Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MODELING: Jurnal Program Studi PGMI

Pendidikan Islam dalam Perspektif Trimurti Pendiri Pesantren Gontor Kusuma Wardani, Ayu Pramudia; Ibrahim, Rustam
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2035

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam di satu sisi, lahir dari pengaruh modernisasi pemikiran Islam, termasuk didalamnya modernisasi bidang pendidikan. Di sisi lain, modernisasi ini dipengaruhi oleh model pendidikan yang dibawa oleh penjajah belanda. Pondok Modern Darussalam Gontor Lahir, tahun 1926 ditengah hangatnya pertemuan dua sistem pendidikan; sistem pendidikan modern barat dan sistem pendidikan modern Islam yang dimotori oleh gerakan modernis dan reformis muslim. Suasana ini tidak dapat dipungkiri ikut mewarnai pembukaan Gontor Baru.Pondok gontor baru dibangun di atas warisan nilai-nilai luhur pesantren yang diintegrasikan dengan sistem dan metode pendidikan modern. Idealisme, jiwa dan falsafah hidup pesantren tetap menjadi ruh pondok gontor.Tetapi penanaman itu dilakukan secara efektif dan efesien dengan menggunakan sistem dan metode pendidikan modern. Cara ini pada berikutnya dapat melahirkan dan mengembangkan etos–etos tertentu yang membuat anak didik menjadi lebih dinamis, kritis dan kreatif. Tulisan ini, mencoba menelaah konsep pendidikan modern yang digagas oleh pendiri pondok modern darussalam gontor, dalam cakupan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia pada saat itu.
Tradisi Nasi Ambeng sebagai Adat Mendoakan Leluhur dan Menjalin Silaturahmi di Masyarakat Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur Tsani, Luthfi Badrus; Ibrahim, Rustam; Syafi’i, Ahmad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 11 No 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2392

Abstract

The ruwahan tradition is the tradition of sending prayers to the ancestors independently each family and also together using an Ambengan which is carried out in the mosque. Ambengan is food as a symbol to send prayers and ask God for the safety of the ancestral spirits of the Sooko Ponorogo hamlet community. The people of Sooko Ponorogo Hamlet usually send prayers for a pilgrimage to the grave after the 15th of the month of Syaban. The ruwahan tradition is carried out to send prayers and remind people of their deceased ancestors. This ruwahan tradition has existed for a long time, therefore people now only preserve or continue the tradition. Along with time, the implementation of the ruwahan tradition experienced dynamics by summarizing the tradition. This makes it easier for people to carry out the tradition, but on the other hand there is a cut in the tradition that will reduce the richness of the pre-existing culture.
Pendidikan Islam dalam Perspektif Trimurti Pendiri Pesantren Gontor Kusuma Wardani, Ayu Pramudia; Ibrahim, Rustam
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i1.2035

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam di satu sisi, lahir dari pengaruh modernisasi pemikiran Islam, termasuk didalamnya modernisasi bidang pendidikan. Di sisi lain, modernisasi ini dipengaruhi oleh model pendidikan yang dibawa oleh penjajah belanda. Pondok Modern Darussalam Gontor Lahir, tahun 1926 ditengah hangatnya pertemuan dua sistem pendidikan; sistem pendidikan modern barat dan sistem pendidikan modern Islam yang dimotori oleh gerakan modernis dan reformis muslim. Suasana ini tidak dapat dipungkiri ikut mewarnai pembukaan Gontor Baru.Pondok gontor baru dibangun di atas warisan nilai-nilai luhur pesantren yang diintegrasikan dengan sistem dan metode pendidikan modern. Idealisme, jiwa dan falsafah hidup pesantren tetap menjadi ruh pondok gontor.Tetapi penanaman itu dilakukan secara efektif dan efesien dengan menggunakan sistem dan metode pendidikan modern. Cara ini pada berikutnya dapat melahirkan dan mengembangkan etos–etos tertentu yang membuat anak didik menjadi lebih dinamis, kritis dan kreatif. Tulisan ini, mencoba menelaah konsep pendidikan modern yang digagas oleh pendiri pondok modern darussalam gontor, dalam cakupan pembaruan pendidikan Islam di Indonesia pada saat itu.
Tradisi Nasi Ambeng sebagai Adat Mendoakan Leluhur dan Menjalin Silaturahmi di Masyarakat Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur Tsani, Luthfi Badrus; Ibrahim, Rustam; Syafi’i, Ahmad
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 11 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v11i2.2392

Abstract

The ruwahan tradition is the tradition of sending prayers to the ancestors independently each family and also together using an Ambengan which is carried out in the mosque. Ambengan is food as a symbol to send prayers and ask God for the safety of the ancestral spirits of the Sooko Ponorogo hamlet community. The people of Sooko Ponorogo Hamlet usually send prayers for a pilgrimage to the grave after the 15th of the month of Syaban. The ruwahan tradition is carried out to send prayers and remind people of their deceased ancestors. This ruwahan tradition has existed for a long time, therefore people now only preserve or continue the tradition. Along with time, the implementation of the ruwahan tradition experienced dynamics by summarizing the tradition. This makes it easier for people to carry out the tradition, but on the other hand there is a cut in the tradition that will reduce the richness of the pre-existing culture.