut SCA (Subsidiary Communication Authorization), yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan alokasi spektral FM. Penelitian ini mengusulkan penyisipan informasi berupa sinyal Data Text digital termodulasi FSK (Frequency Shift Keying) sebagai fasilitas siaran tambahan. Informasi Data-Text diperoleh dari deretan kode biner serial berkecepatan 1200 bps yang dibangkitkan dari port RS-232 komputer. Sinyal FSK Data-Text tersebut dimodulasikan ke subcarrier 67 KHz untuk selanjutnya digabungkan dengan sinyalsinyal multipleks audio stereo. Seluruh sinyal komposit dipancarkan dalam modulasi narrow-band FM dengan frekuensi carrier sesuai alokasi siaran FM 88 – 108 MHz. Sinyal tambahan ini perlu dijaga agar tidak terjadi tumpang-tindih spektral dengan sinyal matriks audio stereo melalui BPF (Band Pass Filter) pada frekuensi tengah 67 kHz dan bandwith 13,4 kHz. Untuk proses demodulasi sinyal FSK-Data-Text SCA dapat digunakan rangkaian PLL (Phase-Locked Loop). Untuk tampilan Data-Text digunakan LCD.Kata kunci : SCA, multipleks audio stereo, FSK-Data-Text, narrow band FM, LCD
ANALISIS ESTIMASI SUDUT KEDATANGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA ESPRIT PADA KOMUNIKASI MILLIMETER-WAVE UNTUK HYBRID BEAMFORMING Egi Ari Wibowo; Heroe Wijanto; Iswahyudi Hidayat
TEKTRIKA Vol 2 No 1 (2017): TEKTRIKA Vol.2 No.1 2017
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v2i1.1657

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, pertumbuhan traffic komunikasi wireless semakin meningkat pesat, hal inimenyebabkan ketersedian pita frekuensi semakin menipis. Cara untuk mengatasinya adalah denganmemanfaatkan pita frekuensi tinggi yaitu pada band millimeter-wave (mm-wave). Banyaknya antena yangdigunakan pada teknologi mm-wave untuk mengatasi pathloss yang besar, akan teetapi dapatmengakibatkan kompleksitas yang tinggi pada sisi hardware jika menggunakan digital beamforming,karena satu RF chain terhubung dengan satu antena. Hybrid beamforming digunakan untuk meminimalisirpenggunaan RF chain, sehingga kompleksitas pada sisi hardware menurun. Pada penelitian kali ini, telahdilakukan analisis algoritma ESPRIT pada hybrid beamforming untuk meningkatkan performansi sistemdalam hal penentuan posisi dan lokasi dari user atau sering disebut estimasi DOA yang nantinya akandigunakan dalam proses beamforming. Dari penelitian yang dilakukan, hasilnya adalah semakin banyakantena, RF chain, dan semakin besar nilai SNR yang digunakan maka akurasi algoritma ESPRIT dalammelakukan estimasi DOA akan semakin tinggi. Sedangkan jika semakin banyak sudut datang makaakurasinya akan semakin menurun. Hasil akurasi terbaik terjadi saat menggunakan jumlah antenna 8×8dan RF chain sebanyak 6, dengan nilai  sebesar 0,00186° dan nilai BER sebesar 5,7×10–6.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi