Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EFEKTIFITAS PELATIHAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN BAGI KETUA TIM TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI METRO HOSPITALS CIKUPA KABUPATEN TANGERANG Sirait, Jesman Jhonny; Tarigan, Emiliana; Supardi, Sudibyo
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 1 (2022): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v5i1.2306

Abstract

Leadership in nursing management will affect the quality of nurse services and patient satisfaction, seen from access, effectiveness, efficiency, safety and security, continuity of service, and service standards to patients. This study aims to identify the effectiveness of Leadership and Management training for team leaders on patient satisfaction, using a Pre-experiment two groups post test design at Metro Hospitals Cikupa on 11 June - 11 August 2021. The team leader trained as many as 20 nurses and 9 nurses in the control group. The impact of the training was assessed based on satisfaction with 393 hospitalized patients in both groups. Data collection tools are questionnaires and Chi-Square Test Data Analysis and Multivariate Logistic Regression Test. The results showed that the satisfaction of inpatients based on 5 dimensions (tangibles, empathy, reliability, responsiveness, assurance) the largest percentage of the intervention group was satisfied and the control group was the largest quite satisfied. The effect of training was statistically significant (p<0.05). Inpatients in the intervention group had 8.5 times higher probability of satisfaction than patients in the control group. Patient characteristics, namely age, education, occupation and class of care were significantly related to inpatient satisfaction (p<0.05). This study recommends ongoing leadership and management training for all team leaders in the hospital, continuous monitoring and evaluation of patient satisfaction.
THE EFFECT OF FLEXIBILITY EXERCISE ON FATIGUE SCORE AND BLOOD PRESSURE IN HEMODIALYSIS PATIENTS AT HOSPITAL X, SERANG DISTRICT Esterlise Nainggolan, Marischa Wanti; Widani, Ni Luh; Supardi, Sudibyo
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 13 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v13i1.9497

Abstract

Chronic kidney failure is becoming increasingly common and rising annually. Patients in stage five require hemodialysis or kidney transplantation due to the risk of blood pressure instability and fatigue. This study aimed to analyze the effect of flexibility exercise on reducing fatigue scores and blood pressure in hemodialysis patients at "X" Hospital, Serang Regency. A quasi-experimental pretest-posttest design was conducted from August to September 2024, involving 28 participants in the intervention group and 28 in the control group. The participants were selected using purposive sampling to ensure they met specific inclusion criteria relevant to the study. The intervention lasted for four weeks, utilizing the Fatigue Severity Scale (FSS) questionnaire and blood pressure measurements as research instruments. At baseline, most participants in both groups had severe fatigue (intervention: 85.7%; control: 92.9%) and hypertension (systolic: severe in 78.6% vs. 82.1%; diastolic: mild in 100% vs. 96.4%). Post-intervention, the exercise group showed significant reductions in fatigue (p=0.001) and systolic blood pressure (p=0.001), but not in diastolic blood pressure (p=0.599). The control group showeed no significant changes (fatigue: p=0.117; systolic: p=0.085; diastolic: p=0.225). Logistic regression indicated that flexibility exercise, occupation, and dialysis duration significantly influenced reductions in fatigue and systolic pressure (p<0.05), while gender and education did not (p>0.05). The intervention reduced fatigue by 71% (OR: 9.954; p=0.016) and systolic hypertension likelihood by 4-fold (p=0.003) compared to controls. The flexibility exercise intervention resulted in a 71% reduction in fatigue (OR = 9.954; p = 0.016) and significantly increased the likelihood of systolic blood pressure improvement by a factor of four compared to the control group (OR = 4.012; p = 0.003). Flexibility exercise is thus effective in reducing fatigue and blood pressure in hemodialysis patients. Further research is recommended to investigate external factors, such as social support, psychological conditions, and lifestyle influences to better understand the health outcomes of hemodialysis patients.
Korelasi Lama Pengobatan dan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti-Tuberkulosis Kinanti, Ambarini Desya; Lisum, Kristina; Supardi, Sudibyo
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i3.1166

