Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pemesanan Banten Berbasis Web dan SMS Gateway Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; I Wayan Satya Dharmawan; I Putu Adi Kusumantara
Jurnal Eksplora Informatika Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.455 KB)

Abstract

Masyarakat Hindu di Bali merupakan umat yang memegang erat budaya, hal ini diperlihatkan dengan upacara keagamaan yang sangat sering. Seiring berkembangnya zaman, tentunya umat Hindu di Bali tidak dapat hanya berkonsentrasi pada upacara, melainkan juga harus fokus pada karir yang sedang dijalani. Hal tersebut menjadi dilema bagi kebanyakan umat, karena mereka tidak dapat meninggalkan perkerjaan hanya untuk menyiapkan sarana upacara yang biasa disebut banten. Untuk membantu umat Hindu di Bali, maka diperlukan sebuah sistem yang yang menghubungkan antara penjual banten dengan pembeli tanpa perlu meluangkan waktu untuk bertatap muka. Dengan beberapa metode yang digunakan seperti observasi, serta metode pembuatan sistem dengan data flow diagram, diharapkan sistem yang akan dibuat dapat sesuai dengan permasalahan yang timbul. Sehingga nantinya sistem informasi SMS Gateway dan Website dapat menjadi sarana bagi pembeli untuk memesan banten tanpa harus membuang-buang waktu untuk membeli banten secara langsung.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Knowledge Sharing Pada Perguruan Tinggi Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
Jurnal Eksplora Informatika Vol 3 No 2 (2014): Jurnal Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Perpustakaan dan Publikasi Ilmiah - Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.512 KB)

Abstract

Knowledge sharing antara civitas akademika baik dosen maupun mahasiswa perguruan tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses knowledge sharing dalam perguruan tinggi seperti teknologi, budaya dan lainnya. Dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi tersebut dapat dilihat faktor yang paling mempengaruhi. Faktor yang paling mempengaruhi proses knowledge sharing akan dianalisis pengaruh positif dan negatifnya sehingga dapat menemukan solusi untuk lebih meningkatkan proses knowledge sharing. Solusi knowledge sharing dapat dijadikan rekomendasi bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas. Berdasarkan analisis, faktor-faktor yang mempengaruhi knowledge sharing dalam perguruan tinggi dibedakan menjadi tiga faktor yaitu faktor organisasi, individu dan teknologi. Dalam faktor organisasi terdapat dua indikator yaitu budaya organisasi dan insentif/reward. Pada faktor individu terdapat empat indikator yaitu self efficacy, hasil yang diharapkan, senang membantu orang lain dan kaidah timbal balik. Sedangkan untuk faktor teknologi, indikatornya yaitu aplikasi IT. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen STIKOM Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa STIKOM bali, faktor yang paling mempengaruhi proses knowledge sharing yaitu faktor teknologi. Sedangkan bagi hampir seluruh dosen STIKOM Bali, faktor yang paling mempengaruhi knowledge sharing yaitu faktor individu.
Developing Green Tourism-Based Model of Information Technology Utilization in Tourism Villages Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; I Putu Krisna Arta Widana; Putu Adi Suprapto; Tyas Rahajeng Pamularsih
International Journal of Applied Sciences in Tourism and Events Vol. 5 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.717 KB) | DOI: 10.31940/ijaste.v5i2.153-165

Abstract

The purpose of this study is to develop a model for the use of information technology in Tourism Villages by mapping the use of information technology on all aspects of tourism villages based on the concept of green tourism that focuses on environmental preservation and community welfare. The method used in this research is an information research framework consisting of stages of literature review and environmental aspects, analysis, construct identification, model development, model evaluation, and model application methods. The results of the research are in the form of a model for the use of information technology in green tourism-based tourism villages along with the method of applying the model. This model consists of two connected constructs, namely the use of information technology and green tourism. The implementation of this model in tourist villages is explained in the method of applying the model which contains a mapping of information technology needs and implementation steps based on the classification of tourist villages, namely pioneering, developing, advanced and independent. This model can be used as a reference for tourism village managers in utilizing information technology according to their needs.
Balinese Women's Role and Gender Gap in the Sustainable Tourism Development Budi Shantika; Ni Made Ernawati; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
International Journal of Green Tourism Research and Applications Vol. 3 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : International Journal of Green Tourism Research and Applications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.543 KB) | DOI: 10.31940/ijogtra.v3i2.49-57

