Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP STIGMA HIV/AIDS PADA PKK DESA DI KABUPATEN SUKOHARJO Ardani, Meylana Diva; Haryanti, Titik; Johar, Syefira Ayudia; Wartini, Wartini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3232

Abstract

Stigma terhadap ODHIV merupakan permasalahan serius dalam upaya penanggulangan HIV secara global. Stigma ini tidak hanya ditemukan di masyarakat umum, tetapi juga dalam kelompok perempuan, termasuk anggota PKK, yang memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian untuk untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan promosi kesehatan terhadap s tigma HIV/AIDS pada PKK desa di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2024 dengan desain cross-sectional. Melibatkan 156 responden dari total populasi 10.290 pengurus dan anggota PKK. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan sebanyak 68,6% responden memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS, dan 57,1% pernah mengikuti promosi kesehatan. Mayoritas responden (54,5%) menunjukkan skor stigma tinggi, yang dalam penelitian ini menunjukkan sikap positif atau tidak menstigma terhadap ODHIV. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan promosi kesehatan (p = 0,008) dengan tingkat stigma. Studi ini menunjukkan pengetahuan dan promosi kesehatan berkontribusi terhadap penurunan stigma HIV/AIDS. Namun, efektivitasnya masih terbatas tanpa pendekatan yang menyentuh aspek emosional, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, kegiatan promosi kesehatan sebaiknya dirancang secara partisipatif, melibatkan pengalaman nyata ODHIV, dan menyasar langsung masyarakat desa untuk mendorong perubahan sikap yang berkelanjutan.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Sosialisasi dan Pelatiahn 3M Plus dan Ovitrap Maharani, Nine Elissa; Sari, Dewi Puspito; Wartini, Wartini; Nugroho, Farid Setyo; Fauziyah, Anindia Emma Putri; Kusumaningpanglipur, Syallom; Supriatin, Rizki Dwi; Alhasanah, Salisah
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Weru terdapat peningkatan kasus DBD tercatat pada tahun 2022-2024 berturut-turut 15 kasus, 25 kasus, dan 102 kasus. Tren peningkatan memerlukan penguatan strategi pencegahan dan pengendalian DBD melalui pengawasan vektor, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pola penyebaran penyakit dengan kegiatan sosialisasi 3M Plus dan Ovitrap ramah lingkungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang 3Mplus dan menambah keterampilan mitra untuk penanggulangan dan pencegahan DBD dengan ovitrap. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SMA N 1 Weru pada 25 April 2025 dengan sasarn siswa SMA sejumlah 69 siswa. Metode kegiatan terdiri dari identifikasi kebutuhan Mitra, persiapan dan perijinan, sosialisasi dan pelatihan 3M Plus dan ovitrap dengan indikator keberhasilan terjadi peningkatan pemahaman melalui pre test dan post test dalam pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dilakukan pada saat kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan. perubahan rata-rata pengetahuan meningkat dari 55,65 menjadi 85,50. Hasil ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukannya pelatihan PSN 3M Plus dan ovitrap pada siswa. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa terkait DBD diharapkan akan berdampak pada perubahan sikap dan perilaku positif siswa dalam pencegahan DBD. Kata kunci : DBD; 3M Plus, Ovitrap
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN Khotami, Khotami; Haryanti, Titik; Johar, Syefira Ayudia; Wartini, Wartini
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2735

Abstract

Anemia dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab langsung tertinggi Angka Kematian Ibu (AKI). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi obstetri serta mengancam keselamatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil melalui kajian Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran artikel dilakukan melalui empat database yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan Garuda dengan menggunakan kata kunci: “Anemia”, “Pregnancy”, dan “Factors”. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi artikel berbahasa Indonesia atau Inggris, diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2015–2025), dan merupakan studi empiris. Dari hasil penelusuran awal sebanyak 2.859 artikel, dilakukan penyaringan dan diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan teknik critical appraisal. Hasil analisis menunjukkan bahwa anemia dalam kehamilan dipengaruhi oleh beberapa kelompok faktor. Faktor dasar mencakup kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan, dan pengetahuan ibu. Faktor langsung meliputi pola konsumsi makanan yang rendah zat besi dan tidak seimbang. Sementara itu, faktor tidak langsung terdiri atas usia ibu saat hamil, paritas, status gizi, kualitas tidur, aktivitas fisik, konsumsi tablet zat besi (Fe), serta dukungan suami. Temuan ini menunjukkan bahwa anemia selama kehamilan merupakan masalah multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan asupan gizi, tetapi juga aspek sosial dan perilaku. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan dan penanggulangan anemia dalam kehamilan perlu dilakukan secara menyeluruh, melibatkan edukasi kesehatan, pemantauan gizi, serta dukungan keluarga, terutama dari pasangan.
HUBUNGAN LAMA KERJA DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Widyatama, Fer Dila; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2824

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah (low back pain/LBP) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi pada pekerja, khususnya di sektor garmen yang mengharuskan duduk dalam waktu lama. Postur kerja yang kurang ergonomis serta lamanya durasi bekerja diduga menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. Survei pendahuluan terhadap 10 pekerja bagian sewing  PT Maju Abadi Garment Sukoharjo menunjukkan 70% mengalami keluhan LBP, terutama pada punggung bawah dan pinggang akibat postur membungkuk, kursi tanpa sandaran, meja kerja yang tidak ergonomis, serta jam kerja panjang yaitu 8 jam ditambah lembur 2 jam per hari. yang memperpanjang paparan terhadap posisi kerja statis. Penilaian Rapid Entire Body Assessment (REBA) juga menegaskan bahwa sebagian besar pekerja berada pada kategori risiko tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah keterkaitan antara durasi kerja dan posisi kerja dengan keluhan nyeri punggung bawah (LBP) pada pekerja di bagian jahit. Pendekatan yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 60 responden yang dipilih melalui total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi postur kerja melalui metode REBA, lalu dianalisis dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa 75% responden mengalami LBP, 83,33% bekerja lebih dari 8 jam per hari, dan 71,67% memiliki postur kerja yang tidak ergonomis. Analisis juga menemukan adanya hubungan yang signifikan antara durasi kerja (p = 0,002) dan postur kerja (p = 0,012) dengan keluhan LBP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa durasi kerja berlebih dan postur kerja yang tidak ergonomis berkontribusi besar terhadap kejadian LBP, sehingga diperlukan intervensi ergonomis melalui perbaikan fasilitas kerja, pengaturan waktu kerja, dan edukasi postur kerja yang benar untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.