Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Tangkap dan Pola Ketertangkapan Ikan pada Jaring Insang Dasar di Perairan Pesisir Kota Surabaya Subagio, Hari; Rosana, Nurul; Sofijanto, M. Arief
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 2 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v2i1.31

Abstract

Salah satu jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Kota Surabaya adalah alattangkap jaring insang dasar (bottom gil net). Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan rancangbangun serta pola ketertangkapan ikan pada jaring insang dasar untuk ikan kakap putih yangdioperasikan oleh nelayan di perairan pantai timur Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif, data dikumpulkan dengan cara survei. Responden penelitianadalah nelayan yang mengoperasikan alat tangkap jaring insang dasar untuk menangkap ikan kakapputih (Lates calcarifer). Pengukuran terhadap bagian alat, dimensi dan jumlah satuan dari bagian alattangkap, serta pola ketertangkapan ikan hasil tangkapan langsung dilakukan di lapangan, denganmengikuti kegiatan penangkapan sebanyak enam belas kali operasi. Hasil penelitian sebagai berikut,nalayan menggunakan tiga macam jaring insang dasar, yaitu jaring dengan ukuran mata 5 inci, 6 incidan 7 inci, setiap ukuran mata jaring terdiri dari 9 tinting. Nilai extra buoyancy secara berturut-turutpada ukuran mata jarring 5 inci sebesar -68,70%, ukuran mata jarring 6 inci sebesar -68,31%, dan ukuranmata jarring 7 inci sebesar -61,09%. Hasil tangkapan terbanyak pada berbagai jenis pola ketertangkapanikan, adalah sebagai berikut: secara snagged pada jaring ukuran mata 6 inci, secara gilled pada ukuranmata jaring 5 inci, secara wedged pada jaring ukuran mata 6 inci, dan secara entangled pada jaringukuran mata 5 inci.
KARAKTERISTIK REPRODUKTIF IKAN BARAKUDA (Sphyraena barracuda) PADA JARING INSANG PERMUKAAN DI PERAIRAN BULU TUBAN Arisma Nur Hidayati; Hari Subagio; Nurul Rosana
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.346

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan merupakan mata pencarian bagi warga Desa Bulu dan usaha tersebut sudah lama berlangsung, alat tangkap yang biasanya digunakan oleh nelayan Desa Bulu yaitu alat tangkap jaring insang permukaan dengan ukuran mata jaring 5 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata panjang (cm), berat (gram), jenis kelamin, dan tingkat kematangan gonad (TKG) hasil tangkapan ikan barakuda (Sphyraena barracuda) pada alat tangkap jaring insang permukaan dengan ukuran mata jaring 5 cm. Metode yang digunakan adalah metode survei, kemudian hasil di analisa menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata panjang (L) cagak ikan barakuda yaitu 36 ± 4,1 cm; rata-rata panjang lingkar tutup insang ikan barakuda 12,2 ± 1,2 cm dan rata-rata berat ikan barakuda 341,8 ± 100,7 gram. Jumlah hasil tangkapan ikan jantan sebanyak 14 ekor dan betina sebanyak 30 ekor. Ikan barakuda terjerat dengan cara Gilled sebanyak 20 ekor, Wedged sebanyak 14 ekor dan Snagged sebanyak 10 ekor. Dari hasil pembedahan 10 ekor ikan jantan dan 11 ekor ikan betina diperkirakan telah memasuki periode awal fase dewasa. Pada saat operasi penangkapan ikan barakuda, di dapatkan hasil tangkapan sampingan antara lain hiu (Selachimorpha), kakap putih (Lates calcarifer), bandeng (Chanos chanos), terak (Chirocentrus dorab), kembung (Rastrelliger) dan pari (Batoidea).
Produktivitas Alat Tangkap Pocongan Terhadap Puerulus (Panulirus spp.) pada Kedalaman Berbeda di Perairan Prigi Subagio, Hari; Bintoro, Gatut; Rosana, Nurul; Widagdo, Supriyatno; Subianto, Agus; Sofijanto, Mochamad Arief; Nuhman, Nuhman; Sulestiani, Aniek; Kusyairi, Achamad; Mu'minin, Airul Amirul
Akuatika Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i1.54945

