Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Logam Berat Nikel (Ni) dan Seng (Zn) di Sungai Musi Bagian Hilir, Sumatera Selatan Putri, Wike Ayu Eka; Purwiyanto, Anna Ida Sunaryo; Meiyerani, Jeni; Melki, Melki; Rozirwan, Rozirwan; Barus, Beta Susanto; Diansyah, Gusti; Haryati, Ani; Suteja, Yulianto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.29900

Abstract

Logam berat merupakan salah satu komponen bahan pencemar yang umum dijumpai di perairan. Informasi tentang logam berat Nikel (Ni) dan Seng (Zn) di air dan sedimen Sungai Musi bagian hilir masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Ni dan Zn pada air dan sedimen yang dipengaruhi aktivitas antropogenik di Sungai Musi bagian hilir. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Maret, September dan November di sepanjang Sungai Musi Bagian Hilir yang dibagi menjadi 3 zona penelitian atau 11 stasiun. Sampel air dan sedimen dianalisa merujuk pada metode USEPA 30050B dan dianalisa menggunakan AAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat dalam air berkisar berkisar antara 0,003-0,005 mg/L untuk logam Ni dan 0,002-0,017 mg/L untuk logam Zn. Adapun konsentrasi logam berat dalam sedimen ditemukan lebih tinggi yaitu 42,63-74 mg/Kg untuk logam Ni dan 10,33-20,56 mg/Kg untuk logam Zn. Secara keseluruhan konsentrasi logam berat Ni dan Zn dalam sampel air dan Zn dalam sedimen masih dibawah baku mutu, namun konsentrasi logam Ni dalam sampel sedimen telah melebihi baku mutu yang menjadi rujukan. Secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan konsentrasi logam Ni maupun Zn baik pada sampel air maupun sampel sedimen antar 3 zona pengamatan. 
Keterkaitan Jenis Sedimen dan Kandungan C-organik dengan Komunitas Makrozoobentos Epifauna di Tanjung Carat, Sumatera Selatan Isnaini, Isnaini; Aryawati, Riris; Sitorus, Natalia Clarisa; Melki, Melki; Prasetyo, Akhmad Tri; Rozirwan, Rozirwan; Nugroho, Redho Yoga
Indonesian Journal of Oceanography Vol 8, No 1 (2026): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v8i1.30012

Abstract

Tanjung Carat, Sumatera Selatan merupakan kawasan estuari yang mengalami penurunan luasan hutan mangrove akibat pembukaan lahan untuk pembangunan pelabuhan. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi karakteristik sedimen, khususnya kandungan C-organik yang berperan penting dalam mendukung kehidupan makrozoobentos. Kandungan bahan organik dalam sedimen merupakan sumber energi utama bagi makrozoobentos serta berperan dalam proses dekomposisi dan siklus nutrien. Kandungan C-organik yang optimal dapat meningkatkan produktivitas organisme bentik, namun kadar yang berlebihan berpotensi menimbulkan kondisi anaerob yang menghambat keberadaan fauna tertentu. Variasi kandungan C-organik dan jenis sedimen sangat memengaruhi kelimpahan, keanekaragaman, serta struktur komunitas makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis sedimen, kandungan C-organik sedimen, kelimpahan beserta struktur komunitas makrozoobentos epifauna, hingga hubungan karakteristik sedimen dengan kelimpahan makrozoobentos. Penelitian dilakukan di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin dengan tiga stasiun penelitian yang ditentukan secara purposive sampling. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan metode transek. Analisis C-organik dilakukan menggunakan spektrofotometri, sedangkan ukuran butir sedimen dianalisis menggunakan ayakan basah dan kering dan diklasifikasikan berdasarkan skala Wentworth dan segitiga Shepard. Hubungan antara karakteristik sedimen dan kelimpahan makrozoobentos dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis makrozoobentos dari tiga kelas, dengan kelimpahan 233–1733 ind/100 m². Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi, tanpa spesies dominan, serta hubungan positif antara kelimpahan makrozoobentos, kandungan C-organik, dan substrat lempung. 
Sosialisasi Pembudidayaan dan Pemasaran Kakao di Desa Tamalea, Kabupaten Mamuju Hamzar, Hamzar; Aulia Rusdi; Putri Aisya; Melki, Melki; Subhan, Subhan; Sunarto, Sunarto; Ahmed Absi; Abdurrahman Faris Indriya Himawan
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.545

