Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : EXCELLENT HEALTH JOURNAL

Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. S Khususnya Pada Ny. A  Dengan Pemberian Terapi Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Parasandy, Ardila; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.34

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan suatu keadaan di mana tekanan darah seseorang meningkat melebihi batas normal, yang dapat mengakibatkan peningkatan tingkat kesakitan (morbiditas) dan tingkat kematian (mortalitas). Sering kali penderitanya tidak menyadari adanya penyakit hipertensi pada diri mereka, dan kesadaran mengenai kondisi tersebut baru muncul saat komplikasi mulai berkembang. Penanganan hipertensi dapat melibatkan pendekatan farmakologi dan non-farmakologi. Terapi non-farmakologi termasuk terapi komplementer seperti akupuntur, akupressure, tanaman tradisional, bekam, dan pijat atau massage menjadi pilihan yang aman dan mudah diberikan. Terapi foot massage sebagai salah satu bentuk terapi komplementer yang memberikan efek meningkatkan sirkulasi, mengurangi rasa sakit, dan memberikan rasa nyaman pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah Ny. A lansia berusia 68 tahun di desa Simpang Kubu yang mengalami hipertensi. Hasil pengukuran tekanan darah sebelum dilakukan terapi foot massage adalah 160/80 mmHg, dan setelah dilakukan terapi terjadi penurunan tekanan darah menjadi 135/80 mmHg. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terapi foot massage efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Disarankan pada keluarga agar menggunakan penanganan non-farmakologi sehingga tidak bergantung pada pemberian diuretik sebagai pendamping pengobatan hipertensi yaitu dengan terapi foot message.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. M Khususnya Ny. E Dengan Pelaksanaan Aktifitas Fisik Jalan Pagi Terhadap Penurunan Tekanan Darah  Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 Ardi, Arimi; Hidayat, Ridha; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.35

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah yang ada di dunia kesehatan hingga saat ini. Hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu 140/90 mmHg. Hipertensi bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit, bocor, pecah, atau tersumbat. Hal ini dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak. Jika hal ini terjadi, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pasien hipertensi yang mengalami gangguan rasa nyaman nyeri dengan intervensi keperawatan melakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan di desa Simpang Kubu Wilayah kerja UPT Puskesmas Air Tiris dengan 1 responden dengan fokus melakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 06 - 08 Agustus 2023 pada awal pengkajian didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg dan setelah dilakukan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi pada hari ke-3 didapatkan tekanan darah turun menjadi 119/80 MmHg. Intervensi pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien Hipertensi. Diharapkan pelaksanaan aktifitas fisik jalan pagi ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien hipertensi.
Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stress Pada Narapidana Di Lapas Kelas II A Bangkinang Kabupaten Kampar Listari, Sona; Febria, Dessyka; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.47

Abstract

Menjalani kehidupan sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan berakibat munculnya stress. Dukungan sosial dianggap sebagai faktor yang dapat mempengaruhi stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan stress pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 April – 2 Mei 2024 dengan jumlah sampel 119 yang diperoleh menggunakan total sampling. Teknik mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariate dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat diperoleh 74 responden (62,2%) dengan dukungan sosial kurang baik dan 71 responden (59,7%) stress. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan antara dukungan sosial dengan stress pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar (p value 0,000). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan semakin tinggi dukungan sosial semakin rendah stress yang dialami narapidana. Dengan diadakan penelitian ini peneliti mengharapkan kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan dapat memberikan kegiatan positif kepada narapidana untuk mengurangi stress.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Rheumatoid Arthritis Pada Lansia Di Desa Kampa Kecamatan Kampa Arianita, Dara; Nurman, Muhammad; Lestari, Rizki Rahmawati
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.49

Abstract

Kejadian rheumatoid arthritis atau rematik merupakan penyakit autoimun yang mengenai jaringan persendian, dan sering juga melibatkan organ tubuh lainnya yang ditandai dengan terdapatnya sinovitis erosif sistemik. Lansia merupakan usia yang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami rheumatoid arthritis. Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dari 10 penyakit terbanyak tahun 2023, rheumatoid arthritis menduduki peringkat ke 5 sebesar 6700 (6,3%). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rheumatoid Arthritis pada Lansia di Desa Kampa Kecamatan Kampa Tahun 2024”. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 orang lansia dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi square dan uji fisher`s exact test. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,022), pola makan (p value 0,009). Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,065) dengan kejadian rheumatoid arthritis pada lansia. Diharapkan bagi responden agar dapat lebih banyak mencari informasi tentang masalah kesehatan yang terjadi pada lansia terutama masalah kesehatan tentang penyakit rheumatoid arthritis dan pencegahannya.
Asuhan Keperawatan Pada Tn. L Dengan Tuberkulosis Di Ruang Covid Isolasi RSUD Bangkinang Tahun 2024 Afandi, Muhammad Sholeh; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.108

Abstract

Tingginya kasus TB di Indonesia menunjukkan bahwa perlu dilakukan tindakan untuk menurunkan angka penularan. Perilaku pencegahan penularan ini ditujukan bagi keluarga dan orang di sekitar yang sering kontak langsung dengan penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan tuberkolosis paru di ruang Covid Isolasi RSUD Bangkinang. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 12-14 Juni 2024. Penelitian ini berbentuk deskripsi dalam bentuk studi kasus pada TN. L. Hasil pengkajian didapatkan pasien mengalami sesak nafas, batuk berdahak, nafsu makan menurun, dan badan terasa letih. Oleh karena itu peneliti dapat merumuskan diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut b.d agen pencedera fisiologis, bersihan jalan nafas tidak efektif b.d hipersekresi jalan nafas, defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mencerna makanan. Intervensi yang diberikan pada diagnosa nyeri akut yaitu identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas identitas nyeri, identifikasi sekala nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn.L dengan tuberkulosis paru dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun berdasarkan buku SIKI PPNI (2017). Hasil kunjungan keperawatan selama 3 hari pada klien yaitu masalah teratasi. Pada tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dengan planning dihentikan.  Saran untuk pasien agar dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang bagaimana menangani masalah tuberkolosis dengan tindakan yang benar sehingga masalah tuberkolosis teratasi dan kebutuhan kenyamanan pasien terpenuhi. Untuk perawat dan mahasiswa keperawatan agar karya tulis tulis ilmiah ini dapat menjadi pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan TB paru.
Asuhan Keperawatan Pada Tn. B Dengan Hipertensi Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024 Adli, Imamul; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.151

Abstract

Hypertension is a disorder of the blood circulation system that causes increased blood pressure, with systolic blood pressure of 140 mmHg and diastolic blood pressure of 90 mmHg. Risk factors for hypertension include age, gender, smoking, and obesity. The purpose of this study was to examine and implement nursing care for patients with hypertension in the Pejuang room of Bangkinang Regional Hospital in 2024. This research method uses a descriptive research design in the form of a case study. The respondent in the case report was Mr. B who was 67 years old with hypertension. Data obtained through interviews, physical examinations and supporting examinations. During the assessment, the patient said that the limbs on the right side were weak, the head ached and spread to the neck and shoulders, the chest felt heavy and painful especially on the right side, the whole body felt weak, the tongue felt heavy. So that researchers can formulate the main problem with a nursing diagnosis of ineffective cerebral perfusion risk related to hypertension (D.0017). The interventions given are monitoring MAP (Mean Arterial Pressure), respiratory status, blood pressure, pulse, and body temperature. In the implementation of nursing actions on Mr. B with hypertension, it was carried out according to the nursing plan that had been prepared. The results of the four-day nursing visit to the client were resolved and the planning was maintained. The researcher's hope from writing this case report is to provide a reference in providing nursing care to patients with hypertension.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan CKD (Chronic Kidney Disease) Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024 Abadi, Jihan; Nurman, Muhammad
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.152

Abstract

Chronic renal failure (CKD) is a condition where there is a decrease in kidney function due to chronic and irreversible renal parenchyma with a glomerular filtration rate (LFG) < 60 mL / minute within 3 months or more, so that the body fails to maintain metabolism and electrolyte fluid balance, which causes uremia. The purpose of this study was to assess the implementation of nursing care for patients with CKD in the Pejuang room of Bangkinang Hospital in 2024. This research method uses a descriptive research design in the form of a case study. The subject of the case report is Mrs. N who is 24 years old with CKD in the Pejuang room of Bangkinang Hospital which was carried out for 3 days on June 12 to 14, 2024. Data obtained by interview, physical examination and supporting examination. At the time of assessment, the client felt a fever since a week ago accompanied by nausea and vomiting, the body felt weak, the appetite was reduced and the patient said there was pain in the solar plexus, accompanied by shortness of breath, headache. Researchers established the main problem with the nursing diagnosis of ineffective breathing patterns associated with neuromuscular. After three days of nursing implementation on the client, the problem was resolved. The researcher hopes that the writing of this case study report will serve as a reference in providing nursing care to patients with chronic renal failure.
Penerapan Teknik Relaksasi Napas Dalam Dan Posisi Semi Fowler Untuk Mengurangi Sesak Napas Pada Pasien TB Paru Arianita, Dara; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.190

Abstract

Dampak TB paru apabila tidak ditangani dapat mengakibatkan hemoptisis berat (perdarahan dari saluran pernafasan bagian bawah) yang dapat menyebabkan kematian karena syok hipovolemik akibat tersumbatnya jalan nafas. Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkhial, bronkiektasis (pelebaran bronkus setempat), fibroasis (pembentukan jaringan ikat pada rongga pleura, kolaps spontan karena kerusakan jaringan paru, penyebaran infeksi ke rongga yang lain seperti otak, tulang, ginjal dan sebagainya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler pada pasien sesak napas dengan TB paru. Sampel pada penelitian ini 1 orang yaitu Ny. M. Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan (pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi serta evaluasi keperawatan). Penelitian ini dilakukan di Ruangan CVCU RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian adalah deskriptif melalui studi kasus dengan melakukan suhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29-31 Mei 2025. Saat pengkajian, pasien terlihat sesak dengan RR 27 x/menit, suara napas ronchi. Tindakan yang dilakukan pada pasien dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler sebanyak tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Hasil penelitian ini menunjukkan setelah pemberian teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler RR 22 x/menit, batuk berkurang dan pasien tampak lebih tenang.  Teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler dapat menurunkan sesak napas. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan teknik relaksasi napas dalam dan posisi semi fowler secara mandiri untuk mengurangi sesak napas.    
Penerapan Thermotherapy Untuk Mengurangi Nyeri Dada Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) Hidayah, Dhita; Nurman, Muhammad; Indrawati, Indrawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.192

Abstract

Nyeri menjadi salah satu tanda gejala yang sering muncul pada klien Congestive Heart Failure (CHF) sehingga menyebabkan pasien tidak dapat melakukan aktifitasnya dengan baik serta dapat mengganggu pola tidur pasien, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan penerapan thermotherapy untuk mengurangi nyeri dada pada Tn. S dengan Congestive Heart Failure (CHF). Metode penelitian menggunakan desain studi kasus yang dilakukan secara deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-23 Mei 2025 dengan sampel 1 responden yang dilakukan di ruang Krisan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Dari hasil pengkajian pada Tn. S keluhan utama pasien mengatakan nyeri pada bagian dada kiri, pasien mengatakan nyeri seperti ditusuk dan skala nyeri 6, pasien mengatakan nyeri hilang timbul dan nyeri semakin dirasakan pada saat beraktifitas dan ketika terlalu banyak berfikir (cemas), pasien tampak lemah dan mengatakan sangat khawatir terhadap kondisinya. Dari keluhan yang dirasakan pasien diagnosa utama yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisologis ditandai dengan mengeluh  nyeri. Salah satu intervensi yang tepat untuk mengurangi nyeri dada pada Tn. S adalah dengan pemberian thermotherapy. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut selama ±20 menit. Hasil asuhan keperawatan ini menunjukkan adanya penurunan nyeri pada pasien dengan penerapan thermotherapy dari skala 6 menjadi skala 2. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan thermotherapy secara rutin dengan harapan nyeri dada berkurang.
Penerapan Terapi Musik Klasik Kombinasi Butterfly Hug Untuk Nyeri Kepala Karena Hipertensi Ernizanur, Ernizanur; Nurman, Muhammad; Riani, Riani
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.197

Abstract

Nyeri kepala akibat hipertensi yang tidak ditangani bisa berdampak pada kompliksi yang serius. Adanya nyeri kepala akibat hipertensi bisa menjadi tanda peringatan adanya tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan jika dibiarkan dapat menyebabkan pembuluh darah di otak pecah atau tersumbat, yang berujung pada stroke, kerusakan ginjal, penyakit jantung, dan gangguan penglihatan, kelrulsakan reltina (reltinopati) dan ganggulan saraf yang melnjadi pelnyelbab kelmatian di dulnia. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk penerapan terapi musik klasik kombinasi butterfly hug pada nyeri kepala karena hipertensi. Sampel penelitian ini yaitu Ny. K. Penelitian ini dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08-10 Juni 2025. Metode penelitian yaitu deskriptif dalam bentuk studi kasus. Alat yang dipakai dalam pengumpulan data mencangkup lembar pengkajian keperawatan medikal bedah dan alat yang dipakai handphone, handsfree serta alat pengukur tekanan darah (tensimeter dan spigmomanometer) serta pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan skala nyeri setelah diberikan terapi musik klasik kombinasi butterfly hug yaitu dari skala nyeri 6 menjadi skala  nyeri 2. Diharapkan bagi Ny K dapat melakukan  terapi musik klasik kombinasi butterfly hug untuk mengurangi nyeri kepala karena hipertensi.