Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Biologi

Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Kerang Kima Sisik (Tridacna squmosa) di Sekitar Pelabuhan Feri Bira Nur, Fatmawati; K, Karneli
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu polutan yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia adalah logam berat. World Health Organization (WHO) dan Food Agriculture Organization (FAO) merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal (Pb) pada kerang kima sisik (Tridacna squamosa) di perairan sekitar Pelabuhan feri Bira yang merupakan satu pusat transportasi antar pulau di Sulawesi Selatan. Kandungan Pb yang terakumulasi ditubuh kerang T. squamosa dianalisa dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil yang diperoleh menunjukkan kadar Pb rata-rata pada stasiun 1 sebesar 0,0014 mg/kg, stasiun 2 sebesar 0,0012 mg/kg, stasiun 3 sebesar 0,00105 mg/kg, stasiun 4 sebesar 0,00075 mg/kg, dan stasiun 5 sebesar 0,0006 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan kerang kima Tridacna squamosa yang terdapat pada perairan sekitar pelabuhan feri Bira masih layak untuk dikomsumsi karena kadar logam Pbnya dibawah standar kelayakan menurut WHO yaitu 0,715 mg/kg.Kata Kunci: Bira, Kerang kima Tidacna squamosa, Logam Berat, Pb 
Ketahanan Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Terhadap Garam Empedu Sebagai Kandidat Probiotik Rabiatul Adawiyah, Siti; H, Hafsan; Nur, Fatmawati; Halifah Mustami, Muhammad
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan asam laktat sebagai produk utama dalam metabolisme karbohidrat. BAL sebagai kandidat probiotik harus memenuhi salah satu syarat yang memiliki ketahanan garam empedu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan bakteri asam laktat berasal dari dangke susu sapi terhadap garam empedu dengan berbagai konsentrasi yaitu 0,1% , 0,3%, dan 0,5% dan tanpa garam empedu sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat isolat susu sapi asli dangke L. fermentum dan L. acidophillus memiliki ketahanan garam empedu. Lactobacillus acidophilus isolat memiliki ketahanan garam empedu lebih baik dari Lactobacillus fermentum. Perbedaan antara jumlah BAL koloni pada media + oxgall terhadap kontrol (A0 dan B0) untuk masing-masing konsentrasi Oxgall 0,1%, 0,3%, dan 0,5% masing-masing dari L. fermentum: 1,4 x 106, 1,7 x 106, 4 x 106, sedangkan L. acidophillus: 0,7 x 106, 0,9 x 106 dan 1,4 x 106. Ketahanan L. acidophillus pada berbagai konsentrasi garam empedu menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai P = 0,445 sama seperti ketahanan L. fermentum pada variasi empedu konsentrasi garam juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai P = 0,133. L. fermentum dan L. acidophillus memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap garam empedu yang menunjukkan potensi sebagai probiotik kandidat.Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat (BAL), Dangke, garam empedu
Penurunan Kadar Kolesterol Oleh Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Secara In Vitro Nur Fadhilah, Andi; H, Hafsan; Nur, Fatmawati
Prosiding Seminar Biologi 2015: Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Prosiding Seminar Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) yang berpotensi sebagai kandidat probiotik umumnya memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan BAL asal dangke yaitu Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus acidophilus untuk menurunkan kadar kolesterol secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu Ly0 (kontrol yang terdiri dari MRS + 0,1% kolesterol murni + 0,3% oxgal), Ly1 (Media MRS + L. Fermentum), Ly2 (Media MSR + L. Acidophilus) dan Ly3 (Media MSR + L. fermentum + L. acidophilus) dan 3 kali ulangan. Hasil sidik menunjukkan bahwa kadar kolesterol perlakuan berbeda sangat nyata dengan kontrol. Uji lanjut beda nyata terkecil menunjukkan bahwa perbedaan terjadi antara perlakuan Ly0 dengan ketiga perlakuan lainnya, sedangkan antara perlakuan Ly1, Ly2 dan Ly3 tidak berbeda nyata atau dapat dikatakan bahwa penambahan BAL yang diinokulasikan ke dalam media MRS dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan namun pengaruh jenis/komposisi tidak mempengaruhi secara nyata. Hasil analisis dan uji lanjut juga menunjukkan bahwa penurunan tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan Ly3. Hal ini mengindikasikan bahwa BAL asal dangke yaitu L. fermentum dan L. acidophilus memenuhi salah satu kriteria sebagai kandidat probiotik.Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat (BAL), Dangke, In Vitro, kolesterol, probiotik
Ketahanan Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Terhadap Garam Empedu Sebagai Kandidat Probiotik Siti Rabiatul Adawiyah; Hafsan Hafsan; Fatmawati Nur; Muhammad Khalifah Mustami
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2134

