Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Dengan Metode Hidroponik Sterofoam (Rakit Apung): Response of Water Spinach Plants (Ipomoea aquatica) to Liquid Organic Fertilizer Application sing Styrofoam Hydroponic Method (Floating Raft) ummah, Shobihah rifatul; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i2.15425

Abstract

Kangkung is one of the vegetables favoured by the community. Two types of water spinach are often found, namely land kale and water spinach. Kangkung contains nutrients, several vitamins, and various irons that are useful for health and body growth. Hydroponic farming is an agriculture that does not use soil media and uses water as the preferred medium. This study aimed to determine the response of water spinach plants (Ipomoea aquatica) to the application of liquid organic fertilizer with Styrofoam hydroponic media and to determine the effective concentration that affects the growth of water spinach plants. Using the method of Experimental Randomized Block Design. Each nutrient had five treatments and five replications, with treatment concentrations of 5 ml/litre, 10 ml/litre, 15 ml/litre and 20 ml/litre. The results showed that the most influential treatment on plant height, number of leaves, root length, number of roots, wet weight and dry weight was in the P1A4 treatment (AB-mix 20ml/litre), while the high eco-farming treatment was in the P2A3 treatment. (eco-farming 15 ml/litre). In the control treatment, there was no significant effect on the treatment of eco-farming and the growth of water spinach plants. Keywords: water spinach, AB-mix, eco-farming, water spinach growth Kangkung adalah salah satunya sayuran yang digemari oleh masyarakat. Jenis kangkung yang sering ditemui ada dua yaitu kangkung darat dan kangkung air. Kangkung memiliki kandungan gizi serta beberapa vitamin dan berbagai zat besi yang berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan badan. Pertanian sistem hidroponik adalah suatu pertanian yang tidak menggunakan media tanah dan memakai media air yang diutamakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui respon tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) terhadap pemberian pupuk organik cair dengan media hidroponik sterofoam dan untuk mengetahui konsentrasi efektif yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kangkung air Penelitian dilakukan di kebun yang terletak di Jalan Joyo Suryo Lowokwaru Malang, selama bulan Juli sampai agustus 2021. Menggunakan metode Eksperimental Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pada masing-masing nutrisi terdapat 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, dengan konsentrasi perlakuan 5 ml/liter, 10 ml/liter, 15 ml/liter dan 20 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling berpengaruh tinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, berat basah dan berat kering yaitu pada perlakuan P1A4 (AB-mix 20ml/liter), sedangkan pada perlakuan eco farming yang tinggi yaitu pada perlakuan P2A3 (eco farming 15ml/liter). Pada perlakuan kontrol tidak berpengaruh nyata pada perlakuan eco farming serta pertumbuhan tanaman kangkung air.  Kata kunci : kangkung air, AB-Mix, eco-farming, pertumbuhan kangkung air
Aplikasi Pemberian Pupuk Organik Cair NU-POC Dan Bio Sugih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.): The Application of Liquid Organic Fertilizer NU-POC and Bio Sugih POC on the growth of Red Spinach Plants (Amaranthus tricolor L.) Lia Nora, Feby; Laili, Saimul; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i2.17445

