Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Transportasi

CAMPURAN BERASPAL MENGGUNAKAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT DAN AGREGAT SLAG BAJA Bethary, Rindu Twidi; Subagio, Bambang Sugeng; Rahman, Harmein
Jurnal Transportasi Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.265 KB) | DOI: 10.26593/jt.v18i2.3041.%p

Abstract

Abstract Material constraints and increasing demand for road construction materials have resulted in high construction costs and road rehabilitation, so alternative materials are needed, such as recycled asphalt and potential waste utilization, such as steel slags. This study is a literature study, with the aim of evaluating and controlling the performance of asphalt mixtures using Reclaimed Asphalt Pavement and steel slag, as a substitute for aggregate. The Reclaimed Asphalt Pavement material generally has aging which causes an increase in stiffness during the structural life and reduced adhesion to asphalt. This can be prevented by steel slag material, which has a rough surface and texture, so as to prevent cracks due to internal friction of the mixture. The overall use of Reclaimed Asphalt Pavement materials and steel slag can improve mixture performance and resistance to fatigue. Keywords: asphalt mixture, reclaimed asphalt pavement, steel slag, flexible pavement  Abstrak Keterbatasan material dan meningkatnya permintaan material konstruksi jalan menyebabkan tingginya biaya pembangunan maupun rehabilitas jalan, sehingga diperlukan material alternatif, seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah, seperti slag baja. Penelitian ini merupakan suatu kajian literatur, dengan tujuan melakukan evaluasi dan pengendalian kinerja campuran beraspal yang menggunakan Reclaimed Pavement Asphalt (RAP) dan slag baja sebagai bahan pengganti agregat. Material RAP umumnya telah mengalami penuaan yang menyebabkan peningkatan kekakuan selama umur struktur dan sifat adhesi terhadap aspal berkurang. Hal ini dapat dicegah oleh material slag baja, yang memiliki permukaan dan tekstur yang kasar, sehingga dapat mencegah terjadinya retak akibat gesekan internal campuran. Penggunaaan material RAP dan slag baja secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja campuran dan ketahanan terhadap kelelahan. Kata-kata kunci: campuran beraspal, reclaimed pavement asphalt, slag baja, perkerasan lentur
CAMPURAN BERASPAL MENGGUNAKAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT DAN AGREGAT SLAG BAJA Rindu Twidi Bethary; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.265 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i2.3041.117-126

Abstract

Abstract Material constraints and increasing demand for road construction materials have resulted in high construction costs and road rehabilitation, so alternative materials are needed, such as recycled asphalt and potential waste utilization, such as steel slags. This study is a literature study, with the aim of evaluating and controlling the performance of asphalt mixtures using Reclaimed Asphalt Pavement and steel slag, as a substitute for aggregate. The Reclaimed Asphalt Pavement material generally has aging which causes an increase in stiffness during the structural life and reduced adhesion to asphalt. This can be prevented by steel slag material, which has a rough surface and texture, so as to prevent cracks due to internal friction of the mixture. The overall use of Reclaimed Asphalt Pavement materials and steel slag can improve mixture performance and resistance to fatigue. Keywords: asphalt mixture, reclaimed asphalt pavement, steel slag, flexible pavement  Abstrak Keterbatasan material dan meningkatnya permintaan material konstruksi jalan menyebabkan tingginya biaya pembangunan maupun rehabilitas jalan, sehingga diperlukan material alternatif, seperti daur ulang aspal dan pemanfaatan potensi limbah, seperti slag baja. Penelitian ini merupakan suatu kajian literatur, dengan tujuan melakukan evaluasi dan pengendalian kinerja campuran beraspal yang menggunakan Reclaimed Pavement Asphalt (RAP) dan slag baja sebagai bahan pengganti agregat. Material RAP umumnya telah mengalami penuaan yang menyebabkan peningkatan kekakuan selama umur struktur dan sifat adhesi terhadap aspal berkurang. Hal ini dapat dicegah oleh material slag baja, yang memiliki permukaan dan tekstur yang kasar, sehingga dapat mencegah terjadinya retak akibat gesekan internal campuran. Penggunaaan material RAP dan slag baja secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja campuran dan ketahanan terhadap kelelahan. Kata-kata kunci: campuran beraspal, reclaimed pavement asphalt, slag baja, perkerasan lentur
PENGARUH AIR HUJAN DI KOTA INDUSTRI TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER Rindu Twidi Bethary; Woelandari Fathonah; Dwi Esti Intari; Zalfa Miftaful
Jurnal Transportasi Vol. 20 No. 3 (2020)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v20i3.4468.213-220