Abstract

This study aims to determine women's role and involvement in the development of sustainable tourism in Bali and to know how Balinese women are the main drivers of cultural and environmental preservation in Bali. The study uses a qualitative method of literature review. The research stage was carried out by collecting literature sources, both primary and secondary. Balinese women have a vital role in the preservation of culture and the environment in Bali. It can be concluded that Balinese women are the drivers of sustainable tourism in several tourism sectors, such as culinary tourism, cultural tourism, and environmental conservation. Balinese women are pioneers in the development of culinary tourism, especially traditional culinary in Bali but are not given many chance to participate in development planning actively. Balinese women are still collided by the patriarchal hegemony in the local traditional culture.
Designing Rawa Pening as a new nature-based tourism area Ashri Prawesti D; Widia Nur Intan Paramita; I Putu Krisna Arta Widana; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
International Journal of Green Tourism Research and Applications Vol. 4 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : International Journal of Green Tourism Research and Applications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.691 KB) | DOI: 10.31940/ijogtra.v4i1.1-8

Abstract

The purpose of this research is to determine the potential of Rawa Pening area which can be developed as a new nature-based tourism area in Central Java, Indonesia. The research method is qualitative research. This method of data collection during the Covid 19 pandemic used more secondary data than primary data. The interview method with resource persons through field survey method is carried out to complete the analysis of this research. The findings resulting from this research are on several potentials that can be developed, both physical and non-physical potentials. The results of this research are ideas and suggestions through the plan of design ideas or initial concepts in developing new nature-based tourist areas.
Pengembangan Desa Wisata Aan Klungkung Melalui Potensi Desa dan Pemberdayaan Masyarakat I Nyoman Abdi; Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.211

Abstract

Desa Aan merupakan desa wisata berlokasi di wilayah Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung Desa Aan memiliki potensi dibidang pariwisata dan perdagangan. Potensi pariwisata desa Aan salah satunya adalah Petapan Park yang menyajikan berbagai wahana permainan. Selain itu, Desa Aan juga dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil virgin coconut oil (VCO). Dalam pengembangan potensi desa, Desa Aan mengalami beberapa permasalahan dari segi penunjang pariwisata, promosi, pengelolaan keuangan serta pengolahan limbah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pembuatan fasilitas penunjang pariwisata, pelatihan serta evaluasi. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu desa dalam mengembangkan potensinya serta meningkatkan pengetahuan masyarakat desa sehingga Desa Aan ini menjadi desa wisata yang unggul. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah menghasilkan fasilitas papan petunjuk arah, gate untuk jalur cycling dan hand sanitizer. Selain itu, peningkatan pengetahuan terkait dengan pengelolaan keuangan dan cara melakukan promosi desa melalui media sosial. Kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan produk baru hasil dari pengolahan sampah organik berupa pupuk kompos yang dapat digunakan untuk kebun masyarakat dan juga menghasilkan produk bernilai jual berupa cookies yang dibuat dengan memanfaatkan limbah ampas kelapa.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Pengelolaan Pakan Peternakan Kambing di Mengwi Badung Putu Adi Suprapto; I Made Anom Adiaksa; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.289