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan kelompok bakteri yang menghasilkan asam laktat sebagaiproduk  utama  dalam  metabolisme  karbohidrat.  BAL  sebagai  kandidat  probiotik  harus  memenuhi salah satu syarat yang memiliki ketahanan garam empedu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan bakteri asam laktat berasal dari dangke susu sapi terhadap garam empedu dengan berbagai konsentrasi yaitu 0,1% , 0,3%, dan 0,5% dan tanpa garam empedu sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat isolat susu sapi asli dangke L. fermentum dan L. acidophillus memiliki  ketahanan  garam  empedu. Lactobacillus  acidophilus isolat  memiliki  ketahanan  garam empedu lebih baik dari Lactobacillus fermentum. Perbedaan antara jumlah BAL koloni pada media + oxgall terhadap kontrol (A0 dan B0) untuk masing-masing konsentrasi Oxgall  0,1%, 0,3%, dan 0,5% masing-masing dari L. fermentum: 1,4 x 106, 1,7 x 106, 4 x 106, sedangkan L. acidophillus: 0,7 x 106, 0,9 x 106 dan 1,4 x 106. Ketahanan L. acidophillus pada berbagai konsentrasi garam empedu menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai P = 0,445 sama seperti ketahanan L. fermentum pada  variasi  empedu  konsentrasi  garam  juga  menunjukkan  tidak  ada  perbedaan  yang signifikan  dengan  nilai  P  =  0,133. L.  fermentum dan L.  acidophillus memiliki  kemampuan  untuk bertahan terhadap garam empedu yang menunjukkan potensi sebagai probiotik kandidat.
Penurunan Kadar Kolesterol Oleh Bakteri Asam Laktat Asal Dangke Secara In Vitro Andi Nur Fadhilah; Hafsan Hafsan; Fatmawati Nur
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2135

Abstract

Bakteri  Asam  Laktat  (BAL)  yang  berpotensi  sebagai  kandidat  probiotik umumnya memilikikemampuan  menurunkan  kadar  kolesterol. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kemampuan BAL asal dangke yaitu Lactobacillus fermentum dan Lactobacillus acidophilus untuk menurunkan kadar kolesterol secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4   perlakuan yaitu Ly0 (kontrol yang terdiri dari MRS + 0,1% kolesterol murni + 0,3% oxgal), Ly1 (Media  MRS  + L.  Fermentum),  Ly2  (Media  MSR  + L.  Acidophilus)  dan Ly3  (Media  MSR  + L. fermentum + L.  acidophilus) dan  3  kali  ulangan.  Hasil sidik  menunjukkan  bahwa  kadar kolesterol perlakuan berbeda sangat nyata dengan kontrol. Uji lanjut beda nyata terkecil menunjukkan bahwa perbedaan terjadi antara perlakuan Ly0 dengan ketiga perlakuan lainnya, sedangkan antara perlakuan Ly1,  Ly2  dan  Ly3  tidak  berbeda  nyata  atau  dapat  dikatakan  bahwa  penambahan  BAL  yang diinokulasikan  ke  dalam  media  MRS  dapat  menurunkan  kadar  kolesterol  secara  signifikan  namun pengaruh  jenis/komposisi  tidak  mempengaruhi  secara  nyata.  Hasil  analisis  dan  uji  lanjut  juga menunjukkan bahwa penurunan tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan Ly3. Hal ini mengindikasikan bahwa BAL asal dangke yaitu L. fermentum dan L. acidophilus memenuhi salah satu kriteria sebagai kandidat probiotik.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Kerang Kima Sisik (Tridacna squmosa) di Sekitar Pelabuhan Feri Bira Fatmawati Nur; Karneli Karneli
Prosiding Seminar Biologi Vol 1 No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v1i1.2137

