Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Efektivitas Daun Maja (Aegle marmelos) Sebagai Bioinsektisida Hama Plutella xylostella pada Tanaman Brokoli (Brassica oleracea var. italica) Silvia Fitrotul Azizah; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.9965

Abstract

Indonesia has many insecticide producing plants that can be used as a control of plant pests.. Fermentation of squeeze maja leaves is suspected to be used as an herbal insecticide. Broccoli as a vegetable plant brassicacea tribe, one of the pests destroying broccoli plants is the caterpillar Plutella xylostella. The purpose ofthis research is to find out the effectiveness of fermentation of maja leaves as a pest of Plutella xylostella. Experimental research method is done using randomized design group (RDG) with 5 treatment concentrations sprayed fermentation maja leaves that is P0 = control (0%), P1 (25%), P2 (50%), P3  (75%), P4 (100%) and 4 repeats. Data from the analysis using Anova. The results showed Fhit > F(0.05) which is 11.12 > 3.26 there is a significant influence. But for the treatment of group Fhit < F(0.05) which is 1.15 < 3.49. The temporary conclusion of fermentation spraying of maja leaves has an effect  on the mortality of the pest Plutella xylostella, but has no significant effect on the treatment of the group.Keywords: Maja Leaf Fermentation Solution, Herbal Insecticide, Plutella xylostella Pest  ABSTRAKIndonesia mempunyai banyak tumbuhan penghasil insektisida yang dapat dimanfaatkan sebagai mengendalikan hama tanaman. Fermentasi perasan daun maja diduga dapat digunakan sebagai bahan insektisida herbal. Brokoli sebagai tanaman sayuran suku brassicacea, salah satu hama perusak tanaman brokoli adalah ulat Plutella xylostella. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas fermentasi perasan daun maja sebagai mengendali hama Plutella xylostella.Metode penelitian dilakakuan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan konsentrasi yang disemprot fermentasi perasan daun maja yaitu P0 = kontrol (0%), P1 (25%), P2 (50%), P3 (75%), P4 (100%) dan 4 kali ulangan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Anova. Hasil penelitian menunjukkan Fhit > F(0,05) yaitu 11.12 > 3.26 terdapat pengaruh yang signifikan. Tetapi untuk perlakuan kelompok Fhit < F(0.05) yaitu 1.15 < 3,49. Kesimpulan sementara penyemprotan fermentasi perasan daun maja berpengaruh terhadap mortalitas hama Plutella xylostella, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perlakuan kelompok.Kata kunci : Larutan Fermentasi Daun Maja, Insektisida Herbal, Hama Plutella xylostella
Uji Limbah Hasil Fermentasi Buah Maja (Aegle marmelos) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa l.) Silvia Eka Safitri; Saimul Laili; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.8853

Abstract

The Maja plant is a plant of the Rutaceae family that from tropical and subtropical regions of America. The benefits of Maja fruit fermentation waste can be used as organic liquid fertilizer. Pakcoy mustard is a vegetable that is needed by humans to meet their daily needs. The need for the vegetable market, especially Pakcoy mustard, has increased from year to year. Fertilizing plants is redundant to replace nutrients transported by plants, especially if the soil used for plant cultivation has a low fertility level, one of which is by utilizing the fermented Maja fruit waste can be used as liquid organic fertilizer containing elements macro and micronutrients needed by plants. This study aims to determine the effect of giving Maja fruit fermentation waste to the growth of mustard Pakcoy and to determine the best concentration for the growth of mustard Pakcoy. The method used in this study was an experimental method using a one-factor completely randomized design study (CRD) with concentrations of 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% respectively 4 times with 5 treatments. The parameters observed in this study included plant height, number of leaves, root length, wet weight, dry weight, and abiotic factors. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), then if there was a significant difference, the LSD test was continued at 5%. The results showed that giving Maja fruit fermentation waste with a concentration of 40% affected increasing the wet weight of Pakcoy mustard with an average value of 82.50 grams.Keywords: Pakcoy Mustard, Maja Fruit Fermented Waste, Organic FertilizerABSTRAKTanaman maja adalah tumbuhan dari famili Rutaceae berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika. Manfaat limbah fermentasi buah maja dapat digunakan sebagai pupuk cair organik. Sawi Pakcoy adalah sayuran yang sering diolah oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Terjadi peningkatan kebutuhan pakcoy setiap periode tahun. Pemberian pupuk terhadap tanaman mutlak diperlukan untuk menggantikan unsur hara. Media tanam budidaya sawi pakcoy pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah perlu pemupukan, salah satu alternatif dengan pupuk cair organik limbah fermentasi buah maja yang mudah diperoleh. Limbah tersebut terbukti mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah hasil fermentasi buah maja terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy pada konsentrasi yang paling baik bagi pertumbuhan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL).Perlakuan konsentrasi dimulai dari 0%; 10%; 20%; 30%; 40% dengan 4 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah, bobot kering, dan faktor abiotik. Analisis anova digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan yang nyata pada setiap perlakuan kemudian dilanjut uji BNT 5%. Penelitian ini memberikan hasil bahwa pemberian limbah hasil fermentasi buah maja dengan konsentrasi 40% berpengaruh dalam peningkatan bobot basah sawi pakcoy dengan nilai rata-rata 82,50 g.Kata kunci : Sawi Pakcoy, Limbah Hasil Fermentasi Buah Maja, Pupuk Organik
Pengaruh Air Lindi dan Bio Slurry Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Budi Santoso; Saimul Laili; Tintrim Rahayu
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v1i2.2194

Abstract

Leachate water is liquid waste that can arise due to the entry of water in landfills and can dissolve dissolved chemical elements such as organic matter resulting from decomposition. Slurry that has been lost gas is waste from biogas and is rich in nutrients needed in plants, but so far liquid leachate fertilizer and biogas waste have not been utilized properly. The purpose of this study was to determine the effect of leachate, bio slurry, and mixture on cucumber plant growth (Cucumis sativus L), and the best influence between leachate, bio slurry and a mixture of both. This study used an experimental method with randomized block design (RBD) with 9 treatments and 4x replications. The results of the study of Leachate Water, Bio slurry, and Mixture affected, plant length, on plant height, number of leaves, number of flowers, dry weight and plant wet weight. All treatments had an effect on the observed parameters at a concentration of 15 ml, 30 ml, or 45 ml, especially in observing wet weight and dry weight of plants. The treatment of leachate showed a significant difference in the wet weight concentration of 30 ml and dry weight concentration of 30 ml.Keywords: Leachate, Bio slurry, Cucumis sativus L ABSTRAKAir lindi adalah limbah cair dapat timbul karena masuknya air pada timbunan sampah dan bersifat dapat  melarutkan unsur kimiawi yang terlarut antara lain materi organik hasil dari dekomposisi. Kotoran ternak (slurry) yang sudah hilang gasnya merupakan limbah dari biogas  dan kaya dengan nutrisi yang di butuhkan pada  tanaman, namun selama ini pupuk cair air lindi dan limbah biogas belum dimanfaatkan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh air lindi, bio slurry, dan Campuran terhadap pertumbuhan tanaman mentimun (Cucumis sativus L), dan pengaruh yang terbaik antara air lindi, bio slurry dan campuran keduanya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 4x ulangan. Hasil penelitian Pemberian Air lindi, Bio slurry, dan Campuran berpengaruh , panjang tanaman, terhadap pada tinggi tanaman, jumlah pada daun, jumlah bunga, berat kering dan berat basah tanaman, Semua perlakuan memberikan pengaruh pada parameter yang di amati baik pada konsentrasi 15 ml, 30 ml, ataupun 45 ml, khususnya pada pengamatan berat basah dan berat kering tanaman. Pada perlakuan Air lindi menunjukkan beda nyata yang signifikan yaitu pada berat basah konsentrasi  30 ml dan berat kering konsentrasi 30 ml.  Kata kunci: Air lindi,Bio slurry,Cucumis sativus L
