Claim Missing Document
Check
Articles

Tahfiz Qur’an dengan Metode Tasmi’ dan Sambung Ayat (Strategi Pengorganisasian, Penyajian, dan Pengelolaanya di Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah Palembang) Anindya Diah Hartanti; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Muhammad Adil
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 15 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v15i2.42

Abstract

This study aims to analyze the strategy of organizing, presenting, and managing the tasmi' method and connecting verses in memorizing the Qur'an at the Al-Lathifiyyah Islamic Boarding School. This research uses qualitative research methods based on descriptive studies. Data collection techniques using observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis used steps of data reduction, data presentation, and data verification. Data verification is done by using triangulation technique which compares data from three instruments and three different data sources. The results showed that the organization of this method was carried out by organizing the curriculum and memorization material starting from juz 1, where tasmi' was carried out in half juz to one juz instead of persurat. Organizing is carried out starting from planning, determining success indicators, objectives, materials, media, implementation steps and assessments. While the management is carried out in several stages, namely the acceptance of new students, the tahsin stage, the bin-nazhar stage, the tahfizh stage, the talaqqi stage, the Takrir stage, the tasmi stage, and the verse continuation stage.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TERHADAP KELUARGA PENERIMA MANFAAT (KPM) Ikhwanudin Ikhwanudin; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; K.A Bukhori
Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Komunikasi Islam dan Kehumasan (JKPI)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.604 KB) | DOI: 10.19109/jkpi.v5i2.10979

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Implementasi Program Keluarga Harapan Terhadap Keluarga Penerima Manfaat (Kpm) Penerima Bantuan (Studi di Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim" Program keluarga harapan (PKH) yang diharapkan dapat menjadi tolak ukur dalam penanggulangan kemiskinan di8Indonesia. Merupakan program* bantuan* tunai bersyarat* yang diluncurkan oleh pemerintah pada tahun 2007 yang mencakup hanya beberapa provinsi, 'Keluarga 'Penerima 'Manfaat (KPM) 'PKH 'adalah keuarga miskin atau rentan yang mempunyai salah satu komponen yang ditetapkan oeh pemerintah. Penulis merumuskan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana analisis*Implementasi*Progam*keluarga harapan*terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) Penerima3bantuan,apa saja faktor yang menjadi penghambat alam melaksanakan implementasi di kecamatan sungai rotan dan bagaimana solusi alternatif terhadap kendala implementasi program keluarga harapan terhadap keluarga penerima manfaat dikecamatan sungai rotan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi program keluarga harapan (pkh) terhadap keuarga penerima manfaat (KPM) penerima bantuan dikecamatan sungai rotan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan mendiskripsikan 'analisis 'implementasi 'program 'keluarga 'harapan 'terhadap 'Keluarga 'Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan, beberapa diskripsi igunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah paa kesimpulan. Dari hasil penelitian didapat bahwa implementasi program keluarga harapan di Kecamatan Sungai Rotan sudah berjalan dengan baik. Sedangkan faktor penghambat* dalam* implementasi program*keluarga harapan dikecamatan sungai rotan adalah masih adanya KPM yang kurang tanggap engan apa yang dijelaskan oleh pendamping, dan masih adanya KPM yang tidak melengkapi dokumen penting yang berkaitan dengan PKH misalnya, masih banyaknya KPM yang menggunakan KTP dan Kartu Keluarga Sementara. Untuk menanggulangi hambatan yang ada perlunya koordinasi yang erat antara pihak-pihak yang memiliki kaitannya dengan PKH, yaitu antara pendamping dengan pemerintah setempat dan masyarakat.
Peningkatan kualitas Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjamin Mutu dengan Pendekatan Total Quality Managemen Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Ima Rismawati
Jurnal Perspektif Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v6i2.177

Abstract

Peningkatan kualitas tidak dapat dicapai tanpa jaminan kualitas yang baik. Peran lembaga penjamin mutu sebagai promotor jaminan kualitas memberikan dampak positif terhadap efektivitas peningkatan kualitas pendidikan tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi.  Motode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan tekhnik analisis konten. Upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi dilakukan dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang dilakukakn oleh lembaga penjamin mutu. Lembaga penjaminan mutu bertujuan untuk peningkatan, inovasi, komunikasi, motivasi dan pengawasan atau control. Penerapan manajemen mutu dilakukan dengan pendekatan Total Quality Managemen. Pendekatan TQM mengintegrasikan input, proses dan keluaran.  TQM mengembangkan ukuran kinerja atau kualitas institusi seperti peringkat universitas, kepuasan mahasiswa, dan pekerjaan lulusan
Contents of the Institutional Perspective Curriculum Jajang Rustandi; Abdurrahmansyah
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 1 No. 7 (2022): November 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v1i7.1783

Abstract

Curriculum is a set of subjects and educational programs provided by an educational institution that contains lesson plans to be given to lesson participants in one period of education level. Institutional goals are the goals to be achieved by an educational institution as an education provider. Institutional goals are intermediate goals to achieve general goals that are formulated, in the form of competence of graduates at each level of education, basic education, secondary education, vocational, and higher education. Subjects compiled or presented in each primary and secondary education unit (SD/ MI/ MTS/ SMP/ SMA/ MA) are grouped into several main subjects namely, natural sciences, social sciences, arts and culture, physical education and sport. body, and local content. Each of the subjects mentioned above, of course, has its own characteristics and goals and is different from the goals to be achieved by other subjects. Subject objectives are the elaboration of curriculum objectives in order to achieve national education goals.
NEUROSAINS DAN KEMAMPUAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN Nurhayati; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.263

Abstract

Organ tubuh manusia yang berfungsi mengendalikan semua gerak dan fungsi tubuh, termasuk berbahasa, yaitu otak. Secara garis besar, sistem otak manusia dapat dibagi menjadi tiga, yakni (1) otak besar , (2) otak kecil, (3) batang otak. Bagian otak yang paling penting dalam kegiatan berbahasa adalah otak besar. Bagian pada otak besar yang terlibat langsung dalam pemprosesan bahasa adalah korteks serebral. Korteks selebral adalah bagian yang tampak seperti gumpalan-gumpalan berwarna putih dan merupakan bagian terbesar dalam sistem otak manusia. Bagian ini mengatur atau mengelola proses kognitif pada manusia, dan salah satunya tentu saja adalah bahasa. Bahasa merupakan suatu sistem simbol lisan yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat. Bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama. Bahasa digunakan manusia sebagai alat komunikasi. Pada bagian otak tengah berfungsi sebagai pengendali, pendengaran, penglihatan dan gerakan tubuh. Otak bagian tengah ini juga berfungsi untuk pengulangan, ketika bahasa dan pikiran tersebut dituangkan dan diulang-ulang, ia akan menangkap lebih dengan visualisasi dan lebih bisa ditangkap memori untuk menyimpannya. Dalam kaitannya dengan memori, bahasa mempunyai fungsi sebagai alat untuk mengaktifkan memori.
NEUROSAINS DALAM PROSES BELAJAR DAN MEMORI Relly Maulita; Ermis Suryana; Abdurrahmansyah
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 8 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Center for the Research and the Communicator Service of IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v8i2.264

Abstract

Didalam ilmu Neuroscience dijelaskan bahwa otak manusia mempunyai kemampuan yang luar biasa. Otak manusia terdiri dari triliunan sel otak dan setiap inci otak tampak seperti Gurita kecil yang begitu komplek. Di setiap set otak terdapat sebuah pusat yang banyak cabangnya dan setiap cabang mempunyai banyak koneksi. Setiap set otak dibuat lebih kuat dan canggih daripada kebanyakan peralatan komputer di dunia . Setiap set saling berhubungan dengan ratusan set yang lain dan mereka saling bertukar informasi. Dari triliunan sel otak tersebut, ada sepersepuluhnya terdiri neuron atau sel saraf aktif yang bisa terjadi hingga 20.000 koneksi yang berbeda dengan sel-sel lain. Otak manusia terdapat empat bagian dan pada tiga tingkatan yang berbeda dari atas batang otak dan yang keempat terselip di bagian belakang. Otak manusia juga memiliki dua sisi yang mana setiap sisinya mempunyai fungsi yang berbeda dan memproses informasi dengan cara yang berbeda pula. Konsep tiga otak dalam satu kepala ( otak triune) menjelaskan tentang cara kerja otak dan hubungannya dengan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang memaksimalkan fungsi otak berarti bukan hanya memberdayakan satu belahannya saja, tetapi mengupayakan pemaksimalan kedua belahannya. Sehingga bisa menghasilkan siswa yang bukan hanya mampu berfikir berurutan dan terstruktur tetapi mampu berfikir secara divergen, global dan kreatif. Secara neurosains, ingatan adalah proses kerja otak yang disertai penyimpanan memori di dalam sistem sinapsis antara neuron. Daya ingat berkaitan langsung dengan proses belajar karena memungkinkan seseorang untuk menyimpan dan mengambil informasi yang telah dipelajari. “Dengan demikian, daya ingat atau memori tergantung pada proses belajar. Kata Kunci: Neurosains, Pembelajaran, Memori
ACADEMIC SUPERVISION OF THE HEAD OF THE MADRASAH IN INCREASING THE PEDAGOGIC COMPETENCE OF MTS TEACHERS AL-KHOIRIYAH BANYUASIN Yopi Sumarlin; Fuad Abdurrahman; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
Conciencia Vol 22 No 1 (2022): Conciencia
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/conciencia.v22i1.13635

Abstract

The teacher's pedagogic competence can develop well, and it is necessary to have supervision designed and implemented by the head of the madrasa. From the implementation of academic supervision, some factors can later support these activities and inhibiting factors. This type of research is classified as qualitative research. The aim is to examine and analyze how the supervision of the madrasah principal in the development of teacher pedagogic competence. The approach used in this research is a case study approach, with data collected by observation, interviews, and documentation studies. The results of this study concluded that academic supervision was carried out through three stages, namely the planning, implementation, and evaluation processes. The development of pedagogic competence for all ten teachers at MTs al-Khoiriyah Banyuasin is carried out by supervising the learning process in the classroom, helping to solve problems faced by teachers, improving infrastructure, and creating good communication and providing motivation. Supervision of madrasah principals is related to the pedagogic competence of teachers because supervision will form the ability of capable and professional teachers to implement learning.
Model Organisational Structure of the Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah Curriculum Content Taufik Mukmin; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Aflatun Muchtar; Yesi Arikarani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.2741

Abstract

This study aims to analyse the design and structure of the content, the type of knowledge that is arranged in the form of subjects, and the content of knowledge in each subject. This research uses qualitative research with phenomenological types, data collected through in-depth interviews, observation and documentation, as well as analysing data through reduction, display and conclusion. The results show that the Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) content organisation model is "Eclectic" or a combination of several existing curriculum models. On the one hand, adopting the "Correlated Subject" model, namely by grouping all subjects into three main groups, namely 1) the Islamic science group (al-ulum al-islamiyah), 2) the linguistics group (al-ulum al-lughawiyah) and 3) general knowledge group (al-ulum al-’ammah). And the lessons in each group are correlated with each other. However, in terms of its application, it adopts the "Separated Subject" model where each subject from the group of disciplines is taught separately.
Exploring Lecturers' Attitudes in Online Learning: Phenomenological Studies at Private Islamic Colleges in South Sumatra Muhamad Faizul Amirudin; Aflatun Muchtar; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 9, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v9i1.7044

Abstract

This study aims to explore the attitudes of lecturers in online learning in the environment of the South Sumatra Private Islamic Religious University. The research method used is qualitative with a phenomenological approach. The subject of this study is a lecturer who teaches at the South Sumatra Private Islamic Religious College and the chairman of the PTKIS South Sumatra Forum. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis uses the model formulated by Creswell, first reading the entire data, second doing coding, third applying the coding process, fourth describing the theme to be presented in the qualitative report, and fifth interpreting the data. Based on the results of the study, it was found that online learning has not been accepted as an ideal learning system because it is considered ineffective to be implemented in the environment of the South Sumatra Private Islamic Religious University. This is caused by several factors, namely, 1) inadequate digital infrastructure and financial capabilities, 2) lecturers' technological competence that has not been maximized, 3) A more emphasized factor is the desire to maintain a face-to-face system to maintain an emotional or inner connection between lecturers and students that is considered better than virtual interaction. Islamic education actually has dynamic principles that open up opportunities to adapt to the development of science and technology. Suppose it relates to curriculum, media or learning tools and methods. Then the solution is to use a blended learning model.
The Problems of Online Learning on Students' Interest in Learning Mathematics Salsa Agustina; Hamdan Sugilar; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah; Rizqy Dwi Amrina
Gunung Djati Conference Series Vol. 12 (2022): Mathematics Education on Research Publication (MERP I)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.923 KB)

Abstract

This study aims to determine the problems in the online learning period towards students' interest in learning mathematics. The rapid spread of the COVID-19 virus has become a major threat to all countries, especially Indonesia. Face-to-face learning in schools has been replaced by online learning during this pandemic. This causes students' motivation in learning mathematics to be reduced during the online learning process. The method used in this research is literature review. Data collected by reading books and articles that are relevant to the problem to be studied. The results of this study indicate that students' problems with online learning are quite serious so that they affect student interest. During the online learning process, students find it difficult. And students also feel bored with monotonous online learning. So as a teacher can overcome these problems by designing an interesting and fun online learning environment.