Abstract

Ternak kambing merupakan salah satu jenis ternak potensial yang dapat dimanfaatkan bagian tubuhnya, mulai dari daging, susu sampai kulitnya pun bisa dimanfaatkan. Prospek pengembangan kambing cukup baik, di samping untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri juga memiliki peluang ekspor, sehingga akan membuka kesempatan kerja dan usaha untuk meningkatkan pendapatan petani. Kambing memiliki tempat tersendiri di kalangan peternak. Perkembangan dan minat dari peternak dalam membudidayakan kambing meningkat pesat dari tahun ke tahun. Bapak I Made Kartawan merupakan mitra kegiatan pemberdayaan yang merupakan pemilik usaha peternakan kambing yang berlokasi di Abianbase Mengwi. Beberapa permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah mesin penghancur pakan rusak sehingga harus dilakukan secara manual, keterbatasan pengetahuan pengolahan dan pengawetan pakan kambing, tidak melakukan pencatatan keuangan dan media pemasaran secara langsung serta melalui Facebook. Solusi dari permasalahan ini dapat diatasi dengan mengimplementasikan beberapa kegiatan yaitu memberikan bantuan mesin pencacah pakan, instalasi dan pelatihan penggunaan mesin pencacah pakan ternak serta pelatihan pengolahan pakan ternak kambing tambahan sebagai alternatif pakan. Dengan diadakannya kegiatan ini mampu mempersingkat waktu pengolahan pakan menjadi 50% dari waktu pengolahan manual, 5 orang karyawan dapat menggunakan mesin pencacah pakan ternak serta bertambahnya jenis pakan ternak sebanyak 2 jenis pakan.
Pengolahan Sisa Asparagus Menjadi Keripik dan Pemasaran Produk Pada Koperasi Tani Mertanadi di Desa Pelaga Kabupaten Badung Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; I Made Anom Adiaksa; I Ketut Suarja
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.316

Abstract

Asparagus merupakan salah satu tanaman yang bernilai ekonomi sangat tinggi dan sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Asparagus pada umumnya dapat diolah menjadi seperti steak, sayur, dan soup. Mitra dalam kegiatan ini adalah Koperasi Kelompok Tani Mertanadi. Letak Koperasi Tani Mertanadi berada di Banjar Bukian, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, yang berjarak sekitar 45 km dari lokasi pengusul. Landasan dalam pengembangan asparagus di Desa Pelaga sendiri adalah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) yang bermuara pada koperasi. Perkembangan koperasi yang didirikan pada Tahun 2010 ini sangat didukung dengan status Pulau Bali sebagai tempat pariwisata yang dikunjungi wisatawan mancanegara. Mitra kegiatan ini menyalurkan produk tani asparagus mereka ke berbagai restoran, hotel dan jasa akomodasi pariwisata lainnya di seluruh Pulau Bali. Pada saat ini, dampak yang dirasakan dengan adanya pandemi COVID-19 yaitu terjadi penurunan pesanan ataupun penjualan asparagus sebanyak kurang lebih 80%. Lebih lanjut, permasalahan lanjutan yang terjadi berupa banyaknya stok asparagus yang terbuang setelah proses sortir. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi dilakukan beberapa kegiatan yang difokuskan pada aspek produksi dan pemasaran dari produk Mitra. Kegiatan dimulai dengan identifikasi kebutuhan mitra, perancangan kegiatan yang akan dilakukan, pembuatan media pemasaran berbasis digital, pemberian bantuan alat produksi pengolahan asparagus yang tidak terjual, pendampingan dalam pengolahan sisa asparagus sehingga menjadi produk baru, pendampingan pengemasan produk hasil olahan asparagus, pendampingan atau pelatihan penggunaan media pemasaran online serta diakhiri dengan evaluasi kegiatan. Indikator capaiannya adalah terciptanya 2 produk baru hasil olahan sisa asparagus yang tidak terjual berupa keripik, peningkatan pasar produk sebanyak 50% dan peningkatan penjualan sebanyak 50%, 4 orang karyawan Koperasi Tani Mertanadi dapat melakukan pemasaran produk secara online, mitra mempunyai account media sosial, marketplace dan website ecommerce.
Optimalisasi SDM Melalui Pembentukan Pokdarwis Serta Pelatihan Pengolahan Jeruk di Desa Bonyoh I Nyoman Abdi; Putu Adi Suprapto; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja; Kadek Adi Parthama
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v4i2.300

