Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : World Health Digital Journal (wolgitj)

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Benign Prostatic Hyperplesia (BPH) di RSUD Bangkinang Budiman, Khoirul; Nurman, Muhammad; Syafriani, Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.49

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia, sering sekali di sebut sebagai pembesaran prostat jinak, BPH menyebabkan kesulitan buang air kecil atau retensi urin, yang sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Gejala lainnya termasuk nyeri saat buang air kecil, urin berdarah, nyeri saat ejakulasi, cairan ejakulasi berdarah, gangguan ereksi, nyeri di pinggul, dan pembesaran kelenjar prostat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian BPH Di Klinik Urologi RSUD Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 434 dan sampel pada penelitian ini berjumlah 208 dengan taknik random sampling alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara usia dengan kejadian BPH dengan p value = 0,015 (p ≤ 0,05)  yang berarti usia >50 tahun tahun berisiko 3 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan 35-50 tahun. Dan di dapatkan ada hubungan antara riwayat DM dengan kejadian BPH dengan diperoleh p value = 0,019 (p≤0,05) yang berarti responden yang tidak memiliki riwayat DM berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang memiliki Riwayat DM. Dan didapatkan hubungan antara kebiasaan merokok dengan kejadian BPH diperoleh p value = 0,016 (p≤0,05) yang berarti responden yang memiliki kebiasaan merokok berat berisiko 2 kali lebih besar mengalami kejadian BPH dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan merokok ringan/tidak. Diharapkan kita semua dapat menghindari hal-hal berhubungan dengan kejadian BPH dengan cara berhenti merokok dan melakukan pola hidup sehat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Siswa\I di SMAN 1 Bangkinang Kota Defry, Rahmad; Nurman, Muhammad; Afiah, Afiah
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.57

Abstract

Obesitas pada remaja penting untuk diperhatikan karena remaja yang mengalami obesitas 80% berpeluang untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Remaja yang mengalami obesitas sepanjang hidupnya berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit jantung, stroke, diabetes, asma, hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa/i di SMAN 1 Bangkinang Kota. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 790 responden dengan sampel sebanyak 265 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Startified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner, menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada  pola makan didapatkan nilai P-value 0,002 (p<0,05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pola makan dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selanjutnya pada pola tidur didapatkan nilai P-value 0,378 (p>0,05), artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Selain itu pada aktivitas fisik diperoleh nilai P-value 0,000 (p<0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa/i SMAN 1 Bangkinang Kota. Pelayanan kesehatan diharapkan meningkatkan pengetahuan terkait obesitas pada siswa/i, serta peneliti selanjutnya dianjurkan untuk meneliti faktor risiko lain guna mengembangkan penelitian lebih lanjut.
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Putri, Chamisyah; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.58

Abstract

Stroke non hemoragik adalah stroke yang terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak terhenti sebagian atau seluruhnya. Stroke non hemoragik merupakan jenis stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn. S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn. S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn. S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit, Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn. S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Penerapan Terapi Range of Motion (ROM) dan Exercise Bola Karet untuk Meningkatkan Kekuatan Otot pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Putri, Chamisyah; Nurman, Muhammad; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.60

Abstract

stroke yang paling umum terjadi, mencakup hampir 80% dari seluruh stroke. Gejala utama stroke non-hemoragik adalah timbulnya deficit neurologis secara tiba-tiba, didahului dengan gejala prodromal, terjadi saat istirahat atau saat bangun tidur.  Tujuan dari karya ilmiah ini untuk memberikan Penerapan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk meningkatkan kekuatan otot pada Tn.S di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Pada saat pengkajian Tn.S mengeluh lemah anggota gerak sebelah kiri yang dirasakan pada lengan dan tungkai, pasien tidak bisa mengangkat lengan dan jari tangan kiri dan tungkai kiri, dan pasien juga mengalami kejang. Tanda-tanda vital Tn.S saat pengkajian tekanan darah 141/76 mmhg, Nadi: 76x/menit, RR: 23x/menit , Suhu: 36,5◦c, pasien terpasang infus Nacl 0,9%. Diruangan Krisan perawat memang sudah memberikan obat Phenytoin diazepam kapsul 100mg 3x1 untuk menenangkan syaraf ditubuh pada pasien. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan adanya peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi range of motion dan exercise bola karet. Diharapkan bagi Tn.S dapat melakukan terapi range of motion dan exercise bola karet untuk melatih peningkatan otot pasien stroke non hemoragik.
Penerapan Pemberian Massage Effleurage untuk Mengurangi Risiko Decubitus pada Pasien Ny. T dengan Stroke Infark di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Silpia, Dina; Nurman, Muhammad; Eka Sudiarti, Putri
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.61

Abstract

Angka kasus stroke masih menjadi permasalahan kesehatan utama baik di negara maju maupun di Negara berkembang. Menurut World Health Organization (2022) secara global, lebih dari 12,2 juta. Pasien dengan stroke infark menyebabkan penderitanya mengalami keterbatasan mobilisasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan menyebabkan risiko terjadinya dekubitus meningkat. Salah satu tindakan yang dapat diberikan untuk mencegah hal tersebut adalah dengan penerapan massage effleurage dengan olive oil. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan penerapan pemberian massage effleurage untuk mengurangi risiko decubitus melalui asuhan keperawatan pada Ny. T dengan stroke infark di RSUD Arifin Achmad pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 16 Juni-18 Juni tahun 2025. Pada saat pengkajian kelemahan anggota gerak sebelah kiri sejak 6 jam sebelum masuk rumah sakit, klien kulit kering, tampak kemerahan, kulit tegang atau kaku bagian punggung. Intervensi keperawatan yang diberikan yaitu memberikan massage efflurage selama 3 hari. Dari analisa kasus pada pasien didapatkan kulit lebih elastis dan kemerahan berkurang, aliran darah, menjadi lancar, punggung lebih rileks. Diharapkan kepada keluarga dapat meneruskan teknik massage effleurage dengan olive oil untuk mencegah decubitus pada pasien stroke hemoragik sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi-komplikasi terutama penyakit stroke.