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lobster duri (Panulirus spp.) melalui kegiatan budidaya perairan layak untuk direalisasikan guna memenuhi peningkatan permintaan ekspor. Akan tetapi kebutuhan Benih Bening Lobster (BBL) masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Penangkapan BBL di perairan pesisir Prigi menggunakan Alat Tangkap Pocongan (ATP). Terkait dengan hal tersebut, permasalahan yang mendesak untuk dipecahkankan adalah pada kedalaman berapa posisi pemasangan kolektor ATP yang paling produktif menghasilkan tangkapan BBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman pemasangan Kolektor Pocongan (KP) pada Alat Tangkap Pocongan Sistem Rakit (ATPSR) terhadap jumlah tangkapan BBL. Penelitian menggunakan metode eksperimen, dengan menggunakan 3 unit ATPSR yang dioperasikan di perairan pesisir Teluk Prigi. Pada masing-masing unit ATPSR menggunakan tiga macam kedalaman KP, yaitu KP di permukaan perairan (X1); di pertengahan perairan (X2); dan di dasar perairan (X3). Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022. Hasil penelitian menunjukkan rerata ± SD hasil tangkapan BBL per KP berturut-turut dari yang tertinggi adalah X3: 4,1 (± 3,3) ekor, X2: 0,6 (± 0,4) ekor, dan terakhir X1: 0,2 (± 0,2). Disimpulkan bahwa faktor kedalaman KP berpengaruh nyata (Sig. 0,00) terhadap jumlah tangkapan BBL. Perlakuan X1 dan X2 tidak berbeda nyata, sedangkan X3 berbeda nyata dengan X1 dan X2. Secara deskriptif, total hasil tangkapan BBL berdasarkan spesies tertinggi dalam persen adalah Lobster Pasir (Panulirus homarus) 59,3%, Lobster Mutiara (Panulirus ornatus) 27,6%, Lobster Bambu (Panulirus versicolor) 11,6%, dan Lobster Batu (Panulirus penicillatus) 1,5%. Peneliti menyarankan untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai rekayasa ATPSR untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan BBL.
REVITALISASI DERMAGA MINI DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI DESTINASI WISATA BARU DAERAH PESISIR KELURAHAN KEPUTIH KECAMATAN SUKOLILO KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR Prasutiyon, Hadi; Nuhman, Nuhman; Winarno, Arif; Taufiqurrohman, Taufiqurrohman; Dwisetiono, Dwisetiono; Widianto, Sinung; Yan, Belly Yan; Sugianto, Erik; Rosana, Nurul; Agustin, Ttiek Indra; Sutrisno, Sutrisno; Mulawarmanti, Dian; Tambun, Robert
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2502

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan Universitas Hang Tuah merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui revitalisasi infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi wisata lokal. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Metode pelaksanaan meliputi survei awal untuk pemetaan kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan program secara kolaboratif, dan evaluasi hasil. Fokus kegiatan mencakup perbaikan dermaga mini sebagai pusat aktivitas wisata, rehabilitasi perahu wisata, penataan fasilitas umum, serta pelatihan masyarakat mengenai kesadaran lingkungan dan pengelolaan wisata berbasis bahari. Hasil program menunjukkan peningkatan kualitas infrastruktur, meningkatnya partisipasi dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan potensi lokal, serta tumbuhnya kegiatan ekonomi baru berbasis wisata. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola destinasi wisata secara mandiri dan berkelanjutan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menerapkan keilmuan di tengah masyarakat. Ke depan, keberlanjutan program dapat ditingkatkan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal.
Itu PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR (CaCO3) PADA MEDIA PEMELIHARAAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN TOKOLAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii): PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR (CaCO3) PADA MEDIA PEMELIHARAAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN TOKOLAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii) Niwashika, Nizar; Nuhman; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i1.81

Abstract

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan salah satu spesies udang air tawar asli indonesia. Ukuran tubuhnya yang besar menjadikan udang galah memiliki nilai ekonomis yang tinggi, baik di pasar domestik maupun luar negeri. Salah satu kendala dalam budidaya udang galah yaitu faktor pertumbuhannya relatif lambat, yang dapat disebabkan karena faktor pakan dan keadaan lingkungan. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan terhadap pemberian kapur (CaCO₃) pada media pemeliharaan udang galah, adapun penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketelitian dosis yang optimal terhadap penambahan kapur (CaCO₃) pada media pemeliharaan dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan tokolan udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan dengan 6 ulangan. Penelitian ini meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, frekuensi molting udang galah, survival rate (SR), pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25 mengamati  hasil perkembangan pada udang galah, dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, uji Anova. Kesimpulan hasil penelitian penambahan kapur CaCO3 dengan dosis yang berbeda pada media pemeliharaan terhadap pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, frekuensi moulting, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan Sintasan (SR) tidak berbeda nyata pada setiap perlakuan.
PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN BERKELANJUTAN Rahmatullah, Muhammad Fiqram; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.93

