Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Resiliensi Pemenuhan Kebutuhan dimasa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Usaha Kecil di Sekitar Perguruan Tinggi, Sekolah dan Tempat Wisata Terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)) Yulistriani Yulistriani; Rika Hariance; Rahmat Syahni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.411

Abstract

Masalah pangan merupakan permasalahan yang menjadi prioritas bagi pemerintah di masa pandemi. Penelitian ini mencoba menemukan bagaimana pemenuhan pangan keluarga sebelum dan dalam masa pandemi pada Usaha Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara terhadap 100 responden yang mendapat penghasilan dari aktivitas berdagang di sekolah, perguruan tinggi dan kawasan wisata yang aksesnya ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hasil wawancara di tabulasi kemudian dianalisis dengan SPSS 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 62% di tempat wisata kehilangan pekerjaan pada saat PSBB diberlakukan. Dalam pemenuhan kebutuhan, menggunakan tabungan pada urutan pertama, lalu bantuan pemerintah dan yang ketiga meminjam ke tetangga terdekat. Dalam aktivitas jual beli 60% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 72% responden di tempat wisata melakukan aktivitas jual beli ke tetangga terdekat dan menghindari keramaian. Masalah krisis pangan dimasa pandemi bisa diatasi melalui beberapa alternatif yaitu Pola pemasaran yang terintegrasi, manajemen stok pangan, meningkatkan solidaritas antar warga sehingga dapat mengatasi masa krisis pada saat pandemi dan peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi pemasaran online sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan bahan pangan dan memudahkan produsen dalam memasarkan produk.
Analisis Perbandingan Risiko Usaha Tani Padi Pada Musim Hujan dan Musim Kemarau di Nagari Mungo Kecamatan Luak Kabupaten Lima Puluh Kota Rika Anggela; M. Refdinal; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 1 (2019): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko produksi usahatani padi, risiko pendapatan usahatani padi dan upaya petani dalam mengatasi risiko yang dihadapinya baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. Penelitian dilakukan di Nagari Mungo Kecamatan Luak  Kabupaten Lima Puluh Kota yang dilaksanakan dari bulan Januari hingga Februari 2018. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei secara acak terhadap 30 orang petani sampel dengan metode cluster sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian, standar deviasi, dan koefisien variasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi usahatani padi pada musim kemarau lebih besar dari pada musim hujan dengan nilai CV yaitu 0,24 dan 0,12 yang termasuk kedalam kategori rendah. Sedangkan pada risiko pendapatan diperoleh hasil bahwa risiko pendapatan petani pada musim kemarau juga lebih besar dari pada musim hujan dengan nilai CV yaitu 0,37 dan 0,19 yang juga termasuk kedalam kategori rendah. Berdasarkan hasil identifikasi risiko usahatani padi pada musim hujan dan musim kemarau diketahui bahwa risiko usahatani padi yang paling banyak dihadapi oleh petani disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca, selain itu juga serangan dari beberapa hama dan penyakit tanaman padi. Sehingga untuk menghadapi risiko tersebut petani melakukan beberapa strategi preventif dengan cara melakukan pemeliharaan secara rutin dan pengendalian hama dan penyakit secara teratur dan menggunakan benih dengan varietas berbeda. Dan strategi mitigasi yang dilakukan petani yaitu diversifikasi tanaman dan diversifikasi mata pencarian sehingga risiko yang dihadapi petani termasuk ke dalam kategori rendah.Kata kunci : Risiko, produksi, pendapatan, musim hujan, musim kemarauThis research aims to identify production risk, income risks and as well as the strategies applied by rice farmers to overcome the risk in rainy season and dry season in the Mungo village Luak sub disrict Lima Puluh Kota. This study was conducted from January  to February 2018. This research used survey method by conducting interviews using quistionnaires to the farmers then randomly selected as many as 30 farmers sample in the rainy season and dry season. The data were analyzed by using variance analyzed, standard deviation, and coefficient variation(CV). The result of study showed that the production risk in dry season with the CV value of 0,25 is hingher than the rainy season with the CV value of 0,13 which is included in the low category. While the income risks showed that risks of farmer’s income in the dry season it also higher than rainy season with the CV value of 0,38 and in the rainy season with the CV value of 0,21. And the result of rice risk identification in the rainy season and dry season is known that the risk caused by climate change and weather, as well as attacks from several pests and diseases of rice plants. For anticipation the risks the farmers do some preventive stategies by doing maintenance with control of pests and diseases on regular basis. While on the mitigation strategies the farmers do some diversification of crops and diversification livelihood and finally the risks faced by farmers faal into the low category. Keywords: Production Risk, Income Risk,Rainy Season and Dry Season
