Claim Missing Document
Check
Articles

Determinasi Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Hygiene terhadap Gejala Infeksi Kulit pada Masyarakat Pesisir Terdampak Pasang Rob: Studi Kasus di Desa Teluk Papal, Bengkalis Linda Hariyani; Herniwanti Herniwanti; Yessi Harnani; Mitra Mitra; M. Kamali Zaman; Iswadi Iswadi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1434

Abstract

Latar Belakang: Sanitasi lingkungan yang tidak memadai dan perilaku higiene yang kurang baik dapat meningkatkan risiko kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir. Tujuan: Menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku higiene dengan kejadian infeksi kulit pada masyarakat pesisir Desa Teluk Papal, Kabupaten Bengkalis. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada 182 responden dari populasi 1.465 penduduk. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil: Sebanyak 65,9% responden mengalami infeksi kulit. Mayoritas responden memiliki sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat serta perilaku higiene yang kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa air bersih (p=0,001; POR=9,181), perilaku mandi (p=0,004; POR=6,789), dan riwayat penyakit (p=0,002; POR=3,926) berhubungan secara independen dengan kejadian infeksi kulit. Nilai Nagelkerke R² sebesar 50,6% menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan kejadian infeksi kulit. Kesimpulan: Air bersih, perilaku mandi, dan riwayat penyakit berhubungan secara signifikan dengan kejadian infeksi kulit. Air bersih merupakan faktor yang paling dominan terhadap kejadian infeksi kulit.
How Family Assistance Teams Support Maternal-Child Nutrition Behavior Change for Stunting Prevention: A Qualitative Comparative Case Study in Kampar Regency, Indonesia Mitra Mitra; Novita Rany; Ervira Dwiaprini As Syifa; Oktavia Dewi
Journal of Current Health Sciences Vol. 6 No. 2: 2026
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.2026139

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem with long-term impacts on child development and future productivity. The Family Assistance Team (FAT) plays a crucial role in community-based interventions by providing education and mentoring to at-risk families. This study aims to explore the role of FAT in supporting behavioral changes to prevent stunting in maternal and child nutrition. A qualitative case study approach was used. The primary informants, including FAT members and supporting informants, were the Head of the Community Health Center, nutritionists, the Head of Population Control, field coordinators for the Family Planning Program, and mothers of children under five years old. Purposive sampling was employed to select informants. Data were gathered through in-depth interviews, Focus Group discussions, and document review. Data validity was ensured through source and method triangulation. Thematic analysis was used to identify key findings. Five major themes emerged: (1) FAT’s role in health education and growth monitoring; (2) collaboration across programs; (3) risk factors for stunting; (4) challenges in mentoring; and (5) behavioral changes in mothers and children. FAT reported changes in mothers' behavior, particularly in toddler feeding patterns, which were supported through regular monitoring using WhatsApp messaging. However, program implementation still faces various obstacles, requiring capacity building for cadres, policy support, and cross-sector collaboration to ensure the sustainability of the stunting reduction program. Abstrak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak dan produktivitas di masa depan. Tim Pendampingan Keluarga (TPK) memainkan peran penting dalam intervensi berbasis masyarakat melalui pendidikan dan pendampingan keluarga berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TPK dalam mendukung perubahan perilaku terkait gizi ibu dan anak untuk mencegah stunting. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Informan utama yaitu TPK dan informan pendukung terdiri dari Kepala Puskesmas, ahli gizi, Kepala Pengendalian Penduduk, koordinator lapangan Program Keluarga Berencana, dan ibu balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Fokus Grup Diskusi, dan tinjauan dokumen. Validitas data melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi temuan kunci. Lima tema utama yaitu: (1) peran TPK dalam pendidikan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan; (2) kolaborasi lintas program; (3) faktor risiko stunting; (4) tantangan dalam pendampingan; dan (5) perubahan perilaku ibu dan anak.   TPK melaporkan adanya perubahan perilaku ibu, khususnya dalam pola makan balita, yang didukung melalui pemantauan rutin menggunakan media perpesanan WhatsApp. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan, sehingga diperlukan penguatan kapasitas kader, dukungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor guna menjamin keberlanjutan program penurunan stunting.
Analisis Situasi Dan Penyusunan Rencana Intervensi Program Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di Kabupaten Rokan Hulu: Studi Kualitatif: - Samsi Okmarizar; Mitra Mitra; Adkha Dartini
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.1163

