Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tingkat Motivasi Petani dalam Budidaya Jambu Air Citra (Syzygium aqueum) di Dusun Sumberagung Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi Elnanta, Erik; Novikarumsari, Nurul Dwi; Sunartomo, Aryo Fajar; Baihaqi, Yustri
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.318

Abstract

This study aimed to determine the level of farmers’ motivation in cultivating jambu air Citra (Citra water apple) and to identify the factors related to their motivation. The research was conducted purposively in Sumberagung Hamlet, Tegalsari District, Banyuwangi Regency. Jambu air Citra is a commodity with high economic potential that requires optimal cultivation practices, although farmers often face obstacles such as pests and diseases that can damage or cause premature fruit drop. This research employed a descriptive quantitative approach with Rank Spearman correlation analysis. The dependent variable was farmers’ motivation, while the independent variables included age, farming experience, education level, land area, income, availability of capital, availability of production inputs, and farm location distance. The results showed that the farmers’ motivation was classified as high, with 57% or 16 farmers falling into this category. The motivation aspects, namely existence, relatedness, and growth, were all in the high category. The analysis revealed five factors significantly related to farmers’ motivation: age, farming experience, land area, income, and availability of production inputs. Meanwhile, education level, availability of capital, and distance of farm location did not show a significant relationship.
Inovasi Kelembagaan untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Strategi Berkelanjutan Penurunan Stunting di Desa Suci Jember) Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia; Putri, Widya Kristiyanti; Dwi Novikarumsari, Nurul
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110507

Abstract

Stunting pada masa tumbuh anak masih menjadi tantangan besar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang menunjukkan bahwa kemandirian desa tidak otomatis menjamin ketahanan pangan rumah tangga maupun perbaikan status gizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan dengan prevalensi stunting sekaligus merumuskan model inovasi kelembagaan sosial-ekonomi dan pertanian yang terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini memadukan klasifikasi kemiskinan Sajogyo, analisis Location Quotient (LQ), dan uji Chi-square dengan thematic analysis dari diskusi kelompok terfokus, wawancara, serta observasi partisipatif pada desa agraris dengan prevalensi stunting yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses pangan bergizi pada rumah tangga berpendapatan rendah merupakan faktor dominan, dengan bukti statistik yang mengonfirmasi hubungan signifikan antara kemiskinan dan status gizi anak. Studi ini berkontribusi melalui perumusan model kelembagaan yang mengoptimalkan pekarangan, integrasi tanaman–ternak, pemanfaatan lahan tidur, dan distribusi pangan melalui koperasi desa. Model ini memberikan konseptual dan kebijakan bagi pengurangan stunting berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan pedesaan di negara berkembang.
Farmer preferences in using local Chinese mustard green seeds (Brassica chinensis var. parachinensis) in Kebonagung Village, Kaliwates District, Jember District Syah, Wildan Iqyan; Novikarumsari, Nurul Dwi
Agriekonomika Vol 14, No 2: October 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i2.28963

Abstract

Kebonagung village is one of the areas in Jember Regency that has potential as a producer of Chinese mustard green. The cultivation process for caisim mustard in Kelurahan Kebonagung still uses local seeds as the production input. Therefore, this research aims to analyze farmers' preferences in using local Chinese mustard green seeds. The analysis method used is factor analysis with the assistance of IBM SPSS Statistics 24 software. The research results indicate that farmers' preferences in using local Chinese mustard green seeds are formed by 6 attributes: fertilizer use, seed germination capability, seed quality, soil type, pest and disease resistance, and seed stock. Based on the analysis results, the seed quality attribute is excluded from the model, thus farmers' preferences in using local seeds are based on 5 attributes: fertilizer use, seed germination capability, soil type, pest and disease resistance, and seed stock. Furthermore, based on the rotation process, they are grouped into 2 factors: external factors (fertilizer use and soil type) and internal factors (seed germination capability, pest and disease resistance, and seed stock).
Peran Kelompok Tani dalam Adopsi Inovasi Drone Sprayer untuk Pertanian Berkelanjutan Pada Kelompok Tani Sinar II, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember Muhamad Dani Setyawan; Nurul Dwi Novikarumsari
Jurnal Penyuluhan Pembangunan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v5i1.3808

Abstract

Pembangunan pertanian berkelanjutan dan inovatif menjadi fokus pemerintah dalam menarik minat generasi muda. Teknologi modern, praktik ramah lingkungan, dan peluang usaha menarik berperan penting, di mana generasi muda menjadi agen krusial dalam inovasi dan penerapan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses adopsi inovasi drone sprayer pada Kelompok Tani Sinar Tani II, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Menggunakan metode kualitatif dengan purposive sampling, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi drone sprayer melalui lima tahap: pengetahuan (melalui pertemuan kelompok dan informasi antar petani), persuasi (pembentukan sikap positif berdasarkan keuntungan, kesesuaian, dan kemudahan uji coba), keputusan (78,58% informan memutuskan mengadopsi), implementasi (kendala cuaca, kerusakan mesin, dan penggunaan untuk pengendalian hama penyakit), dan konfirmasi (kesediaan petani untuk keberlanjutan penggunaan karena manfaat yang dirasakan). Penelitian ini mengindikasikan pentingnya peran kelompok tani dan pertukaran informasi dalam tahap awal adopsi, serta perlunya mengatasi kendala teknis dan lingkungan untuk implementasi yang efektif.  
Perilaku Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Organik Maggot di Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung Kabupaten Jember Ramadhani, Adam; Novikarumsari, Nurul Dwi
AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension Vol 49, No 1 (2025): May
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agritexts.v49i1.92480

Abstract

Organic fertilizer restores soil conditions as an effort to implement sustainable agriculture. This organic fertilizer is made from plants, animal manure, household waste, and decomposing organisms like maggots or black soldier fly. Tirto Bakti 2 group in Sukamakmur Village, Ajung Sub-district, Jember Regency, is the only farmer group utilizing maggots to make organic fertilizer, introduced by the Maggot Community Jember (KMJ). The use of maggot organic fertilizer by this group has reduced the need for chemical fertilizers from 7 to 5 quintals per hectare, saving costs by 40%. This quantitative study aims to understand farmers’ behavior towards using maggot organic fertilizer. The research was conducted in Sukamakmur Village with a population of 150 farmers, and a sample of 60 respondents was taken using the Slovin formula with a 10% margin of error and proportionate stratified random sampling method. Data were collected through observation, questionnaires, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Likert scale and Rank Spearman analysis. The results showed that respondents using maggot fertilizer had high behavior, especially in the affective component, while non-users tended to have low behavior with a dominant behavioral component. Age, farming duration, and land ownership factors did not significantly relate to farmers’ behavior in using maggot organic fertilizer. However, education had a significant relationship, where higher education levels encouraged the use of this fertilizer.