Analisis Perbandingan Usahatani Padi Sawah Irigasi Dengan Padi Sawah Tadah Hujan Di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Ratna rahmadiah; Faidil tanjung; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 3 (2019): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i3.177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan kultur teknis padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (2) Menganalisis perbandingan pendapatan dan keuntungan usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah (3) Mendeskripsikan alasan petani memilih mengusahakan usahatani padi pada lahan irigasi dan tadah hujan di Kecamatan Koto Tangah. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel pada penelitian ini diambil secara purposive yaitu berjumlah 60 sampel. Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut (1)Terdapat perbedaan kultur teknis pada usahatani padi sawah irigasi dengan padi sawah tadah hujan yaitu pada penyiapan lahan, penanaman, pemupukan dan pemeliharaan. Jumlah pupuk yang digunakan pada usahatani padi sawah tadah hujan lebih banyak dibandingkan dengan padi sawah irigasi karena tidak adanya ketersediaan  air yang cukup sesuai dengan kebutuhan tanaman (2) Berdasarkan  penelitian diperoleh hasil bahwa usahatani padi sawah irigasi lebih baik dibandingkan dengan usahatani padi sawah tadah hujan. Pada usahatani padi sawah irigasi diperoleh produksi sebesar 4.153,5 Kg/Ha, pendapatan   Rp 16.182.470/Ha dan keuntungan Rp 6.716.401/Ha (3) Alasan utama petani berusahatani padi pada lahan irigasi berdasarkan hasil penelitian mengatakan 36,7 % karena kebiasaan. Sedangkan pada lahan tadah hujan 46,7 % karena pengolahan lebih mudah.Kata Kunci : Analisis Usahatani, Perbandingan, Usahatani Padi Sawah, Tadah HujanThis study aims to (1) Describe the technical culture of irrigated rice with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (2) Analyze the comparative income and benefits of irrigated rice farming with rainfed lowland rice in Koto Tangah District (3) Describe the reasons farmers choose seeking rice farming on irrigated and rainfed land in Koto Tangah District. This research was conducted in January - February 2019. Data collected in this study are primary data and secondary data. The method used is a survey method. The sample in this study was taken purposively, amounting to 60 samples. From this study the following results were obtained (1) There was a difference in technical culture in irrigated rice farming and rain-fed rice farming, namely on land preparation, planting, fertilizing and maintenance. The amount of fertilizer used in rainfed lowland rice farming is more than that of irrigated lowland rice because there is not enough water available according to plant needs (2) Based on the research, the results show that irrigated lowland rice farming is better than rainfed lowland rice farming. In the production of irrigated rice farming a production of 4,153.5 kg / ha was obtained, an income of Rp 16,182,470 / ha and a profit of Rp 6,716,401 / ha (3). habit. Whereas on rainfed land 46.7% due to easier processing. Keywords: Farming Analysis, Comparison, Rice Farming and Rainfed Farming
Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan Kurniawan Satria Putra; Melinda Noer; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan, kawasan sentra produksi komoditas unggulan, serta program yang telah dilaksanakan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan komoditas unggulan, dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menentukan kawasan sentra produksi. Hasil penelitian mendapatkan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan perkebunan beserta kawasan sentra produksinya, yaitu komoditas unggulan Padi dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Linggo Sari Baganti; Komoditas unggulan Jagung dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan; Komoditas unggulan Kelapa Sawit dengan kawasan sentra produksi Ranah Pesisir; Komoditas unggulan Pala dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan; dan Komoditas Unggulan Gambir dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan. Program-program pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara langsung berhubungan dengan pengembangan komoditas unggulan, khususnya komoditas unggulan Padi, Jagung, Kelapa Sawit, Pala, dan Gambir. Pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan diharapkan mampu untuk mempertahankan kebijakan yang sudah ada, dan menyusun kembali program-program yang dapat terfokus terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah
Analisis Pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Baso Kabupaten Agam Eggy Millenia Permata; Yusri Usman; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.454

Abstract

Pemasaran memegang peranan penting dalam sistem agribisnis, sebagai usahatani komersial pemasaran Ubi Jalar Manohara akan menentukan keberhasilan dan keberlanjutan usahatani petani. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan saluran, lembaga, dan fungsi pemasaran Ubi Jalar Manohara di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, (2) menganalisis marjin pemasaran dan farmer’s share, serta (3) menganalisis efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari petani, pedagang pengumpul dan pedagang antar daerah. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling). Pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk tujuan pertama, dan analisis kuantitatif untuk tujuan kedua dan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 3 saluran pemasaran Ubi Jalar Manohara, yaitu Saluran I :  Petani – Konsumen antara (Industri Pengolahan Stik ubi), Saluran II: Petani – Pedagang Pengumpul – Konsumen Antara (Pabrik Saus), Saluran III: Petani – Pedagang Pengumpul – Pedagang Pengecer – Konsumen Akhir yang melakukan fungsi pemasaran yang terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik dan fungsi fasilitas yang berbeda beda. (2) Nilai margin pemasaran terkecil terdapat pada saluran I, nilai farmer’s share terbesar terdapat pada saluran I (3) nilai persentasi efisiensi pemasaran terkecil terdapat pada saluran I. Disarankan kepada petani sebaiknya memasarkan Ubi Jalar Manohara mereka pada saluran I yaitu menjualkan ubi langsung ke industri pengolahan ubi, karena dari tingkat efisiensi pemasaran, saluran I lebih efisien dibanding saluran lainnya dan kepada pemerintah yang terkait diharapkan untuk dapat memberikan sosialisasi untuk memperluas agroindustri ubi yang mengolah ubi menjadi berbagai produk turunannya.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Nanas Kaleng Indonesia Ke Amerika Dina Noviandini; Hasnah Hasnah; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 5, No 1 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v5i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia dan menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat. Data yang dianalisis berupa data sekunder (time series) dari tahun 2001 hingga tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian perkembangan ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat selama periode 2001-2020 menunjukan kondisi yang meningkat, dengan rata-rata peningkatan ekspor sebesar 7.64% setiap tahunnya. Dengan konstribusi nanas kaleng yang diekspor ke Amerika Serikat 28.45% dari total ekspor nanas kaleng Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan faktor yangberpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor nanas kaleng Indonesia ke Amerika Serikat adalah produksi nanas kaleng, konsumsi domestik dan konsumsi Amerika Serikat.
Analisis Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri (Studi Kasus; Usaha Penyulingan Minyak Atsiri ASLIKO kecamatan Pauh Kota Padang) Yogi Putra; Osmet Osmet; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha yang dilakukan oleh bapak Sapardi dan menganalisis besarnya keuntungan Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri Asliko di Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa (1) Pada aspek sumberdaya usaha ini memiliki tenaga kerja sebanyak 2 orang, pada aspek peralatan dan mesin usaha ini masih menggunakan cara manual, pada aspek produksi untuk pengadaan bahan baku usaha Minyak Atsiri memasok dari petani sserai wangi di sekitar daerah Padang, pada aspek bauran pemasaran untuk mendistribusikan produk langsung ke pabrik pengolahan. Pada aspek yang terakhir yaitu keuangan usaha ini memiliki sumber modal sendiri (2) Pendapatan penjualan yang diperoleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Januari-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 24.000.000,- sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan sebesa Rp13.900.000,. Keuntungan atau laba bersih yang diperoleh oleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Juli-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 10.017.584,- dari total pendapatan penjualan. Hal ini memperlihatkan bahwa usaha Minyak Atsiri masih mampu memperoleh keuntungan walaupun saat ini bahan baku serai wangi termasuk mahal
