Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Antena Bowtie Antipodal 1,6 Ghz Untuk Ground Penetrating Radar (GPR) Dewi Septia Anzani; Heroe Wijanto; Dharu Arseno
Jurnal Teknika Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v13i2.680

Abstract

Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan teknologi yang memanfaatkan gelombang radio untuk mendeteksi lokasi, kedalaman, dan bentuk objek yang terkubur di bawah permukaan bumi. Salah satu komponen penting pada sistem GPR yaitu antena, yang terdiri atas antena transmitter dan receiver. GPR bekerja pada berbagai band frekuensi, salah satunya pada frekuensi 1,6 GHz. Untuk dapat mendeteksi objek, antena yang dibutuhkan harus memiliki spesifikasi bandwidth yang lebar, pola pancar unidirectional, dan ringing level yang rendah. Perancangan menggunakan antena jenis bowtie antipodal dengan penambahan metode edge cutting dan matching impedance sebagai antena pemancar yang bekerja pada frekuensi 1,6 GHz. Perancangan disimulasikan menggunakan software dan difabrikasi dengan menggunakan bahan substrat FR-4 Eproxy. Hasil rancangan menunjukkan bahwa antena yang telah difabrikasi dan diuji dapat memenuhi spesifikasi yang diinginkan yaitu bandwidth sebesar 540 MHz pada rentang 1,32 GHz – 1,86 GHz, returnloss -16,38 dB,  VSWR 1,35, gain 2,025 dBi dan pola radiasi bidirectional.  
Design and Realization of Memory-Based Chirp Generator on Synthetic Aperture Radar (SAR) Bagas Dwi Putera; Erfansyah Ali; Heroe Wijanto; M. Ramdhani
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol 4 No 1 (2018): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v4i1.1695

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) is a radar system that uses platform movement combined with signal processing. Eventhough it use a small antenna, SAR produce high resolution as good as a large antenna. In SAR imaging, radar is mounted on a moving platform. It transmits electromagnetic pulses and receives backscattered echo signals. Transmitted pulses are subsequently scattered by earth surface and only small portion of them are received by antenna. SAR transmitted signals normally is a chirp or linear frequency modulation (LFM) signal. Chirp signal can be generated by using the analog and digital generator. Digital chirp generator is divided into two methods which are the memory-based and direct digital synthesizer (DDS). The difference of these two methods is located in the memory ROM. In this study, we designed and realized digital chirp generator by using Field Programmable Gate Array (FPGA) DE-1 development board for SAR implementation. It operates in 1.27 GHz (L Band) frequency and had a bandwith of 10 MHz with 24 MHz sampling rate. We found that the output of FPGA is well performed for chirp signal in digital domain.
Determination of Operational Threshold for Coding and Modulation Combination to Improve The Quality of High Throughput Satellite in Ka-Band Frequency in Indonesia M. Pasaribu; Heroe Wijanto; Budi Prasetya
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol 2 No 1 (2016): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v2i1.1483

Abstract

The vast enhancement of telecommunication technology has encouraged the increase of demand for more satellite capacity. HTS in Ka-Band frequency, that can deliver more capacity up to 50 GHz, can be a solution. Unfortunately, Ka-Band is susceptible to rain attenuation which is potentially difficult to be implemented in Indonesia because of its high rain rate. But, According to the previous research by Suwadi, Marrudani, and Lye, the combination of coding and modulation technique can be used as a solution to improve the performance of service dealing with rain attenuation. In this research, the writer will try to improve whether the combination of coding and modulation is also able to improve HTS Ka-Band communication link here ini in Indonesia with the high rain rate per year and to determine threshold of which the combination of coding and modulation that is best suited to each weather condition, in order to get the minimum required performance with BER min = 10 − 8. The conclusion of this research shows that the quality of HTS in Ka-Band frequency in Indonesia with BER = 10 − 8 can be improved by using QPSK, 8-APSK, 16-APSK, and 9 types of FEC. Furthermore, the 17 pairs of ModCod can be categorized into 8 thresholds that will determine with that ModCod that should be used in order to get the link quality of BER = 10 − 8 for each certain rain condition.
Spectrum Sensing in Cognitive Radio Using Combined Sequential Energy Detector and Cyclostationary Feature Detector Santosh Poudel; Heroe Wijanto; Fiky Y. Suratman
JMECS (Journal of Measurements, Electronics, Communications, and Systems) Vol 2 No 1 (2016): JMECS
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jmecs.v2i1.1487

