Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH KANDUNGAN BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND AIR LIMBAH PENGOLAHAN KELAPA SAWIT TERHADAP KANDUNGAN UNSUR HARA NPK TANAH DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Widiarso, Bambang; Kurnia, Kurnia; Maulidi, Maulidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4281

Abstract

The research aims to determine (1) the relationship between Biological Oxygen Demand (BOD) content and the nutrient content of anaerobic and aerobic pond wastewater; (2) the level of efficiency of inorganic fertilizer with the utilization of liquid waste at several waste water BOD levels; (3) the effect of providing liquid palm oil waste on the growth and yield of corn plants; (4) corn growth and yield at several wastewater BOD levels. The research was conducted at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. Soil analysis was carried out at the Soil Chemistry and Fertility Laboratory and wastewater BOD analysis was carried out at the Soil Health Laboratory, Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research used experimental methods with a Completely Randomized Factorial Design with treatments: 0 NPK, 2.25-0.75-040 NPK, and 4.5-1.5-0.75 NPK as well as giving Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, and 25% BOD of anaerobic and aerobic wastewater ponds, so that 24 treatments were obtained, with 3 repetitions, 72 polybags. The waste water dose of 9 l per polybag is poured 3 l each per polybag in the morning, afternoon and evening. Variables observed: plant height, stem diameter, and number of leaves. Research results: giving POME to anaerobic and aerobic ponds until the 5th week did not have a real effect on height, stem diameter and number of corn leaves, but giving fertilizer until the 5th week had a real effect. Based on the Least Significant Difference Test (LSD)  results, the best treatment is the L3N2 treatment (25% Liquid Palm Oil Waste and 9 g Urea, 7.50 g Sp-36, 5.6 g KCl). Keywords: corn; npk fertilizer; palm oil wastewater  INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) dengan kandungan hara air limbah kolam anaerobikdan aerobik; (2) tingkat efisiensi pupuk anorganik dengan pemanfaatan limbah cair pada beberapa level BOD air limbah; (3) pengaruh pemberian limbah cair kelapa sawit (LCKS) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung; (4) pertumbuhan dan hasil jagung pada beberapa level BOD air limbah. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Analisis tanah dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah serta analisis BOD air limbah dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Peneltian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan perlakuan: 0 NPK, 2,25-0,75-040 NPK, dan 4,5-1,5-0,75 NPK serta pemberian Palm Oil Mill Effluent (POME) 100, 75, 50, dan 25 % BOD kolam air limbah anaerob dan aerob, sehingga diperoleh 24 perlakuan, dengan ulangan 3 kali ,72 polybag. Dosis air limbah 9 l per polybag disiramkan masing-masing 3 l per polybag pagi, siang dan sore. Variabel yang diamati: tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Hasil penelitian: pemberian POME kolam anaerobik maupun aerobik sampai pada mingu ke 5 tidak memberikan pengaruh nyata pada tinggi, diameter batang, dan jumlah helaian daun jagung, namun pemberian pupuk sampai minggu ke 5 memberikan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil uji BNT perlakuan terbaik adalah perlakuan L3N2 (Limbah Cair Kelapa Sawit (LCKS) 25% dan 9  g Urea, 7,50 g SP-36, 5,6 g KCl).   Kata kunci: air limbah kelapa sawit; jagung; pupuk npk
Pengaruh Pemberian Tepung Cangkang Telur dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Serapan Hara N, P, K Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Alluvial yani, Yani; Suswati, Denah; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 1 (2025): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i1.85318