Abstract

Red spinach is one of the most popular vegetable commodities because it has high nutritional value. Amaranthus tricolor L. consists of two varieties: Blitum album and Blitum rubrum. This study aims to analyze the effect of the type and concentration of liquid organic fertilizer, as well as the interaction of liquid organic fertilizer on the growth of Red Spinach Plants (Amaranthus tricolor L) in order to find the right type and concentration of liquid organic fertilizer for better growth and production of Red Spinach Plants (Amaranthus tricolor L.). This research used Experimental Randomized Design with 12 treatments and control factors. The treatment consisted of POC Bio Sugih and NUPOC. Started from control, 5, 10, 15, and 20 ml or ml/litre water with 3 times repetitions. The variables observed in this study included plant height, leaf area, number of leaves, dry weight and wet weight and abiotic factors such as soil pH, air temperature, and air humidity. This study used a one-way ANOVA test to determine the presence of 1 significant difference in each treatment and then continued with a 5% BNT test. This study showed that the administration of POC Bio Sugih with a concentration of 20 ml/litre of water significantly affected the variables of plant height, leaf area, number of leaves, wet weight, and dry weight.  Keywords: POC Bio Sugih, NU-POC, Amaranthus tricolor L. Bayam merah termasuk salah satu komoditi sayuran yang digemari banyak masyarakat, karena mempunyai nilai gizi yang tinggi. Jenis bayam Amaranthus tricolor L. terdiri dari dua varietas, yaitu Blitum album dan Blitum rubrum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenis dan konsentrasi pupuk organik cair, serta interaksi pupuk organik cair pada pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) guna menemukan jenis dan konsentrasi pupuk organik cair yang tepat untuk tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) dengan hasil yang baik. Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan kontrol. Perlakuan 1 yaitu POC terdiri dari POC Bio Sugih dan NU-POC, perlakuan 2 yaitu konsentrasi dimulai dari kontrol, 5, 10, 15, dan 20 ml atau ml/liter air dengan 3 kali pengulangan. Variabel yang diamati pada penelitian ini diantaranya tinggi tanaman luas daun, jumlah daun, berat kering, dan berat basah dan faktor abiotik seperti pH tanah, suhu udara, kelembaban udara.  Penelitian ini menggunakan uji ANOVA satu arah untuk mengetahui adanya 1perbedaan 1yang 1nyata 1pada setiap1perlakuan lalu dilanjut 1uji BNT 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian POC Bio Sugih dengan konsentrasi 20 ml/liter air berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, berat basah, dan berat kering.  Kata kunci: POC Bio Sugih, NU-POC, (Amaranthus tricolor L.)
Aplikasi Fermentasi Limbah Industri Tahu Dan Tempe Sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum): Application of Tofu and Tempeh Industrial Waste Fermentation as Liquid Organic Fertilizer for Basil Plant Growth (Ocimum basilicum) Hasanah, Rochmatul; Laili, Saimul; Rahayu, Tintrim
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i2.18428

Abstract

Basil plants are vegetables and foodstuffs that are liked by the community, especially the people of Indonesia. Awareness of the importance of healthy living makes vegetables from agricultural products to be widely cultivated. This study aims to analyze the effect of fermenting tofu and tempeh liquid waste on the growth of basil plants. The design used in this study was a randomized block design consisting of two factors. The first factor is the fermentation of tofu liquid waste, which consists of four levels: 25 ml, 50 ml, 75 ml and 100 ml planting. The second factor is the fermentation of tempe liquid waste, which consists of four levels: 25 ml, 50 ml, 75 ml and 100 ml per plant and 0 ml as a control in total, there are nine treatments, and each treatment has three replications. Parameters observed in this study were plant height, number of leaves, wet and dry weight of plants, leaf area and root length. The results showed that the fermentation of tofu and tempeh liquid waste had a significant effect on the growth of the basil plant. Fermentation treatment of 100 ml tofu liquid waste from planting is the best treatment for accelerating the growth of plant length, root length, wet weight, dry weight, wet weight, number of leaves, and leaf area in plants. Keywords: fermentation, liquid waste, tofu, tempeh, basil Tanaman1kemangi merupakan sayuran1sekaligus bahan makanan1yang disenangi masyarakat1khususnya masyarakat Indonesia. Kesadaran akan1pentingnya hidup sehat menjadikan1sayur-sayuran produk1pertanian menjadi banyak1dibudidayakan. Penelitian ini1bertujuan untuk menganalisis pengaruh1pemberian fermentasi limbah cair tahu1dan tempe untuk pertumbuhan tanaman1kemangi. Rancangan yang1digunakan dalam penelitian ini adalah1rancangan acak kelompok yang1terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama1adalah fermentasi limbah cair tahu yang1terdiri dari 4 taraf yaitu 25 ml, 50 ml 75 ml dan 100 ml1pertanaman. dan faktor kedua yaitu fermentasi limbah1cair tempe yang terdiri dari 4 taraf yaitu 251ml, 50 ml, 75 ml dan 100 ml per tanaman1dan 0 ml sebagai kontrol sehingga total1terdapat 9 perlakuan, setiap perlakuan1terdapat 3 kali ulangan. Parameter1yang diamati pada penelitian ini1adalah tinggi tanaman, jumlah1daun, berat basah dan kering pada1tanaman, luas daun dan panjang akar. Hasil penelitian1menunjukan pemberian fermentasi1limbah cair tahu dan tempe berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan1tanaman kemangi. Perlakuan fermentasi1limbah cair tahu 100 ml pertanaman merupakan perlakuan1terbaik dalam mempercepat pertumbuhan panjang1tanaman, panjang akar, berat basah, berat1kering, berat basah, jumlah1daun,luas daun pada tanaman. Kata kunci: fermentasi, limbah cair, tahu tempe, kemangi
Proses Pengomposan Bahan Organik dengan Penggunaan Cahaya: The Process of Composting Organic Materials Using Light Rohmatillahil Jamilah, Favi; Syauqi, Ahmad; Laili, Saimul
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i2.18819

