Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Literasi Mahasiswa Pesantren melalui Pelatihan Penulisan Esai Masnun; Segaf Baharun; Nur Hanifansyah; Kholili Hasib; Zidan Muhtadin Husni; Ahmad Syauqi Rabbany
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.535

Abstract

Rendahnya budaya literasi di kalangan mahasiswa pesantren menjadi tantangan serius dalam membangun tradisi akademik yang berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi mahasiswa melalui Workshop Penulisan Esai yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Literasi BEM UII Dalwa. Kegiatan dirancang dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA), capacity building, dan reflective-experiential learning, serta dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan inti, dan evaluasi. Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini, yang mencakup sesi motivasi literasi, teknik penulisan esai, dan praktik menulis. Evaluasi dilakukan melalui lembar refleksi, observasi partisipatif, pengumpulan karya esai, dan wawancara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 82,5% peserta mengalami peningkatan minat menulis, 77,5% aktif dalam diskusi literasi, dan 30% menghasilkan esai yang dinilai layak publikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa workshop berbasis komunitas dengan metode partisipatif dan kontekstual efektif membangun kesadaran literasi, menstimulasi terbentuknya komunitas penulis internal, dan mendorong mahasiswa menjadi produsen gagasan tertulis. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di lingkungan pesantren lain untuk memperkuat ekosistem literasi dan membangun kemandirian intelektual santri di era digital.
Islamic Worldview and Mental Health Strengthening in Islamic Educational Tradition Muhammad Jamaluddin; Kholili Hasib; M. Ardiansyah
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v7i1.22140

Abstract

Mental health challenges in educational contexts require culturally sensitive interventions that align with students’ worldviews and religious values. This library research examines the relationship between Islamic worldview and mental health strengthening within Islamic educational traditions. The study employed systematic literature review methodology, analyzing peer-reviewed articles from multiple databases including PubMed, PsycINFO, and Scopus, focusing on publications from 2018-2025. Thematic analysis identified key concepts regarding Islamic worldview’s role in promoting psychological wellbeing. Results reveal three main findings: First, Islamic worldview provides robust conceptual foundations for mental health through principles of balance (mīzān), trust in Allah (tawakkul), patience (sabr), and community support (ummah). Second, Islamic educational institutions implement comprehensive mechanisms including integrated spiritual-academic programs, mentorship systems, communal learning approaches, therapeutic practices, and supportive physical environments. Third, contemporary research demonstrates significant effectiveness of Islamic worldview-based approaches in addressing culture-specific mental health challenges, with evidence showing improved treatment adherence, enhanced coping abilities, and better psychological outcomes compared to conventional interventions. The study concludes that Islamic worldview offers valuable contributions to global mental health practice through holistic frameworks that integrate spiritual, psychological, and social dimensions, providing culturally authentic and therapeutically effective approaches for Muslim students in educational contexts.
Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Percepatan Santri dalam Menghapalkan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tabiyyatul Qurro’ Selagas, Kota Mataram Suparman, Muhammad; Rahmatulla, Asep; Hasib, Kholili
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4514

Abstract

Al-Qur’an sebagai pedoman utama ajaran Islam memiliki peran sentral dalam pendidikan, khususnya dalam pembentukan iman, ilmu, dan akhlak, sehingga upaya menjaga dan melestarikannya melalui program tahfidz menjadi tanggung jawab kolektif umat Islam, yang dalam praktiknya memerlukan inovasi metode pembelajaran seperti mind mapping untuk mengatasi kejenuhan santri dan meningkatkan efektivitas serta percepatan hafalan Al-Qur’an di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini mengkaji efektivitas metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi serta mempercepat hafalan Al-Qur’an santri di pondok pesantren Tabiyyatul Qurro’, Selagas Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Tahfidz Pondok Pesantren Tarbiyatul Qurro’ Selagalas Kota Mataram dengan sumber data utama berupa observasi dan wawancara terhadap pimpinan pondok, guru tahfidz, dan santri, serta data pendukung dari dokumen dan literatur, yang dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran valid mengenai pengaruh metode mind mapping terhadap percepatan hafalan Al-Qur’an. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh metode mind mapping terhadap kecepatan hafalan al-Qur'an di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qurro' menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan santri untuk menghafal al-Qur'an dengan lebih cepat. Metode mind mapping, yang memanfaatkan visualisasi, hubungan antar ide, dan pengorganisasian informasi, terbukti membantu santri memahami struktur ayat dan kaitannya dengan tema-tema al-Qur'an.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak dan Religiusitas Anak di Tengah Kemajuan Teknologi Ni'ami, Uswatun; Hasib, Kholili
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4755

Abstract

Anak adalah amanah bagi orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Maka, anak harus dididik sebaik mungkin dengan akhlak dan ilmu agama agar menjadi anak yang sholeh dan berilmu, serta dapat membentengi diri dari kejahatan hawa nafsu. Apalagi pada kehidupan akhir zaman ini, yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi, dibutuhkan keimanan yang kuat agar terjaga dari pengaruh-pengaruh negatif yang menjerumuskan manusia ke jurang fitnah dan dosa. Tujuan penelitian ini, pertama memberikan pemahaman mengenai peran penting orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Kedua, menawarkan metode bagi orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Ketiga, menunjukkan bahwa membentuk akhlak dan religiusitas anak adalah suatu keharusan bagi orang tua, terutama di tengah kemajuan teknologi saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap peran orang tua dalam membentuk akhklak dan religiusitas anak di tengah kemajuan teknologi. Sumber primer dalam penelitian adalah para orang tua dan anak-anak dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah dan diverifikasi melalui triangluasi dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua adalah pemeran utama dalam membentuk karakter anak, baik dalam akhlak maupun religiusitasnya. Metode yang dapat dilakukan ialah pertama, dengan memberikan pendidikan akhlak melalui nasehat, teguran, contoh dalam keseharian, dan keteladanan-keteladanan dari Rasulullah saw. Kedua, memberikan pendidikan agama dari sejak kecil, seperti mengajarkan sholat, membaca al Qur’an, dan kajian-kajian keislaman seperti akhlak, tasawuf, fiqih, tauhid. Ketiga, menjauhkan anak dari gadget. Keempat, membiasakan anak untuk membaca buku. Pembentukan akhlak dan pembekalan ilmu agama yang kuat adalah kunci keselamatan anak di dunia dan akhirat karena keduanya dapat menjadi pembimbing, perisai dan filter bagi pengaruh-pengaruh negatif kemajuan zaman dan teknologi. Kesimpulan daripada penelitian ini ialah bahwa orang tua harus memainkan perannya dengan sangat baik terhadap anak. Peran terpenting orang tua adalah membentuk anak menjadi manusia yang berakhlak dan memiliki pengetahuan ilmu agama. Demikian karena pendidikan akhlak dan ilmu agama menjadi kontrol bagi pribadi anak.  
Pengaruh Metode Mind Mapping Terhadap Percepatan Santri dalam Menghapalkan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tabiyyatul Qurro’ Selagas, Kota Mataram Muhammad Suparman; Asep Rahmatulla; Kholili Hasib
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4514

Abstract

Al-Qur’an sebagai pedoman utama ajaran Islam memiliki peran sentral dalam pendidikan, khususnya dalam pembentukan iman, ilmu, dan akhlak, sehingga upaya menjaga dan melestarikannya melalui program tahfidz menjadi tanggung jawab kolektif umat Islam, yang dalam praktiknya memerlukan inovasi metode pembelajaran seperti mind mapping untuk mengatasi kejenuhan santri dan meningkatkan efektivitas serta percepatan hafalan Al-Qur’an di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini mengkaji efektivitas metode mind mapping dalam meningkatkan motivasi serta mempercepat hafalan Al-Qur’an santri di pondok pesantren Tabiyyatul Qurro’, Selagas Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Tahfidz Pondok Pesantren Tarbiyatul Qurro’ Selagalas Kota Mataram dengan sumber data utama berupa observasi dan wawancara terhadap pimpinan pondok, guru tahfidz, dan santri, serta data pendukung dari dokumen dan literatur, yang dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran valid mengenai pengaruh metode mind mapping terhadap percepatan hafalan Al-Qur’an. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh metode mind mapping terhadap kecepatan hafalan al-Qur'an di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qurro' menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan santri untuk menghafal al-Qur'an dengan lebih cepat. Metode mind mapping, yang memanfaatkan visualisasi, hubungan antar ide, dan pengorganisasian informasi, terbukti membantu santri memahami struktur ayat dan kaitannya dengan tema-tema al-Qur'an.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak dan Religiusitas Anak di Tengah Kemajuan Teknologi Uswatun Ni'ami; Kholili Hasib
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4755

Abstract

Anak adalah amanah bagi orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Maka, anak harus dididik sebaik mungkin dengan akhlak dan ilmu agama agar menjadi anak yang sholeh dan berilmu, serta dapat membentengi diri dari kejahatan hawa nafsu. Apalagi pada kehidupan akhir zaman ini, yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi, dibutuhkan keimanan yang kuat agar terjaga dari pengaruh-pengaruh negatif yang menjerumuskan manusia ke jurang fitnah dan dosa. Tujuan penelitian ini, pertama memberikan pemahaman mengenai peran penting orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Kedua, menawarkan metode bagi orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Ketiga, menunjukkan bahwa membentuk akhlak dan religiusitas anak adalah suatu keharusan bagi orang tua, terutama di tengah kemajuan teknologi saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap peran orang tua dalam membentuk akhklak dan religiusitas anak di tengah kemajuan teknologi. Sumber primer dalam penelitian adalah para orang tua dan anak-anak dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah dan diverifikasi melalui triangluasi dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua adalah pemeran utama dalam membentuk karakter anak, baik dalam akhlak maupun religiusitasnya. Metode yang dapat dilakukan ialah pertama, dengan memberikan pendidikan akhlak melalui nasehat, teguran, contoh dalam keseharian, dan keteladanan-keteladanan dari Rasulullah saw. Kedua, memberikan pendidikan agama dari sejak kecil, seperti mengajarkan sholat, membaca al Qur’an, dan kajian-kajian keislaman seperti akhlak, tasawuf, fiqih, tauhid. Ketiga, menjauhkan anak dari gadget. Keempat, membiasakan anak untuk membaca buku. Pembentukan akhlak dan pembekalan ilmu agama yang kuat adalah kunci keselamatan anak di dunia dan akhirat karena keduanya dapat menjadi pembimbing, perisai dan filter bagi pengaruh-pengaruh negatif kemajuan zaman dan teknologi. Kesimpulan daripada penelitian ini ialah bahwa orang tua harus memainkan perannya dengan sangat baik terhadap anak. Peran terpenting orang tua adalah membentuk anak menjadi manusia yang berakhlak dan memiliki pengetahuan ilmu agama. Demikian karena pendidikan akhlak dan ilmu agama menjadi kontrol bagi pribadi anak.  
ISLAMISASI DAN INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PERSPEKTIF SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Muhammad Jamaluddin; Kholili Hasib; M. Ardiansyah
Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2025): Desember
Publisher : CV. Jendela Gagasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61743/cg.v3i3.159

Abstract

The phenomena of globalization and modernity have had a significant impact on the development of science and education in the Muslim world, particularly through the dominance of a secular paradigm that separates rationality from spirituality. This situation has given rise to an epistemological crisis that has led to the fragmentation of knowledge and the emergence of intellectual and spiritual identity confusion. This study aims to examine the concepts of Islamization and the integration of science from the perspective of Syed Muhammad Naquib al-Attas, highlighting their theoretical and practical implications for Islamic education. The method used is qualitative with a literature study, through the stages of source identification, literature search, selection based on relevance criteria, recording and documentation, to data organization for further analysis. The analysis is carried out descriptively-analytically and critically-comparatively to find patterns of meaning that are in harmony with the Islamic worldview. The results of the study show that the Islamization of science is interpreted as an effort to liberate knowledge from the hegemony of Western secularism, while the integration of science emphasizes the importance of uniting religion, science, and ethics with tawhid as its main foundation. This concept affirms the position of adab as the core of education, while also offering alternatives in curriculum development, policy formulation, and strategies for empowering Muslims in facing the challenges of globalization. From a theoretical perspective, this research enriches the discourse on Islamic epistemology, while in practical terms it presents an applicable framework for education that is more contextual and oriented towards the formation of civilized human beings. Thus, these findings open up new opportunities in contemporary Islamic scientific studies, especially in formulating a holistic and transformative educational paradigm.
Penguatan Literasi Aksara Jawi dan Pego: Program Pengabdian Internasional di Akademi Jawi Malaysia Kholili Hasib; Muhammad Farid; Zainal Abidin; Muhammad Nurusshobah
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26523

