Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Negosiasi Ketegangan Komunikasi: Studi Dialektika Relasional Tenaga Fasilitator Lapangan Pada Program Bedah Rumah Shambodo, Yoedo; Zarkasi, Irwa R; Arianti, Gusmia; Fadia, Hany Nur
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS) Vol 5, No 1 (2025): InPress
Publisher : UniversitasAl Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/psn.v5i1.5017

Abstract

Tenaga fasilitator lapangan (TFL) memiliki peran penting untuk mendampingi masyarakat penerima bantuan dalam pelaksanaan Program Rumah Swadaya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) oleh Kementerian PUPR. Tugasnya menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah, penerima bantuan, dan  penyedia bahan bangunan kerap memunculkan ketegangan komunikasi karena adanya perbedaan kepentingan pemahaman terhadap aturan dan harapan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana TFL mengelola konflik dan ketegangan yang muncul dalam interaksinya. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori Dialektika Relasional yang dikembangkan oleh Leslie Baxter dan Barbara Montgomery. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan penelaahan dokumentasi untuk pengumpulan data dengan informan adalah koordinator TFL di wilayah Bandung, Bogor, dan Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TFL dalam menjalankan tugasnya menemui berbagai kendala seperti permasalahan komunikasi, sumberdaya dan lingkungan. Fasilitator perlu mengelola ketegangan dengan berbagai strategi komunikasi dengan cara yang berbeda antara pemangku kepentingan, penerima bantuan, dan penyedia bahan bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa bukan hanya aspek teknis yang mendukung keberhasilan Program Rumah Swadaya, namun juga kecakapan TFL dalam menegosiasikan ketegangan melalui   keterbukaan selektif dan negosiasi makna. Karena itu, komunikasi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan, kerja sama dan keberlangsungan program yang berbasis pemberdayaan masyarakat.Kata kunci - Dialektika relasional, Ketegangan komunikasi, Program Rumah Swadaya, Negosiasi Makna, Tenaga Fasilitator Lapangan
Digital Sociopreneur untuk Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Komunikasi Pemasaran Digital di Kampung Cibayawak, Desa Pagelaran, Banten: Indonesia Arianti, Gusmia; Zarkasi, Irwa Rochimah; Kulau, Febriansyah; Sunarmo; Haroni, Nanang; Hanafi, Des
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 1, Maret 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss1.art14

Abstract

Digital transformation has opened up new opportunities for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to expand their markets; however, limited digital literacy remains a major obstacle in many communities, including Cibayawak Hamlet, Pagelaran Village, Banten. This community service program is designed with the spirit of digital sociopreneurship by optimizing digital technology to create social value while empowering the local economy. Through the active involvement of young people, students, and lecturers, this program not only transfers technical skills but also fosters social awareness to help MSMEs advance in digital marketing. The focus of the activity is training in producing creative short video content for TikTok and improving product packaging design. Content quality evaluation was carried out using a 12-indicator validation sheet (scale 1–5) on seven videos created by participants. The results showed that ethical and legal compliance and audio/image quality were key strengths, while titles and captions, editing and transitions, and message sharpening still needed to be strengthened. This program emphasizes the role of young people as agents of digital change capable of bridging the technology gap at the community level. Practical recommendations such as storyboarding, keyword-based caption writing, and lightweight editing templates are offered as step-by-step solutions to help MSMEs produce content relevant to social media trends. With a digital sociopreneurial approach, this program not only enhances marketing skills but also builds a collaborative ecosystem between academics, young people, and local businesses for digital-based economic independence.