Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Volume Lalu Lintas Terhadap Tingkat Kebisingan Di Kota Kupang (Studi Kasus Jalan Jenderal Sudirman Kuanino) Kumalawati, Andi; Bere, Flavianus; Udiana, I Made; Rizal, Andi Hidayat; Utama, Andi Agung Wahyu
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 No. 2 September 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v5i2.24728

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis tingkat kebisingan kendaraan akibat lalu lintas pada jalan Jend. Sudirman Kota Kupang dan menyatakan hubungan antara tingkat kebisingan yang terjadi dengan volume kendaraan serta memberikan solusi untuk kebisingan yang terjadi. Analisis data kebisingan menggunakan metode Calculation of Road Traffic Noise (CoRTN Method), kemudian dilakukan analisis hubungan antara volume kendaraan dengan tingkat kebisingan menggunakan Metode Regresi Linear Berganda pada Software SPSS 22.0 For Windows. Berdasarkan Hasil analisis maka tingkat kebisingan tertinggi pada Jalan Jenderal Sudirman Kuanino Kota Kupang adalah sebesar 77,59 dB(A) telah melewati baku mutu kebisingan untuk kawasan perdagangan dan jasa yaitu sebesar 70 dB(A). Bentuk model persamaan tingkat kebisingan lalu lintas terbaik adalah (Y) = 48,365 + 0,010X1 + 0,459X2 dengan nilai R2 = 0,873 yang menunjukan bahwa pengaruh yang diberikan variabel X1 dan X2 (variabel bebas) terhadap variabel Y (kebisingan) adalah sebesar 87,30 %. Dimana nilai X1 adalah volume total kendaraan (sepeda motor, kendraan ringan dan kendaraan berat) X2 adalah kecepatan rata-rata kendaraan dan Y nilai tingkat kebisingan. Alternatif solusi penanganan yang ditawarkan pada lokasi penelitian ini yaitu insulasi pada facade bangunan dengan penggantian jendela berkaca ganda atau triple dengan ketebalan kaca minimal 6 mm dapat mengurangi kebisingan secara teoritis hingga 15-25 dB(A).
Peran Transportasi Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Timor Tengah Utara-NTT Kumalawati, Andi; Nifu, Lidwina Lidya; Udiana, I Made; Rizal, Andi Hidayat
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2217

Abstract

Sarana dan prasarana transportasi merupakan komponen yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan ekonomi masyarakat dan pembangunan wilayah. Desa Eban, Kecamatan Miomaffo-Barat Timor Tengah Utara dengan luas 31,2 Km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2020-2021 sebanyak 2.508 Jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh prasarana transportasi terhadap peningkatan ekonomi dan pengembangan wilayah di Desa Eban. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala Likert, analisis regresi linear berganda, dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh prasarana transportasi terhadap peningkatan ekonomi di Desa Eban memiliki pengaruh yang positif. Berdasarkan analisis penentuan skor dengan menggunakan skala Likert, variabel yang memiliki nilai skala Likert paling besar yaitu variabel distribusi barang dan jasa dengan nilai skala Likert 75% dan berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh persamaan sebagai berikut ? = 2,158 + 0,498?₁ + 1,133?₂ + 0,334?3  + 0,118?4 + 0,227?5. Hal ini menunjukkan bahwa variabel ekonomi masyarakat dapat meningkat sebesar 2,158 terhadap semua variabel bebas dan variabel yang paling berpengaruh adalah variabel kondisi prasarana dengan koefisien 1,133. Sementara itu, prasarana transportasi terhadap pengembangan wilayah memiliki pengaruh yang positif. Berdasarkan hasil analisis korelasi dengan menggunakan korelasi berganda antara setiap variabel independen terhadap pengembangan wilayah diperoleh nilai (R) sebesar 0,47. Uji signifikansi korelasi berganda menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (4,39 > 2,31), maka terdapat hubungan atau pengaruh yang signifikan antara lima variabel independen terhadap ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah di Desa Eban.
Peran Transportasi Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pedesaan di Kabupaten Timor Tengah Utara-NTT Kumalawati, Andi; Nifu, Lidwina Lidya; Udiana, I Made; Rizal, Andi Hidayat
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 35 No. 2 (2023): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v35i2.2217