Abstract

Bonyoh Village trying to be touritm village with natural potential of orange plantations. The potential is not accompanied by human resources, this is due to lack of tourism awareness and knowledge regarding management of tourism potential. Problems faced by Bonyoh Village are the absence of a driving agency to increase the role of the community in tourism potential, lack knowledge of processing orange into selling value products and their marketing. Based on these problems, service activities implemented in the formation of Pokdarwis by including training on the development of citrus plantation businesses and their marketing as well as training on tourism villages, ticketing, guiding and promoting. The method used is discussion, mentoring and training and development. Evaluation show that 100% of Pokdarwis formation realized, 2 people can process them into products, 1 person can do marketing on social media and 50% of participants' knowledge increases regarding tourist villages, ticketing, guiding and promoting towards a new Tourism Village in Bangli Regency.
USER ACCEPTANCE TESTING VIRTUAL TOUR DESA WISATA CAU BELAYU TABANAN Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja; I Putu Krisna Arta Widana; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTVirtual tours can provide new travel experiences, although they cannot replace the tour experience if visiting tourist attractions directly, but can provoke the desire of participants to be able to tour directly as well as a promotional tool. The virtual tour was then developed for one of the tourist villages in Tabanan Regency, Bali, namely the Cau Belayu Tourism Village. Because it is included in the new technology used for tourism village promotion media, it is necessary to test the satisfaction or feedback from users of the virtual tour that was built. User satisfaction testing or user acceptance testing uses a questionnaire instrument with the tested variables, namely appearance, quality, information quality and functionality. The respondent selection method used is purposive sampling where the respondents are tourists as many as 30 people. The test results show that the test results for the display variable get a percentage value of 83.67% which falls into the category of strongly agree, so it can be concluded that respondents strongly agree that the menu naming is easy to understand and the system display is attractive and attractive. The results of testing the system quality variable get a percentage value of 84.33% which is included in the category of strongly agree, so it can be concluded that respondents strongly agree that the system is easy to understand and user friendly. The results of testing the information quality variable get a percentage value of 82.67% which falls into the category of strongly agree, so it can be concluded that respondents strongly agree that the information produced by the system is clear and according to user needs. The results of testing the system functionality variable get a percentage value of 85.67% which falls into the category of strongly agree, so it can be concluded that the respondents strongly agree that the menus and features on the system work well while helping users.Keywords: Tourism Village, Virtual Tour, User Acceptance Testing (UAT)ABSTRAKVirtual tour dapat memberikan pengalaman wisata baru meskipun belum dapat menggantikan pengalaman tur jika berkunjung ke tempat wisata secara langsung namun dapat memancing keinginan peserta untuk dapat melakukan tur secara langsung sekaligus alat promosi. Virtual tour kemudian dikembangkan untuk salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Tabanan, Bali yaitu Desa Wisata Cau Belayu. Karena termasuk dalam teknologi baru yang digunakan untuk media promosi desa wisata, maka diperlukan adanya pengujian terhadap kepuasaan atau feedback dari pengguna terhadap virtual tour yang dibangun. Pengujian kepuasan pengguna atau user acceptance testing menggunakan instrumen kuisioner dengan variabel yang diuji