Interpretasi Karbokation dalam Suspensi Asam Jawa (Tamarindus indica) dengan Efek pH dan Konduktivitas ahmad syauqi; hani septiana; saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mempunyai  tujuan untuk mendapatkan interpretasi karbokation sebagai pereaksi dalam tepung biji asam jawa (Tamarindus indica) sebagai sumber material organik melalui karakteristik pH, konduktivitas dan kekeruhan dalam suspensi dengan air sumur. Metode penelitian Eksperimen dilakukan dengan rancangan acak kelompok, variabel bebas adalah lama pengadukan 0,5,10,15,20 dan 25 menit dan variabel terikat adalah konduktivitas, kekeruhan/turbiditas, dan pH. Rancangan mempunyai 4 ulangan dengan pengambilan sampel berbeda hari. Analisis statistik berdasar keragaman data (sidik ragam) terhadap pH, konduktivitas dan kekeruhan untuk menginterpretasikan karbokation dalam suspensi. Taraf kepercayaan menggunakan minimal 95% terhadap semua rerata faktor, koef. korelasi dan regresi. Hasil interpretasi karbokation didasarkan atas adanya reaksi karbokation dan anion ditunjukkan oleh kenaikan nilai pH dan penurunan konduktivitas dari semua variabel lama pengadukan. Kenaikan pH dan penurunan konduktivitas memberikan fenomena korelasi dengan koef. Korelasi -0,956. Hubungan regresi linier keduanya y=-26,23x+ 795 atau EC (µ.Cm-1) = -26,23pH + 795 yang sangat nyata dengan r2=0,915. Kekeruhan menunjukkan tidak berbeda nyata dari faktor yang diberikan dan mengindikasikan tidak ada sifat koloid. Interpretasi karbokation tertuju kepada senyawa organik yang mengandung gugus fungsional amina. 
Lama Waktu Pengadukan Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) terhadap Parameter Lingkungan Air Sumur Hani Septiana; Ahmad Syauqi; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan (mixing) adalah mencampurkan zat sehingga homogen. Metode yang digunakan pada pengolahan air yaitu metode koagulasi memperhatikan proses pengadukan sebagai faktor dalam koagulasi, proses pengadukan berpengaruh terhadap ditibilitas koloid dan partikel air. Masyarakat RT 10 RW 01 menggunakan sumur gali sebagai sumber air. Namun air sumur yang digunakan meninggalkan noda berwarna kuning pada wadah yang digunakan, sehingga perlu pengolahan air dengan metode koagulan menggunakan biji asam jawa (Tamarindus indica L.) sebagai pengganti koagulan sintetis. Penelitian bertujuan, mempelajari pengaruh lama waktu pengadukan dan waktu efektif pengadukan. Parameter penelitian, konduktivitas TDS, TSS, serapan warna dan Coliform. Lama waktu pengadukan 0, 5, 10, 15,20 dan 25 menit, konsentrasi 0,009%, diendapkan selama 60 menit. Metode penelitian yaitu ekseperimen dengan analisis data uji ANOVA 95% dan uji lanjut BNT 0,05%. Hasil penelitian menunjukan pengaruh pada nilai koduktivitas, TDS, meningkatkan nilai serapan warna, tidak pengaruh pada nilai TSS dan Coliform. Lama waktu pengadukan biokoagulan efektif adalah 5 menit, mampu memperbaiki nilai Konduktivitas dan TDS. Kata kunci: Lama waktu Pengadukan, Biji asam jawa (Tamarindus indica L.), Air sumur
Uji Kualitas Perairan dan Pengaruhnya terhadap Indeks Keanekaragaman Makrofauna di DAS Janjang Madura Nur Fazat Arinal Haq; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 1 No 1 (2015): Kearifan Lokal dan Biologi pada Usaha Perbaikan Kualitas Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Jangjang di Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura merupakan suatu sungai yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan sehari-hari, Adanya beberapa aktivitas tersebut menyebabkan sungai pengalami penurunan kualitas perairan dan akan terjadi pencemaran perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan parameter fisika dan kimia dan mengetahui pengaruh kualitas perairan terhadap indeks keanekaragaman makrofauna di DAS Jangjang Kec. Kwanyar Kab. Bangkalan Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif, Uji kualitas perairan sungai menggunakan parameter fisika dan kimia yang mengacu pada Baku Mutu Kelas Air PP No. 82 Tahun 2001 dan PerGub Jawa Timur No. 32 Tahun 2013.Untuk mengetahui indeks keanekaragaman makrofauna dengan menggunakan rumus Shannon Whinner. Analisa pengaruh kualitas air dengan makrofauna menggunakan analisa korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas perairan pada parameter fisika dan kimia berdasarkan Baku Mutu Kelas Air masih berada dibawah nilai baku mutu air dan relatif baik untuk keberadaan keanekaraaman makrofauna..Keanekaragaman makrofauna yang ditemukan di Sungai Jangjang ada tiga jenis yaitu ikan famili Bagridae dan famili Mugilidae dan jenis kepiting famili Portunidae. Indeks keanekaragaman menunjukkan adanya perbedaan signifikan disebabkan oleh kualitas berbeda-beda berdasarkan parameter fisika dan kimia tersebut. Kata Kunci: Sungai Jangjang, Kualitas Air, Keanekaragaman Makrofauna.