Abstract

Sosialisasi pembudidayaan dan pemasaran kakao ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani kakao dalam pembudidayaan dan pemasaran kakao dan mengetahui respon warga terkait kegiatan ini, harapan dan saranya. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Tamalea, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh permintaan warga karena kurangnya kemampuan dalam pembudidayaan kakao seperti pencangkokan sambung batang, pencangkokan sambung pucuk, pemupukan, pembasmian jamur dan hama, pemangkasan dan pemasaran. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah populasi sekitar 487 dan jumlah sampelnya 11. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, pelatihan, wawancara dan dokumentasi dan teknik analis data menggunakan deskripsi, transkripsi, reduksi, presentasi, verifikasi dan kesimpulan. Teknik validasi data menggunakan triangulasi sumber. Metode kegiatan ini menggunakan teknik pelatihan (pemaparan materi, praktek dan tanya jawab) dan teknik wawancara. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga dalam pencangkokan sambung batang, pencangkokan sambung pucuk, pemupukan, penyemprotan fungisida dan insektisida, pemangkasan dan pemasaran. Dari semua materi yang ingin diketahui oleh peserta sudah terjawab setelah mengikuti pelatihan. Seluruh peserta suka kegiatan ini dan mereka berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan terus minimal sekali setahun oleh mahasiswa dan dosen berkerjasama dengan dinas pertanian dan dinas perkebunan. Mahasiswa dan dosen dari Universitas Muhammadiyah Mamuju berperan untuk mempertemukan warga dengan mengundang warga dan pemateri, pemeteri dari Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan Kabupaten Mamuju memberikan materi dan pendampingan lapangan. Selain itu, mereka juga menyarankan kepada pemerintah agar mereka diberikan bantuan pupuk dan peralatan pembudidayaan kakao dengan cepat.
DETEKSI eDNA UNTUK MENGUKUR KERAGAMAN GENETIK IKAN YANG TERDAFTAR DALAM IUCN RED LIST DI PERAIRAN MUARA MUSI DAN MUARA BANYUASIN Amelia, Valentin; Melki; Fauziyah; Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Apri, Rezi; Melki, Melki
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 1 (2026): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v9i1.7496

Abstract

Perairan muara berperan penting sebagai habitat berbagai organisme akuatik, termasuk ikan yang berstatus terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas parameter perairan serta struktur komunitas ikan berdasarkan IUCN Red List di Muara Sungai Musi dan Muara Sungai Banyuasin menggunakan pendekatan environmental DNA (eDNA). Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2025 dengan metode purposive sampling. Hasil pengukuran kualitas perairan menunjukkan nilai suhu 26,7 °C di Muara Sungai Musi dan 27,3 °C di Muara Sungai Banyuasin, salinitas 13,8 ppt dan 14,3 ppt, oksigen terlarut (DO) 5,4 mg/l dan 6,8 mg/l, serta pH 5,7 dan 5,8 yang menggambarkan karakteristik perairan muara. Analisis eDNA metabarcoding mendeteksi 8 spesies organisme akuatik di Muara Sungai Musi dan 22 spesies di Muara Sungai Banyuasin yang seluruhnya tercatat dalam IUCN Red List dengan status konservasi Least Concern, Near Threatened, Vulnerable, Endangered, dan Data Deficient. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) di Muara Sungai Musi sebesar 1.70 dan di Muara Sungai Banyuasin sebesar 1.61 menunjukkan keanekaragaman sedang. Indeks keseragaman (E) sebesar 0.82 di Muara Sungai Musi dan 0.52 di Muara Sungai Banyuasin serta indeks dominansi (C) sebesar 0.23 dan 0.27 menunjukkan tidak adanya dominasi spesies secara ekstrem.
Peningkatan Minat Siswa SMA Terhadap Drone di Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir Prasetyo, Akhmad Tri; Hartoni, Hartoni; Fauziyah, Fauziyah; Surbekti, Heron; Melki, Melki; Isnaini, Isnaini; Apri, Rezi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1120