Abstract

Sarana dan prasarana transportasi merupakan komponen yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan ekonomi masyarakat dan pembangunan wilayah. Desa Eban, Kecamatan Miomaffo-Barat Timor Tengah Utara dengan luas 31,2 Km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2020-2021 sebanyak 2.508 Jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh prasarana transportasi terhadap peningkatan ekonomi dan pengembangan wilayah di Desa Eban. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala Likert, analisis regresi linear berganda, dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh prasarana transportasi terhadap peningkatan ekonomi di Desa Eban memiliki pengaruh yang positif. Berdasarkan analisis penentuan skor dengan menggunakan skala Likert, variabel yang memiliki nilai skala Likert paling besar yaitu variabel distribusi barang dan jasa dengan nilai skala Likert 75% dan berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh persamaan sebagai berikut ? = 2,158 + 0,498?₁ + 1,133?₂ + 0,334?3  + 0,118?4 + 0,227?5. Hal ini menunjukkan bahwa variabel ekonomi masyarakat dapat meningkat sebesar 2,158 terhadap semua variabel bebas dan variabel yang paling berpengaruh adalah variabel kondisi prasarana dengan koefisien 1,133. Sementara itu, prasarana transportasi terhadap pengembangan wilayah memiliki pengaruh yang positif. Berdasarkan hasil analisis korelasi dengan menggunakan korelasi berganda antara setiap variabel independen terhadap pengembangan wilayah diperoleh nilai (R) sebesar 0,47. Uji signifikansi korelasi berganda menunjukkan nilai Fhitung > Ftabel (4,39 > 2,31), maka terdapat hubungan atau pengaruh yang signifikan antara lima variabel independen terhadap ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah di Desa Eban.
PKM KELOMPOK TANI SAYUR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IRIGASI CURAH INSTALASI BAMBU DI DESA TUNFEU, KECAMATAN NEKAMESE, KABUPATEN KUPANG Udiana, I Made
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 12 No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v12i2.1870

Abstract

Kualitas sumber daya manusia pada Kelompok Tani Sayur (KTS) Kasih dan Manekan di Desa Tunfeu masih rendah dan manajemen penanaman cabai rawit masih memakai cara tradisional. Disamping itu cara pemberian air yang umum dipakai oleh masyarakat petani cabai di Desa Tunfeu dilakukan dengan cara pengaliran melalui semprotan dengan ujung selang, di mana air yang dialirkan dari ujung selang yang terbuka langsung disiramkam ke tanaman dengan bantuan mesin pompa. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan penyuluhan, demo, praktek dan pendampingan yang dilakukan berpedoman pada Pedoman Teknologi Irigasi Curah (2017) dan Pedoman Budi Daya Cabai Rawit (2018). Dari Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) PKM ini di dapat hasil sebagai berikut: 1). Adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia pada KTS Kasih dan Manekan dilihat kehadiran (100%) dan keaktifan dalam kegiatan PPM PKM. Pengetahuan petani tentang penggunaan air dan budi daya cabai rawit meningkat, 2). Penggunaan air pada bedengan tanah untuk tanaman cabai rawit sudah optimal (tidak boros) dan penyiramannya sudah merata, karena menggunakan teknologi sistem irigasi curah/pancar (sprinkler irrigation) dengan instalasi dari bambu (bahan lokal), di mana penghematan penggunaan air sebelumnya (yaitu penyiraman air langsung ke arah tanaman dengan ujung selang) dan sesudah penggunaan irigasi curah instalasi bambu adalah sebesar 2,10 m3 atau sebesar 33,33% per 10 bedengan tiap kali penyiraman, 3). Kegiatan praktek tentang budi daya cabai terutama cabai rawit yang dirancang secara teknis dalam lahan petani juga baru pertama kali dilakukan sehingga perbandingan hasil produksi untuk 10 bedengan yang didapat sebelumnya (yaitu penyiraman air langsung ke arah tanaman dengan ujung selang) dan sesudah penggunaan irigasi curah instalasi bambu adalah (Rp. 200.000,- per 10 bedengan) : (Rp. 400.000,- per 10 bedengan) atau 1 : 2, dan 4). Rasio pencapaian dalam tahapan kegiatan PPM PKM mulai dari kegiatan persiapan, pelaksanaan, pendampingan, penanaman, pemanenan, evaluasi dan pelaporan sebesar 100%.
Analisis Kapasitas Tampungan Sungai pada Daerah Aliran Sungai Kapsali Menggunakan HEC-RAS 6.4.1 Leda, Gracia Kasih Cintana; Bunganaen, Wilhelmus; Udiana, I Made
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 4 No 2 (2024): Volume 4 No.2 September 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v4i2.20204

