Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Outdoor Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa pada Mata Kuliah Sistematika Tumbuhan Tinggi Nugroho, Anwari Adi; Hanik, Nur Rokhimah
Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9, No 1 (2016): Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Department of Biology Education Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret Un

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/bioedukasi-uns.v9i1.3884

Abstract

Outdoor learning was learning that gives students the opportunity to explore the surrounding environment  as a source of learning. Students are required to be able to construct knowledge independently throgh the process of  exploring the learning environment in Systematics of High Plant. This research aims to improve student cognitive learning outcomes through the implementation of outdoor learning in the subject of High Plant Systematics. The method used was classroom action research with 3 cycles. Each cycle consists of four basic stages, namely planning, implementation, observation and reflection. Samples used in this study was 22  fourth semester students of Biology Education Study Program, Faculty of Teaching and Education, University of Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo .The study was conducted in March and May 2015. The cognitive learning was measured through the posttest. The results showed that the cognitive learning outcomes of students increased from the first cycle to the second cycle amounted to 27.56% and from the second cycle to the third cycle of 10.20%. Target of cognitive learning outcomes at least achieved grade of 75 in average.
Development of Local Potential-Based Exploration Modules for Learning About Terrestrial Insect Diversity in High Schools Nugroho, Anwari Adi; Armania, Vallery; Abdildauly, Alem
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30658

Abstract

This study aimed to analyze terrestrial insect diversity and develop a local potential-based exploration module for high school biology learning aligned with the Merdeka Curriculum. The research employed a Research and Development (R&D) design adapted from the Borg and Gall model, consisting of biodiversity data collection, module design, expert validation, and limited field testing. Field observations conducted at the Integrated Agricultural Laboratory of Jagan, Sukoharjo recorded 641 terrestrial insect individuals with a moderate level of species diversity and a relatively stable ecological structure. These empirical data were transformed into structured learning materials incorporating exploration activities, guided inquiry, and reflective tasks. The developed module was validated by subject-matter experts, instructional design experts, biology teachers, and Grade X students. The validation results indicated a very high level of feasibility, with expert scores exceeding 87% and positive responses from both teachers and students in terms of clarity, relevance, readability, and usability. These findings suggest that integrating authentic local biodiversity data into instructional modules enhances the quality and meaningfulness of biology learning. The module also demonstrates strong potential for adaptation in other regions through contextualization based on local biodiversity resources. Pengembangan Modul Eksplorasi Berbasis Potensi Lokal untuk Pembelajaran Keanekaragaman Serangga Darat di Sekolah Menengah Atas ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman serangga darat serta mengembangkan modul eksplorasi berbasis potensi lokal untuk pembelajaran biologi SMA yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan desain Research and Development  yang diadaptasi dari model Borg dan Gall, meliputi pengumpulan data biodiversitas, perancangan modul, validasi ahli, dan uji coba terbatas. Hasil observasi lapangan di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan, Sukoharjo mencatat 641 individu serangga darat dengan tingkat keanekaragaman sedang dan struktur ekologi yang relatif stabil. Data empiris tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam bahan ajar yang memuat aktivitas eksplorasi, penyelidikan terbimbing, dan refleksi. Modul yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi, ahli desain pembelajaran, guru biologi, dan siswa kelas X. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor ahli di atas 87% serta respons positif dari guru dan siswa terkait kejelasan, relevansi, keterbacaan, dan kegunaan. Temuan menunjukkan integrasi data keanekaragaman hayati lokal dalam modul pembelajaran mampu meningkatkan kualitas dan kebermaknaan serta dimanfaatkan di berbagai daerah berbasis potensi lokal.
PERBANDINGAN PERILAKU SEHARI-HARI KUCING RAS (HIMALAYAN) DAN KUCING LOKAL (DOMESTIK/RUMAHAN) (FELIS CATUS) Marta, Fadhillah; Nugroho, Anwari Adi; Pangestu, Prestiani Yulia; Armania, Vallery; Ardiansyah, Muhammad Ilham; Yoshia, Selumiel
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/edunaturalia.v7i1.99988