Abstract

Latar belakang : Indonesia masih menjadi peringkat ketiga kasus TBC tertinggi di dunia, dan terdapat 8000 kasus TBC di kota Depok tahun 2019. Kasus TBC yang tinggi disebabkan karena kurangnya kepatuhan pasien TBC dalam meminum OAT. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan ialah lama pengobatan dan juga dukungan keluarga Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama pengobatan dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum OAT pasien TBC. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jatijajar dan Cilangkap Depok, sejak bulan April – Mei 2023. Teknik sampling menggunakan purposive dengan 61 responden yang berusia 15-54 years. Penelitian ini menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan MMAS-8 dan dianalisis dengan Chi Square. Hasil: Sejumlah 62,3% responden patuh terhadap pengobatan yang diberikan serta 87,5% responden mendapat dukungan keluarga dengan baik. Ada korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum OAT dengan nilai p adalah 0,000, akan tetapi tidak ada korelasi yang signifikan antara lama pengobatan dan kepatuhan minum OAT demgam nilai p sebesar 0,105. Kesimpulan: Dukungan keluarga memegang peranan penting selama fase pengobatan pasien TBC. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan dukungan yang diberikan keluarga selama pengobatan pasien, sehingga pengobatan bisa tuntas.  
PENGARUH PENYULUHAN DAN PEMBERIAN LEAFLET PADA IBU TERHADAP PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN PENYIMPANAN ANTIBIOTIK DI KELURAHAN BEJI DAN PANCORAN MAS KOTA DEPOK Zainuddin, Fuad; Andrajati, Retnosari; Supardi, Sudibyo
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i2.1455

Abstract

Swamedikasi antibiotik dapat meningkatkan terjadinya resistensi dan risiko penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya menyimpan antibiotik dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh penyuluhan dan pemberian leaflet pada ibu terhadap pengetahuan, persepsi dan penyimpanan antibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experiment non randomized pre post control group. Intervensi berupa penyuluhan dan pembagian leaflet pada ibu. Penelitian dilakukan di Kota Depok pada bulan Januari-Oktober 2014. Wilayah kerja kelurahan Pancoran Mas sebagai lokasi intervensi dan kelurahan Beji sebagai kontrol. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga usia 18-65 tahun. Jumlah subjek untuk kelompok intervensi 52 dan kontrol 52 ibu rumah tangga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan awal ibu didapatkan informasi sebesar 81,7% tidak tahu bahwa membeli antibiotik harus menggunakan resep, persepsi awal ibu didapatkan informasi sebesar 42,3 % menganggap antibiotik bukan obat keras dan sebesar 51% diketahui ibu menyimpan antibiotik dirumah. Perbedaan bermakna pengetahuan dan persepsi ibu pada kelompok penyuluhan dan pemberian leaflet lebih tinggi dibanding sebelum penyuluhan. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak bermakna (p>0,05). Penyuluhan dan pemberian leaflet memberikan pengaruh secara bermakna terhadap peningkatan pengetahuan dan persepsi. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, persepsi dan penyimpanan antibiotik ditunjukan dengan nilai p < 0,05.
Handover Training Using Proin Ho On Self-Efficacy and Nurse Satisfaction at Anna Hospital, Bekasi City Banjarsari, Dewi; VT Novita, Regina; Supardi, Sudibyo
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 7 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i7.296