Abstract

In the following research, we derive a detector which is based on sequential probability ratio test (SPRT) and it uses Energy Detector (ED) which is followed by Cyclostationary Feature Detector (CFD). ED is a blind sensing technique and it is easy to implement while conceptually simple. However, it is highly affected by interference and noise uncertainties. Therefore, CFD is applied for fine sensing as research has shown that Cyclostationary Feature Detector is more suitable than the energy detection when noise uncertainties are unknown. Our method is novel in trying to derive a sequential Energy Detector and combine it with Cyclostationary Feature Detector for low SNR region where average sample number (ASN) as a random variable may take very high value to achieve a desired performance level for sequential Energy Detector. For this sequential Energy Detector is terminated after it reaches certain cut-off sample number, making it truncated sequential Energy Detector.
Desain Dan Realisasi Antena Mikrostrip Patch Sirkular Pita Lebar Untuk Penerima Berbasis Lora Dan Ads-B Pada Satelit Kubus 2U Zilliah Mankusa Zilliah; Heroe Wijanto; Edwar; Dhoni Putra Srtiawan; Harfan Hian Ryanu
EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 19 No 2 (2021): EPSILON: Journal of Electrical Engineering and Information Technology
Publisher : Department of Electrical Engineering, UNJANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/epsilon.v19i2.66

Abstract

Cubesat merupakan satelit yang memiliki misi sebagai penerima sinyal ADS-B dan LoRa. Pada saat ini pengembangan antena untuk cubesat hanya didasarkan pada satu sistem saja. Maka dibutuhkan antena yang dapat digunakan pada kedua sistem. Antena yang dibutuhkan memiliki bandwidth yang lebar untuk memenuhi spesisfikasi kedua sistem sehingga dapat digunakan sebagai antena penerima sinyal ADS-B maupun sinyal LoRa. Tugas Akhir ini menggunakan metode Slot Ring dengan Partial Ground plane dan Multilayer Substrat untuk didapatkan antena dengan bandwidth yang lebar. Antena yang dirancang menggunakan frekuensi kerja 1018 MHz dengan bandwidth sebesar 167 MHz. Antena yang dirancang memiliki pola radiasi omnidirectional dan polarisasinya sirkular. antena mikrostrip dengan metode multilayer substrate, ring slot, partial groundplane, truncatted. didapatkan bandwidth 168,38 MHz untuk simulasi dan untuk pengukuran di dapatkan bandwidth 372 MHz. Hasil perancangan menunjukan bahwa antena tersebut sudah sesuai dengan kriteria antena wideband dan telah memenuhi spesifikasi untuk antena satelit nano.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Pada Frekuensi K-band Untuk Radar Otomotif Suryo Sasono; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar otomotif merupakan sistem radar yang memiliki fungsi untuk mendeteksi banda-benda yang ada di depan kendaraan. Antena yang dapat menunjang perangkat radar adalah antena mikrostrip. Alasan digunakannya antena mikrostrip yaitu bentuknya yang kecil, ringan, dan portable. Namun kekurangan dari antena mikrostrip adalah gain yang dicapai kecil, sedangkan radar otomotif membutuhkan gain yang relatif besar. Maka dari itu perlu dilakukan perancangan antena yang dapat menghasilkan gain yang besar untuk aplikasi radar tersebut. Pada tugas akhir ini dirancang suatu antena mikrostrip rectangular empat elemen untuk aplikasi radar otomotif yang bekerja pada frekuensi K-Band (24,05 – 24,25 GHz). Antena mikrostrip yang dirancang menggunakan teknik antena susun atau array dengan tujuan untuk memperoleh gain yang besar. Dari hasil pengukuran, antena yang telah dirancang memiliki VSWR ≤ 1,5 pada frekuensi 24,05 – 24,25 GHz, bandwidth selebar 575 MHz, gain sebesar 12,086 dB, polarisasi linier, dan pola radiasi direksional. Kata kunci : antena mikrostrip, array, rectangular, VSWR, bandwidth, gain
Desain Dan Realisasi Kombiner 4 : 1 Pada Antena Array Transmitter 2,425 Ghz Untuk Stasiun Bumi Pada Sistem Nano Satelit Muhammad Raudhi Azmi; Heroe Wijanto; Arfianto Fahmi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nano satelit merupakan satelit berukuran kecil yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil pula. Nano satelit hanya memiliki berat sekitar 10-15 kg. satelit ini dirancang dengan misi mengumpulkan berbagai macam data. Dalam kasus ini, perancangan komponen yang dapat digunakan sebagai pengkombine catuan antena yang disusun secara array sebanyak 4 susunan. Hal ini dikarenakan beam yang dibutuhkan untuk mentransmisikan sinyal dibutuhkan beam yang sempit. Dalam penilitian ini perancangan komponen ini di pasang pada bagian base station (stasiun bumi). Kombiner yang dirancang hanya untuk bagian transmiter, yang dibutuhkan isolasi (kopling) masing-masing port output yang berdekatan paling besar -15dB pada s12, s13m, s14 dan s15, agar masing-masing port output yang berdekatan tidak mempengaruhi satu sama lain, sehingga maching impedance yang di hasilkan murni dari masing-masing port, apabila impedansi yang dihasilkan maching, maka VSWRnya akan semakin mendekati 1, dan artinya dapat digunakan. Berdasarkan hasil pengukuran dan simulasi yang tidak jauh berbeda dengan yang diharapkan, dapat disimpulkan parameter seperti VSWR, return loss, insertion loss, dan kopling sudah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk power divider. Teknik perancangan power divider dapat menghasilkan return loss dan VSWR yang sesuai sehingga didapat impedansi yang mendekati nilai Z0 (50 ohm). Insertion loss dan kopling yang dihasilkan power divider pada simulasi dan realisasi sudah sangat baik sesuai dengan spesifikasi power divider yang bagus untuk digunakan. Spesifikasi power divider yang dirancang sudah sesuai dengan spesifikasi dari Wilkinson-Power divider, yaitu memiliki insersion loss -6dB dan dapat bekerja pada frekuensi yang diinginkan sehingga power divider ini dapat diimplementasikan untuk aplikasi nano satelit yang menggunakan frequensi 2,435 GHz. Kata Kunci : nano satelit, combiner, isolasi, transmitter, power divider, return loss