Resiliensi Pemenuhan Kebutuhan dimasa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Usaha Kecil di Sekitar Perguruan Tinggi, Sekolah dan Tempat Wisata Terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)) Yulistriani Yulistriani; Rika Hariance; Rahmat Syahni
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 1 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i1.411

Abstract

Masalah pangan merupakan permasalahan yang menjadi prioritas bagi pemerintah di masa pandemi. Penelitian ini mencoba menemukan bagaimana pemenuhan pangan keluarga sebelum dan dalam masa pandemi pada Usaha Kecil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara terhadap 100 responden yang mendapat penghasilan dari aktivitas berdagang di sekolah, perguruan tinggi dan kawasan wisata yang aksesnya ditutup pada masa pandemi Covid-19. Hasil wawancara di tabulasi kemudian dianalisis dengan SPSS 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 62% di tempat wisata kehilangan pekerjaan pada saat PSBB diberlakukan. Dalam pemenuhan kebutuhan, menggunakan tabungan pada urutan pertama, lalu bantuan pemerintah dan yang ketiga meminjam ke tetangga terdekat. Dalam aktivitas jual beli 60% responden di sekolah dan perguruan tinggi dan 72% responden di tempat wisata melakukan aktivitas jual beli ke tetangga terdekat dan menghindari keramaian. Masalah krisis pangan dimasa pandemi bisa diatasi melalui beberapa alternatif yaitu Pola pemasaran yang terintegrasi, manajemen stok pangan, meningkatkan solidaritas antar warga sehingga dapat mengatasi masa krisis pada saat pandemi dan peningkatan kemampuan dalam penggunaan teknologi pemasaran online sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan bahan pangan dan memudahkan produsen dalam memasarkan produk.
Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan dan Tanaman Perkebunan di Kabupaten Pesisir Selatan Kurniawan Satria Putra; Melinda Noer; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan, kawasan sentra produksi komoditas unggulan, serta program yang telah dilaksanakan dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Pesisir Selatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan komoditas unggulan, dan Shift Share Analysis (SSA) untuk menentukan kawasan sentra produksi. Hasil penelitian mendapatkan komoditas unggulan subsektor tanaman pangan dan perkebunan beserta kawasan sentra produksinya, yaitu komoditas unggulan Padi dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Linggo Sari Baganti; Komoditas unggulan Jagung dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan; Komoditas unggulan Kelapa Sawit dengan kawasan sentra produksi Ranah Pesisir; Komoditas unggulan Pala dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan; dan Komoditas Unggulan Gambir dengan kawasan sentra produksi Kecamatan Koto XI Tarusan. Program-program pemerintah daerah yang telah dilaksanakan secara langsung berhubungan dengan pengembangan komoditas unggulan, khususnya komoditas unggulan Padi, Jagung, Kelapa Sawit, Pala, dan Gambir. Pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan diharapkan mampu untuk mempertahankan kebijakan yang sudah ada, dan menyusun kembali program-program yang dapat terfokus terhadap pengembangan komoditas unggulan daerah
Analisis Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri (Studi Kasus; Usaha Penyulingan Minyak Atsiri ASLIKO kecamatan Pauh Kota Padang) Yogi Putra; Osmet Osmet; Rika Hariance
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 3 (2021): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i3.433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha yang dilakukan oleh bapak Sapardi dan menganalisis besarnya keuntungan Usaha Serai Wangi Menjadi Minyak Atsiri Asliko di Kelurahan Limau Manis Kecamatan Pauh Kota Padang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukan bahwa (1) Pada aspek sumberdaya usaha ini memiliki tenaga kerja sebanyak 2 orang, pada aspek peralatan dan mesin usaha ini masih menggunakan cara manual, pada aspek produksi untuk pengadaan bahan baku usaha Minyak Atsiri memasok dari petani sserai wangi di sekitar daerah Padang, pada aspek bauran pemasaran untuk mendistribusikan produk langsung ke pabrik pengolahan. Pada aspek yang terakhir yaitu keuangan usaha ini memiliki sumber modal sendiri (2) Pendapatan penjualan yang diperoleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Januari-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 24.000.000,- sedangkan total biaya produksi yang dikeluarkan sebesa Rp13.900.000,. Keuntungan atau laba bersih yang diperoleh oleh Usaha Minyak Atsiri selama periode Juli-Agustus 2019 adalah sebesar Rp 10.017.584,- dari total pendapatan penjualan. Hal ini memperlihatkan bahwa usaha Minyak Atsiri masih mampu memperoleh keuntungan walaupun saat ini bahan baku serai wangi termasuk mahal