Abstract

This study aims to explore and compare the daily behavioral patterns of purebred Himalayan cats and domestic (corner) cats (Felis catus) within a shared environmental context. Observations were carried out in Kesongo Hamlet, Sukoharjo Regency, employing scan sampling and ad libitum techniques over a three-week period. Recorded behaviors were classified into affiliative, self-maintenance, and negative categories. The findings revealed that Himalayan cats demonstrated a higher frequency of affiliative behaviors, including feeding, autogrooming, and approaching humans indicating a predisposition to emotional bonding and a preference for stable domestic settings. Conversely, domestic cats primarily exhibited self-maintenance behaviors such as roaming and climbing, reflecting stronger adaptive traits and instinctual responses to dynamic environments. Negative behaviors were relatively rare in both groups; however, aggressive tendencies were more commonly observed in domestic cats. These results underscore the influence of both genetic predispositions and environmental conditions in shaping feline behavior. The study offers valuable contributions to the field of ethology and provides practical insights for enhancing feline welfare by addressing breed-specific behavioral needs.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SPERMATOPHYTA BERBASIS POTENSI LOKAL DI LABORATORIUM PERTANIAN TERPADU JAGAN SUKOHARJO UNTUK SISWA SMA Sarima, Sarima; Nugroho, Anwari Adi
EduNaturalia: Jurnal Biologi dan Kependidikan Biologi Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran biologi tentang materi spermatophyta di sma masih terasa umum dan kurang mengaitkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran biologi tentang spermatophyta yang menggunakan potensi lokal di laboratorium pertanian terpadu jagan, sukoharjo, untuk siswa SMA kelas X fase E sesuai kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode research and development (r&d) dengan model borg dan gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahap. Potensi lokal diperoleh melalui observasi di lapangan dan identifikasi tumbuhan spermatophyta, terdapat total 54 spesies yang terdiri dari gymnospermae dan angiospermae (monokotil dan dikotil). Kelayakan modul dinilai oleh ahli materi, ahli modul, guru biologi, dan siswa kelas X menggunakan instrumen penilaian. Hasil validasi menunjukkan persentase kelayakan sebesr 86,58%, dari ahli materi dan ahli modul, 87,89% dari guru biologi, serta 91,59% dari siswa yang termasuk dalam kategori sangat layak. Dengan demikian, modul Spermatophyta berbasis potensi lokal layak dijadikan bahan ajar tambahan dalam pembelajaran biologi di SMA. Modul ini mendukung pembelajaran kontekstual dan pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, sekaligus meningkatkan keterampilan proses sains, berpikir kritis, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Pengembangan Modul Biologi SMA Berbasis Potensi Lokal: Keanekaragaman Phanerogamae di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan Sukoharjo Dewi Safitri; Anwari Adi Nugroho
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 2 (2025): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v9i2.742

Abstract

Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran adalah pemilihan materi ajar yang tepat agar siswa mencapai kompetensi yang diharapkan. Kurikulum hanya mencantumkan materi pokok secara garis besar, sehingga guru bertanggung jawab menyusun bahan ajar yang lebih lengkap dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan modul biologi SMA berbasis potensi lokal keanekaragaman Phanerogamae di Laboratorium Pertanian Terpadu Jagan, Sukoharjo, bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengembangan modul menggunakan metode R&D mengikuti model Borg & Gall yang telah disesuaikan menjadi tujuh tahapan: riset awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba, revisi, uji lapangan terbatas, dan revisi akhir. Penelitian ini berlangsung dari Januari hingga Maret 2025. Hasil validasi untuk uji kelayakan dari ahli materi sebesar 94,48%, ahli modul 93,98%, dan uji validasi kepraktisan dari guru sebesar 89,76%. Uji validasi kepraktisan pada guru merupakan  tahap validasi kepraktisan awal untuk memastikan modul telah sesuai secara substansi dan pedagogis sebelum diimplementasikan lebih luas pada peserta didik dalam penelitian tahap berikutnya. Dengan demikian, secara keseluruhan modul dinyatakan sangat layak untuk digunakan. Modul Phanerogamae yang telah layak diharapkan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran biologi di SMA untuk mendorong kemandirian siswa dan memperkuat pemahaman ekologi.
Pengembangan Keterampilan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi bagi Warga Home Bekonang Sukoharjo Anwari Adi Nugroho; Nur Rokhimah Hanik; Ratna Dewi Eskundari; Mutia Zakiyyatus Sabrina; Tyas Indriasari
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2271

Abstract

Keterbatasan keterampilan ekonomi kreatif masih menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga, khususnya bagi warga Paguyuban Perumahan Home Bekonang, Sukoharjo. Sebagian besar ibu rumah tangga belum memiliki keterampilan untuk menghasilkan produk kreatif yang bernilai ekonomi. Selain itu, kondisi lingkungan perumahan yang berdekatan dengan kawasan industri menyebabkan ketidaknyamanan akibat bau limbah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan warga melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi sebagai salah satu produk ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara, sosialisasi program, pretest, penyuluhan, pelatihan dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan selama dua minggu, serta evaluasi melalui posttest dan penilaian kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta dengan nilai N-Gain sebesar 0,86 yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, aspek sikap memperoleh rata-rata skor 3,48 dengan kategori sangat baik, aspek keterampilan memperoleh rata-rata skor 3,59 dengan kategori sangat baik, dan kualitas produk lilin aromaterapi yang dihasilkan oleh lima kelompok peserta memperoleh rata-rata skor 3,50 dengan kategori sangat layak. Program ini juga menghasilkan luaran berupa panduan pembuatan lilin aromaterapi serta meningkatkan motivasi peserta untuk mengembangkan usaha ekonomi kreatif berbasis rumah tangga. Dengan demikian, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas warga Perumahan Home Bekonang sekaligus berpotensi mendukung pengembangan usaha ekonomi kreatif dan kemandirian ekonomi warga secara berkelanjutan.
Density and Community Structure of Terrestrial Insects in an Integrated Agricultural Laboratory in Jagan, Sukoharjo, Indonesia Vallery Armania; Anwari Adi Nugroho
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11582