DIVERSITAS DAN POLA DISTRIBUSI BIVALVIA DI ZONA INTERTIDAL DAERAH PESISIR KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK Mohammad Mualif Zarkasyi; Hasan Zayadi; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.941 KB)

Abstract

This study aims to determine the distribution and diversity patterns bivalves in the intertidal zone and the influence of various parameters of salinity, pH, water and soil, temperature, brightness, depth, strong currents, CO2, DO, TDS and TSS toward diversity and distribution patterns bivalves. Study use quantitative descriptive method. Sampling use systematic random sampling method by means of explorative using observation stations. Analysis of the data used is the analysis of the data by the value of density, species diversity index, uniformity index, dominance index, principal component analysis (PCA), the analysis of CA (correspondence Analysis), and the distribution pattern types. The research found as many as nine species of bivalves from 4 Order dominated Meretrix meretrix yellow at station 1 with value H '= 1.104, D = 0.382, E = 0.380, Meretrix meretrix yellow at station 2; H '= 1.510, D = 0.263, E = 0.261, and Perna viridis at station 3; H' = 0.779, D = 0.544, E = 0.535. Morisita dispersion analysis results showed bivalvesdistribution patterns tend to cluster with low diversity, but showed uniformity with the medium category. The content of CO2, depth, brightness, water temperature, and salinity is a major factor that greatly affects the pattern of distribution and density of bivalves in the intertidal zone of coastal area districts Edge Pangkah Gresik. Penelitian ini bertujuan mengetahui diversitas dan pola distribusi Bivalvia di zona intertidal dan pengaruh salinitas, pH air & tanah, Suhu, kecerahan, kedalaman, kuat arus, CO2, DO, TDS, dan TSS terhadap diversitas  dan pola distribusi bivalvia. Penelitian menggunakan metode Deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi, identifikasi, dan dokumentasi. Pengambilan sampel menggunakan metode acak sistematik dengan cara Ekploratif menggunakan stasiun pengamatan. Analisis data yang digunakan adalah analisis data menurut nilai kepadatan, indeks keanekaragaman jenis, indeks keseragaman, indeks dominansi, analisis komponen utama (PCA), analisis CA (Correspondence Analysis), dan pola sebaran jenis. Ditemukan sebanyak 9 spesies Bivalvia dari 4 Ordo yang didominasi Meretrix meretrix yellow pada stasiun 1 dengan nilai H'=1,104, D=0,382, E=0,380, Meretrix meretrix yellow pada stasiun 2;  H'=1,510, D=0,263, E=0,261, dan Perna viridis pada stasiun 3;  H'=0,779, D=0,544, E=0,535. Hasil analisis dispersi morisita menunjukkan Pola sebaran Bivalvia cenderung mengelompok dengan keanekaragaman yang rendah, namun menunjukkan keseragaman dengan kategori sedang. Kandungan CO₂, kuat arus, TSS, suhu, dan salinitas merupakan faktor utama yang sangat mempengaruhi pola distribusi dan kepadatan Bivalvia di zona intertidal kawasan pesisir kecamatan Ujung pangkah Kabupaten Gresik.
