Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Partisipasin Perempuan dalam Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat dengan Kontribusinya terhadap Pendapatan Rumah Tangga Hamid, Anggoro Wakhid Subkhan; Sumarti, Titik; Indriana, Hana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.235-248

Abstract

IDG Indonesia is at 70,68 in 2014. In terms of income contribution, women share just 35,64 percent than men 64,36 percent. Rural tourism program giving opportunities to women as a business actor. Women as business actors can contribute to household income. The purpose of this research is to: 1) identify internal and external factors of women participation as business actors in rural tourism; 2) identify the level of women participation as business actor in rural tourism; 3) analyze relation women participation as business actors in rural tourism with its contribution to household income on Kandri Rural Tourism. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The result showed that age, the level of education, length of business actors, and external factors have a correlation with women participation as business actors in rural tourism. The level of women participation as business actors classified in the high. Rank Spearman correlation test shows that there is a significant correlation between the level of women participation as business actors in rural tourism with its contribution to household income. It means, when women participation as business actors in rural tourism is high, its contribution to household income high too.Keywords: tourism, women as business actors, women empowermentABSTRAKPada tahun 2014 IDG Indonesia berada pada angka 70,68. Dalam hal sumbangan pendapatan, perempuan hanya 35,64 persen dibandingkan laki-laki 64,36 persen. Program desa wisata memberikan peluang untuk perempuan sebagai pelaku usaha. Perempuan sebagai pelaku usaha dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata; 2) mengidentifikasi tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata; 3) menganalisis hubungan partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata dengan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Wisata Kandri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan, lamanya usaha, tingkat pengaruh aktor penggerak partisipasi, akses perempuan pada desa wisata, sumber dana usaha, dan tingkat penerimaan budaya patriarki memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata. Tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha tergolong tinggi. Uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata dengan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat partisipasi perempuan sebagai pelaku usaha pada desa wisata maka semakin tinggi kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga.Kata Kunci: pariwisata, pemberdayaan perempuan, perempuan pelaku usaha
KONFLIK ETNIS DI PESISIR TELUK TOMINI: TINJAUAN SOSIO-EKOLOGI POLITIK Obie, Muhammad; Soetarto, Endriatmo; Sumarti, Titik; Saharuddin, Saharuddin
AL-TAHRIR Vol 14, No 2 (2014): Resolusi Konflik Berbasis Multikulturalisme dalam Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/al-tahrir.v14i2.75

Abstract

Conflicts have colored human history and occurred in various places. The ranges of conflict vary, from international, national to local scales. There can be economical, political, territorial and other sorts of conflict. One example of common type of the conflicts in Indonesia is local ethnic conflict between Indonesian local government and Bajo ethnic over marine territory at Tomini bay. This research aims not only to analyze this conflict at Tomini bay area but also to explore its causes, types, and resolution. The research uses critical theory and applies historical sociology and case study. The data is analyzed through qualitative method. The research shows that the ethnic conflict at Tomini bay was stimulated by the local government decision to give a license to a timber company and fishing industry at the bay. This policy has threatened Bajo’s social and economic systems at the bay and triggered authority, economy and knowledge conflicts. Intensive dialogues have been conducted to resolve the conflicts but have not yielded significant resolution. The best solution to terminate the conflict and give legal certainty over the use of the bay area is that the conflicting zones must be mapped justly and all interests are accommodated equally.
Analisis Tingkat Maturitas Implementasi Manajemen Risiko di IPB University Ryandi Simanjuntak; D S Priyarsono; Titik Sumarti
Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Manajemen dan Organisasi
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmo.v12i3.32779

