Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

IDENTIFIKASI LANSEKAP BERSEJARAH DI KECAMATAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Petrik Runtuwene; Cynthia E. V. Wuisang; Alvin J. Tinangon
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v18i1.37061

Abstract

The historical event is a journey of the nation starting from the era of the Hindu, Buddhist and Islamic style kingdoms, to the era of European colonization. The arrival of foreign nations in the past has left many sites and areas of cultural and historical value as valuable assets that describe people's lives in the past. Based on its history, the Great Kaidipang kingdom was a combination of the Kaidipang kingdom and the Bolangitang kingdom. The residential area of the Kaidipang community still maintains its customs. However, the Kaidipang sub-district experienced a change in the cultural landscape due to the changing times. The purpose of this study was to identify historical landscapes in Kaidipang District, North Bolaang Mongondow Regency and analyze the characteristics of historical landscapes in Kaidipang District, Bolaang Mongondow Regency. The method used in this research is descriptive qualitative by collecting historical landscape data in Kaidipang District. Descriptive analysis was conducted to determine the characteristics of the historical landscape in the study area. The results of this study indicate that settlements in Kaidipang District follow the same pattern as the royal era under the leadership of King Sam Suit Pontoh which is divided into 2, namely the northern region and the southern region where these two areas also have the same landscape, namely linear (settlement pattern follows the road). . The residential area used to be divided into 2, namely residential areas and agricultural areas, but with the expansion of the North Bolaang Mongondow Regency, land conversion occurred so that the distribution of the community tends to the north and south areas. The cultural landscape of the Kaidipang community has its own characteristics related to traditions, settlement culture, and landscape order. The analysis carried out on eleven components of the formation of the cultural landscape characteristics of the Kaidipang Community is a type of landscape character that is still traditional and life relies on the surrounding natural environment and agricultural products. The life of the people still upholds the values of tradition and culture that are still practiced.
SHOPPING MALL DI MINAHASA SELATAN: Arsitektur Kontemporer Prisilia Simbar; Aristotulus E. Tungka; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Selatan terletak di kota Amurang, dengan jumlah penduduk sebanyak 238.455 jiwa tercatat pada tahun 2019. Secara garis besar Amurang merupakan pusat kota Kabupaten Minahasa Selatan yang berbatasan dengan kota Manado, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kotamobagu. Shopping Mall bisa dikatakan dibutuhkan oleh masyarakat minsel sebagai kebutuhan dan rekreasi hiburan. Dan juga selain sebagai sarana kebutuhan masyarakat, shopping mall juga merupakan pintu gerbang menuju perubahan gaya hidup yang semakin global. Berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok hingga sekolah menengah atas, tidak dapat dipenuhi dari satu pusat perbelanjaan saja. Kota Amurang juga merupakan tempat perdagangan ekonomi yang sangat menguntungkan yang kemungkinan akan memberikan kontribusi terbesar bagi struktur perekonomian. Kab. Minahasa Selatan memiliki kawasan yang luas untuk pembangunan perdagangan dan jasa skala besar, itulah mengapa saya mengangkat objek ini. Kata Kunci: Shopping Mall, Minahasa Selatan, Kontemporer
TEKNOPARK INDUSTRI KREATIF DI KOTA MANADO: Eco Futuristic Architecture Sonia I. Masengi; Alvin J. Tinangon; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan inovasi industri kreatif di Indonesia yang semakin berkembang pesat hingga marak ditemui sejumlah komunitas pelaku industri kreatif bermunculan di berbagai daerah namun masih kurangnya industri kreatif yang melakukan kerja sama inovasi dengan lembaga dan organisasi tertentu yang dapat menunjang aktivitas bisnis rintisan yang ada, hal tersebut merupakan permasalahan negara dalam mencapai visi negara Indonesia yang maju pada tahun 2025. Oleh karena itu pemerintah negara berencana untuk melaksanakan pengembangan sumber daya manusia yang menjadi suatu bagian dari strategi untuk tercapainya transformasi ekonomi. Dalam merancang teknopark industri kreatif dapat membantu perkembangan SDM dan iptek pada bidang industri kreatif. Menanggapi hal tersebut maka perancangan teknopark untuk wilayah kabupaten/kota berlokasi di manado diharapkan dapat menghadirkan suatu wadah bagi pengelola bisnis rintisan untuk mengembangkan suatu inovasi kreatif yang dapat membuat peningkatan ekonomi yang menyeluruh di kota manado dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam proses rancangan ini yaitu kotak kaca (glass box) dikenali dengan sejumlah tindakan yang berurut oleh perancang dengan mengidentifikasi terlebih dahulu rancangan apa yang akan dirancang. Sumber referensi dari data dan penerapan tema ini diharapkan bisa memperbaiki segala hal yang dianggap kurang pada perancangan, sehingga akan didapatkan sebuah perancangan teknopark baru yang kiranya dapat memfasilitasi serta melayani setiap golongan individu dan seluruh masyarakat dalam melakukan aktifitas perdagangan dan pendidikan dari bisnis rintisan dengan baik, aman dan lancar. Dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kota manado lebih kompeten dan unggul dalam pembangunan daerah. Kata Kunci : Industri Kreatif, Teknopark, Manado, Eco Futuristic Architecture