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap kesehatan reproduksi, prestasi belajar, dan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah telah mengimplementasikan Program Pencegahan Anemia melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), edukasi gizi, skrining anemia, serta penguatan pencatatan dan pelaporan, namun pelaksanaannya di Kabupaten Rokan Hulu masih menunjukkan kesenjangan capaian antar puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis situasi pelaksanaan Program Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Kabupaten Rokan Hulu sebagai dasar penyusunan rencana intervensi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas pengelola program di Dinas Kesehatan, petugas gizi puskesmas, kepala puskesmas, guru UKS, dan remaja putri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan Problem Solving Cycle dengan validasi melalui triangulasi sumber, metode, dan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kepatuhan konsumsi TTD merupakan masalah prioritas yang dipengaruhi oleh belum optimalnya edukasi, pemantauan konsumsi TTD, koordinasi lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi program. Berdasarkan hasil analisis disusun rencana intervensi yang berfokus pada penguatan edukasi, peningkatan kepatuhan konsumsi TTD, penguatan koordinasi lintas sektor, dan optimalisasi monitoring program. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis situasi berbasis bukti dapat menjadi dasar penyusunan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan pelaksanaan Program Pencegahan Anemia pada remaja putri di Kabupaten Rokan Hulu.
Co-Authors Abdur Rahman Hamid Adkha Dartini Afni Handayani Agni Yuwanna Bhakti Agus Alamsyah Agus Alamsyah Ahmad Hanafi Aldiga R. Abidin Aldiga Rienarti Abidin Aldiga Rienarti Abidin Arman Arman Arnawilis Arnawilis Ary Setyaningsih Buchari Lapau Budi Hartono Budi Hartono chaliza bebby ewys Christine Vita Gloria Purba Christine Vita Gloria Purba Danil Sahputra Dedi Afandi Dedi Affandi Devis, Yesica Dhea Adellina Riyadi Dhea Adellina Riyadi Dince Safrina Elfian Elfian Erna Marni Ernawati Ernawati Ervira Dwiaprini As Syifa Ervira Dwiaprini As Syifa Fitri Ariani Hadian Ariayani Hafiko Andresni Hastuti Marllina Hendri heriyadi heriyadi Herlina Susmaneli Herniwanti Herniwanti Hery Widijanto Heryudarini Harahap Hetty Ismainar Igha Viorela Br Karo Sekali Ika Putri Damayanti, Ika Putri Ikhtiyaruddin Ilhamdsyah Harahap Indah Setia Ningsih Indah Indah Zuriati Ramadhani Intan Sari Irwan Muryanto Iswadi Iswadi Jansen Fernando Jasrida Jasrida Jasrida Yuita Juli Selvi juli selvi yanti Kamali Zaman Kamali Zaman Karjoso, Tri Krianto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Komala Sari Leonita, Emy Linda Hariyani Lita M. Kamali Zaman M.Kamali Zaman Maimun, Nur MARINI ARIESTA Marlina, Hastuti Mas’udatul Isnaini Matwimiyadi Matwimiyadi Maya Zulya Melda Syafitri Melly Susanti Meriwati Mahyudin Merry Syafitri Mishbahuddin Mishbahuddin Mita Puspitasari Muhammad Ade Setiawan Muhammadiyah Muhammadiyah Musfardi Rustam Novita Rani Novita rani Novita Rany Novita Yanti Novita Yanti Nurhapipa Nurlisis Nurlisis Nurlisis, Nurlisis Nurvi Susanti Nurwahidah Nurwahidah Nyimas Elsa Octa Aditia Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Oktavia Dewi Priwahyuni, Yuyun Priwahyuni Rahayu, Endang Purnawati Rahma Putry Rahmalisa, Uci Rani Khairunisa Rany, Novita Rany, Novita Reka Familia Renaldi, Reno Riri Maharani Romauli Lasniroha Rustam, Musfardi Said Mardani Salmiyenti yenti Samsi Okmarizar Santoso Santoso Siti Handam Dewi Siti Rukijah* Sri Desfita, Sri Suci Fanesa Febrilia Surya Mulya Fadli Syamsul Bahri Rivai TB Odih Rhomdani Wahid Tien Mastina Tin Gustina Tin Gustina Tin Gustina Tri Krianto Karjoso Tursini Tursini Wulan Puspita Ramadhani Yessi Harnani Yessi Harnani Yuanita Ayu Anugrahini Yuliani Putri Pratiwi Yunita, Jasrida Yuyun Priwahyuni Zahtamal Zahtamal Zainal Abidin Zainal Abidin Zulfan Saam Zulfan Sa’am Zulfayeni Zulfayeni