Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk-Bentuk Perubahan Pertukaran dalam Perkawinan Bajapuik M, Maihasni; Sumarti, Titik; Sri Wahyuni, Ekawati
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 2 (2010): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.077 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i2.5848

Abstract

The objective of this paper to identified and analysis of types that use in bajapuik marriage as a basic of exchange and factors that its influence. The reseach is a qualitative aproach with using multi method approaches in order to explain the phenomena proposed.The result of the study showed that types exchange in bajapuik marriage involved; 1) uang jemputan; 2) uang hilang; 3) uang selo; 4) uang tungkatan. All of types that are exchenged in bajapuik marriage in this moment. In general, the types emerge are caused effect economy and spesific education and inhabitant mobility. 
Dimensi Kepentingan dalam Pengembangan Kelembagaan Ketahanan Pangan Lokal : Studi Kasus Program Aksi Mandiri Pangan di Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah Masithoh, Siti; Sumarti, Titik; Pranadji, Tri
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 2 (2009): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.59 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i2.5863

Abstract

The issues of food security and poverty are basically two important points that have a strong relation to rural community development. A study was conducted to understand more on the depth of the relation between food security and local initiatives development. The aim of this research is to figure out how small peasant households build their institutions as they react to fulfill food security needs. The study is also to understand what type of intervention programs have been developed by the government and community, especially those concentrating in rural food-security. The study also seeks to find the answer of how deep had the peasants’ interest and initiatives been considered to be important part of food-security development program. Las but not least it was devoted to identify the current state of food-security situation of peasant’s household in rural areas. The research was carried out in Jambakan Village, Bayat Sub-district of Central Java Province. The method used in this study was community study (through survey and qualitative approaches and case study). The results of the study are: the implementation of food self reliant village program run by the government was not quite successful to accomplish due to governance problematic at local level. Some key factors explaining the relationship between the successfulness of the program and food security’s achievements are technical assistance, community organizers, trust, and leadership
Analisis Gender dalam Program Desa Mandiri Pangan (Studi Kasus: Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Klaten-Jawa Tengah) Nurul Qoriah, Siti; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 2 (2008): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.237 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v2i2.5884

Abstract

Kebijakan di bidang ketahanan pangan dan gizi merupakan bagian integral dari kebijakan pembangunan nasional. Oleh karena itu strategi dalam membangun sistem ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas saja, tetapi juga pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan mereka secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan adalah dengan melaksanakan Program Desa Mandiri Pangan mulai tahun 2006 di daerah yang dinyatakan daerah rawan pangan. Dalam implementasinya, setiap kebijakan yang dilakukan setiap instansi seyogyanya harus memperhatikan hubungan antara laki-laki dan perempuan, yang sesuai dengan INPRES No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana Program Desa Mandiri Pangan telah responsif gender. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Program Desa Mandiri Pangan cenderung belum responsif gender. Hal ini karena masih terjadi ketimpangan gender baik di tingkat rumah tangga maupun dalam kelompok afinitas. Bentuk ketidakadilan gender yang terjadi adalah beban kerja, stereotipe dan subordinasi pada perempuan. Ketimpangan gender tersebut terjadi akibat hegemoni patriarki. Faktor elit desa juga bepengaruh terhadap pelaksanaan program.
Sosiologi Kepentingan (Interest) dalam Tindakan Ekonomi Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 2 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.183 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i2.5925

Abstract

Sosiologi ekonomi adalah wilayah kajian baru dalam sosiologi yang berusaha mendekatkan ilmu ekonomi dan sosiologi. Sebagai bidang studi baru dalam sosiologi, disiplin ini berupaya untuk terus mengembangkan telaah-telaah baru. Salah satu isyu penting yang menjadi perhatian pemerhati sosiologi ekonomi adalah interest (kepentingan), yang dianggap sebagai konsep penting penggerak tindakan atau perilaku seseorang actor dalam tradisi sosiologi weberian. Tulisan ini mencoba mengkaji isyu/konsep kepentingan serta implikasi sosiologisnya dalam perilaku ekonomi kontemporer.Katakunci: Kepentingan (interest), sosiologi ekonomi, tindakan ekonomi, weberian
Kemiskinan Petani dan Strategi Nafkah Ganda Rumahtangga Pedesaan Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 2 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.878 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i2.5930

