Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK, TINGKAT PENGETAHUAN DAN STIGMA PADA PENDERITA HIV/AIDS Takur Lemunson Simorangkir; Sondang Ratnauli Sianturi; Sudibyo Supardi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.789

Abstract

Pemerintah memiliki target dalam percepatan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia yaitu Zero infeksi baru, zero orang meninggal dengan HIV/AIDS serta zero stigma dan diskriminasi. Stigma terhadap ODHA memiliki dampak yang besar bagi program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS termasuk kualitas hidup ODHA. Pengetahuan yang baik akan mengurangi stigma yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan stigma pada penderita HIV/AIDS di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah adalah penderita HIV/AIDS yang berjumlah 93 responden dengan teknik pengambilan sampling yaitu pusposive sampling. Hasil univariat yaitu usia 17-25 tahun sebesar 48,4% dan usia 26-36 tahun 51,6%, pendidikan tinggi 68,8% dan rendah 31,2%, bekerja 48,4% dan tidak bekerja 51,6%, tingkat pengetahuan kurang 66,7%, stigma berat 52,7%. Berdasarkan hasil bivariat diperoleh bahwa hubungan karakteristik dan tingkat pengetahuan yaitu usia dan tingkat pengetahuan dengan nilai p value 0,668, pekerjaan dan tingkat pengetahuan dengan nilai p value 1, pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan nilai p value 0,242  yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik dan tingkat pengetahuan. Hubungan tingkat pengetahuan dan stigma dengan nilai p value = 0,463 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan stigma.
Kelengkapan Dokumentasi Keperawatan Sebelum dan Sesudah Pelatihan Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit X Baturaja Kabupaten Oku Suyanti, Irmina; Purwarini, Justina; Supardi, Sudibyo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.27 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i1.1389

Abstract

Kelengkapan dokumentasi keperawatan merupakan indikator kinerja perawat dan menjadi cermin kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelengkapan dokumentasi keperawatan sebelum dan sesudah pelatihan metode praktek keperawatan profesional di ruang rawat inap rumah sakit. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan rancangan  one group pretest-postest/design. Penelitian dilakukan di RS X Baturaja Kabupaten OKU bulan April - Juli 2020 dengan jumlah sampel 47 perawat yang dilatih MPKP. Pengukuran kelengkapan dokumentasi dengan mengobservasi 47 dokumentasi keperawatan mengacu pada instrumen A Depkes. Analisis data menggunakan uji statistik non parametrik Wilcoxon dan Chi-square. Hasil penelitian; terdapat perbedaan kelengkapan dokumentasi (pengkajian, implementasi, evaluasi) keperawatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penerapan MPKP (P<0.05), terdapat perbedaan kelengkapan dokumentasi (diagnosa, perencanaan) keperawatan yang tidak signifikan sebelum dan sesudah penerapan MPKP (P>0.05), ada hubungan yang bermakna antara pendidikan D3 keperawatan dengan peningkatan pengkajian keperawatan dan antara pendidikan Ners sarjana keperawatan dengan peningkatan implementasi keperawatan (P<0.05). Pelatihan MPKP meningkatkan Kelengkapan; dokumentasi (pengkajian) keperawatan pada perawat dengan pendidikan D3 keperawatan lebih besar, dokumentasi (implementasi) keperawatan pada perawat dengan pendidikan Ners. Karakteristik responden (umur 27,6%; pendidikan 26,2%; masa kerja 24,0%; PO-Fit 20,5%) dalam meningkatkan kelengkapan dokumentasi pengkajian. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lebih lanjut dan Bidang Keperawatan membuat keseragaman dalam implementasi MPKP, mengadakan pelatihan proses keperawatan.
Pengaruh Zoominar Komunikasi Efektif Terhadap Peningkatan Pengetahuan Perawat dan Persepsi Pasien tentang Penerapan Edukasi Sesuai SNARS di RS X dan Y Kota Bekasi: The Effect of Effective Communication Zoominar on Increasing Knowledge of Nurses and Patients Perceptions of the Implementation of Education in Accordance with SNARS in X and Y Hospitals Bekasi City Fransisca Andayani; Tutiany; Sudibyo Supardi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.511 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i4.1783