Abstract

The implementation of risk management will not always achieve its goals. This problem can be caused by lack of consistency during the risk management implementation or it can not adapt to environmental changes. Therefore, an organization needs to measure the maturity level of the organization’s risk management implementation. This research aims to analyze the maturity level of risk management implementation at IPB University. The research was conducted at IPB University, and it was using primary and secondary data. Research shows that the characteristics that need to be measured, or the attributes that need to be measured, in measuring the maturity level of risk management implementation at IPB University are risk culture, risk management framework, risk management process and risk management documents. The attributes will have their indicators, parameters, and test factors. The result of the measuring of maturity level of risk management implementation at IPB University indicates that risk management at IPB University has been implemented systematically and the implementation has referred to the standard consistently and comprehensively. Risk management has begun to be integrated to organization governance and management. The risk management competence, leadership, and commitment are starting to expand through the organization but the positive attitudes in managing risk is still tend to be limited.
Kondisi Sosial Ekonomi dan Modal Sosial pada Berbagai Tingkat Partisipasi Peserta Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Kasus Posdaya Mandiri Terpadu, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor) Suhaeri Mukti; Titik Sumarti
Jurnal Penyuluhan Vol. 9 No. 2 (2013): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/penyuluhan.v9i2.9905

Abstract

The purpose of this study are analyze the influence of socio-economic conditions and social capital on the level of program’sparticipation. The correlation level between of program’s participation are access to welfare benefits and economic benefits of thePosdaya Integrated Self. The research was conducted in the village of Cikarawang, District Dramaga. This study uses quantitativeand qualitative approaches. The results showed that the socio-economic conditions and social capital owned by the participantsrelated to the level of program participation program, and the level of participation in the program achieved the degree ofparticipation of tokenism Arnstein. Correlation test results demonstrate, there is a significant and strong correlation betweensocioeconomic conditions and social capital on the level of program participation. Other results show that the participationrate also has a significant and strong correlation with access to welfare benefits and economic benefits received by programparticipants.Keywords: Access to Welfare and Economic, Participation,Social Capital, Socio-Economic Condition
Analisis Program Pemberdayaan Ekonomi Rumah Tangga Miskin Ahmad Alam; Titik Sumarti
Jurnal Penyuluhan Vol. 5 No. 2 (2009): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.051 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v5i2.11412

Abstract

Kemisikinan merupakan masalah yang umum terjadi di Indonesia terutama setelah krisis pada tahun 1997-1999. Salah satu organisasi yang pedulu dengan masalah ini dan ingin mengurangi tingkat kemiskinan adalah Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid (DPU DT) Bogor, dengan program yang bernama Mikrofinance Berbasis Masyarakat (Misykat). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realisasi dalam implementasi prinsip pemberdayaan dan program Misykat dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat rumah tangga miskin di Kampung Loji, Kelurahan Loji, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yakni teknik survei dan didukung dengan data kualitatif daro responden terpilih. Pertama, responden pada penelitian ini berjumlah 26 responden dan merupakan perempuan. Kedua, penelitian ini juga menggunakan data dari DPU DT dan Kelurahan Loji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Misykat telah diimplementasikan dengan menerapkan prinsip pemberdayaaan seperti dialog, penemuan(invensi) dan pembangunan. Tingkat pemberdayaan ekonomi dari partisipan tinggi.Kata kunci: Kemiskinan, Misykat, pemberdayaan ekonomi masyarakat rumah tangga miskin
Strategi Pemberdayaan Petani Muda Kopi Wirausaha di Kabupaten Simalungun Titik Sumarti; Rokhani Rokhani; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Penyuluhan Vol. 13 No. 1 (2017): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluh Pertanian Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.048 KB) | DOI: 10.25015/penyuluhan.v13i1.15165

Abstract

Kopi arabika merupakan produk global, dan kopi arabika Simalungun mampu bersaing di dunia internasional. Keberlanjutan usaha kopi arabika tergantung pada petani muda wirausaha. Petani muda sebagai aset bangsa perlu mendapat perhatian agar usahanya mampu bersaing di era global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis data primer. Teknik pengumpulan data adalah FGD sebanyak 2 kali masing-masing diikuti 15 orang petani muda kopi dan wawancara mendalam dengan teknik snow ball terhadap 11 orang petani muda kopi. Subyek penelitian adalah petani muda kopi yang terlibat dalam usaha kopi. Hasil penelitian menunjukkan: strategi pemberdayaan petani muda kopi wirausaha memerlukan dua komponen, yaitu faktor penggerak dan pelancar. Faktor penggerak meliputi: perubahan sistem ekonomi non pasar menjadi pasar, perubahan sistem patron klien menjadi pasar; membuka akses alat pengolahan kopi, membentuk citra petani muda sebagai agen yang aktif dan kritis, menempatkan petani muda kopi sebagai subyek yang dinamis dalam membangun karakter kepemimpinan dan kewirausahaan. Faktor pelancar meliputi: membangun kolektifitas, mengorganisir petani muda kopi dengan memperkuat modal sosial, melindungi basis sumberdaya air dan lahan dengan menerapkan good agricultural practices (GAP), diversifikasi mata pencaharian, membuka akses pasar, penyuluhan dan pendampingan usaha kopi berbasis informasi dan teknologi. Dalam era pasar bebas (MEA), diperlukan reposisi petani muda kopi dari petani produsen menjadi petani pemasok.
Analisis Efektivitas Program Pemberdayaan Anak Jalanan di Rumah Singgah Tabayun Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Dian Permata Sari; Titik Sumarti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.29-42

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between the characteristics of the participants to effectiveness rate of street children empowerment and to analyze the correlation between the effectiveness of behavior change program with street children. This research was conducted in Cibinong, Bogor using a quantitative approach through survey method of 30 respondents from participants in Tabayun Shelter program. This research also supported by qualitative data with in-depth interviews, field observation, and document tracking. Quantitative data analysis was performed using Rank Spearman and Chi-Square correlation test. The results of this study indicate that the program participant characteristics such as age, type of job, working hours have relation with the level of program effectiveness. Test results showed that there are correlations between the levels of program effectiveness with program participants' behavior changes in the level of knowledge. This research also shows that program effectiveness in Shelter Tabayun still low.Keywords: effectiveness, characteristics, behavior changes---------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik peserta dengan tingkat efektivitas program pemberdayaan anak jalanan dan menganalisis hubungan tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku anak jalanan. Penelitian ini dilakukan di Cibinong, Kabupaten Bogor dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 30 responden peserta program di Rumah Singgah Tabayun. Penelitian ini juga didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi lapang, dan penelusuran dokumen. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik peserta program seperti usia, jenis pekerjaan, dan jam kerja memiliki hubungan dengan tingkat efektivitas program. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku peserta program di tingkat perubahan pengetahuan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program di Rumah Singgah Tabayun masih rendah.Kata Kunci: efektivitas, karakteristik, perubahan perilaku
Analisis Gender dalam Usaha Ternak dan Hubungannya dengan Pendapatan Rumahtangga Peternak Sapi Perah Valenikha Fitri Nadhira; Titik Sumarti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.129-142

Abstract

KPPPA data in 2015 showed that the index of gender inequality in Indonesia is still relatively high compared to other ASEAN countries, about 0,5. In order to achieve development including the development of animal husbandry sector, the role of men and women and also gender equality should be understood by all stakeholders. However, it turns out the woman is not fully in control of the resources and benefits. The general purpose of this study is to analyze the level of gender equality in the dairy cattle business and to analyze the relationship between the level of gender equality in the dairy cattle business and income of dairy farmer’s household in Pangalengan. This research use simple random sampling technique, cross tabulation analysis and Rank Spearman statistical test. Research showed that there is still gender inequality at control over resources and benefits. Gender equality in household cattle business has a significant relationship with a household income of dairy farmers.Keywords: access, control, dairy cattle business----------------------ABSTRAKData KPPPA 2015 menunjukkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan Negara ASEAN lainnya, yaitu 0,5. Pada hakekatnya dalam mewujudkan pembangunan, termasuk pembangunan peternakan harus memahami kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Pada kenyataanya, perempuan tersebut tidak sepenuhnya memegang kontrol atas sumber daya dan manfaat.  Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kesetaraan gender dalam usaha ternak sapi perah dan menganalisis hubungan kesetaraan gender dalam usaha ternak dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah. Penelitian menggunakan teknik simple random sampling, analisis tabulasi silang dan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada ketidaksetaraan gender pada kontrol atas sumber daya dan manfaat. Kesetaraan gender  dalam rumah tangga usaha ternak memiliki hubungan yang signifikan dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah.Kata Kunci : akses, kontrol, usaha ternak sapi perah
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Fahmi Taufiqurrahman; Titik Sumarti; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.539-550