Abstract

Tinjauan atas fenomena kemiskinan di sektor perkebunan memasuki dimensi baru, sejak adanya krisis ekonomi yang ikut sedikit banyak mempengaruhi sektor ini. Wilayah kajian baru tersebut adalah pola penyesuaian nafkah petani perkebunan skala kecil (plasma) dalam menyiasati krisis ekonomi. Dengan mengkaji dua kasus di Provinsi Riau, diperoleh gambaran strategi adaptasi nafkah yang menarik. Sudi ini menyimpulkan bahwa strategi nafkah ganda menjadi perilaku atau tindakan ekonomi yang menonjol digunakan oleh petani perkebunan miskin di kedua daerah penelitian. Strategi adaptasi nafkah yang diimplementasikan biasanya tetap disesuaikan pada konteks sosio-budaya lokal.
Bussiness and Job Opportunities Due to The Presence of Tourist in Tugu Community Amalia, Melly; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 2 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.907 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v2i2.9417

Abstract

Kehadiran wisatawan Arab di Tugu adalah untuk mengisi waktu luang mereka. Tanpa disadari, kehadiran wisatawan Arab dalam masyarakat Tugu memiliki dampak pada peluang bisnis dan peluang kerja di masyarakat pedesaan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penelitian, seperti 1) bagaimana kehadiran wisatawan Arab di Tugu Desa, 2) apa perubahan dalam aktivitas mata pencaharian ke commnity Tugu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peluang bisnis dan peluang kerja di masyarakat pedesaan, karena kehadiran turis Arab, seiring dengan perkembangan industri pariwisata. Responden terdiri dari aparat desa, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat Tugu. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Lokasi penelitian di Desa Tugu Cisarua sub, Kabupaten Bogor - Jawa Barat. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Pada akhirnya, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran Arab Tourist memberikan peluang usaha dan lapangan kerja, mengakibatkan perubahan tingkat ekonomi di masyarakat. Kata kunci: dampak ekonomi, peluang bisnis, peluang kerja, wisata
Relationship Between The Principles Implementation Level of Community Development with The Success of CSR Programs PT Pertamina ., Mutmainna; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 2 No. 3 (2014): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.704 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v2i3.9424

Abstract

Penerapan (CSR) merupakan suatu keharusan bagi perusahaan sebagai ungkapan kepeduliannya terhadap kehidupan sosial dan lingkungan atas pencapaian keuntungan ekonomi. Salah satu bentuk penerapan CSR adalah pemberdayaan ekonomi lokal. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat dengan keberhasilan program CSR PT Pertamina. Penerapan prinsip tingkat pengembangan masyarakat diperhitungkan melalui indikator kesesuaian program dengan kebutuhan peserta, bimbingan program dan partisipasi dalam program pengembangan ekonomi lokal. Indikator pencapaian Penerapan prinsip pengembangan masyarakat dalam program pemberdayaan ekonomi lokal, dilihat dari: tingkat partisipasi peserta dalam KUB, tingkat pendapatan peserta program dalam setahun dan tingkat keragaman nafkah peserta program. Penelitian dilakukan di Desa Balongan dan Majakerta, Indramayu menggunakan metode survey dengan 60 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat berada pada tingkat medium; (2) tingkat partisipasi non peserta dalam KUB masih rendah; tingkat pendapatan individu berada pada tingkat pendapatan rendah dan menengah; keberagaman tingkat pendapatan masih tinggi; (3) tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat berhubungan positif dengan tingkat partisipasi di KUB; berhubungan negatif dengan tingkat pendapatan individu; berhubungan negatif dengan keragaman tingkat pendapatan peserta program. Kata kunci: CSR, tingkat penerapan prinsip pengembangan masyarakat, tingkat keberhasilan program CSR, tingkat partisipasi
Process of Minang’s Women Migration in Jakarta Oktavi, Sinta; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 3 No. 1 (2015): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.255 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v3i1.9433