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapsali terletak pada Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan Sungai utama yaitu Sungai Kapsali. Jembatan Kapsali yang digunakan sebagai jembatan penyebrangan ambruk akibat banjir sehingga lalu lintas menuju beberapa wilayah Amfoang terhenti dan berdampak negatif bagi warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dari Sungai Kapsali dalam menampung debit banjir rencana pada berbagai periode ulang sebagai pertimbangan dalam penentuan solusi bagi permasalahan pada DAS Kapsali. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu: topografi sungai yang diambil menggunakan drone dan data curah hujan dari pos hujan terdekat untuk mencari debit banjir rencana menggunakan Metode HSS Nakayasu. Aplikasi HEC-RAS 6.4.1 digunakan untuk mengukur kapasitas dari sungai dalam menampung debit banjir rencana. Hasil penelitian debit banjir rencana maksimal menggunakan Metode HSS Nakayasu pada Q2= 473,22 m3/s, Q5= 645,87 m3/s, Q10= 837,08 m3/s, Q25= 1090,13 m3/s, Q50= 1224,40 m3/s, Q100= 1573,20 m3/s, dan Q500= 2169,18 m3/s. Pada Q2 dan Q5 tidak ada titik yang mengalami luapan, pada Q10 sebanyak 2 titik, pada Q25 dan Q50 sebanyak 7 titik, pada Q100 sebanyak 9 titik, dan pada Q500 sebanyak 16 titik sehingga dapat disimpulkan semakin besar periode ulang yang digunakan, semakin tinggi profil muka air yang dihasilkan.
Co-Authors A.A Ngr Bagus Surya Arditha A.A. Istri Prami Yunita A.A. Sg Istri Karina Prabasari Adena Nurkhaliza Adoe, Jonathan Akhila Rayintama, I Gde Anak Agung Ayu Wulandari Anak Agung Dicky Arianto Anak Agung Ketut Sukranatha Anak Agung Ngurah Bagus Baskara Anak Agung Ngurah Wisnu Manika Putra Anak Agung Putu Krisna Putra Anak Agung Sagung Wiratni Darmadi Andi Hidayat Rizal Andi Kumalawati Andi Lukman Hakim Anissa Aulia Ayuning Sasmitha Margana Bere, Flavianus Cahyanto, Muhammad Reza Calvin Smith Houtsman Sitinjak Dantje A. T. Sina Dara, Harlando Ha'e Desak Putu Dewi Kasih Dewa Ayu Widya Sari Feranika Anggasari Jayanti Finna Wulandari Gandi Silaban Gede Adhitya Ariawan Gede Bayu Wicaksana Gede Dicka Prasminda Gede Fajar Aryesha Wiguna Gek Ega Prabandini Gusti Ketut Alfionita Hangge, Elsy E. I Dewa Ayu Dila Pariutami I Dewa Made Wisnu Adi Kesawa P I Gede Gumiar Eka Redana I Gede Surya Prayoga I Gusti Agung Yoga Bhaskara Susila I Gusti Ayu Intan Purnamaningrat I Gusti Ayu Nyoman Diana Fitri Astuti I Gusti Ayu Putri Kartika, I Gusti Ayu I Gusti Ketut Riza Aditya I Gusti Ngurah Bagus Pramana I Gusti Ngurah Eka Prasetia Dananjaya I Ketut Agus Surya Opriyana I Ketut Alit Adi Saputra I Ketut Markeling I Ketut Satria Wiradharma S. I KETUT WESTRA I Made Aditia Warmadewa I Made Dedy Priyanto I Made Dwi Anugrah Putra I Made Jaya Nugraha I Made Pujawan I Made Sarjana I Made Yuda Wiguna I Nyoman Darmadha I Nyoman Mudana I Putu Agus Prastika Gunaksa Putra I Putu Aris Udiana Putra I Putu Budi Arta Yama I Wayan Angga Prawira I Wayan Novy Purwanto Ida Ayu Krisna Kartika Dewi Ida Ayu Made Indah Lestari Ida Ayu Shintyani Brahmisiwi Ida Bagus Ketut Agastya Indah Dwi Rahmawati Indriana Nodwita Sari Jerry Ary Murti Ketut Nurcahya Gita Kobi Wayan Kariarta Leda, Gracia Kasih Cintana Lempadeli, David Rival Luh Gede Pebby Gitasari Luh Putu Suciarini Made Aditya Ambara Made Nadya Pradnya Sari Made Nikita Novia Kusumantari Made Subawa Marwanto Marwanto Melani, Maria Agustina Henny Michael Johan Mowoka Ngakan Putu Surya Negara Ni Ketut Sri Utari Ni Made Srinitha Themaswari Ni Nyoman Trisnawati Nifu, Lidwina Lidya Orchita, Ida Ayu Putu Gde Aditya Wangsa R. A. Retno Murni Remi Dita, Adi Yavael Suatra Putrawan Tri M. W. Sir Utama, Andi Agung Wahyu Wilhelmus Bunganaen Yohanes Usfunan