Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Penerapan Sistem Pengaman Instalasi Listrik di Kecamatan Rumbai Pesisir Tanjung, Abrar; Zulfahri; Hamzah; Setiawan, David
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8vvjpx77

Abstract

Energi listrik menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, karena tanpa energi listrik aktivitas masyarakat sebagai konsumen akan terganggu, disebabkan peralatan dan bahan penunjang kehidupan masyarakat menggunakan energi listrik sebagai penggeraknya. Tujuan penelitian untuk meningkatkan ilmu dan ketrampilam dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan sistem pengaman instalasi listrik. Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh mitra dalam mengetahui dan memahami tentang PUIL 2011 setelah penyuluhan sebesar 100 %, Mitra mengetahui dan memahami tentang Apakah bapak/ibu mengetahui dan memahami tentang Peraturan Instalasi Listrik sebesar 93 %, Mitra mengetahui dan memahami tentang bahan dan peralatan listrik sesuai Standarisasi Kelistrikan (SNI) setelah penyuluhan sebesar 93 %, Mitra kegiatan mengetahui dan memahami tentang Apakah bapak/ibu mengetahui dan memahami tentang pemasangan sistem pelaratan instalasi listrik bangunan setelah penyuluhan sebesar 100 %, Mitra kegiatan mengetahui dan memahami tentang Apakah bapak/ibu mengetahui dan memahami tentang pemakaian bahan dan peralatan sesuai dengan PUIL 2011 setelah penyuluhan sebesar 100 %.
Penerapan Persyaratan Umum Instalasi Listrik Dan Standarisasi Kelistrikan Di Kelurahan Maharani Kecamatan Rumbai Tanjung, Abrar; Hamzah, Hamzah; Setiawan, David
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fdtwgr64

Abstract

Electrical energy is a basic necessity for the community, because without electricity, people's activities as consumers will be disrupted. A good electrical installation that meets the Indonesian National Standard (SNI) and the National Electricity Company Standard (SPLN) as well as the General Requirements for Electrical Installation 2011 will be able to minimize problems in the installation of electrical installations. Based on the results of counseling, it was found that activity partners obtained an increase in knowledge about basic knowledge of electrical installations after extension by 75%, Partners were able to find out about PUIL 2011 after counseling by 90%, activity partners received an increase in electricity standardization after extension by 90%, activity partners knew and understand in the installation of electrical installations in accordance with PUIL after counseling by 90% and Partners know that the installed electrical equipment is in accordance with standardization after counseling by 90%.
ANALISIS PEMANFAATAN SISTEM PENGENDALI DAN MONITORING BEBAN PADA KWH METER PRABAYAR R-1 BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT). Handayani, Sri; Zulfahri, Zulfahri; Setiawan, David; Marzuarman, Marzuarman
MULTITEK INDONESIA Vol 18 No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mtkind.v18i1.9081

Abstract

Energi listrik merupakan objek vital dalam aktivitas manusia dan kita melihat berbagai aktivitas manusia sangat bergantung pada listrik. Namun kita harus bijak dalam memanfaatkan energi listrik  agar nilai efisiensinya tidak terjadi pemborosan. Sebelumnya sudah dilakukan penelitian terkait pemantauan penggunaan energi listrik dengan memanfaatkan sensor PZEM-004T dan dengan menggunakan platform web untuk menampilkan data-data yg di-monitoring. Penelitian tersebut baru sampai ketahap monitoring dan belum sampai ke tahap pengontrolan. Pada penelitian ini penulis ingin membuat sebuah sistem pengendalian dan monitoring pada kWh meter prabayar R-1 agar beban bisa dikendalikan dan di-monitoring secara manual dan otomatis berbasis internet of things menggunakan aplikasi blynk. Sistem ini didesain  menggunakan nodeMCU ESP8266, arduino uno, PZEM004T, LCD 20x4, keypad, buzzer, modul relay dan modul mini UPS. Pengujian dilakukan membandingkan alat multifunction dengan alat monitoring yang dibuat dengan tingkat akurasi yang diperoleh sebesar 99,32%. Alat monitoring ini memiliki tingkat erornya sangat rendah dan sangat cocok digunakan sebagai alat monitoring dan pengontrolan pemakaian energi listrik. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal, pengujian bisa dilakukan dalam waktu yang lebih lama dan variasi beban lebih banyak lagi serta tampilan widget box perlu di upgrade ke akun premium untuk mendapatkan fitur-fitur lebih banyak lagi pada tampilan aplikasi blynk
Keselamatan Dalam Yohanes 4:13-14 Melalui Ritual Huler Wair Kepada Masyarakat Maumere: PROVIDING THE MESSAGE OF SALVATION IN JOHN 4:13-14 THROUGH THE HULER WAIR RITUAL TO THE MAUMERE COMMUNITY Setiawan, David; Ruslianti, Oktavia
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 8 No 2 (2023): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/ejit.v8i2.147

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pesan keselamatan dalam Yohanes 4:13-14 dapat dipahami dan disampaikan kepada masyarakat Maumere melalui ritual huler wair. Dengan pendekatan kontekstualisasi dan hermeneutik tekstual, penelitian ini menganalisis konteks budaya Maumere serta teks Kitab Yohanes untuk mengeksplorasi bagaimana ritual huler wair digunakan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pesan keselamatan Kristen. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ritual huler wair bukan hanya menjadi ekspresi kepercayaan, tetapi juga sebuah medium untuk menyampaikan pesan keselamatan dengan cara yang relevan dan bermakna dalam konteks masyarakat Maumere. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pemahaman tentang bagaimana pesan-pesan agama dapat disesuaikan dengan budaya lokal untuk mencapai pemahaman yang lebih dalam dan penerimaan yang lebih baik oleh masyarakat setempat. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dalam upaya penginjilan dan interaksi antarbudaya di daerah Maumere dan wilayah sekitarnya.
IBM Implementasi Automatic Transfer Switch Pada Generator Set Di Pondok Pesantren Al-Quds Kecamatan Rumbai Timur Eteruddin, Hamzah; Setiawan, David; Juswandi; Fauzi, Muhammad Ridha; Tanjung, Abrar; Ridwan, M; Arlenny, Arlenny
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 6 No. 2 (2022): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v6i2.4186

Abstract

Energi listrik saat ini telah menjadi kebutuhan energi primer pada masyarakat kita. Hal ini juga terlihat pada mitra yaitu Pesantren Tahfiz Al Quds yang berada di Kawasan Rumbai Timur. Mitra sering mengalami padamnya listrik di lokasi mereka. Alhamdulillah saat ini mitra telah memiliki Generator Set sendiri, sehingga pada saat suplai energi dari PT. PLN tidak bisa ada, mereka masih bisa mengaktifkan generator untuk kebutuhan penerangan. Namun genset yang mereka miliki saat ini masih dioperasikan secara manual. Hal ini menjadi kendala tersendiri jika pemutusan energi listrik dari PT. PLN tersebut terjadi saat-saat mereka sedang beraktivitas ataupun pada saat mereka sedang tertidur lelap. Berdasarkan permasalahan mitra, hasil survey tim IbM ke lokasi kegiatan yaitu Pondok Pesantren Tahfiz Al Quds Kecamatan Rumbai Timur. Luaran dari kegiatan IbM ini selain menghibahkan satu set peralatan ATS, juga memberikan peningkatan pengetahuan santri tentang pengoperasian generator serta pengetahuan dasar tentang ketenagalistrikan
Penerapan Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2011 Pada Instalasi Listrik Bangunan Gedung Tanjung, Abrar; Arlenny, Arlenny; Setiawan, David; Eteruddin, Hamzah; Fauzi, Muhammad Ridha
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 1 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i1.4894