Abstract

Program pengabdian internasional ini bertujuan memperkuat literasi aksara Jawi dan Pego sebagai warisan peradaban Islam-Melayu yang semakin terpinggirkan akibat dominasi huruf Latin. Kegiatan dilaksanakan di Akademi Jawi Malaysia dengan melibatkan mahasiswa  dan dosen melalui workshop penulisan, pengenalan naskah klasik, pendampingan membaca teks turāth, serta pelatihan digitalisasi manuskrip. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca dan menulis, sekaligus lahirnya kesadaran baru akan identitas budaya dan keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa Jawi dan Pego bukan hanya sistem tulisan, melainkan simbol peradaban Islam yang hidup. Dibandingkan dengan penelitian terdahulu mengenai aksara tradisional, program ini memberi kontribusi baru berupa kolaborasi lintas negara dan integrasi teknologi digital. Implikasinya, pelestarian aksara Jawi dan Pego membutuhkan pendekatan edukatif, partisipatif, serta dukungan kebijakan pendidikan agar tetap relevan di era modern.  
Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan Kholili Hasib; Nurhanifansyah Nurhanifansyah
Filantropis: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/filantropis.v1i1.3161

Abstract

The low level of scientific writing culture among students poses a serious challenge in academia, particularly in the digital era marked by rampant plagiarism and a declining motivation for critical thinking. To address this issue, the Islamic Education Study Program at Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah Bangil Pasuruan initiated a scientific article writing training aimed at equipping students with writing skills in accordance with methodological principles and national or international publication standards. The program was carried out in three main phases: preparation, implementation, and evaluation, using a combination of presentation, demonstration, and hands-on practice methods. The integration of supporting applications such as Zotero and Mendeley enhanced the technical aspects of writing. The results of the training indicated a significant improvement in students' understanding and skills in writing scientific articles, as well as an increased interest in publication. An intensive mentoring phase further facilitated the completion of publishable academic works, contributing positively to the institution’s academic reputation. This program has proven effective and should be replicated to foster a strong scientific culture within higher education institutions.
The Integration of Rationality and Spirituality: Imam Al-Ghazali's Experience through Ta'lim Rabbani Approach in Acquiring Knowledge Kholili Hasib; Neneng Uswatun Khasanah
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 21 No. 1: June 2025
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v21i1.25377

Abstract

This article investigates the integration of rationality and spirituality in the educational philosophy of Imam al-Ghazali, with particular attention to his experience of ta‘līm rabbānī (divine instruction) as a pathway to ma‘rifah (spiritual knowledge). Imam al-Ghazali’s intellectual crisis and subsequent spiritual transformation reflect a shift from reliance on discursive reason to a higher epistemic state grounded in divine guidance. Drawing on al-Munqidh min al-Ḍalāl and key insights from Iḥyā’‘Ulūm al-Dīn, this study analyzes the importance of spirituality or ma'rifah in education. This research employed a literature review grounded in a philosophical approach, wherein analysis was conducted by examining written texts. Methodologies utilized encompass critical review, comparison, summarization, and synthesis, adopting a descriptive-analytical approach to assess various dimensions of the proposed theory. The article argued that al-Ghazali’s ta‘līm rabbānī framework is not a rejection of reason, but a reorientation of reason under the authority of divine truth. The findings suggested that this integrated model provided a relevant paradigm for contemporary Islamic education, particularly in addressing the fragmentation of knowledge and the marginalization of spirituality in academic contexts. In contemporary Islamic education, this model challenges the prevalent separation of intellect and spirituality and calls for a reintegration of ethical, spiritual, and rational dimensions of knowledge in the formation of the human self.