Abstract

Kearifan lokal memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Di masyarakat peisisir, berbagai praktik tradisional telah diwariskan secara turun-temurun untuk menjaga keseimbangan ekosistem perikanan. Metode penelitian yang digunakan adla pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengulas peran kearifan lokal dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan dengan cara review literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki peran yang penting dalam pemanfaatan sumberdaya perikanan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan ekosistem. Praktik seperti penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan pengelolaan berbasis komunitas terbukti mendukung keberlanjutan sumberdaya perikanan. Oleh karena itu diperlukan sinergi antara kebijakan dan kearifan lokal yang diperkuat untuk memastikan kelestarian ekosistem perairan dan kesejahteraan nelayan
PENGARUH PENAMBAHAN SURIMI BANDENG (CHANOS CHANOS) TERHADAP KUALITAS TOPPOKI Wardani, Sukma Mutiara; Agustin, Titiek Indhira; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v6i2.94

Abstract

Ikan bandeng adalah ikan konsumsi yang sudah sangat populer di Asia Tenggara yang memiliki kandungan gizi dan protein yang sangat tinggi. Namun, ikan bandeng juga mempunyai kelemahan yaitu banyaknya duri yang tersebar di seluruh bagian daging ikan bandeng yang membuat masyarakat enggan mengkonsumsinya, sehingga perlu adanya inovasi guna meningkatkan minat konsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kualitas toppoki dengan menambahkan surimi bandeng. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari penambahan surimi bandeng 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil uji organoleptik di analisa dengan statistik non parametrik yaitu uji frieadman test, dan uji mann-whitney. Hasil organoleptik tertinggi dilanjut dengan uji kadar protein dan uji tekstur fisik toppoki. Hasil menunjukkan bahwa Toppoki yang memiliki nilai organoleptik yang paling tinggi pada perlakuan 50% surimi bandeng dengan nilai score organoleptik 4 yang menyatakan disukai oleh panelis, dengan kadar protein toppoki sebesar 7,39% dengan karakteristik tekstur fisik toppoki hardness 3845,336 g, springiness 0,751 mm, cohesiviness 0,377 m/dtk, dan chewiness 779,636 mm/g.
Alat Deteksi Persentase Penyusutan Kadar Air Pada Sample Rumput Laut Berbasis Air Fryer Yang Dimodifikasi Rifandi, Safriudin; Aditya, Bagus Kusuma; Nuhman, Nuhman; Taufiqurrohman, Muh.; Suryadhi, Suryadhi; Subur, Joko; Kristiyono, Tri Agung; Rosana, Nurul; Widyadharma, Indra
Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan Vol. 13 No. 1 (2025): TELEKONTRAN vol 13 no 1 April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/telekontran.v13i1.15640

Abstract

Abstract - Seaweed is one of the biological resources that is very abundant in Indonesian waters. Indonesia's seaweed export products are currently still dominated by seaweed products, reaching 80%. For export needs, the water content of seaweed must reach around 15%. To achieve export standard moisture content, wholesalers or industries usually carry out the seaweed drying process independently. Meanwhile, to avoid losses in exporting dried seaweed, they test seaweed samples to be purchased to determine the percentage of water content reduction in the seaweed. In the testing process, currently we are still using a small oven with a gas-burning stove and a separate digital scale. The use of this device is felt to be less effective and less flexible in its application. Therefore, we need a tool that is integrated into one and is small in size to detect the percentage of water content reduction in seaweed samples. In this research, experimental methods were used in testing equipment and collecting data. The results of the experiment showed that a good temperature to use in drying seaweed samples was 160 OC with the result that the seaweed was dry but not burnt. Meanwhile, the shrinkage percentage is around 34.72%.
KEMITRAAN UNTUK PENINGKATAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP MANAJEMEN KEUANGAN DAN PEMASARAN PADA KELOMPOK NELAYAN KOPERASI 64 BAHARI BULAK SURABAYA Subagio, Hari; Rosana, Nurul; Sulestiani, Aniek; Hambalah, Febrina; Sofijanto, Mochamad Arief; Mu’minin, A. Amirul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v3i2.116