Abstract

The installation of lighting does not only cover the problem of lighting but includes the installation of equipment (fans, electric motors, water pumps, air conditioners, etc.) PT. Sumatera Riang Lestari is a company engaged in the industrial sector that does not know and understand how to properly install and operate electrical equipment. Based on the results of identifying problems with partners, identifying problems with partners PT. Sumatra Riang Lestari which is being faced by activity partners. In the operation of electrical installation equipment, it often experiences damage, for example there is a voltage drop, damage to equipment occurs and power outages occur. The results of the discussion partners know and master Basic Knowledge of Electrical Installation after socialization 92%, General Requirements for Electrical Installation (PUIL) 2011 by 88%, Electricity Standardization (SNI) by 96%, Use and Operation of Electrical Equipment according to Electricity Standards (SNI) according to Electricity Standards (SNI) of 88%, Electrical Installation Materials and Components of 96%
Teknologi Penyiraman dan Pemupukan Otomatis Tanaman Buah di Desa Air Terbit Setiawan, David; Putra Halilintar, Masnur; Tanjung, Abrar; Siswati, Latifa
JCOMMITS: Journal of Community Empowerment, Inovation, and sustainability Vol. 2 No. 1 (2024): Jcommits (The Journal of Community Empowerment, Innovation, and Sustainability)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman buah yang sedang dibudidayakan oleh petani Desa Air Terbit adalah tanaman buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio. Dalam pelaksanaannya, petani melakukan penyiraman dan pemupukan secara konvensional yaitu dilakukan dengan cara menyiram dan memupuk langsung ke tanaman sesuai jadwal atau waktu luang petani itusendiri. Bilamana penyiraman dan pemupukan kelupaan atau tidak teratur tentu akan berdampak pada tanaman itu sendiri seperti tanaman menjadi kering atau kurang nutrisi. Selain itu, penyiraman dan pemupukan tanaman yang tidak teratur dapat mengakibatkan tanaman menjadi lama berkembang bahkan layu dan mati. Permasalahan pemeliharaan tanaman buah secara konvensional inilah yang akan dicarikan solusinya sehingga lupa melakukan penyiraman dan pemupukan menjadi penyiraman dan pemupukan yang teratur serta sesuai dengan takaran yang dibutuhkan dengan cara otomatis. Teknologi pemeliharaan tanaman buah ini dikembangkan lagi sesuai kebutuhan petani dalam membudidayakan buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio karena setiap tanaman memerlukan perlakuan berbeda khususnya takaran air penyiraman dan pemupukan. Teknologi pemeliharaan tanaman buah ini akan diberikan kepada masyarakat, teknologi pemeliharaan tanaman ini berbasis raspberry pi. Raspberry pi adalah mikrokontroler yang dapat menjalankan perintah sesuai keinginan penggunanya dan dilengkapi dengan fitur untuk dapat mencatat seluruh aktifitas atau kegiatan yang sudah dijadwalkan serta dapat dikendalikan secara manual melalui handphone berbasis android. Dalam pengembangan teknologi pemeliharaan tanaman buah ini akan didesiminasikan berupa penyiraman otomatis dan pemupukan otomatis yang akan dilaksanakan di kabupaten Kampar Propinsi Riau, khususnya terhadap tanaman buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio di Desa Air Terbit. Masyarakat akan diajarkan bagaimana cara menseting jadwal penyiraman dan pemupukan, cara menginstalasi teknologi ini hingga bagaimana melakukan pemeliharaan terhadap teknologi pemeliharaan tanaman ini serta pemberian bibit alpukat, klengkeng, blacksapote atau sawo abio yang akan dihibahkan ke masyarakat tersebut. Diharapkan dengan pemberian bibit alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio kepada mitra, 2 unit alat teknologi pemeliharaan tanaman otomatis serta 2 unit hand tractor mini dan pemberian pelatihan dan pendampingan, masyarakat menjadi paham dan trampil dengan target minimal 75% dapat menggunakan alat dan cara budidaya tanaman buah alpukat, klengkeng, blacksapote dan sawo abio secara benar. Sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan Desa Air Terbit dapat mewujudkan mimpinya menjadi desa agrowisata pada salah satu komoditasnya..
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Teknologi Pupuk Hayati pada Budidaya Kelengkeng di Kabupaten Kampar Siswati, Latifah; Ariyanto, Anto; Lestari, Sri Utami; Setiawan, David; Yandra, Alexsander
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 4 No. 3 (2020): Penguatan Pelayanan Publik dan Inovasi Riil melalui Pengabdian Masyarakat dan P
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v4i3.588