Antena Mikrostrip Array 1×4 Inset-fed Patch Persegi Untuk Wifi 2,4 Ghz Access Point Pandu Andika Darmawan; Levy Olivia Nur; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WiFi adalah salah satu jenis jaringan komputer yang menggunakan gelombang radio sebagai alat atau media transmisi data. Salah satu perangkat penunjang WiFi adalah access point. Antena yang dipakai di access point diharuskan memiliki nilai gain > 5 dBi agar mampu memaksimalkan area pancar. Agar dapat menjangkau area yang luas dan melayani banyak user. Selain itu antena yang digunakan harus sesuai dengan dimensi access point.Antena yang dirancang berupa antena mikrostrip yang mudah difabrikasi dan dengan dimensi  minimum. Antena mikrostrip juga dipilih karena mudahnya menyesuaikan dengan dimensi dan  ukurannya yang ringan. Metode inset-fed dipilih untuk meningkatkan nilai return loss dan mempermudah dalam pengaturan bandwidth. Metode array 1x4 dipilih untuk meningkatkan nilai gain.Pada Tugas Akhir ini, didapatkan nilai pada simulasi return loss di -29 dB di 2,4 GHz, gain 7,38 dBi dengan lebar bandwidth 100 MHz pada rentang frekuensi 2,350 – 2,450 GHz. Pada pengukuran hasil realisasi didapatkan return loss -28,46 dB, gain 8,64 dBi dengan lebar bandwidth 108 MHz pada rentang frekuensi 2,351 – 2,458 GHz. Ini membuktikan dengan menggunkan inset-fed dan array mampu meningkatkan gain dan return loss.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Dengan Pencatuan Proximity Fed Dengan Berpolarisasi Sirkular Untuk S-band Transmitter Pada Satelit Mikro Alief Kusumaningtyas Krishnanti; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan muatan payload dengan menggunakan teknologi dari SAR (Synthetic Aperture Radar) dengan penggunaan prinsip cara kerja radar sensor aktif dimana untuk mendapatkan informasi dari objek dibangkitkan dulu gelombang mikro, kemudian ditembakkan ke arah objek dan nantinya gelombang pantul terhambur ditangkap untuk dianalisa karakteristiknya. Pada proses kerjanya teknologi SAR tidak terpengaruh oleh keadaan cuaca seperti penggunaan kamera murni yang tergantung dengan sinar matahari saja. Sistem satelit mikro dibutuhkan antena sebagai media transmisi untuk mengenali benda tersebut dan mengirimkan data image dengan jenis antena s-band Transmitter ke stasiun bumi . Oleh karena itu,desain antena yang memiliki polarisasi sirkular dipilih untuk mengatasi efek faraday yang akan menyebabkan terjadinya polarization loss factor (PLF). Dalam Tugas Akhir ini dirancang sebuah antena mikrostrip array proximity-fed untuk menghasilkan polarisasi sirkular. Antena disimulasikan dengan bantuan software simulator antena dan direalisasikan digunakan untuk menggunakan bahan substrat FR-4 Epoxy dengan nilai (εr = 4,3 dan h =1,6 mm). Antena bekerja pada frekuensi 2,35 GHz yang menghasilkan VSWR = 1,062, polarisasi sirkular (AR = 1,58 dB), gain ≥ 6 dBic, pola radiasi unidireksional (HPBW ≥ 90,48°), dengan effective bandwidth ≈ 35,586 MHz. Kata Kunci : SAR, Satelit Mikro, S-Band Transmitter, Antena Mikrostrip Array, proximity-fed
Analisis Performansi Dan Optimasi Jaringan Long Term Evolution(lte) Pada Wilayah Tol Padaleunyi Wahyu Setiaji; Ali Muayyadi; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tol Padaleunyi merupakan jalan tol yang menghubungkan antara Padalarang –Cileunyi yang mempunyai panjang sejauh 40,7 Km dengan kepadatan lalu lintas yang cukup padat. Pada tahun 2016 periode bulan Januari-September menunjukan angka kepadatan mencapai 45.320.456 kendaraann. Wilayah tol Padaleunyi merupakan daerah yang sudah tercakup teknologi LTE. Teknologi LTE merupakan teknologi seluler generasi keempat yang merupakan evolusi lanjutan dari standar sistem komunikasi seluler yang ditentukan oleh 3GPP (Third Generation Patnership Project) Release 8 yang mampu melakukan layanan berbasis IP. Namun pada kenyataannya wilayah tol Padaleunyi masih ada daerah yang belum tercakup teknologi LTE. Maka untuk meningkatkan kinerja jaringan sehingga mempunyai kualitas yang baik dan hasil kerja yang tinggi, kita bisa melakukan pengukuran dengan mengukur kualitas jaringan LTE di wilayah tol Padaleunyi. Pada penelitian ini, telah dilakukan pengukuran kualitas jaringan LTE dengan menggunakan metode drive test. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan Tems dan Atoll. Adapun area studi kasus pada penelitian ini yaitu wilayah tol Padaleunyi yang telah dilakukan sebelumnya dengan pelanggan yang menggunakan operator Telkomsel. Dalam penelitian ini digunakan skenario optimasi yaitu dengan cara physical tuning antena. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi terjadi perubahan nilai parameter RSRP, SINR dan Throughput pada daerah bad coverage, bad quality dan low throughput. Pada lokasi kilometer 149-150 untuk RSRP berubah dari -123,56 dBm menjadi -102 dBm ≤ RSRP ˂ -92 dBm., untuk SINR dari -1 dB berubah 3 dB ≤ SINR < 10 dB dan throughput dari 45 kbps berubah menjadi 324 Kbps ≤ Throughput < 1.500 Kbps . Sedangkan pada lokasi kilometer 152-153 untuk RSRP berubah dari -120,56 dBm menjadi -102 dBm ≤ RSRP ˂ -92 dBm, untuk SINR dari -0,65 dB berubah menjadi 3 dB ≤ SINR < 10 dB dan throughput dari 47 kbps berubah menjadi 324 Kbps ≤ Throughput < 1.500 Kbps. Parameter tersebut telah memenuhi target KPI jaringan LTE operator Telkomsel pada area Tol Padaleunyi.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi