Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS UMUR PAHAT END MILL SOLID CARBIDE PADA CNC MILLING SIEMENS DENGAN VARIASI PUTARAN SPINDLE DAN KEDALAMAN POTONG MATERIAL ST 70 DALAM PENGONDISIAN DRY CUTTING DI PT. X Ardiansyah, Riswanda Ma’ruf; Ali Aziz, Moh Nor; Kastiawan, I Made; Mufti, Moh
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol. 11 No. 2 (2025): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v11i2.133080

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi komputer saat ini mengalami kemajuan sangat pesat dengan mengaplikasikannya ke dalam alat-alat mesin perkakas, yang mana hasil dari perpaduan antara teknologi komputer dan teknologi mekanik inilah yang selanjutnya disebut dengan Computer Numerical Control (CNC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur pahat end mill berbahan solid carbide pada proses pemesinan CNC Milling Siemens terhadap material ST 70 dalam kondisi pemotongan kering (dry cutting). Penelitian menunjukkan bahwa nilai VB untuk kedalaman pemakanan 3 mm dengan putaran spindle 955 Rpm, 1194 Rpm, dan 1433 Rpm berturut-turut adalah 1,320 mm, 1,350 mm, dan 1,546 mm dengan umur pahat yang diperoleh sebesar 0,530 menit, 0,424 menit, dan 0,303 menit. Berdasarkan hasil tersebut, maka putaran spindle yang lebih rendah menghasilkan umur pahat yang lebih panjang, serta kedalaman potong yang terlalu besar meningkatkan beban pemotongan dan temperatur, sehingga mempercepat laju keausan pahat. Kata kunci: CNC , End Mill Solid Carbide, Umur Pahat, Dry Cutting
STUDI KASUS PERENCANAAN PEMBANGUNAN RUANG BERMAIN RAMAH ANAK DI KABUPATEN ASMAT PROVINSI PAPUA SELATAN Priyono, Minsa Prastowo; Lokajaya, I Nyoman; Widodo, Richardus; Kastiawan, I Made
ABDIMAS Vol 6 No 01 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i01.2673

Abstract

Kabupaten Asmat bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dengan usulan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak merencanakan Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak sebagai komitmen untuk menyediakan infrastruktur yang mendukung perkembangan anak, agar anak-anak Asmat dapat bermain dengan aman dan menyenangkan, serta mendukung hak-hak dasar mereka. Pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak direncanakan di kawasan alun-alun kota, Lapangan Yos Sudarso Distrik Agats merupakan salah satu ikon kota yang memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan publik dan simbol pembangunan daerah. Melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan, lapangan ini menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk menanamkan jiwa dan semangat nasionalisme kepada masyarakat. Karakteristik Ruang Bermain Ramah Anak adalah tempat yang aman, nyaman, inklusif dan mendukung perkembangan optimal anak, dengan ciri-ciri seperti 1) keamanan fisik berupa alat bermain aman, pagar, CCTV, 2) kenyamanan meliputi bebas asap rokok, pencahayaan baik, toilet anak, 3) aksesibilitas meliputi mudah dijangkau, gratis, untuk disabilitas serta 4) fasilitas pendukung meliputi P3K, pengawas terlatih, tempat sampah, jalur evakuasi yang bebas diskriminasi dan mendorong kreativitas serta interaksi sosial.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN BUAH MANGROVE UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR Ismawati, I; Kastiawan, I Made; Ainun, Moh Baqir; Fajaryaningtyas, Dyah Ayu; Murnawan, Hery; Sihmawati, Rini Rahayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20184

Abstract

Abstrak: Buah mangrove belum banyak yang mengetahui dan memanfaatkan potensinya menjadi suatu produk olahan. Kelompok masyarakat Poklahsar raji Pandawa dan Pokmaswas Reng Paseser memiliki keinginan untuk mengolah mangrove menjadi produk olahan yang bernilai jual namun masih terkendala di aspek teknologi. Tujuan kegiatan abdimas yaitu memberikan teknologi tepat guna dan pemahaman pengolahan kopi dan sirup mangrove sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat pesisir yang sbelumnya hanya bertumpu pada perikanan tangkap. Keiatan dilakukan dengan tahapan sosialisai, pelatihan, pengukuran hasil pelatihan, monitoring dan evaluasi. Hasil yang telah dicapai terjadi peningkatan pemahaman dalam penggunaan Teknologi Tepat Guna pada 20 orang mitra. Pemahaman Teknologi Tepat Guna pengolahan mangrove ini yaitu pada aspek pengetahuan pengoperasian alat pemeras mangrove dan alat sangrai masing – masing meningkat 50% sedangkan pada aspek pengetahuan tahapan proses pengolahan kopi mangrove sejumlah 35% dan peningkatan pengetahuan proses pengolahan sirup mangrove sejumlah 20%.Abstract: People do not know the potential of mangrove fruit as a food productThe Poklahsar Raji Pandawa and Pokmaswas Reng Paseser community groups have the desire to process mangroves into marketable food products but are still hampered by technological aspects. The aim of community service activities is to provide appropriate technology and understanding of coffee and mangrove syrup processing as an effort to increase the income of coastal communities which previously only relied on fishing. Activities are carried out in the stages of socialization, training, measuring training results, monitoring and evaluation. The results that have been achieved are an increase in understanding in the use of Appropriate Technology among 20 partners. Understanding Appropriate Technology for mangrove processing, namely in the aspect of knowledge of the operation of mangrove pressing tools and roasting equipment, each increased by 50%, while in the aspect of the stages of knowledge of the mangrove coffee processing process it was 35% and the increase in knowledge of the mangrove syrup processing process was 20%.
Analysis of the mechanical strength of composite materials reinforced with coconut fiber and recycled paper Kastiawan, I Made; Nurpriyanti, Indah; Nafi, Maula; Mastuki, Mastuki; Purnama Aji, Maulana Aditya Wahyu; Nugroho, Dimas Pribadi
Jurnal Polimesin Vol 24, No 2 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v24i2.8320

Abstract

Waste materials that accumulate in the environment can cause serious ecological problems. Paper waste and coconut fibres are abundant materials, and improper management of these may lead to environmental degradation. Therefore, converting waste into value-added products represents an important sustainable approach. This study explores the development of a sustainable biocomposite material composed of recycled paper waste and coconut fibers as reinforcement phases, combined with a Polyvinyl Acetate (PVA) matrix system. The composite fabrication process involved several stages. Used paper was cut into small pieces, mixed with water at a 1:1 ratio, and blended to form a damp paper pulp slurry. Coconut fibres were combed, straightened, and cut into lengths of 1-9 cm, with weight fractions of 0-40%. The paper pulp was mixed with Polyvinyl Acetate (PVA) at a fixed weight fraction of 35%, followed by the addition of coconut fibres according to the designated compositions, and then molded in accordance with ASTM standards for tensile and bending tests. This study introduces a novel fully waste-based composite system combining used paper waste and coconut fibres with Polyvinyl Acetate (PVA) as a natural matrix, demonstrating effective mechanical reinforcement without synthetic resins or cement-based binders. The highest tensile stress (12.32 MPa) was obtained at a fibre length of 9 cm and a weight fraction of 20%, while the highest bending stress (72.6 MPa) occurred at a fibre length of 1 cm and a weight fraction of 10%. The tensile strength increased by 38% compared to the fibreless composite, confirming the reinforcing effectiveness of coconut fibres. These results highlight the potential of the developed composite as a sustainable alternative material for wood-based products in non-structural applications.