Abstract

Organic waste is the type of waste that is mainly disposed of by the public. Organic waste has a high water content, and it quickly decomposes. When it decomposes, organic waste creates a foul odour, which can cause environmental pollution and become a source of disease. Thus, it is necessary to manage waste with the principle of utilizing it, one of which is composting. This research aimed to study the effect of adding lighting during fermentation on organic matter's composting process using an EM-4 microorganism agent. Making compost is done with two kinds of treatment. The first treatment was carried out by adding lighting using LED lights with the help of an EM-4 bioactivator, and the second treatment was to use the help of an EM-4 bioactivator without adding lighting with LED lights as controls. The research methods used are the survey method and the descriptive method. The results of this study indicate that the compost with the addition of lighting and covering with transparent plastic obtained a significant difference compared to the control compost. Compost with the addition of lighting and covering with transparent plastic obtained the final result at an average temperature of 26.33℃ and an average final pH of 6.77, whereas in compost with control treatment, the temperature value on the last day was still around 51 ℃ with a pH value of 7.8, indicating that the compost was not ripe. The culture contained in EM-4 consists of lactic acid-producing bacteria, namely Lactobacillus sp., Photosynthetic bacteria, namely Streptomyces sp. and yeast so that the treatment shows the same process pattern but tends to lower temperature and pH. Keywords : Composting, Fermentation, Photosynthetic Bacteria, LED Sampah organik merupakan jenis sampah yang umumnya dibuang oleh masyarakat. Sampah organik memiliki kandungan air yang tinggi sehingga cepat terurai. Ketika terurai, sampah organik menimbulkan bau busuk yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan menjadi sumber penularan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk mengelola dan memanfaatkannya, khususnya dengan proses pengelolaan menjadi kompos. Maksud dari penelitian ini adalah berkonsentrasi pada dampak penambahan pencahayaan pada saat proses pengomposan pada bahan organik dengan penambahan mikroorganisme EM4. Pengomposan ini dilakukan dengan dua macam perlakuan, yaitu Perlakuan I dengan tambahan pencahayaan menggunakan lampu LED dengan bantuan bioaktivator Em-4 dan perlakuan II menggunakan bantuan bioaktivator EM4 tanpa tambahan pencahayaan dengan bantuan lampu LED sebagai kontrol. Strategi eksplorasi yang digunakan adalah survei dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos yang diberi pencahayaan ekstra dan ditutup dengan plastik transparan memiliki perbedaan yang sangat mencolok dibandingkan dengan kelompok kontrol. pengomposan yang diberi pencahayaan ekstra dan ditutup dengan plastik transparan memperoleh hasil akhir pada suhu rata-rata 26,33℃ dan pH akhir rata-rata 6,77. Sedangkan pada kolompok kontrol, suhu pada hari terakhir masih berkisar 51℃ dan pH 7,8 menunjukkan bahwa pupuk kandang belum siap digunakan. Bakteri yang terkandung dalam EM-4 terdiri dari mikroorganisme penghasil asam laktat Lactobacillus sp., organisme mikroskopis fotosintetik Streptomyces sp. dan juga ragi. Pada kompos perlakuan menunjukkan pola siklus serupa namun cenderung berada pada suhu dan pH yang lebih rendah. Kata Kunci : pengomposan, fermentasi, bakteri fotosintesis, LED