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI KOLKISIN DENGAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP RESPON FENOTIPIK ZAITUN (Olea europaea) Sirojuddin M. Rochmat; Tintrim Rahayu; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.95 KB)

Abstract

Olive plant is a plant that lives in the Middle East region, but also in Indonesia olive plant can grow. Olive trees can be propagated by using various ways such as using ovule (spheroplast) or stem cuttings. One effort that can be applied to improve plant genetic olive namely through the use of colchicine. Colchicine can induce chromosomal polyploidy, or doubling the olive set chromosome. The method of administration of colchicine can be done on the part of the plant that are actively dividing such as the root end. It can resulting in the appearance of plants that grow large. This study aimed to determine the effect of colchicine at various concentrations and soaking time of the olive plant phenotypic response. The method used in this study is an experimental method with a randomized block design. Treatment given soaking time is 1 and 2 hours and colchicine concentrations of 0% (control), 0:25% 0:50%, 0.75% and 1%. Units were divided into three groups and each group consisted of three replications. Analyses were performed using ANOVA two way analysis at α = 0.95.The analysis showed that the treatment of colchicine concentration and soaking time and no significantly effect on plant height and number of leaves on the olive, but significant effect on the increase of stem diameter at the treatment of 0.25% with a soaking time of 1 hour.Keywords: phenotypic response, olive, colchicine concentration, soaking timeABSTRAKTanaman zaitun merupakan tanaman yang hidup di wilayah Timur Tengah, tetapi di Indonesia tanaman zaitun dapat tumbuh. Pohon zaitun dapat diperbanyak dengan menggunakan berbagai cara seperti menggunakan bakal biji (spheroplast) atau pun stek batang. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk memperbaiki genetik tanaman zaitun yaitu melalui penggunaan kolkisin. Kolkisin dapat menginduksi poliploidi atau penggandaan kromosom pada tanaman zaitun. Metode pemberian kolkisin dapat dilakukan pada bagian tanaman yang sedang aktif membelah seperti pada ujung akar sehingga mengakibatkan kenampakan tanaman yang bertambah besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kolkisin pada berbagai konsentrasi dan lama perendaman terhadap respon fenotipik tanaman zaitun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan lama perendaman yang diberikan adalah 1 dan 2 jam serta konsentrasi kolkisin yaitu 0% (kontrol), 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1%. Unit percobaan dibagi ke dalam tiga kelompok dan tiap kelompok terdiri dari tiga ulangan. Analisis dilakukan dengan menggunakan ANOVA dua arah pada P=0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi kolkisin dan lama perendaman tidak pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanaman zaitun, akan tetapi memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan diameter batang pada perlakuan 0,25% dengan lama perendaman 1 jam.Kata Kunci: Respon fenotipik, zaitun, konsentrasi kolkisin, lama perendaman
UJI KUALITAS AIR SUMUR KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Istipsaroh Saroh; Saimul Laili; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 1 (2016): Sumberdaya Lingkungan
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.363 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know the value of well water quality with quality testing in terms of physics, chemistry and biology, as well as compare the test results with the drinking water quality of No. 492/MENKES/PER/1V/2010. The method used in this study is a Qualitative Descriptive method for the parameters: temperature, TDS, TSS, salinity, pH, DO, CO2 and Coli form bacteria, whereas Quantitative Descriptive for parameters: color, odor, and taste. The result parameter of the physics, chemistry and biology showed the quality of well water is still feasible because of the low level of pollution. TDS results mostly dissolved ionic material, high TSS value because of waste organic or non-organic and high levels of mud due to annihilation. The temperature of the well water is still at maximum temperature range (24.3-27.3 ° c) belongs to the normal water temperature. Values of  dissolve oxygen (DO) shows all the samples are in the normal range of good raw water quality.  