Abstract

Salah  satu  polutan  yang  paling  berbahaya  bagi  kesehatan  manusia  adalah  logam  berat. World  Health Organization (WHO) dan Food Agriculture Organization (FAO) merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  kandungan  logam  berat  timbal  (Pb)  pada  kerang  kima  sisik  (Tridacna  squamosa)  di perairan sekitar Pelabuhan feri Bira yang merupakan satu pusat transportasi antar pulau di Sulawesi Selatan. Kandungan  Pb  yang  terakumulasi  ditubuh  kerang T.  squamosa dianalisa  dengan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil yang diperoleh menunjukkan kadar Pb rata-rata  pada  stasiun  1  sebesar  0,0014  mg/kg,  stasiun  2  sebesar  0,0012  mg/kg,  stasiun  3 sebesar 0,00105  mg/kg,  stasiun  4  sebesar  0,00075  mg/kg,  dan  stasiun  5  sebesar  0,0006  mg/kg.  Hasil penelitian  menunjukkan  kerang  kima Tridacna  squamosa yang  terdapat  pada  perairan  sekitar pelabuhan  feri  Bira  masih  layak  untuk  dikomsumsi  karena  kadar  logam  Pbnya  dibawah  standar kelayakan menurut WHO yaitu 0,715 mg/kg.
Penanggulangan Bau Sampah Menggunakan Ampas Kopi (Sebuah Review) Ade Muspa; Kurnia Kadir; Darmilan Darmilan; Nurlailah Mappanganro; Hasyimuddin Hasyimuddin; Fatmawati Nur
Prosiding Seminar Biologi Vol 3 No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional Biology for Life
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v3i1.4809

Abstract

Bertambah pesatnya penduduk mengakibatkan bertambahnya jumlah sampah pada area tersebut sehingga sampah yang bertumpuk lebih banyak mengakibatkan bau yang dihasilkan oleh . Asam ini memiliki dampak buruk bagi kesehatan warga jika tersebar di udara salah satunya yaitu menyumbat sistem pernafasan. Untuk meminimalisir bau yang ada dapat kita gunakan ampas kopi sebagai penyerap bau dari hasil sampingan pembusukan sampah itu sendiri.
Aplikasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) sebagai anti kontaminan pada kultur Stevia (S. rebaudiana) secara in vitro Marliana Marliana; Hafsan Hafsan; Masriany Masriany; Fatmawati Nur
Prosiding Seminar Biologi Vol 7 No 1 (2021): PROSIDING BIOLOGI ACHIEVING THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS WITH BIODIVERSITY I
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v7i1.24711

Abstract

Stevia (S. rebaudiana) merupakan salah satu tanaman pemanis alami yang memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi dibandingkan dengan pemanis alami lainnya, kandungan pemanis stevia yaitu senyawa stevioside (4-15%) dan rebaudioside (2-4%) dan dulkosida A (0,4-0,7%). Karena adanya potensi sebagai pemanis yang lebih baik dibandingkan pemanis alami lainnya sehingga stevia ini lebih potensial untuk diperbayak, namun perbanyakan melalui konvensional memiliki beberapa faktor pembatas ketersediaan tanaman stevia, sehingga diperlukan Teknik kultur jaringan untuk mengatasi masalah ketersediaan tanaman stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada kultur jaringan stevia (S. rebaudiana) dan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanii) yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan Stevia (S. rebaudiana). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 5 perlakaun yaitu K0: Kontrol (Media MS), K1: Media MS + Novachlor (kontrol posistif), K2: Media MS + Kayu manis 0.5 ml/liter K3: Media Kayu manis 1.0 ml/l dan K4: Media Kayu manis 1.5 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kayu manis pada perlakuan K4 merupakan konsentrasi terbaik untuk memberikan zona hambat pertumbuhan bakteri dan jamur pada kultur jaringan tanaman stevia serta memberikan pengaruh nyata terhadap pertambuhan tinggi tanaman stevia (S. rebaudiana) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun.