Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan MP-ASI WHO Berbasis Pangan Lokal Bagi Kader Posyandu dan Ibu BADUTA Posyandu Dahlia III Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Sebtiana K, Rika; Suharsanti, Ririn; Wildan, Achmad; verdia M, Erlita; Radix, M. Ryan
Jurnal Dimas Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (816.551 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v1i1.9

Abstract

Malnutrisi banyak terjadi pada usia 6 bulan ke atas dikarenakan pada usia ini terjadi peralihan dari ASIke Makanan Pendamping ASI (MPASI). Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak adalahdengan memberikan makanan yang terbaik bagi Baduta. Pada baduta, kurang gizi akan menimbulkan gangguanpertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak yang apabila tidak diatasi secara dini akan berlanjut hinggadewasa. Usia 0-24 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga dapatdiistilahkan sebagai periode emas sekaligus kritis. Berdasarkan hasil pengkajian gizi Balita yang dilakukansebelumnya ternyata masih dijumpai beberapa masalah gizi khususnya pada kelompok umur Baduta. Penyebabutamanya adalah masih terbatasnya pengetahuan ibu tentang gizi Baduta dan keterampilan ibu dalam menyiapkanmakanan untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan pangan lokal yang tersedia. Kader Posyandu yang selama inisudah berperan aktif dirasakan masih lemah dalam memberikan edukasi ASI dan MP-ASI. Padahal kaderPosyandu sangat potensial perannya sebagai agen perubahan. Kegiatan Pengabdian Kepada MasyarakatPelatihan Pembuatan MP-ASI WHO Berbasis Pangan Lokal Bagi Kader Posyandu dan Ibu Baduta ini bertujuanuntuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dan ibu BADUTA dalam menyiapkan MP-ASI.Pada awal kegiatan, peserta akan digali tentang pengetahuan dan kemampuan pembuatan MP-ASI terlebih dahulukemudian dilakukan evaluasi akhir untuk melihat peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Secaragaris besar kegiatan ini berfungsi untuk membentuk perilaku gizi yang baik pada keluarga diperlukan kegiatanpendampingan keberlanjutan. Luaran yang diharapkan dapat dicapai adalah meningkatnya pengetahuan danketerampilan kader posyandu dan ibu baduta
Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pembuatan Secara Online Dan Pembagian Sabun Kopi Dan Hand sanitizer Wildan, Achmad; prasetyaningrum, Erna; Verdia M., Erlita; Suharsanti, Ririn; Sebtiana, Rika
Jurnal Dimas Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.545 KB) | DOI: 10.53359/dimas.v2i1.13

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak kekayaan bahan alam berupa flora dan fauna. Obatyang berasal dari sumber bahan alam khususnya tanaman telah memperlihatkan peranannya dalampenyelenggaraan upaya-upaya kesehatan masyarakat. Desa Kertosari Kabupaten Kendal adalah salah satu kotapenghasil kopi di Jawa Tengah. Pemanfaatan budi daya kopi disana hanya sebatas untuk pembuatan minuman.Kafein merupakan salah satu kandungan yang ada didalam kopi. Kafein merupakan senyawa alkaloid yangtermasuk jenis metilxanthine. Salah satu kandungan lain dari kopi adalah Klorogenik, dimana memiliki manfaatsebagai antioksidan. Sehingga kopi bisa dimanfaatkan untuk pembersih tubuh dengan bentuk sediaan Sabun.Sabun merupakan sediaan kosmetik perawatan kulit tubuh yang diaplikasikan ke tubuh untuk mengikat kotoranyang menempel pada tubuh, selain itu juga untuk mempercantik kulit seperti memperhalus kulit. MetodePengabdian yang digunakan adalah pelatihan secara daring melalui aplikasi Whatapps Groups (grup WA) danpembagian produk yang sudah jadi yang dibuat oleh group pengabdian. Proses pelatihan dilakukan melaluibeberapa tahap antara lain perkenalan tim pengabdian, dilanjutkan share video pembuatan sabun kopi danhandsanitizer, pemberian materi, tanya jawab dan penutup. Jalannya pelatihan secara online berlangsung baik,pemateri menyampaikan materi secara singkat namun mudah dipahami oleh para peserta pelatihan online, danpeserta aktif bertanya mengenai materi yang disampaikan.
Pembuatan Olahan Toga Sirup Herbal Masyarakat Di Kelurahan Colo Kecamatan Dawe Kudus Wahyu Ariani, Lilies; Suharsanti, Ririn; Dian Advistasari, Yustisia; Sebtiana Kristantri, Rika; Wulandari, Wahyu
Jurnal Dimas Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v4i1.34

Abstract

Masyarakat di kawasan Pegunungan Muria, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, selain sebagai petani kopi juga banyak menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan sekitarnya. Banyaknya toga yang ditanam oleh masyarakat dapat dikembangkan menjadi suatu produk yang dapat dipasarkan melalui pasar wisata yang ada di wilayah Colo sebagai tempat wisata religi. Salah satu jenis pelatihan dari Pengabdian masyarakat adalah pelatihan pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal sirup empon-empon yang bisa dijual di tempat wisata religi Colo. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 dengan metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Kegiatan ini melibatkan dosen dengan berbagi tugas sebagai fasilitator, Instruktur sebagai pendemonstrasi, Ibu lurah sebagai perwakilan masyarakat untuk sambutan, serta kader ibu-ibu PKK sebagai peserta. Kegiatan yang diawali dengan pemaparan materi pelatihan oleh Tim PKM, dilanjutkan dengan pendampingan praktek pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal. Target kegiatan PKM ini adalah meningkatnya keterampilan kader ibu-ibu PKK peserta pelatihan dalam pembuatan minuman kesehatan berbasis herbal. Kata Kunci: Kelurahan Colo; TOGA; Sirup Herbal Empon-empon
Pemanfaatan Ampas Tahu menjadi Tepung dan Brownies Chips Sebtiana Kristantri, Rika; Verdia M, erlita; Advistasari, Yustisia Dian; Ningrum, Erna Prasetya; Suharsanti, Ririn
Jurnal Dimas Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v6i1.71

Abstract

Ampas tahu merupakan hasil samping dari pembuatan tahu yang selama ini kebanyakan hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Hasil olahan ampas tahu menjadi makanan juga tergolong masih rendah variasinya. Desa Ngabean Kabupaten Magelang memiliki projek untuk mencegah stunting pada anak sesuai arahan menteri kesehatan RI. Oleh karena itu kegiatan pengabdian kali ini adalah untuk mengolah ampas tahu yang masih memiliki kandungan gizi menjadi tepung dan selanjutnya menjadi olahan pangan brownies chip sebagai upaya mencegah stunting pada anak. Kegiatan dilakukan selama 2 hari pada hari Jumat-Sabtu, 27-28 Oktober 2023 di Balai Desa Ngabean dimulai dari persiapan, pretest, penyampaian materi pelatihan pada hari pertama serta praktek pada hari kedua. Hasil Pretest menunjukkan bahwa warga hanya 96% yang beraanggapan ampas tahu bisa diolah menjadi tepung. Selain itu juga warga setuju sebesar 96% ampas tahu masih memiliki nilai gizi. Pelatihan pada hari pertama dan kedua berjalan sesuai harapan dan tampak pada hasil evaluasi kegiatan bahwa 100% warga menilai pelatihan ini memenuhi harapan warga dan 100% meningkatkan pengetahuan serta keterampilan warga.