Abstract

 AbstrakSebaran tanah Alluvial di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat. Tanah Alluvial menjadi sebuah pilihan dalam memberdayakan lahan marjinal akibat berkurangnya lahan produktif untuk pertanian. Produksi cabai rawit dalam waktu 3 tahun terakhir di Kalimantan Barat menurut data mengalami peningkatan, untuk mempertahankan dan mencapai produksi kualitas hasil tanaman yang tinggi perlu adanya usaha intensifikasi pertanian satu diantaranya pemberian pupuk organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K tanaman cabai rawit pada tanah alluvial. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor, faktor pertama pemberian tepung cangkang telur (C) dan faktor kedua pemberian pupuk kandang ayam (K) yang terdiri dari 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 27 sampel tanaman cabai rawit. Perlakuan faktor pertama C0 (kontrol), C1= 80 gram/polibag (3,2 ton/ha), C2= 160 gram/polibag (6,4 ton/ha), faktor kedua K (control), K1= 500 gram/polibag (20 ton/ha), K2= 1000 gram/polibag (40 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman. Interaksi perlakuan C1K2 (tepung cangkang telur 80 gram/polybag dan pupuk kandang ayam 1000 gram/polibag) dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman, serapan nitrogen dan serapan fosfor bagian atas tanaman cabai rawit.Kata kunci: Alluvial, cabai rawit, tepung cangkang telur, pupuk kandang ayam, serapan NPK.
Peranan Kompos Kulit Kopi dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Ketersediaan Hara N, P, K dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol Fadhlurrahman, Syarif Novel; Hayati, Rita; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.86851

Abstract

Ultisols are marginal soils that are low in nutrients and organic matter. The low nutrient and organic matter content needs to be improved with an ameliorant in the form of coffee husk compost combined with chicken manure, which is widely available in the soil. This study aims to determine the effect of combining coffee skin compost and chicken manure on the availability of N, P, and K nutrients, as well as the growth of corn plants in ultisol soil. The research design used in this study was a completely randomized design (CRD) with a factorial arrangement, consisting of 9 treatments and 3 replications, resulting in 27 sample plots. The treatments included two factors: factor A (coffee skin compost) and factor P (chicken manure). The results showed that the chicken manure treatment increased soil pH, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, and exchangeable potassium, while the coffee skin compost treatment enhanced exchangeable potassium. However, neither treatment had a significant effect on plant height or stem diameter, and no significant interaction was observed between the two factors.
Analysis of Environmental Carrying Capacity and Environmental Accompany Based on Ecosystem Services in Cultivation Areas in The Bengkayang Regency RTRW 2025-2045 Widiarso, Bambang; Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Agustine, Leony
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.10014

Abstract

The preparation of regional spatial plans must be guided by the analysis of environmental carrying capacity and carrying capacity, the method of measuring environmental carrying capacity and carrying capacity based on ecosystem services with a spatial approach has a more appropriate use value. This study aims to identify and analyze the environmental carrying capacity and carrying capacity based on ecosystem services in the RTRW Cultivation Area of ​​Bengkayang Regency in 2025-2045. The research method uses the main basic data approach, namely the characteristics of the landscape ecoregion, natural vegetation communities, and land use. Data analysis uses expert-based evaluation methods, pairwise comparisons, and weighted sums to obtain the value of the ecosystem service index. The results of the study obtained water carrying capacity in accordance with the Decree of the Minister of Environment and Forestry No. 146 of 2022, the carrying capacity of water supply ecosystem services is dominated by the medium category of 61.126%, the carrying capacity of food supply services is high category 54.20%, the carrying capacity of climate regulation ecosystem services is dominated by the high category 54.83%, the carrying capacity of disaster protection ecosystem services is dominated by the high category 77.64%, the carrying capacity of flora and fauna supporting ecosystem services is dominated by the low category 88.73%, and the carrying capacity of genetic resource providing ecosystem services is dominated by the high category 63.75%. The conclusion is that the cultivation locations in the Bengkayang Regency RTRW for 2025-2045 are generally in accordance with the carrying capacity and environmental capacity based on ecosystem services.
Peranan Kompos Kulit Kopi dan Pupuk Kandang Ayam terhadap Serapan Hara N, P, dan K pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Ultisol Jihansyah, Jihansyah; Hayati, Rita; Riduansyah, Riduansyah
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 11, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v11i2.87567

Abstract

Luas sebaran tanah ultisol di kalimantan barat mencapai 21.938.000 dari total luasan wilayah Kalimantan Barat. Jagung (Zea Mays L.) merupakan tanaman serealia yang yang bernilai strategis dan ekonomis serta mempunyai peluang untuk dikembangkan, produktivitas jagung saat ini masih relatif rendah yaitu berkisar 4-5 t ha-1 sementara jagung manis ini dari deskripsi dapat menghasilkan 9,2 t ha-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kompos kulit kopi dan pupuk kandang ayam terhadap serapan hara N, P, K serta hasil tanaman jagung (Zea Mays L.) di tanah ultisol. Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) faktorial dengan 9 perlakuan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 plot sampel. Perlakuan penelitian terdiri dari faktor A dan faktor P, dimana faktor A yaitu kompos kulit kopi dan faktor P yaitu pupuk kandang ayam. Pemberian kompos kulit kopi secara tunggal dapat meningkatkan berat kering bagian atas tanaman dan kombinasi perlakuan A1P3 (kompos kulit kopi dosis 450 g/polibag dan pupuk kandang ayam dosis 1350 g/polibag) dapat meningkatkan serapan hara N bagian atas tanaman sebesar 65,68%, serapan hara P bagian atas tanaman sebesar 42,85% dan serapan hara K bagian atas tanaman sebesar 6,47%.
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN KOMPOS PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) DI TANAH ULTISOL Mariska, Ruby; Indrawati, Urai Suci; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93277

Abstract

Tanah Ultisol memiliki sifat masam, bahan organik rendah, miskin unsur hara, kejenuhan basa rendah, kejenuhan Al tinggi, serta nilai KTK yang rendah, sehingga menyebabkan rendahnya ketersediaan hara N, P, dan K. Penambahan biochar dapat meningkatkan ketersediaan dan retensi hara, retensi air, serta KTK tanah, sehingga mengurangi pencucian unsur hara seperti kalium dan NH₄⁺ (Lehmann, 2002). Pupuk kandang sapi juga berperan penting dalam meningkatkan kesuburan kimia, fisik, dan biologis tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar sekam padi dan kompos pukan sapi terhadap ketersediaan hara N, P, dan K serta pertumbuhan tanaman tomat di tanah Ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu biochar sekam padi dan kompos pukan sapi yang terdiri dari sembilan kombinasi perlakuan, masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi biochar dan kompos meningkatkan N-total sebesar 2,88%. Biochar meningkatkan bahan organik (3,21%), fosfor tersedia (9,92%), dan kalium dapat ditukar (9%), sedangkan kompos meningkatkan pH H₂O (4,56%) dan kalium dapat ditukar (9%).
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU Raditya, Dimas; Riduansyah, Riduansyah; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.93084

Abstract

Kurangnya informasi mengenai data-data karakteristik dan potensi lahan untuk tanaman kelapa sawit di Desa Lumut berdampak pada pertumbuhan dan penurunan produktivitas tanaman sehingga perlu dilakukan evaluasi lahan untuk mendapatkan data yang diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik lahan di Desa Lumut, menentukan sub-kelas kesesuaian aktual dan potensial lahan tanaman kelapa sawit serta memberikan rekomendasi perbaikan lahan sesuai dengan kelas kesesuaian lahan. Peneltian ini dilaksanakan di Desa Lumut, Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau dan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berdasarkan hasil overlay peta pada lokasi penelitian memiliki dua satuan lahan dengan dua sub group yaitu Acrudoxic Kandiudults dan Typic Kandiudults. Pengambilan sampel komposit dan sampel tanah utuh untuk analisis di laboratorium dengan kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm pada setiap satuan lahan. Dari hasil pencocokan kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman kelapa sawit menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk SL 1 dan SL 2 adalah S3-f,n,e atau sesuai marginal dengan faktor pembatas terberat yaitu KTK tanah, kejenuhan basa dan C-organik (f), hara tersedia (n) yaitu Total N , P2O5 dan K2O, serta ringkat bahaya erosi (e). Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensial tanaman kelapa sawit pada SL 1 dan SL 2 adalah S2-w atau cukup sesuai dengan faktor pembatas yaitu curah hujan tahunan (w).
Gaya Kepemimpinan KH. Abdullah Al-Faqir dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren Mambaul Khairat Riduansyah, Riduansyah; Firayanti, Yuni; Marhamah
ECONOMETRICS:Journal of Sustainable Economics and Management Vol. 1 No. 4 (2025): ECONOMETRICS: Journal of Sustainable Economics and Management
Publisher : ECONOMETRICS:Journal of Sustainable Economics and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the leadership style of KH. Abdullah Al-Faqir in building economic independence at Pondok Pesantren Mambaul Khairat, Ketapang Regency, West Kalimantan. A qualitative approach was used with techniques such as interviews, observations, and documentation to obtain primary and secondary data. Data analysis was conducted in three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was tested using source triangulation techniques and methods to ensure the credibility of the research results. The research results show that the leadership style of KH. Abdullah Al-Faqir is a combination of charismatic, democratic, and transformational. This leadership is able to build the loyalty of students, management, and the community, as well as empower students in managing business units. The strategy for economic independence is achieved through the arrangement of human resources based on competence, deliberation, financial transparency, and internal-external synergy. These findings affirm that adaptive and participatory charismatic leadership can serve as a model for other Islamic boarding schools in building sustainable economic independence.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N,P,K SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT PADA TANAH ALLUVIAL Yesi, Akwilna; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.89044

Abstract

Tanah Alluvial merupakan tanah yang cenderung tergolong sebagai tanah muda, dicirikan dari kenampakan profil dengan sedikit horison. Tanah Alluvial memiliki beberapa kendala diantaranya tingkat kesuburan tanah yang rendah, satu diantara upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman cabai rawit dengan pemberian pupuk organik seperti tepung cangkang telur bertujuan untuk menetralkan pH tanah dan pupuk kandang ayam bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan hara N,P,K dalam tanah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama tepung cangkang telur yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf sehingga terdapat 27 polybag. C0 ( tanpa tepung cangkang telur) ,C1 (80 g Tepung cangkang telur), C2 (160 g Tepung cangkang telur), K0 (Tanpa pupuk kandang ayam), K1 (500 g pupuk kandang ayam), K2 (1000 g pupuk kandang ayam). Hasil penelitian diperoleh pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan ketersediaan hara yaitu N,P,K tanah serta pertumbuhan tanaman cabai rawit pada tanah Alluvial dan meningkatkan tinggi tanaman cabai rawit pada perlakuan C2K2 (160 g tepung cangkang telur dan 1000 g pupuk kandang ayam) tinggi mencapai 51 cm dan dapat meningkatkan parameter seperti pH H2O tanah sebesar 60 %, C-organik tanah sebesar 18 %, ketersediaan hara tanah seperti Nitrogen total tanah sebesar 11 %, Fospor sebesar 275 %, Kalium sebesar 573 %.
Upaya Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan Melalui Pendidikan Diagnosa Visual Hara Tanaman Riduansyah, Riduansyah; Suswati, Denah; Nuriman, Muhammad; Romiyanto, Romiyanto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i4.2223

Abstract

Increasing farmers' human resources in evaluating plant nutrients is an important part of increasing plant productivity, family food security and farmer income. Therefore, we researchers, carry out training activities for farming communities. The training was held in the Pal Sembilan village office hall, Sungai Kakap District. Attended by village officials, heads of farmer groups and members of farmer groups, Pal Sembilan village with a total of 30 people. The training was carried out by discussing procedures for visually observing deficiencies and excesses of plant nutrients. Farmers gain knowledge through short lectures, brochures with visual images of plant nutrients, and land management recommendations. Recommendations for improvement on land that has a pH of 4.5 and land conditions that are characterized by oxidized Fe, Al, and Mn are to wash the land first, or rinse the land first from Fe, Al, and Mn poisoning, and the recommended application of dolomite is 2 tons. /ha for land that does not have water management, during the process of increasing soil pH, it is not recommended to use N fertilizer, and spraying fungicides to reduce fungi that previously lived in acidic soil conditions. The extension location has symptoms of potassium deficiency, so it is recommended to provide rice straw to reduce the need for inorganic potassium fertilizer by 70-90%.