Abstract

The quality of hospital services is focused on patient safety. The use of electronic technology in the form of health information improves patient safety through effective communication between health workers. A structured electronic handover process that can be used to support verbal handovers and reduce the risk of medication errors. This study aims to determine the effectiveness of the electronic Handover (Proin Ho) training program on nurses' self-efficacy and satisfaction. The research was conducted in June 2023. The research sample used a total sampling of 124 nurses with 62 respondents in each group. Quantitative Quasi Experimental research method with pre post with control group with criteria for nurses with PK level 2 and 3, following full training, willing to be respondents. The data collection tool is a questionnaire. Data analysis used t test and mutivariate backward LR linear regression. The research results showed that most of the nurses were <25-35 years old, women with D3 Nursing and PK III education. There are differences in Self-Efficacy from the 3 dimensions, most of them are good. There are differences in nurse satisfaction from the 4 dimensions, most of whom are satisfied. There was an influence on nurses' self-efficacy before and after being given the electronic handover program (Proin Ho) (p-value 0.001). There is an influence of satisfaction (p-value 0.000). Training and age are related to Self-Efficacy with p value: 0.000. Meanwhile, training ((pvalue: 0.000), age (pvalue: 0.001) and education (pvalue: 0.026) with nurse satisfaction (p<0.05).
Pengaruh Penyuluhan Dan Pemberian Leaflet Pada Ibu Terhadap Pengetahuan, Persepsi Dan Penyimpanan Antibiotik Di Kelurahan Beji Dan Pancoran Mas Kota Depok Zainudin, Fuad; Andrajati, Retnosari; Supardi, Sudibyo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i4.572

Abstract

Swamedikasi antibiotik dapat meningkatkan terjadinya resistensi dan risiko penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Salah satunya disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya menyimpan antibiotik dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh penyuluhan dan pemberian leaflet pada ibu terhadap pengetahuan, persepsi dan penyimpanan antibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experiment non randomized pre post control group. Intervensi berupa penyuluhan dan pembagian leaflet pada ibu. Penelitian dilakukan di Kota Depok pada bulan Januari-Oktober 2014. Wilayah kerja kelurahan Pancoran Mas sebagai lokasi intervensi dan kelurahan Beji sebagai kontrol. Subjek penelitian adalah ibu rumah tangga usia 18-65 tahun. Jumlah subjek untuk kelompok intervensi 52 dan kontrol 52 ibu rumah tangga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan awal ibu didapatkan informasi sebesar 81,7% tidak tahu bahwa membeli antibiotik harus menggunakan resep, persepsi awal ibu didapatkan informasi sebesar 42,3 % menganggap antibiotik bukan obat keras dan sebesar 51% diketahui ibu menyimpan antibiotik dirumah. Perbedaan bermakna pengetahuan dan persepsi ibu pada kelompok penyuluhan dan pemberian leaflet lebih tinggi dibanding sebelum penyuluhan. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak bermakna (p>0,05). Penyuluhan dan pemberian leaflet memberikan pengaruh secara bermakna terhadap peningkatan pengetahuan dan persepsi. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, persepsi dan penyimpanan antibiotik ditunjukan dengan nilai p < 0,05
Effectiveness of Mindfulness Based Intervention: Open Heart Prayer in Diabetic Ulcer Patients at X Bekasi Hospital Apituley, Frian; Prabawati, Dewi; Supardi, Sudibyo
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 2 No. 5 (2024): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/hij.v2i5.33

Abstract

Diabetic ulcers are open wounds on the skin surface accompanied by necrotic tissue. Patients with diabetic ulcers tend to experience a significant increase in emotional distress, where individuals will feel negative emotions in daily life. This study aims to determine the effectiveness of mindfulness-based intervention: Open Heart prayer on emotional distress and blood sugar levels in diabetic ulcer patients at X Bekasi Hospital. This study used a quasi-experimental method with a two-group pre-test and post-test approach, involving 98 samples divided into a control group (49) and an intervention group (49). Open Heart prayer therapy was given 4 times a week for 4 weeks, with the research instrument being the DASS 42 questionnaire. The results showed a significant relationship between mindfulness-based intervention: Open Heart prayer in reducing emotional distress in the intervention group before and after the intervention (p-value <0.001). Diabetic ulcer patients who underwent Open Heart prayer experienced a 1-time decrease in emotional distress compared to patients who did not undergo the intervention. In addition, the decrease in emotional distress had an impact on reducing blood sugar levels (p-value <0.001). Patients who experienced a decrease in emotional distress showed a decrease in fasting blood sugar levels by 12 times (Exp (B) = 11.795) compared to patients whose emotional distress increased.  Mindfulness-Based Intervention Therapy: Open Heart prayer proved to be effective in helping reduce emotional distress and fasting blood sugar levels in diabetic ulcer patients. Multivariate results showed that the risk factors of gender and degree of injury had a significant effect (p-value <0.05) in reducing emotional distress, while age and degree of DM also had a significant effect (p-value <0.05) in reducing emotional distress.
PERILAKU WORKPLACE INCIVILITY PERAWAT DAN KOMITMENNYA TERHADAP ORGANISASI DI RUMAH SAKIT X Tahulending, peggy Sara; Bunga, Asnet Leo; Supardi, Sudibyo
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 9 No 01 (2021): JULI
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v9i01.1209