yaitu tampilan, kualitas, kualitas informasi dan fungsionalitas. Metode pemilihan responden yang digunakan adalah purposive sampling dimana responden merupakan wisatawan sebanyak 30 orang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil pengujian untuk variabel tampilan mendapatkan persentase nilai 83,67% yang masuk dalam kategori sangat setuju, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden sangat setuju penamaan menu mudah dipahami serta tampilan sistem menarik dan atraktif. Hasil pengujian variabel kualitas sistem mendapatkan persentase nilai 84,33% yang masuk dalam kategori sangat setuju, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden sangat setuju sistem mudah dipahami dan user friendly. Hasil pengujian variabel kualitas informasi mendapatkan persentase nilai 82,67% yang masuk dalam kategori sangat setuju, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden sangat setuju informasi yang dihasilkan sistem jelas dan sesuai kebutuhan pengguna. Hasil pengujian variabel fungsionalitas sistem mendapatkan persentase nilai 85,67% yang masuk dalam kategori sangat setuju, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden sangat setuju menu dan fitur pada sistem bekerja dengan baik sekaligus membantu pengguna.Kata Kunci : Desa Wisata, Virtual Tour, User Acceptance Testing (UAT)
Co-Authors Agus Adi Putrawan Agus Wirawan Ashri Prawesti D Astri Pramitari, I Gusti Ayu Ayu Widya Wulandari Brahmantya Adi Guna, Brahmantya Budi Susanto Candra Ahmadi Candra Ahmadi, Candra Dewa Made Suria Antara Dwijuliasri, Kadek Ayu erma sulistyorini, erma Fitra Ananta Sujawoto Gatot Teguh Iman Gatot Teguh Iman, Gatot Teguh Hilda Irmayanti Ningtyas, Hilda Hilda Irmayanti Ningtyas, Hilda Irmayanti I Dewa Made Cipta Santosa I Gde Agus Jaya Sadguna I Gede Muriarka, I Gede I Gede Nyoman Suta Waisnawa I Gusti Agung Oka Sudiadnyani I Gusti Ayu Desi Saryanti, I Gusti Ayu I Gusti Ayu Desi Saryanti, S.Kom, I Gusti Ayu Desi I Gusti Ayu Sri Melati, I Gusti Ayu I Gusti Lanang Made Parwita I Kadek Ervan Hadi Wiryanta I Ketut Budarma I Ketut Parnata I Ketut Purna Wirananta I Ketut Suada I Ketut Suarja I Ketut Suharsana I Ketut Sutama I Made Anom Adiaksa I Made Ari Santosa, I Made Ari I Nengah Suastika I Nyoman Abdi I Nyoman Abdi I Nyoman Yudi Anggara Wijaya I Putu Adi Kusumantara I Putu Angga Wiastawan, I Putu Angga I Putu Krisna Arta Widana I Putu Krisna Arta Widana I Wayan Budi Sentana I Wayan Budi Sentana, I Wayan Budi I Wayan Hendra sanjaya, I Wayan Hendra I Wayan Nita Kusnawan, I Wayan I Wayan Satya Dharmawan Ida Ayu Gde Suwiprabayanti Putra Ida Bagus Suradarma, Ida Bagus IGP Wirarama Wedashwara Wirawan IGP Wirarama Wedashwara Wirawan, IGP Wirarama Wedashwara Indrawan, I Kadek Surya Kadek Adi Parthama Kadek Isa Engelita Dewi Kadek Nita Sumiari, Kadek Nita Kumiko Shishido Luh Mei Wahyuni Made Ari Santosa Made Dana Saputra Manuel Eduardo X. Do Rego, Manuel Eduardo Ni Gst Nym Suci Murni Ni Ketut Bagiastuti Ni Ketut Pradani Gayatri Sarja Ni Luh Gede Pivin Suwirmayanti, S.Kom, MT, Ni Luh Gede Pivin Ni Luh Putu Norma Dewi Abdi Pradnyani Ni Luh Putu Wulandari, Ni Luh Putu Ni Luh Ratniasih, Ni Luh Ni Made Ernawati Ni Made Mega Abdi Utami Ni Made Wirasyanti Dwi Pratiwi Ni Nyoman Harini Puspita, Ni Nyoman Ni Nyoman Triyuni Ni Putu Intan Diantari, Ni Putu Ni Putu Novie Darmayanti Dewi, Ni Putu Novie Ni Wayan Wahyu Astuti Nyoman Ayu Nila Dewi Nyoman Ayu Nila Dewi, Nyoman Pamularsih, Tyas Raharjeng Puspita, Ni Made Ayu Maya Putu Adi Suprapto Putu Adi Suprapto Putu Eka Raharja Putra, Putu Eka Putu Rian Arde Surya Ratna Kartika Wiyanti Ratna Kartika Wiyati Ratna Kartika Wiyati Ratna Kartika Wiyati, Ratna Kartika Ricky Aurelius Nutanto Diaz, Ricky Aurelius Sagung Putri Ayu Laras Ningsih, Sagung Putri Ayu Sarja, Ni Ketut Pradani Gayatri Shantika, Budi Suwastika, I Wayan Kayun Tata Kartasudjana Teo Turangga, Teo Tyas Rahajeng Pamularsih Wayan Hesadijaya Utthavi Wayan Hesadijaya Utthavi Wayan Styawan Saputra, Wayan Widana , I Putu Krisna Arta Widana, I Putu Krisna Arta Widia Nur Intan Paramita