Abstract

Komunikasi efektif menjadi dasar perawat memberikan edukasi pada pasien dan keluarga sehingga dapat berpartisipasi pada proses asuhan. Tujuan penelitian; menganalisis pengaruh zoominar komunikasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan perawat dan persepsi pasien terhadap penerapan edukasi sesuai SNARS di RS X dan Y Kota Bekasi. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan quasy experiment. Nonequivalent control group pre-posttest design sampel penelitian ini berjumlah 30 perawat dan 30 pasien masing-masing untuk kelompok intervesi dan kontrol. Intervensi berupa zoominar komunikasi efektif dan evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang penerapan komunikasi efektik untuk perawat dan kuesioner persepsi terhadap penerapan edukasi sesuai akreditasi untuk pasien. Hasil penelitian pengetahuan perawat tentang penerapan edukasi sesuai SNARS sesudah zoominar pada kelompok intervensi terjadi peningkatan 14,96 (49,8%) secara bermakna dengan nilai Pvalue 0,000 (p < 0,05) tetapi kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan (p value > 0.05). Pengaruh zoominar komunikasi efektif dan lama kerja perawat terhadap peningkatan pengetahuan perawat tentang penerapan edukasi sesuai SNARS secara statistik bermakna. Perawat yang mengikuti zoominar komunikasi efektif kemungkinan pengetahuannya naik 16 kali dibandingkan kontrol (p<0,05). Hubungan antara peningkatan pengetahuan perawat, pendidikan pasien dan persepsi pasien terhadap penerapan edukasi sesuai SNARS oleh perawat secara statistik bermakna (p< 0,05).
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, Tindakan Pengobatan dan Perawatan Klien Tuberkulosis Menggunakan Model Penguatan Kapasitas Pemuda: Increasing Knowledge, Attitudes, Actions on Treatment and Care of Tuberculosis Clients Using Youth Capacity Strengthening Models Lisum, Kristina; Agung Waluyo; Astuti Yuni Nursasi; Sudibyo Supardi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3608

Abstract

Latar belakang: Indonesia menduduki peringkat kedua kasus Tuberkulosis tertinggi di dunia, untuk itu dibutuhkan pelibatan peran serta anggota masyarakat, termasuk pemuda. Pemuda sering kali diabaikan untuk menjadi agen pembaharu dalam keluarga, karena dianggap memiliki gaya hidup berisiko terhadap masalah kesehatannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji model penguatan kapasitas pemuda terhadap pengetahuan, sikap, tindakan pengobatan dan perawatan klien Tuberkulosis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental. 104 responden penelitian adalah klien tuberculosis yang memiliki pemuda kontak serumah berusia 15 – 24 tahun. Penelitian dilakukan pada Februari - September 2022. Analisis dilakukan menggunakan uji regresi logistic Hasil: Pengaruh model penguatan kapasitas pemuda terhadap peningkatan pengetahuan yang dikontrol dengan variabel sumber informasi sebesar 2.83 kali; terhadap peningkatan sikap sebesar 71,4 kali setelah dikontrol oleh variabel sumber informasi, lama pengobatan dan skor pengetahuan klien. Walaupun pengaruh model penguatan kapasitas pemuda tidak signifikan terhadap perubahan tindakan secara langsung, namun perubahan tindakan pengobatan dan perawatan klien TBC paru setelah tiga bulan intervensi terjadi 3.13 kali lebih besar dibanding kelompok kontrol Kesimpulan: Model penguatan kapasitas pemuda secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap klien TBC paru; termasuk dalam tindakan pengobatan dan perawatan TBC paru. Perubahan tersebut membutuhkan waktu untuk beradaptasi dari pelaku model.