Abstract

T h e p u rpo ses o f th is  s tu d y we re  to  a n a lyze th e m ig ra tio n  p ro cess  o f M in a n g ’s wo m en .  T h e  stu d y sh o w th a t (1 ) sin ce 1 9 80  M ina ng ’s wo m en  ten d  to  m igra te in  d irect wa y to  th e d est in a tio n  a rea  wh i ch  th ey h a ve  ch o o se a nd  in  th e ca se o f M in an g ’s wo m en  in  Ja ka rta  it’s m ea n  th a t th ey wen t to  Ja ka rt a  d irectly,  wh il e  transit trend in the other destination area  seldom practiced. The trend of direct migration pattern to Jakarta also supported by the improvement of the transportations facilities. Along with it, women migration flo w  b e co m es m o re o p en  sin ce  th e M in a n g ’s wo m en  m ig ra tio n  wa s ch a in  m ig ra tio n  ba sed o n  kin sh ip  wh o  have migrate first (2)Although Minang women migrant have stay in destination area for 5 (five) years or more,  they keep coming back to their origin area even once in a while.   K ey wo rd s: M in a n g ’s wo m en  m ig ra n ts,  pa tter n  an d  flo w o f m ig ra tion
Participation in Economic Empowerment CSR Programme by PT Arutmin Indonesia ., Rahmawati; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 5 No. 3 (2011): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.132 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v5i3.9696

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada Tingkat Partisipasi Peserta Program CSR Ekonomi Pemberdayaan. Partisipasi merupakan salah satu aspek yang paling penting yang dapat mendukung keberhasilan program pengembangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis tingkat kemauan, kemampuan, dan kesempatan dari peserta pada program pemberdayaan ekonomi; 2) menganalisis tingkat partisipasi dari peserta pada program pemberdayaan ekonomi; 3) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi dan tingkat kemampuan, dan kesempatan dari peserta pada program pemberdayaan ekonomi; 4) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi dan tingkat kemampuan ekonomi dari peserta pada program pemberdayaan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden adalah peserta pada ekonomi program CSR pemberdayaan total responden adalah 60 orang. Responden dipilih secara purposive sampling. Pengolahan data kuantitatif menggunakan Crosstab dan Rank Spearman Uji Korelasi. Berdasarkan hasil analisis Crosstab dapat disimpulkan bahwa, pada program DPEM, tidak ada korelasi antara tingkat kemauan dan tingkat partisipasi, tapi ada hubungan antara tingkat kemampuan dan tingkat kesempatan dengan tingkat partisipasi, dan ada korelasi antara tingkat partisipasi dan tingkat kemampuan ekonomi. Pada program PPEM, tidak ada korelasi antara tingkat kemampuan dan tingkat partisipasi, ada korelasi antara tingkat kemauan dan kesempatan dengan tingkat partisipasi, dan tidak ada hubungan antara tingkat partisipasi dan tingkat kemampuan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian, ada saran untuk Masyarakat Departemen, LPPM, dan Dompet Dhuafa Republika: mengadakan pelatihan pengembangan usaha bagi peserta pada program DPEM, pengetahuan semakin meningkat dan keterampilan peserta pada program PPEM, memperbaiki pola LPPM bantuan kepada peserta pada Program DPEM, memperkenalkan Program DPEM kepada masyarakat melalui sosialisasi langsung, meningkatkan partisipasi peserta pada program DPEM melalui peningkatan komunikasi dua arah antara perusahaan atau LPPM dengan peserta. Kata kunci: pemberdayaan ekonomi program CSR, partisipasi, dan kemampuan ekonomi
Collectivity Dilemma of Coffee Farmers: Perspective from Weberian Sociology (Case of Nagori Sait Buttu Saribu, Pamatang Sidamanik District, Simalungun Regency, North Sumatera) ., Rokhani; Sumarti, Titik
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 1 (2016): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.686 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i1.14400