Result of CO2  53,3-42.3 mg/L, well water pH range 6.5 to 8.5 which means normal. The salinity of the water wells are at standard quality raw fresh water. Biological parameters a total of coli from are high of 7. Potential components can contaminate well water is liquid waste penetrate of organic and inorganic fertilizer, domestic waste, and the distance of making the well with septic tank but are still at normal thresholds according to the quality of drinking water No. 492/MENKES/PER/IV/2010.Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai kualitas air sumur ditinjau dari uji kualitas fisika, kimia dan biologi serta membandingkan hasil uji dengan kualitas air minum No.492/MENKES/PER/1V/2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif yang digunakan untuk parameter: Suhu, TDS, TSS, Salinitas, pH, DO, CO2 dan bakteri Coliform, sedangkan Deskriptif Kuantitatif untuk parameter: Warna, Bau, dan Rasa. Hasil parameter fisika, kimia dan biologi menunjukan kualitas air sumur masih layak karena tingkat pencemaran yang rendah. Hasil TDS sebagian besar material terlarut yang tinggi ion, Nilai TSS yang tinggi disebabkan karena limbah organik maupun non-organik dan tingkat lumpur yang tinggi akibat pengikisan. Suhu air sumur masih berada pada kisaran suhu maksimum (24,3-27,3 oC) tergolong suhu air normal. Nilai DO menunjukkan semua sampel berada pada kisaran normal baku mutu air yang baik, hasil CO2 53,3-42,3 mg/L, pH air sumur berkisar 6,5-8,5 yang berarti normal. Salinitas air sumur berada pada standar baku mutu air tawar. Hasil parameter biologi dengan total Coliforom tertinggi 7. Komponen berpotensi mencemari air sumur adalah limbah cair resapan pupuk organik dan anorganik, limbah domestik, dan jarak pembuatan sumur dengan saptitenk, tetapi masih berada pada ambang batas normal menurut kualitas air Minum No. 492/MENKES/PER/IV/2010.  
KARAKTERISASI PROFIL ZONA PELUSIDA MANUSIA (Homo sapiens) MENGGUNAKAN ANALISIS IN SILICO Nurul Jadid Mubarakati; Saimul Laili
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 2 No 2 (2017): Dunia Makhluk Hidup Mikro dan Makro
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.248 KB)

Abstract

Most important in mammlian fertilization were egg binding sperm, whose fusion generates a zygote that will develop into a new individual. In mammals, zona pellucida (ZP) is a specialized extracellular matrix of the egg. The matrix is important for this process by directly mediating species-restricted recognition between gametes. The aims of this study was to analyze the profile of human (Homo sapiens) zonna pellucida (hZP) using in silico method, position of O-linked and N-linked glycosilation units on human ZP amino acid sequence and to predict interaction between ZP and ADAM 2. The method of research was using in silico analysis. ZP protein profile was using data mining in UNIPROT database. Profile exploration searched primery funtion of protein, location, expression place, protein structure and ZP-interaction protein. The Primer data was compared each other. Determining O-linked and N-linkedglycosilation units in hZP amino acid sequence was analyzed using O and N-Glycosylation sites prediction. The results showed that in silico analysis conducted that profile of ZP3 identified as a primary receptor sites for spermatozoa and induced acrosome reaction. Amino acid sequence in ZP have potential site in N-Linked and O-linked glycosilation units, but have quantity different. Keywords : human zonna pellucida, N- Glycosylation, O- Glycosylation, in silico.ABSTRAKTahapan