Abstract

Abstract The pavement surface layer is a layer that directly interacts with traffic loads and the environment. Water-logging on the road surface causes the loss of the bond between asphalt and aggregate. The purpose of this study was to determine the effect of rainwater on the characteristics of the AC-WC surface layer using Starbit E-55 polymer asphalt. The immersion of specimens was carried out in 2 conditions, namely in fresh water or in rain water, with a duration of 24 hours and 48 hours. The results obtained indicate that there is a decrease in stability more rapidly in rainwater immersion than in freshwater immersion. Marshall Quotient was increased for immersion with a duration of 24 hours and 48 hours. In addition, an increase in the values of flow, voids in the mixture, and voids in the aggregate were obtained. Keywords: pavement; surface layer; waterlogging; traffic load; polymer asphalt.  Abstrak Lapis permukaan perkerasan jalan merupakan lapisan yang langsung berinteraksi dengan beban lalu lintas dan lingkungan. Genangan air pada permukaan jalan menyebabkan hilangnya ikatan antara aspal dan agregat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air hujan terhadap karakteristik lapis permukaan AC-WC yang dibuat dengan menggunakan aspal polimer Starbit E-55. Perendaman benda uji dilakukan dengan 2 kondisi, yaitu dalam air tawar atau dalam air hujan, dengan durasi 24 jam dan 48 jam. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa terjadi penurunan stabilitas yang lebih cepat pada perendaman dengan air hujan dibandingkan dengan perendaman dengan air tawar. Marshall Quotient meningkat untuk perendaman dengan durasi 24 jam dan 48 jam. Selain itu, diperoleh peningkatan nilai-nilai flow, rongga dalam campuran, dan rongga dalam agregat. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis permukaan; genangan air; beban lalu lintas; aspal polimer.
MODULUS RESILIEN CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER AC-WC MENGGUNAKAN FILLER GYPSUM Rindu Twidi Bethary; Dwi Esti Intari
Jurnal Transportasi Vol. 21 No. 3 (2021)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v21i3.5446.165–172

Abstract

Abstract The design of road pavement thickness uses the modulus of elasticity, to determine the coefficient of the pavement layer. The resilience modulus is the elastic modulus used in elastic theory. However, most road pavement materials are not perfectly elastic, because after receiving repeated loads, these materials will experience permanent deformation. The purpose of this study was to determine the effect of gypsum filler on the resilience modulus of the polymer modified asphalt mixture. This study shows that the modulus of resilience of the asphalt mixture at a temperature of 25°C without the use of gypsum filler is 5760 MPa. Mean-while, when using 1% gypsum filler, the mixed resilience modulus is 8389 MPa at a temperature of 25°C. The increase in the value of the resilience modulus indicates that at a temperature of 25°C, the addition of gypsum filler increases the performance of the asphalt mixture mechanistically. Keywords: road pavement; gypsum; fillers; resilience modulus; polymer asphalt Abstrak Perancangan tebal perkerasan jalan menggunakan modulus elastisitas, guna menentukan koefisien lapis perkerasan tersebut. Modulus resilien adalah modulus elastis yang digunakan pada teori elastis. Tetapi keba-nyakan material perkerasan jalan tidak bersifat elastis sempurna, karena setelah menerima pengulangan beban, material ini akan mengalami deformasi permanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh filler gypsum terhadap modulus resilien campuran beraspal modifikasi polimer. Studi ini menunjukkan bahwa modulus resilien campuran beraspal pada temperatur 25°C tanpa menggunakan filler gypsum adalah 5760 MPa. Sedangkan bila menggunakan filler gypsum 1%, modulus resilen campuran adalah 8389 MPa pada tem-peratur 25°C. Peningkatan nilai modulus resilien tersebut menunjukkan bahwa pada temperatur 25°C, penam-bahan filler gypsum meningkatkan kinerja campuran beraspal secara mekanistik. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; gypsum; filler; modulus resilien; aspal polimer