Abstract

World Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia’s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women’s economic empowerment becomes important in order to strengthen women’s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women’s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men’s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men’s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men’s participation with the level of men’s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men’s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have a business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men’s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men’s participation at medium level (tokenism), (3) there isn’t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men’s participation, (4) the level of women’s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men’s participation with the level of women’s economic empowerment.Keywords: Gender, participation, women’s empowerment ABSTRAK Survei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Fahmi Taufiqurrahman; Titik Sumarti; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.29-42

Abstract

ABSTRACTWorld Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia’s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women’s economic empowerment becomes important in order to strengthen women’s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women’s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men’s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men’s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men’s participation with the level of men’s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men’s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men’s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men’s participation at medium level (tokenism), (3) there isn’t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men’s participation, (4) the level of women’s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men’s participation with the level of women’s economic empowerment.Keywords : Gender, participation, women’s empowerment---------------------------- ABSTRAKSurvei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Co-Authors ., Rokhani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Malik Adawiyah, Sa'diyah El Adistika, Exciyona Ahmad Alam Ahmad Taqi Rayhan Aida Vitayala Aida Vitayala Hubeis Aida Vitayala S. Hubbeis Aida Vitayala S. Hubeis Alfiasari Ambarwati Dwi Astuti Ningrum Anggoro Wakhid Subkhan Hamid Anggriani Syarif, Selvy Arif Satria Armelia Agustina Arya Hadi Dharmawan Asri Sulistiawati Borni Kurniawan, Kharis Fadlan D S Priyarsono Debbie Luciani Prastiwi Dedy Irawan Dhevi Pradipta, Novitha Syari Dian Permata Sari Dian Permata Sari Didin S. Damanhuri Djoko Susanto DWI HASTUTI Dwi Hastuti Edi Puspito Ekawati Sri Wahyuni Eko Wahyono Endriatmo Soetarto Ety Riyani Fahmi Taufiqurrahman Falatehan, Sriwulan Ferindian Feliatra Hamid, Anggoro Wakhid Subkhan Hana Indriana Hardinsyah Haryono Haryono Hilmawan, Arif Iin Sulis Setyowati Ikeu Tanziha Indiati, Laksmi Irni Rahmayani Johan Ivanovich Agusta Iwan Nurhadi Laksmi Indiati Lala M Kolopaking Mahmudi Siwi, Mahmudi Maihasni M Maksum, Mohammad Maliati, Nulwita Melly Amalia Muhammad Obie Muhartono, Rizky Mukhtar Mukhtar Mutmainna . Ningrum, Ambarwati Dwi Astuti Novitha Syari Dhevi Pradipta Nurismawan, Fajar Imani Nurmala Katrina Pandjaitan Okka, Oktavianus Pudji Muljono Rahmawati . Retna Mutiar, Indria Rilus Kinseng Rina Mardiana Riyani, Ety Rokhani Rokhani Ryandi Simanjuntak S Damanhuri, Didin S.M.P. Tjondronegoro Saharuddin Simanjuntak, Asnika Putri Sinta Oktavi Siti Masithoh Siti Nurul Qoriah Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Sonny Koeshendrajana Suhaeri Mukti Sumardjo Taufiqurrahman, Fahmi Taufiqurrahman, Fahmi TRI PRANADJI Valenikha Fitri Nadhira Valenikha Fitri Nadhira, Valenikha Fitri Wati, Elva Wulandari w Youwikijaya, Siti Erwina Yunindyawati Yunindyawati Zahri Nasution