Claim Missing Document
Check
Articles

Chemical Modification of Petung Bamboo Fiber to Hybrid Composites: Modifikasi Kimia Serat Bambu Petung terhadap Komposit Hibrida Yusron Maulana, Raden Muhammad; Rahma Rei Sakura; Nasrul Ilminnafik; Sumarji; Mahros Darsin
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 10 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v10i2.1768

Abstract

This study evaluates the effect of alkali treatment using NaOH solution on the mechanical properties and microstructure of hybrid composites based on epoxy resin reinforced with petung bamboo fiber and fiberglass. Bamboo fibers were immersed in five NaOH concentration variations (0%, 3%, 6%, 9%, 12%) before composite fabrication using the hand lay-up method. Tensile testing was performed according to ASTM D-638 standard and microstructural characterization using Scanning Electron Microscope (SEM). The results showed that 9% alkali treatment produced the best mechanical performance with a tensile strength of 58.68 MPa, elongation of 4.15%, and elastic modulus of 1413.49 MPa. SEM analysis indicated improved fiber-matrix adhesion due to removal of lignin and hemicellulose. Optimal alkali concentration enhanced composite performance, making it a potential candidate for eco-friendly vehicle interior applications.
DIVERSIFIKASI USAHA KELOMPOK PENJUAL DURIAN MELALUI OLAHAN LIMBAH BUAH DURIAN Sa'diyah, Halimatus; Hadi, Alfian Futuhul; Ilminnafik, Nasrul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.550-558

Abstract

Desa Pakusari Krajan di Kabupaten Jember memiliki pusat penjualan durian berupa deretan kios-kios penjual buah durian segar yang menetap. Saat ini, banyak pembeli durian yang menikmati buah durian di kios penjual, mengakibatkan banyak limbah durian menumpuk berupa biji dan kulit, sehingga lingkungan menjadi kotor. Para penjual durian, sebagi mitra dalam kegiatan ini, hanya menjual satu macam produk saja, belum memiliki pengetahuan untuk meningkatkan usaha dagangnya, serta belum ada managemen usaha. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menyelesaikan permasalahn tersebut melalui pemanfaatan limbah durian menjadi olahan produk makanan dan minuman, serta pengaplikasian mesin teknologi tepat guna untuk membantu proses pengolahan tersebut. Adanya produk olahan limbah durian tersebut dapat menganekaragamkan produk yang dijual para penjual durian. Tujuan lain yang ingin dicapai adalah memberi pengetahuan mitra tentang managemen usaha. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan, praktek pengolahan maupun praktek penggunaan teknologi tepat guna dalam proses produksi. Mitra mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Semua program yang telah dilaksanakan diiukuti dengan baik oleh mitra, diharapkan memberikan pengaruh positif bagi mitra baik dalam, aspek pengembangan ipteks, ekonomi maupun lingkungan. Kegiatan ini mendorong adanya diversifikasi produk, dimana mitra menjual olahan limbah durian selain durian segar yang biasa mereka jual. Lingkungan juga menjadi lebih bersih bebas limbah durian. Mitra juga leebih memahami pentingnya managemen usaha, antara lain melalui pembukuan kas sederhana.
Pengaruh Variasi Temperatur Hidrolisis dan Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Bioetanol Menggunakan Bahan Baku Limbah Kulit Singkong Cahyadi, Tedi Setiawan; Ilminnafik, Nasrul; Darsin, Mahros; Sanata, Andi; Hermawan, Yuni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i12.4693