Response of Cucumber CU 699 to Solid Organic Fertilizer Waste Meal Worm Frass and Corn Cob Biochar Laili, Saimul; Tito, Sama ’ Iradat; Fikriyah, Khafivatul
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 2 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The cucumber plant (Cucumis sativus L.) is one of the plants that has high economic prospects in Indonesia. The use of cucumber plants is known in various health, beauty, and consumption industries, but over the years cucumber production has decreased due to various things, one of which is the cultivation system. Frass and corn cobs are waste that can be processed into fertilizer and biochar, where this material can restore the revitalization of agricultural land and support growth. The purpose of this study is to analyze the response of cucumber plants CU 699 to the use of solid organic fertilizer for the waste of frass mealworm and corn cob biochar, as well as to determine the best treatment for plant growth. This study uses the Petal Random Design (RAK) method. Data analysis using One Way ANOVA and Tukey HSD follow-up test. The parameters measured include the number of leaves, leaf size, stem height, root length, and dry weight of the plant. The results showed that the application of mealworm frass and corn cob biochar had an effect on plant growth. The best treatment for cucumber growth is at P3B3.
Tingkat Konsentrasi Desinfektan Sodium Hipoklorit Untuk Coliform dan E. coli Pada Air Sungai Sumberawan Singosari Kabupaten Malang Umma, Firda Firdausi; Syauqi, Ahmad; Laili, Saimul
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 11 No 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v11i1.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa tingkat konsentrasi zat Sodium Hipoklorit yang dapat mengurangi jumlah bakteri Coliform dan Ecoli serta mengetahui konsentrasi dapat mempengaruhi kualitas desinfektan. Metode dilakukan secara eksperimen dilaboratorium. Menggunakan 4 perlakuan, masing- masing konsentrasi yaitu : Kontrol ; 1% ;2% ;dan 3%. dengan 6x ulangan. Pengambilan sampel dilakukan RAL, terdiri dari 4 Perlakuan dan 6 Ulangan, sehingga terdapat 24 Sampel Air sungai. Percobaan dengan 4 macam perlakuan (P) yaitu: P0 : Air sungai + Medium Lauryl Triptose Broth, P1 : Air sungai + Sodium Hipoklorit 1 %/100 ml + Medium Lauryl Triptose Broth, P2 : Air sungai + Sodium Hipoklorit 2 %/100 ml + Medium Lauryl Triptose Broth, P3 : Air sungai + Sodium Hipoklorit 3 %/100 ml + Medium Lauryl Triptose Broth. Data dianalisis dengan Anova satu arah (One Way).  Bakteri Coliform terutama E.coli menjadi indikasi dari kontaminasi fekal pada air minum dan makanan. Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sodium hipoklorit adalah senyawa kimia dengan rumus NaOCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sodium hipoklorit terbukti efektif dalam mengurangi bakteri yang terkandung dalam sungai sumberawan, tingkat konsentrasi yang tersedia pada perlakuan 1 berkurang cukup banyak dari pada perlakuan 0 yang tidak diberi sodium hipoklorit , sedangkan pada perlakuan 3 sodium hipoklorit mampu bekerja dengan baik ,sehingga dengan tingginya konsentrasi yang diberikan dapat mengurangi banyak bakteri dan sudah dibuktikan dengan perhitungan regresi dan hasil yang nyata pada Petrifilm.
Pengenalan Teknologi Ensilase Hijauan di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Muwakhid, Badat; Laili, Saimul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i4.9516

Abstract

Permasalahan rutin yang kerap dialami peternak di Desa Tlekung, Kec. Junrejo, Kota Batu adalah sulitnya memenuhi kebutuhan pakan hijauan disaat musim kemarau. Di satu sisi, Desa Tlekung berdampingan dengan lereng Gunung Panderman, yang didalamnya terdapat hutan dengan potensi hijauan sebesar 141.636 ton per tahunnya. Lahan hutan sanggup memasok kebutuhan pakan hijauan disaat musim penghujan, namun hijauan menjadi kering dan langka pada musim kemarau. Akibatnya, peternak mengupayakan pemenuhan kebutuhan pakan pada musim kemarau melalui penggunaan jerami padi. Walaupun demikian, cadangan jerami hasi penanaman di lahan sawah di Desa Tlekung tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pakan. Usaha dalam mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau dilakukan dengan membeli jerami padi dari luar kecamatan. Upaya ini bukanlah solusi yang tepat guna dalam mengatasi kekurangan hijauan, karena nilai nutrisi yang terkandung dalam jerami padi tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup sapi dan domba. Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian ini adalah untuk mengenalkan, meningkatkan kesadaran dan memotivasi peternak agar mampu serta berkeinginan untuk menerapkan teknologi ensilase, guna menghasilkan silase sebagai cadangan pakan hijauan disaat musim kemarau. Berdasarkan hasil tahapan evaluasi yang telah dilakukan, tingkat keberhasilan dapat melebihi target kriteria keberhasilan yang telah dilakukan. Secara umum, peserta menyatakan penyelenggaraan pelatihan adalah hal yang penting dan dibutuhkan, dimana peserta menyatakan memahami materi yang diberikan, mampu mempraktekkan pembuatan silase, serta sebagian peserta akan mengimplementasi pembuatan silase. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini dapat dikatakan berhasil, karena mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam mengikuti kegiatan pengabdian.
Analisis Kelimpahan Gastropoda Di Perairan Pantai Nguling Di Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan Lathifah, Iffah; Laili, Saimul; Syauqi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 10 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/ejbst.v10i1.371

Abstract

Pantai merupakan satu di antara beberapa ekosistem yang telah lama dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai aktivitas dalam menunjang kehidupan. Fungsi pantai semakin beragam seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia yang mengakibatkan fungsi dari pantai tidak sesuia dengan peruntukan unuk mendukung kehidupan organisme akuatik dan kebutuhan masyarakat sekitar pantai. Hal ini yang menyebabkan penurunan kualitas pantai disebabkan oleh masuknya berbagai buangan limbah dari berbagai aktivitas manusia sehingga menyebabkan terjadi perubahan kualitas fisika dan kimia pantai tersebut. Salah satu biota laut yang diduga secara langsung akan langsung terpengaruh keberadaannya akibat penurunan kualitas air dan sedimen di lingkungan pantai adalah gastropoda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif dengan pengujian langsung di lakukan di lapangan dan di laboratorium. Hasil pada penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa kondisi perairan pantai berbeda antara tiap stasiun antar tercemar sedang dan tercemar ringan. Indeks Diversitas Gastropoda yang di teliti pada ketiga stasiun menunjuka perbedaan 1-2 (kategori tercemar sedang) dan pada stasiun 2 (kategori tercemar sangat ringan) dan stasiun 3 bernilai antar 2-3 (tercemar ringan). 
Persepsi Masyarakat dan Kondisi Lingkungan di Sekitar Tempat Penampungan Sampah Sementara Tegalgondo dan Kepuharjo Kecamatan Karangploso Indriyana, Nunuk Setia; Lisminingsih, Ratna Djuniwati; Laili, Saimul
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) Vol 9 No 2 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/e-jbst.v9i2.399