Abstract

Terrestrial insects play an important role in maintaining the balance of agricultural ecosystems, studies specifically examining their community structure in educational agroecosystems, such as integrated agricultural laboratories, remain limited, thereby highlighting the need to assess their density and ecological indices as indicators of environmental conditions. The study aimed to measure the density, diversity index, richness index, evenness index, and dominance index of terrestrial insects using twelve pitfall traps at the Jagan Sukoharjo Integrated Agricultural Laboratory. The study used the pitfall trap method with twelve traps placed randomly in the study area. Observations were made for 3 consecutive days. The data collected consisted of the number of individuals of each type of terrestrial insect, which were then analyzed using density, diversity, richness, evenness, and dominance indices. The results indicate that the Integrated Agricultural Laboratory of Jagan supports a relatively high richness of terrestrial insect species; however, the community structure is still dominated by a few opportunistic species, reflecting the characteristics of an educational agroecosystem with a moderate level of ecological stability. These findings indicate that the terrestrial insect community at the Jagan Integrated Agricultural Laboratory is diverse and has the potential to reflect the ecological conditions of the local agricultural environment. Furthermore, this study provides empirical evidence that strengthens the use of terrestrial insects as bioindicators in educational agroecosystems and contributes to the development of sustainable agroecosystem management strategies through biodiversity-based monitoring.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi untuk Meningkatkan Kreativitas dan Jiwa Wirausaha Siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo Nur Rokhimah Hanik; Tri Wiharti; Anwari Adi Nugroho; Mutia Zkiyyatun Sabrina; Melinda Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1885

Abstract

This program aims to implement simple skills through aromatherapy candle making training for students of Veteran 1 High School, Sukoharjo. The urgency of this activity is to address the lack of practical skills and entrepreneurial spirit in the increasingly competitive field. The main problem of partners is the need for P5 programs and entrepreneurship subjects that can directly increase creativity and entrepreneurial spirit that has economic value. This training requires a small cost and simple equipment. The method used is a combination of training and skills, including socialization, demonstrations or direct practice. The targeted output is, an increase in understanding of how to make aromatherapy candles. From the results of the Aromatherapy Candle training for 12th grade Science program students, it was concluded that: The average understanding of students was categorized as very good, namely 88.82. There was an increase in understanding of the process of making aromatherapy candles on average from 52.76 to 88.82 or an increase of 74.74%. This community service activity succeeded in providing knowledge and practical skills to 12th grade Science program students of Veteran 1 High School, Sukoharjo.
Co-Authors Abdildauly, Alem Acna Clara Aida Wati AGUS PURWANTO Agus Purwanto Agus Purwanto Agustina, Melinda Ahmad Muzaki Ahmad Nur Syafiq Akbar Handoko Akrim, Akrim Anggraini, Winda Nirwana Anto, Achmad Ardiansyah, Muhammad Ilham Ari Monawati Arista Indah Anggraini Arista Indah Anggraini Armania, Valerry Armania, Vallery Asy-syifaiyah, Asma' Asy-Syifaiyah, Asma’ Ayu Fitriani, Rindi Diah Bahri, Mat Bety Wulansari Cahyanti, Fiky Ariska Demo Rifwan Sugiyarto Dewi Safitri Dewi Septiana Dongoran, Faisal Rahman Dwi Haryanti Dwi Setyaningrum Eliuta Denisa Ekawati Eva Arsitasari Evin Hangesti Pradita Dewi Fathimah Isnina Fikih Putri Prastin Fitriani, Rindi Diah Ayu Hartini Hartini Hidayad, Muhammad Nur Hidayatun Nurul Khasanah Khoirunnisa, Rif'atin Kurniawati, Eka Latifa, Ulin Nuha Mardyah, Muthia Marta, Fadhillah Marzuki, M. Melinda Agustina Mohammad Rifki Munir, Misbahol Murni Ramli Mutia Zakiyyatus Sabrina Mutia Zkiyyatun Sabrina Namira Hanin Sal Sabilla Ningati, Rachma Kusuma Nisaa, Arifatun Noviana Rohmatin Noviana Rohmatin Nur Rokhimah Hanik Nur Rokhimah Hanik Nur'Aini, Citra Aisyah Nur’aini, Citra Aisya Octaviana, dhea Cindy Oktavianingtyas, Desty Pangestu, Prestiani Yulia Rahayu, Nova Yanti Ratna Dewi Eskundari Rhahmadanny, Rhahmadanny Romadhoni, Desi Rudiawan, Yohanes Saputra, Dian Andhi Sarima, Sarima Septianingrum, Parigi Akhiri Setyawan, Arif Fajar Sihotang, Dini Rosita Singgih Subiyantoro Siti Akbari Siti Lestari Sri Harsono Sri Harsono Sri Harsono, Sri Suci Nurhayati Sugiyarto S Sugiyarto Sugiyarto Sulastri Sulastri Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Syafitri, Dewi Talila Rima Dani Tami Subekti Titiek Prasetyowati Tri . Wiharti tri wahyuni Tri Wiharti Tri Wiharti Tyas Indriasari Vallery Armania Widya wati Winda Nirwana Anggraini Yoshia, Selumiel Zainal, Moh