awal yang paling penting dalam fertilisasi mamalia adalah ikatan antara sel telur dan sperm yang dilanjutkan terbentuknya zigot dan terjadi perkembangan individu baru. Pada mamalia, zona pelusida merupakan lapisan ekstraseluler sel telur. Lapisan ini sangat penting dalam proses pengenalan secara langsung yang dimediasi oleh interaksi gamet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil zona pelusida manusia secara in silico, untuk mengetahui posisi O-linked dan N-linked pada sekuen ZP manusia (Homo sapiens) serta memprediksi interaksi antara ZP dengan ADAM 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis in silico.Profil Protein Zona pelusida dilakukan dengan cara data mining di database UNIPROT. Eksplorasi profil dilakukan pada pencarian fungsi utama protein, lokasi protein, tempat ekspresi, struktur protein,dan juga protein yang berinteraksi dengan zona pelusida. Informasi dasar tersebut kemudian dikomparasi agar diketahui peranan protein yang paling krusial. Penentuan sisi potensial O-linked dan N-linked pada sekuen ZP manusia dianalisis menggunakan O dan N-Glycosylationsites prediction. Interaksi ZP dengan ADAM 2 menggunakan moleculer docking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil zona pelusida (ZP) secara in silico diperoleh bahwa ZP3 berperan sebagai reseptor primer yang berperan dalam ikatan dengan spermatozoa pada oosit dan menginduksi reaksi akrosom. ZP memiliki sisi potensial pada N-glikosilasi maupun O-glikosilasi, namun memiliki jumlah yang berbeda.Kata kunci: Zona Pelusida manusia, N-glikosilasi, O-glikosilasi, in silico
Co-Authors Abd Chalim Asnawi Adi Suryo Purnomo Afif Hilmi Afrian syarif Hidayat Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi ahmad syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Aini, Novia Nurul Ainul Yaqin Ainur Rofiq Ainur Rofiq Aisyah Aisyah Al Fattah, Muhammad Haris Amalia Kamelia Arifyani, Laily Febrian Asnawi, Abd Chalim Azizah, Silvia Fitrotul Badat Muwakhid Budi Santoso Dewi, Afkarin Kamilah Diyah Ayu Trisna Mulyani Dwi Budi Santoso elok muwafiqoh Erin Novita Agustina Faizatus sholihah Fatihatul Melinda Fatur rohman Rohman Fikriyah, Khafivatul Fitriyah Ningsih Ghufron Najib Hafiana, Rina Alfi Hamdani Dwi Prasetyo hani septiana hani septiana, hani Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso hari santoso Hasan Zayadi Hasanah, Rochmatul Hilmi, Afif Hurriatun Nisa Husain Latuconsina Ilma, Habibatul Ilvi Iftitahur Rahmah Immega Adelia Nurdin Indriyana, Nunuk Setia irma syahlizawati Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh ISTIQOMAH, LAILATUL Jamhari Jamhari Kamilia, Wardah lailatul istiqomah Lailatul Mufairoh Lathifah, Iffah Lesminingsih, Ratna Djuniwati Lia Nora, Feby Linda Purwanti Luluk Atul Ainiyah Mahmudi Mahmudi Mahmudi Mahmudi Majida Ramadhan Melinda, Fatihatul Moch. Chasan Basri Mohammad Faiz Fahriyan Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Muaffah, Zumrotul Mufairoh, Lailatul Muhammad Haris Al Fattah mujalifah mujalifah Mulyani, Diyah Ayu Trisna muwafiqoh, elok Ningsih, Fitriyah Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Novi Komariah Novia Nurul Aini Nunuk Setia Indriyana Nur Aini Nur Fazat Arinal Haq Nur Fazat Arinal Haq, Nur Fazat Arinal Nurdin, Immega Adelia Nurul Bahriyah Nurul Fitriyah Ika Putri Nurul Jadid Mubarokati Nurul Latifah Nurus Sa'adah Octavia Shahilla Aniansyah Pranoto, Wahyu Eko Primasari, Yopi Nabilla Rahmah, Ilvi Iftitahur Ramly Abdullah Subianto Ratna Djuniwati L Ratna Djuniwati Lesminingsih Ratna Djuniwati Lisminingsih Rina Alfi Hafiana Rizal Ruliyas Arfian Rohmatillahil Jamilah, Favi Safitri, Silvia Eka Sama’ Iradat Tito Shaleh, Shafyan Khairus Silvia Eka Safitri Silvia Fitrotul Azizah Sirojuddin M. Rochmat Siti Fatonah Siti Fatonah Siti Rahmawati Wahyuningsih Subhan Maulidi K.B.F Suci Nurul Hidayati Suhnin, Zuhria binti syahlizawati, irma Tintrim Rahayu, Tintrim Tito, Sama ’ Iradat Umma, Firda Firdausi ummah, Shobihah rifatul Wahyu Eko Pranoto Yaqutun Nafisah Zuhria binti Suhnin Zumrotul Muaffah