Abstract

Pertumbuhan penduduk meningkatkan kebutuhan akan bahan bakar. Hal ini berbanding terbalik dengan penurunan ketersediaan bahan bakar fosil. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan bauran sumber energi terbarukan. Salah satu kemungkinannya adalah memanfaatkan limbah kulit singkong untuk diolah menjadi bioetanol. Salah satu langkah terpenting terfokus pada proses hidrolisis dan fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu hidrolisis dan waktu fermentasi terhadap hasil kadar etanol dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Penelitian ini menggunakan variasi suhu hidrolisis dan waktu fermentasi dengan variasi suhu 90°C, 95°C, 100°C dan waktu fermentasi selama 3 hari, 5 hari dan 7 hari dengan melakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian hidrolisis dengan kadar gula reduksi tertinggi diperoleh pada sampel suhu 100°C mendapatkan nilai rata-rata kadar brix sebesar 31°Brix. Sedangkan kadar etanol tertinggi diperoleh pada suhu 100°C dengan waktu 7 hari pengulangan ke 3 memperoleh nilai sebesar 58% kadar etanol. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan suhu hidrolisis dapat menaikan kadar gula reduksi karena mempercepat laju reaksi hidrolisis. Selain itu juga dapat membantu penguraian lignoselulosa karena lebih mudah terpapar enzim dan pengaruh dari waktu fermentasi semakin lama waktu fermentasi yang digunakan semakin tinggi pula kadar etanolnya karena ragi memiliki waktu lebih banyak untuk mengubah gula (glukosa, fruktosa) hasil hidrolisis kulit singkong menjadi etanol dan CO?.
PENINGKATAN KUALITAS PAKAN DAN MANAJEMEN RECORDING BAGI KELOMPOK PETERNAK DOMBA DI JEMBER Ilminnafik, Nasrul; Trifiananto, Muhammad; Widodo, Nur; Nashrullah, Muhammad Dimyati; Hardiatama, Intan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22092