Abstract

Community behavior in disposing of waste plays an important role in improving public health. Community participation is needed to reduce the amount of waste, especially the role of housewives. Efforts to reduce the amount of household waste require support, one of which is the public perception of household waste processing. So far, people do not have the habit of sorting and selecting waste so that the amount of waste disposed of at TPS continues to increase. This increase can affect the environmental conditions around the TPS if there is an accumulation of waste in the long term. This study aims to analyze public perceptions of TPS Tegalgondo and TPS Kepuharjo and to analyze the environmental conditions around TPS Tegalgondo and TPS Kepuharjo in Karangploso District. The method used in this research is descriptive quantitative and direct field surveys. Based on the results of research conducted. The results of public perceptions of TPS Kepuharjo got very high perceptual scores about household waste management and low perceptions about TPS. The results of the analysis of environmental conditions at TPS Tegalgondo for the total risk value is 170 which is included in the medium category which means it requires high level management attention. The results of the analysis of the total risk value for TPS Kepuharjo is 112 which is in the low category, meaning that it requires management with routine procedures.
Co-Authors Abd Chalim Asnawi Adi Suryo Purnomo Afif Hilmi Afrian syarif Hidayat Ahmad Syauqi ahmad syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad Aini, Novia Nurul Ainul Yaqin Ainur Rofiq Ainur Rofiq Aisyah Aisyah Al Fattah, Muhammad Haris Amalia Kamelia Arifyani, Laily Febrian Asnawi, Abd Chalim Azizah, Silvia Fitrotul Badat Muwakhid Budi Santoso Dewi, Afkarin Kamilah Diyah Ayu Trisna Mulyani Dwi Budi Santoso elok muwafiqoh Erin Novita Agustina Faizatus sholihah Fatihatul Melinda Fatur rohman Rohman Fikriyah, Khafivatul Fitriyah Ningsih Ghufron Najib Hafiana, Rina Alfi Hamdani Dwi Prasetyo hani septiana hani septiana, hani Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso hari santoso Hasan Zayadi Hasanah, Rochmatul Hilmi, Afif Hurriatun Nisa Husain Latuconsina Ilma, Habibatul Ilvi Iftitahur Rahmah Immega Adelia Nurdin Indriyana, Nunuk Setia irma syahlizawati Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh ISTIQOMAH, LAILATUL Jamhari Jamhari Kamilia, Wardah lailatul istiqomah Lailatul Mufairoh Lathifah, Iffah Lesminingsih, Ratna Djuniwati Lia Nora, Feby Linda Purwanti Luluk Atul Ainiyah Mahmudi Mahmudi Mahmudi Mahmudi Majida Ramadhan Melinda, Fatihatul Moch. Chasan Basri Mohammad Faiz Fahriyan Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Muaffah, Zumrotul Mufairoh, Lailatul Muhammad Haris Al Fattah mujalifah mujalifah Mulyani, Diyah Ayu Trisna muwafiqoh, elok Ningsih, Fitriyah Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Novi Komariah Novia Nurul Aini Nunuk Setia Indriyana Nur Aini Nur Fazat Arinal Haq Nur Fazat Arinal Haq, Nur Fazat Arinal Nurdin, Immega Adelia Nurul Bahriyah Nurul Fitriyah Ika Putri Nurul Jadid Mubarokati Nurul Latifah Nurus Sa'adah Octavia Shahilla Aniansyah Pranoto, Wahyu Eko Primasari, Yopi Nabilla Rahmah, Ilvi Iftitahur Ramly Abdullah Subianto Ratna Djuniwati L Ratna Djuniwati Lesminingsih Ratna Djuniwati Lisminingsih Rina Alfi Hafiana Rizal Ruliyas Arfian Rohmatillahil Jamilah, Favi Safitri, Silvia Eka Sama’ Iradat Tito Shaleh, Shafyan Khairus Silvia Eka Safitri Silvia Fitrotul Azizah Sirojuddin M. Rochmat Siti Fatonah Siti Fatonah Siti Rahmawati Wahyuningsih Subhan Maulidi K.B.F Suci Nurul Hidayati Suhnin, Zuhria binti syahlizawati, irma Tintrim Rahayu, Tintrim Tito, Sama ’ Iradat Umma, Firda Firdausi ummah, Shobihah rifatul Wahyu Eko Pranoto Yaqutun Nafisah Zuhria binti Suhnin Zumrotul Muaffah