Abstract

Pengembangan drone membuat teknologi ini semakin dikenali oleh Masyarakat. Pengenalan teknologi drone perlu dilakukan bagi siswa menengah atas yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan minat siswa terhadap teknologi drone melalui pengenalan drone dan penerapannya sektor pesisir laut. Pendekatan partisipatif–edukatif diterapkan melalui tiga tahapan, yaitu asesmen awal; sosialisasi materi; dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 29 siswa dari 3 SMA di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa yang signifikan mengenai jenis, fungsi, komponen, regulasi, hingga penerapan teknologi drone di sektor pesisir laut. Pengabdian ini telah memberikan pemahaman tersebut bagi 90% peserta pengabdian yang sebelumnya lebih dari 50% belum memahaminya. Pengabdian ini juga berhasil membangkitkan banyak minat siswa untuk mendalami teknologi drone melalui pelatihan professional, sebelumnya sebanyak 16 menjadi 24 siswa yang tertarik. Temuan ini menunjukkan bahwa pengenalan drone berbasis aplikasinya di pesisir laut termasuk efektif dalam meningkatkan minat siswa terhadap teknologi drone.
Zinc (Zn) Accumulation in Mantis Shrimp (Harpiosquilla raphidea) from Sungsang, Banyuasin Syekhan, Ryan; Putri, Wike Ayu Eka; Aryawati, Riris; Barus, Beta Susanto; Agustriani, Fitri; Melki, Melki
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11522

Abstract

The Sungsang area in the Musi River estuary is an important fishing ground that is potentially exposed to zinc (Zn) contamination due to intensive anthropogenic activities. This study aimed to analyze Zn accumulation in mantis shrimp (Harpiosquilla raphidea) and to evaluate its consumption safety. Samples were collected from local collectors and analyzed using flame atomic absorption spectrophotometry in accordance with SNI 2354-13:2014. The results showed that Zn concentrations ranged from 20.24 to 21.27 mg/kg, with an average of 20.70 mg/kg, remaining below the maximum permissible limit established by Dirjen POM (1989). Risk assessment based on estimated intake indicated that Zn exposure from mantis shrimp consumption is within safe limits for humans. Overall, these findings confirm that mantis shrimp from Sungsang are safe for consumption with respect to Zn contamination. This study provides scientific evidence for food safety assessment and underscores the need for continuous monitoring of heavy metal contamination to support sustainable coastal resource management.
Manganese (Mn) Accumulation in Jerbung Shrimp (Penaues merguensis) from the Sungsang Estuary, South Sumatra Liana, Anjar Puteri; Putri, Wike Ayu Eka; Melki, Melki; Barus, Beta Susanto; Fitri Agustriani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11628

Abstract

Estuaries are intermediate environments that are extremely susceptible to pollution, especially heavy metals like manganese (Mn). The goals of this research were to determine the amount of manganese in the consumable flesh of Jerbung shrimp (Penaeus merguiensis) taken from the Sungsang Estuary in Banyuasin Regency, South Sumatra, Indonesia, and to ascertain the safe intake levels for people. Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) was used to analyze the shrimp samples at a wavelength of 257. 61 nm. According to the findings, the average Mn content in shrimp muscle was somewhat higher than the limit set by the European Food Safety Authority (EFSA), falling between 3. 16 and 3. 21 mg/kg. Even if just shrimp are consumed, the projected consumption limits based on dietary intake calculations still suggest a comparatively low immediate health risk. However, the high Mn concentration indicates the effect of environmental pollution brought about by human actions in the Musi River estuary. These findings emphasize the significance of controlling pollution sources and carrying out routine environmental monitoring to ensure the safety of seafood and the sustainability of estuarine ecosystems.