Abstract

Abstrak: Jumlah domba di Kabupaten Jember pada tahun 2020 sebanyak 83.029 ekor. Mitra kami “Lereng Mujan” berlokasi di Desa Klungkung, Jember. Anggota mitra 26 orang dengan jumlah ternak 456 domba dan setiap peternak memiliki 7-35 ekor. Berdasarkan diskusi, mitra memiliki tiga permasalahan yaitu permasalahan teknologi pengolahan pakan hijauan, teknologi bank pakan, dan recording. Domba mitra diberikan pakan hijauan langsung tanpa pencacahan sehingga ternak kesulitan mencerna dan banyak sisa makanan. Pada musim kemarau pakan domba berkurang sehingga gizi domba tidak dapat dipenuhi. Belum diterapkannya recording ternak sehingga kerap terjadi inbreeding dan jumlah ternak tidak terpantau. Mitra diberikan pelatihan berupa skill penggunaan mesin cacah, pembuatan silase, dan recording domba melalui necktag. Setelah pelaksanaan pengabdian prosentase pemahaman pengoperasaian mesin cacah sebesar, pembuatan silase, pemahaman recording ternak, dan tingkat ketrampilan perawatan peralatan berturut-turut sebesar 89%; 81%; 78%; 75%. mitra mampu menghasilkan pakan dengan mesin cacah multifungsi berkapasitas 585 kg/jam. Dari penerapan teknologi silase dan recording didapatkan terjadi peningkatan pakan yang dicacah menjadi 3 sak per hari meningkat 300% . Kemudian 461 domba telah diberikan necktag . Produksi pakan silase sebanyak 65 sak.Abstract: The number of sheep in Jember Regency in 2020 was 83,029. Our partner "Lereng Mujan" is located in Klungkung Village, Jember. There are 26 members with 456 sheep and each farmer has 7-35 sheep. Based on the discussion, the partner has three problems: forage feed processing technology, feed bank technology, and recording. Partner sheep are given forage feed directly without chopping so that livestock have difficulty digesting and a lot of food waste. In the dry season, sheep feed is reduced so that sheep nutrition cannot be fulfilled. Livestock recording has not been implemented so inbreeding often occurs and the number of livestock is not monitored. Partners are given training in the form of skills in the use of chopping machines, making silage, and recording sheep through necktags. After the implementation of the service, the percentage of understanding of the operation of the chopping machine, making silage, understanding livestock recording, and the level of equipment maintenance skills was 89%; 81%; 78%; 75% respectively. Partners are able to produce feed with a multifunctional chopping machine with a capacity of 585 kg / hour. From the application of silage and recording technology, it was found that there was an increase in chopped feed to 3 bags per day, or increase 300%. Then 461 sheep have been given necktags. Silage feed production was 65 sacks.
Co-Authors Achmad Aminudin Achmad Rifqi In'Amullah Adhe Reza Firmansyah Adhika Widyaparaga Agus Triono Ahmad Adib Rosadi Ahmad Adib Rosyadi Ahmad Iqbal Fawaid Ahmad Syuhri Ahmad Zainuri Alfariz, Mohammad Rifqy Alfian Futuhul Hadi Alfons Erick Perkasa Alfons Erick Perkasa, Alfons Erick Ali, Reynaldi Akbar Alief Muhammad Aliyansyah, Berly Amirul Yahya Andi Sanata Andi Sanata Apip Amrullah Arifin, Moch Miftahul Aris Zainul Muttaqin As’adi GA, As’adi Asyhar, Muhammad Maulana As’adi GA Atlanta Iwananda Audiananti Meganandi Kartini Cahya Alief Prasetyo Cahyadi, Tedi Setiawan Cahyani, Elisna Tirta Danang Yudistiro Danang, Yudistiro Dani Hari Tunggal Prasetiyo Dedi Dwilaksana Deny tomy andrianto Deny Tomy Andrianto Digdo Listyadi, Digdo Dimas Endrawan, Putra Djoko Wahyudi Dony Perdana Dwi Djumhariyanto Faiz Firdausi Fiqih Muhammad Firdausah, Risco Eka Firdiansyah, Alfian Freitas, Domingos de Sousa Frenico A.O. Fx. Kristianta Gaguk Jatisukamto GAMMA ADITYA RAHARDI Haidzar Nurdiansyah Halimatus Sa'diyah Halimatus Sa’diyah Hari Arbiantara Hari Arbiantara Basuki Hary Sutjahjono Hendry Y. Nanlohy Ibnu, Muhammad Khadafi Imam Rudi Sugara Imam Sholahuddin Indro Pranoto Intan Hardiatama Ivan Bagus Sanjaya Junus, Sallahudin Kristianta, Franciscus Xaverius Kristianta, Fransiscus Xaverius Kurniawan, Eva Kustanto Muh. Nurkoyim Kustanto, Muh. Nurkoyim Luh Putu Ratna Sundari Lukman Hakim Lukman Hakim M Fahrur Rozy, Hentihu M Katibi Vanhas M. Agung Fauzi M. Agung Fauzi, M. Agung M. Fahrur Rozy Hentihu M. Fathuddin Noor, M. Fathuddin M. Katibi Vanhas Mahmud, Rizal Mahros Darsin Masruri Wardhana Misto Misto Moch. Rizal A. Y. Moch. Rizal A. Y., Moch. Mochamad Asrofi Mochamad Edoward Ramadhan Moh. Nurkoyim Moh. Nurkoyim Kustanto Mubiyn, Shidqi Nur Muh Nurkoyim Kustanto Muh Nurkoyim Kustanto Muh. Nurkoyim Kustanto Muh. Nurkoyim, Kustanto Muhammad Dimyati Nashrullah Muhammad Lutfi Azis Muhammad Nur Cahyo Hidayat Nasrullah Nofal Kharis Nofal Kharis Kharis Nugraha, Raafi Aditya Nur Widodo Nurkoyim Kustanto, Muh Puji Kristianto Putra Dimas Endrawan Putra, Dimas Endrawan Qoyinul Amin Rahma Rei Sakura Rika Dwi Hidayatul Qoryah Rima Zidni Karimatan Nisa Rizal Mahmud Robertoes Koekoeh K.W. Rozy Hentihu, Muhammad Fahrur Sa'diyah, Halimatus Salahuddin Junus Santoso Mulyadi Saputra, Toni Haikal Setyo Pambudi Setyo Pambudi Solahuddin, Imam Sumarji Sumarji Syahriza, Mochamad Rifki Syuhri, Skriptyan N.H. Syuhri, Skriptyan Noor Hidayatullah Tanu Alifuddin D. S Taqdissillah, Doohan Trifiananto, Muhammad Wibowo, Robertoes Koekoeh Koentjoro Widyaningrum Febriolita wigo ardi winarko Wisnu Kuncoro yudan priyo anggono Yuni Hermawan Yusron Maulana, Raden Muhammad