Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Phased Array 8×4 Untuk Sistem Airport Surveillance Radar (asr) S-band Aninditya Esti Pratiwi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Airport Surveillance Radar (ASR) merupakan radar untuk memantau pergerakan pesawat komersial pada saat memasuki/keluar wilayah bandara. Namun saat ini radar pengawas udara milik bandara-bandara masih belum dapat mencakup semua wilayah udara NKRI. Sehingga LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sedang giat mengembangkan riset ASR. Salah satu komponen yang krusial dalam sistem ASR adalah antena.Antena yang digunakan merupakan phased array antenna yang terdiri dari beberapa elemen antena, dan menggunakan variabel fasa atau pengontrolan time- delay pada masing-masing port untuk memindai beam yang diberi sudut tertentu sehingga memungkinkan kontrol pola radiasi lebih tepat. Phased array antenna diatur dengan memberikan panjang kabel catu yang berbeda untuk masing masing elemen phased array antena. Pergeseran fasa yang dihasilkan yaitu pola radiasi elevasi. Antena direalisasikan menggunakan bahan substrat epoxy FR-4 yang bekerja pada frekuensi S-Band (2,97 GHz - 3,03 GHz) dengan VSWR yaitu 1.065,1.023,1.042,1.054 pada masing-masing port, Gain 17,244 dB dan pola radiasi unidireksional. Serta memiliki dimensi (328,7 × 405 × 7,76 mm) dengan effective bandwidth ≈ 60 MHz dan ketika digeser sebesar 30˚ dan 60˚ dalam pola radiasi elevasi menghasilkan pergeseran fasa sebesar 10˚ dan 20˚. Dengan spesifikasi tersebut, antena phased array mampu bekerja dengan baik untuk performansi Airport Surveillance Radar (ASR). Kata kunci : Airport Surveillance Radar, Antena Phased Array, Phased Shifter,S-Band
Pembagi Daya 1:2 Stripline 1805-1880 Mhz Fajar Siddiq; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi semakin lama semakin canggih dan efisien. Suatu komunikasi umumnya memiliki antena dimana antena tersebut memiliki bagian transmitter dan receiver. Kedua bagian itu terhubung dengan sebuah rangkaian. Sebelum sinyal masuk, ada bagian yang bertugas mengatur atau membagi sinyal tersebut yaitu power splitter. Pada jurnal ini dirancang dan direalisasikan power splitter dalam komunikasi GSM indoor. Dengan menggunakan transformator λ/4. Bahan yang digunakan adalah PCB (Printed Circuit Board) dengan permitivitas relatif 2,2 dan tebal dielektrik 1,578 mm. Dalam perancangannya digunakan software Advanced Design System 2015 untuk mensimulasikan rangkaian. Pengujian kinerja power splitter dilakukan dengan membandingkan data hasil pengukuran dengan spesifikasi awal dan simulasi. Kemudian, dari hasil simulasi pada frekuensi 1805 – 1880 MHz, pembagi daya pada rancangan yang dibuat memiliki daya sebesar -3,453 dB dan -3,812 dB di kedua port outputnya. Kata Kunci : Power Splitter, Transformer λ/4, Monolithic Microwave Integrated Circuit, Stripline
Perancangan Dan Realisasi Antena Parabola Dengan Feed Point Mikrostrip S-Band Polarisasi Sirkular Menggunakan Metode Tumpuk Untuk Stasiun Bumi Renaldy Wibisono; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University AXC (Aerospace and eXploration Center) tengah mengembangkan sebuah proyek pembuatan satelit mikro yang mempunyai misi SAR (Synthetic Aperture Radar). Demi menunjang keberlangsungan satelit di orbit, maka diperlukan stasiun bumi untuk mengontrol seluruh payload satelit. Maka dari itu dibutuhkan sebuah antena sebagai media komunikasi antara stasiun bumi dengan satelit dalam menjalankan misinya. Antena yang dibuat dalam tugas akhir ini yaitu antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan frekuensi kerja 2,35 GHz. Dalam tugas akhir ini dipilih antena parabola karena antena ini mempunyai gain yang tinggi sehingga mampu mengirimkan gelombang elektromagnet dengan jarak komunikasi stasiun bumi dan satelit sekitar 700 km. Kemudian feed point yang dipakai adalah mikrostrip agar lebih efektif karena memiliki dimensi yang kecil. Mikrostrip dibuat dengan polarisasi sirkular karena komunikasi stasiun bumi dengan satelit pada umumnya menggunakan polarisasi sirkular untuk menanggulangi loss yang disebabkan oleh perbedaan fasa antena. Hasil akhir yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan VSWR sebesar 1,043 pada frekuensi kerja 2,35 GHz, lebar pita sebesar 150 MHz, dan gain sebesar 29,5 dBic. Kata kunci: Antena Parabola, Mikrostrip Polarisasi Sirkular, Stasium Bumi.
Perancangan Dan Realisasi Antena Phased Array Mikrostrip 1×4 X-band Zillya Fatimah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Defense Radar , radar ini merupakan radar pertahanan udara yang mampu mendeteksi target di udara meliputi posisi dan kecepatan. sistem Air Defense Radar membutuhkan sebuah media transmisi berupa antena.Untuk sistem radar konvensional, antena radar diputar menggunakan rotator sehingga memungkinkan antena melakukan scanning area sekitar antena. Dengan aplikasi antena phased array maka memungkinkan dilakukan scanning secara elektrik pada antena radar,dimana dengan posisi antena tidak berubah tetapi polaradiasi bisa diarahkan dengan mengendalikan fasa arus catu pada antenanya. Pada tugas akhir ini Antena dirancang dan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu dan direalisasikan menggunakan bahan substrat Rogers Duroid 5880 dengan nilai (εr = 2,2 dan h=1,57 mm). Antena bekerja pada frekuensi X-Band (9,37 – 9,43 GHz) yang menghasilkan VSWR 1.101, 1.104 , 1.106 , 1.109 , polarisasi linier, Gain =18,636 dBi dan pola radiasi unidireksional. Antena memiliki dimensi 256,6 × 37,88 x 1,535 mm serta mampu menggeser fasa secara elektrik sebesar 200 dan 300 saat variasi sudut fasa 700 dan 900 menggunakan variasi kabel catu. Dengan spesifikasi tersebut antena phased array mampu bekerja dengan baik untuk Air Defense Radar Kata Kunci: Antena Phased array, Phase shifter , X-band
Perancangan Dan Realisasi Low Noise Amplifier (Lna) 1,265-1,275 Ghz Untuk Aplikasi Synthetic Aperture Radar (Sar) Destia Rahmawati; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah salah satu teknologi radar yang dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan optical camera yang telah lebih dahulu digunakan untuk aplikasi penginderaan permukaan bumi dalam jarak jauh (remote sensing), yang memanfaatkan prinsip kerja gelombang elektromagnetik sebagai sarana pengambilan data. SAR ini bekerja pada frekuensi 1,265-1,275 GHz (L-Band), dengan frekuensi tengah 1,27 GHz. Sinyal yang dikirimkan oleh SAR mengenai permukaan bumi dan dipantulkan sehingga diterima kembali oleh SAR dan diproses di dalam receiver. Karena level daya sinyal yang sangat lemah ketika diterima oleh antena penerima, maka setelah dikuatkan oleh antena penerima, sinyal perlu diperkuat lagi oleh low noise amplifier (LNA) agar sinyal memiliki level daya yang cukup besar dengan noise yang rendah agar dapat diproses oleh stage selanjutnya. Pada Tugas Akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah LNA yang dapat bekerja pada frekuensi 1,265-1,275 GHz. Spesifikasi LNA yang dirancang adalah memiliki gain sebesar ≥ 20 dB dan noise figure sebesar ≤ 5 dB. Dalam perancangan dan simulasi LNA digunakan software Agilent’s Advanced Design System 2011.10 (ADS 2011.10). Komponen aktif yang digunakan adalah Hetero Junction Field Effect Transistor (HJFET) tipe NE3508M04 yang memiliki gain maksimum sebesar 21,757 dB pada frekuensi 1,27 GHz, sehingga digunakan metode single stage amplifier dengan bilateral design dalam perancangan dan realisasi LNA. Pengujian kinerja LNA dilakukan dengan membandingkan data hasil pengukuran dengan spesifikasi awal perancangan. Dari hasil pengukuran diperoleh gain yang dihasilkan pada frekuensi 1,27 GHz adalah 17,53 dB dengan noise figure 10,7 dB. VSWR input 16,336 dan VSWR output 1,595, serta impedansi input (6,842 - j55,03) Ω dan impedansi output (56,3 – j24,15) Ω. Kata kunci: Low Noise Amplifier (LNA), Gain, Noise Figure, Synthetic Aperture Radar (SAR), Agilent’s Advanced Design System 2011.10 (ADS 2011.10)
Rectenna (rectifier Antenna) 800 Mhz - 2500 Mhz Ryan Rivaldo; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem komunikasi saat ini tidak lepas dari penggunaan Radio Frequency (RF). karena sumber dan penyebarannya yang luas membuat sinyal RF dapat digunakan sebagai salah satu sumber energi alternatif. Untuk mewujudkannya digunakan teknologi rectenna yang merupakan integrasi antara antenna dan rectifier. Antena bertugas dalam menangkap sinyal RF dari ruang bebas, lalu diteruskan ke rectifier untuk dikonversi menjadi keluaran tegangan DC. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi rectenna pada rentang frekuensi 800 MHz hingga 2500 MHz menggunakan antena vivaldi coplanar (Tapered Slot Antenna) dan rangkaian rectifier Voltage doubler 5-stage dengan dioda BAT17. Dari hasil pengujian dan pengukuran menunjukan rectenna dapat mengubah sinyal AC menjadi tegangan output DC. Antena bekerja paling baik pada frekuensi 900 MHz dengan perolehan nilai VSWR sebesar 1.3 dan gain sebesar 3.86 dBi. Tegangan rata-rata output maksimal yang dihasilkan rectenna yaitu pada frekuensi 900 MHz dengan level daya 10 dBm sebesar 474.2 mV pada jarak antena 30 cm, 345.53 mV pada jarak 1m, dan 208.27 mV pada jarak 1.5 m. Kata kunci : RF, Rectenna, Vivaldi, Rectifier Abstract Current communication system can not be separated from the use of Radio Frequency (RF). because its source and wide spread, signals can be used to produce alternative energy. Rectenna technology make it happen, that is the integrated of antenna and rectifier. The antenna used to receive the RF signals from the free space, then rectifier convert to DC voltage.In this final project designed and realized of rectenna that working in the frequency range 800 MHz - 2500 MHz using a coplanar vivaldi antenna (Tapered Slot Antenna) and 5-stage Voltage doubler rectifier circuit with BAT17 diode.From the result of test and measurement show that rectenna can convert AC signal into output DC voltage. The antenna best on work at 900 MHz with VSWR of 1.3 and a gain of 3.86 dBi. The average maximum output voltage generated by rectenna is 900 MHz with a power level of 10 dBm of 474.2 mV at distance of 30 cm, 345.53 mV at a distance of 1m and 208.27 mV at a distance of 1.5 m. Keywords : RF, Rectenna, Vivaldi, Rectifier
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Rektangular Untuk Aplikasi Pesawat Udara Nirawak Krisna Maulana; Heroe Wijanto; Agus Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unmanned Aerial Vehcile (UAV) adalah pesawat udara tanpa awak yang mempunyai banyak fungsi salah satu nya dapat digunakan untuk memfoto, merekam, memantau dan meliput suatu objek dari udara menggunakan kamera yang terpasang pada pesawat. Untuk melakukan pemantauan tersebut dibutuhkan suatu jalur komunikasi yang menghubungkan ground station ke UAV dengan kecepatan transfer data yang cukup besar dan jarak jangkauan yang cukup jauh. Umumnya pesawat yang digunakan untuk memantau berada di tempat yang lebih tinggi dan modul pengirim yang terpasang pada pesawat memiliki power transmit yang relatif kecil, namun pemakaian antena dipole pada bagian transmitter yang memiliki pola radiasi omnidirectional dirasa kurang efektif. Maka pada tugas akhir ini dirancanglah antena mikrostrip rektangular agar menghasilkan pola radiasi unidirectional sehingga efektif dalam penggunaan daya pada modul transmit yang terletak di UAV. Perancangan menggunakan teknik pencatuan microstripline. Metoda perancangan pada tugas akhir ini adalah dengan perhitungan menggunakan persamaan untuk mencari dimensi antena, hasil yang didapat dari perhitungan merupakan input untuk proses simulasi dan hasil terbaik dari proses optimasi pada simulasi akan digunakan sebagai nilai pada pembuatan antena. Dalam tugas akhir ini diteliti juga paramater antena seperti VSWR, bandwidth, pola radiasi, gain, return loss dan impedansi total. Antena mikrotrip retangular ini diharapkan mampu menghasilkan karaktersitik antena yang bekerja pada frekuensi tengah 5795MHz, bandwidth 300Mhz, untuk nilai VSWR dibawah 2 dan memiliki pola radiasi unidirectional Kata kunci: UAV(Unmanned Aerial Vehicle), antenna mikrostrip rektangular, unidirectional
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip S-band Susunan Linier Untuk Radar Kapal Arnold Nicolas; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio Detection and Ranging (RADAR) berfungsi untuk mendeteksi, mengukur jarak, ketinggian dan memetakan suatu objek. Karena kemampuannya itu RADAR dapat digunakan untuk melihat objek- objek di laut dan udara pada jarak jangkauan yang luas meskipun cuaca buruk seperti hujan badai dan kabut. Teknologi RADAR merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu lembaga dan aparat negara dalam mengawasi dan mengamankan perairan Indonesia. Salah satu bagian RADAR yang berperan penting adalah Antena. Antena ini mampu melakukan proses kirim-terima sinyal yang mendeteksi keberadaan suatu objek di sekitar RADAR dalam jarak tertentu. Pada Tugas Akhir ini dibahas mengenai pembuatan antena untuk RADAR kapal dengan menggunakan teknik pencatuan mikrostrip line dengan bentuk patch rectangular dengan jumlah 8 elemen yang dibuat secara bersusun satu kali delapan. Untuk mempermudah proses perancangan digunakan software simulasi CST Microwave Studio 2010. Tugas akhir ini dimulai dengan menghitung dimensi antena sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi antena digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Hasil pengukuran menunjukkan performansi antena dengan frekuensi tengah 3.006 GHz, dengan bandwidth 100 MHz, pada VSWR 1.002, serta memiliki gain sebesar 10.17 dB. Kata kunci : Antena Mikrostrip, Radar, S-Band
Perancangan Dan Realisasi Antena Tekstil Body Centric Untuk Komunikasi Wbans Merghita Zahrah Yuliandari; Heroe Wijanto; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi wireless merupakan bagian penting dalam perkembangan sistem komunikasi generasi ke-4. Dan salah satu dari teknologi yang dikembangkan saat ini adalah Body Centric Wireless Communications (BCWCs). Teknologi BCWCs yang dipakai pada tugas akhir ini adalah Wireless Body Area Networks (WBANs). Dan pada perkembangannya kini antenna tidak hanya berbentuk seperti antenna yang biasa tetapi kini sudah ada antenna yang berbahan dasar kain. Dalam merancang sebuah antenna, dilakukan studi parametrik untuk mendapatkan dimensi antenna yang bisa bekerja pada frekuensi UWB dan bisa digunakan untuk komunikasi BCWCs. Jenis antenna yang digunakan adalah microstrip patch hexagonal, pada bagian substrat digunakan bahan aramid fabric dan untuk patch dan groundplane menggunakan bahan tekstil zelt electro fabric. Selain itu antenna body centric ini juga menggunakan phantom dalam simulasi untuk menggantikan bagian-bagian tubuh manusia seperti skin,fat, muscle, dan bone yang berdekatan dengan antenna. Tugas akhir ini membahas tentang bagaimana hasil simulasi dan pengukuran parameter antenna berdasarkan bahan antenna tekstil dan bagaimana pengaruh tubuh terhadap performansi antenna pada jarak tertentu. Parameter yang akan dilihat adalah VSWR, impedansi, pola radiasi, dan gain. Simulasi dilakukan dalam software CST Microwave Studio. Perancangan dan simulasi antena tekstil body centric menghasilkan antenna yang bisa diaplikasikan untuk komunikasi WBANs yang bekerja pada rentang frekuensi UWB. Hasil yang didapatkan dalam tugas akhir ini meliputi frekuensi kerja sebesar (3.1 - 10.6) GHz, bandwidth selebar 7.5 GHz, VSWR≤ 2, impedansi input mendekati 50 Ω, gain sebesar 3.914 dBi di frekuensi center yaitu 6.85 GHz pada pengukuran antena saat dekat 2 mm dari tubuh manusia, memiliki polarisasi elips dan pola radiasi omnidirectional. Kata kunci : antena tekstil body centric, mikrostrip patch hexagonal
Perancangan Dan Realisasi Antena Microstrip Patch Segitiga Mimo 2x2 Pada Frekuensi 2,3ghz Untuk Aplikasi Lte Marsahala Situmorang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teknologi telekomunikasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi LTE, teknologi ini menawarkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari teknologi-teknologi sebelumnya. Salah satu perangkat yang dibutuhkan pada teknologi tersebut adalah antena. Teknik MIMO adalah teknik antena yang dapat memperbaiki kualitas performansi dan kapasitas dari sistem LTE. Sistem ini menggunakan multiantena baik di sisi transmitter maupun di sisi receiver. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antenna Mikrostrip MIMO patch segitiga untuk LTE pada frekuensi tengah 2,3 GHz, pada range frekuensi 2,2647 GHz - 2,3336 GHz dengan pencapaian gain ≥ 2 dBi dan bandwidth mencapai 60 MHz. Dari hasil simulasi dengan menggunakan software CST, didapatkan bandwidth yang sudah memenuhi syarat VSWR ≤ 1,5 dan Gain sekitar 1.02 dBi. Pada hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR ≤ 1,5 dengan bandwidth 60 MHz pada antena pertama, 60 MHz pada antena kedua, dan Gain sekitar 1,02 dB pada antena pertama, 1,02 dB pada antena kedua. Pola radiasi berbentuk bidireksional didapat ketika simulasi dan pengukuran. Polarisasi yang didapatkan adalah linier. Dari perancangan frekuensi, Bandwidth dan Gain ini, maka antena ini dapat digunakan sebagai Antena indoor pada teknologi LTE. Kata Kunci: Antena Mikrostrip, MIMO,LTE
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Putra Kurniawan Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi