Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN MANAJEMEN USAHA PERTANIAN DALAM SISTEM INTEGRASI PETERNAKAN BERBASIS NIRLIMBAH DI DESA JATIMULYA KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN BOALEMO Purnomo, Sutrisno Hadi; Bahri, Syamsul; Antuli, Zainudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan menghadapi tantangan besar terutama dalam hal penyediaan pupuk yang ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik kotoran sapi untuk kebutuhan pupuk tanaman jagung dan membantu program-program Desa terutama yang berkaitan dengan disiplin ilmu setiap mahasiswa peserta . Tempat pelaksanaan kegiatan di Desa Jatimulya Kecamatan Wonosari yang memiliki potensi untuk pengembangan tanaman jagung sebab memiliki daya dukung lahan dan limbah peternakan sapi sebagai bahan baku pupuk organik. Metode pembuatan pupuk organik menggunakan metode fermentasi dengan bahan baku limbah ternak. Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan cara semua bahan dicampurkan secara merata dan dimasukkan kedalam wadah kompos. Pemeraman berlangsung dalam waktu 21 hari, dimana setiap minggu dilakukan pembalikan hingga proses pengomposan dapat berlansung secara baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembuatan pupuk organik di Desa Jatimulya dapat menjadi alternatif penyedia pupuk bagi petani
Induksi Mutasi Menggunakan Kolkisin pada Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Tajuk Husain, Indriati; Surdaya, Tedy; Purnomo, Sutrisno Hadi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.13.1.1-7

Abstract

Teknik-teknik dalam bidang pemuliaan tanaman bawang merah dapat dilakukan untuk memperoleh atau memperbaiki karakter-karakter yang telah ada menjadi lebih baik dari sebelumnya. Salah satunya adalah dengan teknik induksi mutasi dengan mutagen kimia yaitu kolkisin. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap pertumbuhan, hasil, keragaman karakter dan memperoleh nilai Lethal Concentration 20-50% (LC20-50) dari bawang merah varietas Tajuk M1. Penelitian dilaksanakan bulan Juli-Oktober 2019 di Kelurahan Libuo Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan enam taraf konsentrasi larutan kolkisin (0, 0.1, 0.2, 0.3, 0.4 dan 0.5% (w/v) yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa larutan kolkisin konsentrasi 0-0.5% berpengaruh nyata pada jumlah anakan dan persentase benih tumbuh abnormal dan karakter warna daun bawang merah varietas Tajuk generasi mutan harapan M1, tapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering umbi. Hasil analisis CurveExpert 1.3, nilai lethal concentration (LC) larutan kolkisin pada umbi bawang ini dapat diper-oleh pada konsentrasi 0.33% (w/v) pada LC30. Kata kunci: abnormal, LC30, LC50, mutagen, mutan putatif
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Di Desa Wonggahu Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad; Purnomo, Sutrisno Hadi; Hippy, Mohammad Zubair; Ervandi, Mohamad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.6723

Abstract

Increasing the production of sweet corn plants to meet the food needs of the community faces quite big challenges, especially in terms of providing environmentally friendly fertilizer. This activity aims to provide training in making liquid organic fertilizer from cow urine for sweet corn fertilizer needs. The location for the activity is in Wonggahu Village, Paguyaman District, which has the potential for cultivating sweet corn because it has the carrying capacity of land and cattle farm waste as raw material for organic fertilizer. The method for making organic fertilizer uses the fermentation method using cattle urine as the raw material. Making liquid organic fertilizer is done by mixing all the ingredients evenly and putting them in a container. Ripening takes place in 7 days. Based on the results obtained, it can be concluded that making liquid organic fertilizer in Wonggahu village can be an alternative fertilizer provider for farmers.
Evaluasi Efektivitas Aplikasi Kompos Trichoderma reesei (Isolat TZ31DU1) Sebagai Agen Hayati dalam Menekan Serangan Penyakit Penting pada Tanaman Jagung Sainong, Darliawan Saprin; Iswati, Rida; Nurdin, Nurdin; Solihin, Angry Pratama; Purnomo, Sutrisno Hadi; Pulogu, Siska Irhamnawati
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2244

Abstract

Salah satu faktor rendahnya produktivitas jagung di Provinsi Gorontalo adalah serangan berbagai penyakit tanaman. Selama ini, pengendalian penyakit masih banyak bergantung pada penggunaan pestisida kimia, yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebagai upaya alternatif, pemanfaatan kompos Trichoderma reesei dapat digunakan sebagai agen pengendali hayati penyakit tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi kompos Trichoderma reesei terhadap jenis, kejadian, dan intensitas serangan penyakit pada tanaman jagung. Penelitian dilakukan melalui pengamatan visual gejala penyakit, identifikasi mikroskopis patogen, serta analisis kejadian dan intensitas penyakit selama 12 minggu setelah tanam (MST). Empat jenis penyakit di pertanaman jagung yaitu karat daun (Puccinia sorghi), bulai (Peronosclerospora maydis), hawar daun (Helminthosporium maydis), dan bercak daun (Curvularia sp.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kompos Trichoderma reesei isolat TZ31DU1 secara konsisten mampu menekan kejadian dan intensitas keempat penyakit tersebut dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Tidak ditemukan gejala karat daun pada perlakuan TZ31DU1, sedangkan intensitas tertinggi bercak daun pada kontrol mencapai 63,33% dan hanya 46,66% pada TZ31DU1. Hal ini menunjukkan efektivitas kompos Trichoderma reesei dalam menghambat perkembangan patogen. Temuan ini menegaskan bahwa kompos Trichoderma reesei memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati dalam sistem budidaya jagung ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sustainable entrepreneurial intention among livestock farmers: The role of green entrepreneurial mindset, green entrepreneurial self-efficacy, and environmental awareness Sari, Ayu Intan; Saputro, Ida Nugroho; Purnomo, Sutrisno Hadi; Rahayu, Endang Tri; Emawati, Shanti
Buletin Peternakan Vol 49, No 4 (2025): BULETIN PETERNAKAN VOL. 49 (4) November 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v49i4.109453

Abstract

Sustainable entrepreneurship plays an important role in driving economic growth while addressing environmental and social challenges as part of efforts to realize sustainable development. Sustainable entrepreneurs are motivated by their intention to solve sustainability issues through an entrepreneurial approach. In this context, this study aims to explore the role of green entrepreneurial mindset, green entrepreneurial self-efficacy, and environmental awareness on the cultivation of sustainable entrepreneurial intention among livestock farmers. This study uses a quantitative approach with a survey method of 280 young entrepreneurial respondents in the livestock sector who are interested in sustainable entrepreneurship. Data were collected using a closed questionnaire with a 5-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the help of SmartPLS software. The study findings reveal that a green entrepreneurial mindset has a positive and significant direct and indirect effect on sustainable entrepreneurial intention through green entrepreneurial self-efficacy and environmental awareness. In addition, green entrepreneurial self-efficacy and environmental awareness have a positive and significant effect on sustainable entrepreneurial intention. This study makes an important contribution to understanding how green entrepreneurial mindset, green entrepreneurial self-efficacy, and environmental awareness can drive sustainable entrepreneurial intention in the livestock sector. In addition, the results of this study emphasize the need for an environmentally conscious entrepreneurial approach in managing livestock businesses.
Induction Of In Plantain (Musa acuminata L.) Using The Growth Regulators 2,4-Dichlorophenoxyacetic & BAP (Benzyl Amino Purin) Nur Fitriani, Defy; Indriati Husain; Sutrisno Hadi Purnomo
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 04 (2025): October - December, International Journal of Technology and Education Research
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i04.2608

Abstract

Plat propagation through is a method of prodycing new plants by growing unspecified clusters (callus) from small pieces of tissue (explants) such as Gapi banana flowers. This study seeks to determine the appropriate doses of 2,4-D and BAP for callus formation. The study was conducted from September to October 2025 at the Tissue Culture Laboratory of Gorontalo State University, using male Gapi banana flowers explants. The experiment used a randomized block design (RBD) involving two factors: 2,4-D (2ppm) and BAP (5, 10, 15 ppm). The percentage of live explants (%) was observed weekly for 30 days. Final observation included browning, The results showed that the addition of 2,4-D and BAP to the medium greatly affected the percentage of live explants. Without these substances, the explants turned brown. Fungal contamination was dominant at D0 (control) and D2 (2 ppm 2,4-D + 10 ppm BAP). The callus was white/cream to greenish in color, with a firm texture. The percentage of callus-forming explants (%) increased with the addition of BAP (5, 10 and 15ppm), significantly affecting callus formation.