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota pesisir dimana masyarakat nelayan didominasi nelayan tradisional, dengan ukuran kapal kurang dari 5 GT. Dalam Program Kemitraan Masyarakat ini yang menjadi mitra adalah Kelompok Nelayan Koperasi 64 Bahari Gillnet, Kecamatan Bulak Surabaya Jawa Timur. Masalah yang dihadapi keluarga nelayan adalah (1). Kurangnya informasi dan keterampilan nelayan gillnet dalam mengaplikasikan alat bantu penangkapan berbasis teknologi tepat guna untuk meningkatkan hasil tangkapan. (2). Belum optimalnya manajemen keuangan usaha pemasaran produk perikanan, dan (3). Belum optimalnya usaha pemasaran produk perikanan melalui “Digital Marketing”. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan informasi, pelatihan dan meningkatkan keterampilan: (1). Operasi penangkapan nelayan gillnet menggunakan alat bantu pencahayaan “Surya Net” dengan peserta 10 orang nelayan, (2). Optimalsasi manajemen keuangan usaha perikanan dan (3). Pemanfaatan “Digital Marketing” untuk pemasaran produk perikanan. Kegiatan (2) dan (3) diikuti 10 orang istri nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1). Pemahaman nelayan tentang teknologi untuk meningkatkan hasil tangkapan, teknologi peghematan BBM saat operasi, dan tingkah laku rajungan terhadap cahaya, meningkat. (2). Pemahaman istri nelayan tentang sistem pencatatan keuangan untuk usaha, pengelolaan keuangan untuk usaha dan tingkat keuntungan usaha, meningkat. (3). Pemahaman istri nelayan tentang digital marketing produk perikanan, cara pemasaran produk perikanan dan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran produk perikanan, meningkat.
HASIL TANGKAPAN BENIH BENING LOBSTER (Panulirus spp.) PADA KEDALAMAN ALAT TANGKAP POCONG YANG BERBEDA DI PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Kristian kusuma wijaya, Dani; Subagio, Hari; Arief Sofijanto, Mochamad; Rosana, Nurul
FISHERIES Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v5i1.71

Abstract

Pantai Prigi merupakan salah satu pantai yang terletak di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Pantai prigi umumnya berprofesi sebagai nelayan penangkapan benih bening lobster menggunakan alat tangkap pocong. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian pengaruh kedalaman alat tangkap pocong terhadap hasil tangkapan dan komposisi benih bening lobster bedasarkan jenisnya di perairan Prigi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Penelitian dilakukan pada saat malam hari, penelitan menggunakan 1 rakit menetap, terpasang 2 alat tangkap pocong benih bening lobster sesuai dengan perlakuan. Posisi alat tangkap pocong 5 m dari permukaan perairan (A1) dan posisi alat tangkap pocong 5 m dari dasar perairan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung dengan mengikuti kegiatan penangkapan benih bening lobster. Data pendukung tentang suhu permukaan laut, salinitas, kecerahan, arus, dan pH perairan. Berdasarkan data hasil penelitian selanjutnya dilakukan analisa data dengan uji-t menggunakan program pengolahan data SPSS, selain itu dilakukan juga analisa deskriptif terhadap hasil tangkapan pada level kedalaman yang berbeda. Komposisi hasil tangkapan di dapatkan sebanyak 4 jenis benih bening lobster dari 2 perlakuan diantaranya lobster Pasir (Panulirus homarus) 138 ekor (59%), lobster Mutiara (Panulirus ornatus) 67 ekor (29%), lobster Bambu (Panulirus versicolor) 27 ekor (11%), lobster Batu (Panulirus panucillatus) 3 ekor (1$%). Total hasil tangkapan dari A1 dan A2 (235 ekor, 100%). Hasil analisa data paired sample test menggunakan program SPSS di dapatkan bahwa nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,003 < 0,05 berarti terdapat perbedaan secara sangat nyata perlakuan A1 dan A2 terhadap hasil tangkapan benih bening lobster.