Abstract

ABSTRACTThe aims of this study was to analyze the process of the emergence of collectivity dilemma and efforts to overcome and to analyze the characteristics of farmer groups to facilitate collective action to face the export market. Collective actions with regard to the moral and cultural values are in contrast to rational actions based on individual choices. Collective action is interpreted as a voluntary action taken by the group to achieve a common goal. The discussion of the collective actions is closely related to social capital. Social capital is the factor which seriously becomes the cause and result of collective action. The linkage of the theory of collective action and social capital is the elements of social capital (trust, networks and institutions) which become the frame as well as requirements for collective action. This research is a life history study. Some studies showed that the dilemma arises when individual interests are more dominant than the interests of the group. Dilemma collectivity can be tamed by the trust between individuals in the farmer groups. Collective action in the form of the institution of farmers groups can support farmers to meet the strick requirements required by the export market. Characteristics of farmer groups which can be use to facilitate the collective actions are small number of members, the group is formed on neighborhood ties, head of the group is a farmer as well as a trader and there are some incentives to individuals that involved actively in the group.Keywords: collective action, moral, culture, social capital, export markets, dilemma collectivityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis proses munculnya dilemma kolektivitas dan upaya mengatasinya dalam kelembagaan kelompok tani serta menganalisis karakteristik kelompok tani untuk menfasilitasi tindakan kolektif dalam menghadapi pasar ekspor. Tindakan kolektif berkenaan dengan moral dan budaya, berbeda dengan tindakan rasional yang didasari oleh pilihan-pilihan individu. Tindakan kolektif dimaknai sebagai tindakan sukarela yang diambil oleh kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Pembahasan mengenai tindakan kolektif erat kaitannya dengan modal sosial. Modal sosial menjadi faktor yang menjadi penyebab dan hasil tindakan kolektif. Keterkaitan teori tindakan kolektif dan modal sosial adalah unsur-unsurmodal sosial (kepercayaan, jaringan dan institusi) yang menjadi kerangka sekaligus syarat bagi tindakan kolektif. Penelitian ini merupakan studi riwayat hidup.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dilemma kolektivitas petani muncul apabila kepentingan individu lebih dominan dibandingkan kepentingan kelompok. Dilema kolektivitas petani dapat “dijinakkan” dengan kepercayaaan antar individu yang tergabung dalam kelompok tani. Tindakan kolektif dalam bentuk kelembagaan kelompok tani dapat membantu petani untuk memenuhi persyaratan ketat yang diajukan oleh pasar ekspor. Karakteristik kelompok tani yang dapat menfasilitasi tindakan kolektif adalah: jumlah anggota kecil , kelompok dibentuk atas iktan ketetanggaan, ketua kelompo ksekaligus menjadi pedagang dan ada pemberian insentif pada individu yang tergabung dalam kelompok.Kata kunci: Tindakan kolektif, moral, budaya, modal sosial, pasar ekspor, dilemma kolektivitas
Co-Authors ., Rokhani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Malik Adawiyah, Sa'diyah El Adistika, Exciyona Ahmad Alam Ahmad Taqi Rayhan Aida Vitayala Aida Vitayala Hubeis Aida Vitayala S. Hubbeis Aida Vitayala S. Hubeis Alfiasari Ambarwati Dwi Astuti Ningrum Anggoro Wakhid Subkhan Hamid Anggriani Syarif, Selvy Arif Satria Armelia Agustina Arya Hadi Dharmawan Asri Sulistiawati Borni Kurniawan, Kharis Fadlan D S Priyarsono Debbie Luciani Prastiwi Dedy Irawan Dhevi Pradipta, Novitha Syari Dian Permata Sari Dian Permata Sari Didin S. Damanhuri Djoko Susanto DWI HASTUTI Dwi Hastuti Edi Puspito Ekawati Sri Wahyuni Eko Wahyono Endriatmo Soetarto Ety Riyani Fahmi Taufiqurrahman Falatehan, Sriwulan Ferindian Feliatra Hamid, Anggoro Wakhid Subkhan Hana Indriana Hardinsyah Haryono Haryono Hilmawan, Arif Iin Sulis Setyowati Ikeu Tanziha Indiati, Laksmi Irni Rahmayani Johan Ivanovich Agusta Iwan Nurhadi Laksmi Indiati Lala M Kolopaking Mahmudi Siwi, Mahmudi Maihasni M Maksum, Mohammad Maliati, Nulwita Melly Amalia Muhammad Obie Muhartono, Rizky Mukhtar Mukhtar Mutmainna . Ningrum, Ambarwati Dwi Astuti Novitha Syari Dhevi Pradipta Nurismawan, Fajar Imani Nurmala Katrina Pandjaitan Okka, Oktavianus Pudji Muljono Rahmawati . Retna Mutiar, Indria Rilus Kinseng Rina Mardiana Riyani, Ety Rokhani Rokhani Ryandi Simanjuntak S Damanhuri, Didin S.M.P. Tjondronegoro Saharuddin Simanjuntak, Asnika Putri Sinta Oktavi Siti Masithoh Siti Nurul Qoriah Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Sonny Koeshendrajana Suhaeri Mukti Sumardjo Taufiqurrahman, Fahmi Taufiqurrahman, Fahmi TRI PRANADJI Valenikha Fitri Nadhira Valenikha Fitri Nadhira, Valenikha Fitri Wati, Elva Wulandari w Youwikijaya, Siti Erwina Yunindyawati Yunindyawati Zahri Nasution