Abstract

Latar Belakang: Workplace Incivility (WI) merupakan perilaku menyimpang dengan intensitas rendah dengan maksud yang tidak jelas untuk melukai target, melanggar norma tempat kerja untuk saling menghormati. Workplace Incivility yang terjadi pada perawat merupakan masalah yang kompleks dan tengah tersebar luas dan menjadi masalah global. Dalam lingkup keperawatan WI dapat memberikan dampak negatif salah satunya menurunnya komitmen perawat terhadap organisasi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh incivility terhadap komitmen organisasi perawat di rumah sakit X. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain Cross sectional yang melibatkan 74 responden. Hasil: analisis didapatkan Workplace incivility berpengaruh terhadap Komitmen Organiasasi (P = 0.036). Uji regresi logistik menyatakan Workplace incivility berpengaruh terhadap komitmen perawat (P = 0,022) dalam organisasi dibandingkan variable lainnya. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini merekomendasikan dibuatnya suatu pedoman pembelajaran Civility agar meningkatkan persepsi perawat dan komitmen perawat terhadap organisasi meningkat. Kesimpulan: Perilaku incivil yang ada berupa bergosip, menganggu orang lain, menyalahgunakan posisi, tidak berbicara langsung dengan orang yang memiliki masalah. Sebagian besar responden memiliki komitmen afektif baik, komitmen kontinu baik, komitmen normative baik. Kata Kunci: Workplace incivility, Komitmen Organisasi, Komitmen Perawat
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK, TINGKAT PENGETAHUAN DAN STIGMA PADA PENDERITA HIV/AIDS Takur Lemunson Simorangkir; Sondang Ratnauli Sianturi; Sudibyo Supardi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i2.789

Abstract

Pemerintah memiliki target dalam percepatan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia yaitu Zero infeksi baru, zero orang meninggal dengan HIV/AIDS serta zero stigma dan diskriminasi. Stigma terhadap ODHA memiliki dampak yang besar bagi program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS termasuk kualitas hidup ODHA. Pengetahuan yang baik akan mengurangi stigma yang muncul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan stigma pada penderita HIV/AIDS di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah adalah penderita HIV/AIDS yang berjumlah 93 responden dengan teknik pengambilan sampling yaitu pusposive sampling. Hasil univariat yaitu usia 17-25 tahun sebesar 48,4% dan usia 26-36 tahun 51,6%, pendidikan tinggi 68,8% dan rendah 31,2%, bekerja 48,4% dan tidak bekerja 51,6%, tingkat pengetahuan kurang 66,7%, stigma berat 52,7%. Berdasarkan hasil bivariat diperoleh bahwa hubungan karakteristik dan tingkat pengetahuan yaitu usia dan tingkat pengetahuan dengan nilai p value 0,668, pekerjaan dan tingkat pengetahuan dengan nilai p value 1, pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan nilai p value 0,242  yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara karakteristik dan tingkat pengetahuan. Hubungan tingkat pengetahuan dan stigma dengan nilai p value = 0,463 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan stigma.