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang diikuti oleh peningkatan kesejahteraan dan kesadaran masyarakat terhadap gizi akan mengarah pada peningkatan permintaan masyarakat terhadap buah-buahan. Bahkan untuk memenuhi permintaan impor kelengkeng pun dilakukan yaitu dari Thailand, Vietnam dan dari China. Kendala pada umumnya untuk pertumbuhan dan produksi tanaman biasanya adalah karena tanah di Riau pada umumnya didominasi oleh jenis tanah marginal yaitu tanak PMK (Ultisol) dan tanah gambut (Histosol). Maka untuk itu diperlukan upaya perbaikan pemberian bahan ameliorasi seperti pupuk organik, pupuk an organik dan pupuk hayati. Dengan mamanipulasi lingkungan khususnya tanah diharapkan pertumbuhan dan produksi tanaman dapat lebih maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan pendampingan melalui pelatihan kepada mitra khususnya kelompok tani di Kab.Kampar tentang penerapan teknologi penanaman dan perawatan pohon kelengkeng pingpong , mendorong kelompok petani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng pingpong dengan menanam pohon kelengkeng di lahan/halaman rumah masing-masing sehingga nantinya Kab.Kampar akan menjadi sentra buah kelengkeng. Metode pelaksanaan dibagi menjadi 3 tahap yaitu penyuluhan, pelatihan teknologi budidaya kelengkeng, pendampingan berkala. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi teknologi pupuk hayati bagi budidaya klengkeng menjadi trend baru dalam mendorong kelompok tani khususnya di Kab.Kampar untuk berinvestasi di dalam pengembangan buah kelengkeng khususnya klengkeng pingpong
Penyadaran Kepada Ibu Rumah Tangga dalam Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik Rumah Tangga di Kecamatan Minas Siswati, Latifa; Eterudin, Hamzah; Setiawan, David; Ratnaningsih, Ambar Tri; Yandra, Alexsander
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 1 (2022): Penguatan Kapasitas Masyarakat melalui Inovasi Pelayanan, Pendidikan, dan Pembe
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i1.913

Abstract

Sampah rumah tangga dapat dikelompokkan dalam sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk bagi tanaman, sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi kerajianan tangan. Pengolahan sampah ini tidak hanya digunakan sebagai kompos dan kerajinan tangan, namun dapat juga membersihkan lingkungan rumah. Hal ini dapat berkontribusi terhadap permasalahan pengelolaan sampah di sekitar. Selain itu juga dapat menghemat biaya pembelian pupuk dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan jarak 8 km dari kampus, pada kecamatan Minas masih belum ditemui masyarakat yang memanfaatkan sampah menjadi kompos. Pengelola bank sampah belum memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup bagaimana mengolahnya. Akibatnya sampah rumah tangga belum dipisahkan menjadi sampah organik dan anorganik. Pengolahan menjadi benda yang lebih bermanfaat, dapat menimbulkan kesadaran dan peduli terhadap lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk mengolah limbah, akan meminimalisir limbah yang ada. Metode pelatihan yang dilakukan adalah penyadaran, penyuluhan, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan telah terjadi pengingkatan pengetahuan tentang pemisahan samapah rumah tangga menjadi sampah organik dan anorganik, terjadi peningkatan antara 46,67 % sampai 87,6 %.
DESA PETERNAKAN MANDIRI ENERGI: IMPLEMENTASI IOT DENGAN PANEL SURYA DAN PLT BIOGAS SEBAGAI SOLUSI BERKELANJUTAN Setiawan, David; Tanjung, Abrar; Siswati, Latifa
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 4 No. 2 (2025): Inovasi Teknologi dan Digital untuk Pemberdayaan UMKM dan Desa Mandiri
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdiankompetif.v4i2.2536

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk mendorong kemandirian energi (swasembada energi listrik) dan meningkatkan efisiensi peternakan Fajar Pagi di Desa Tengganau melalui penerapan teknologi energi listrik terbarukan yaitu Pembangkit Listrik tenaga Biogas dan Tenaga Surya serta sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Kelompok Peternak Sapi “Fajar Pagi” sebagai mitra kegiatan, menghadapi sejumlah kendala, antara lain : limbah kotoran sapi yang belum termanfaatkan dan membuat polusi udara sekitar peternakan, penghasilan pas- pasan sehingga biaya listrik dan gas menjadi pengeluaran yang cukup memberatkan, belum adanya pemanfaatan limbah ternak, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dan kurangnya keterampilan mitra dalam pengelolaan limbah sapi dan teknologi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat menawarkan solusi inovatif, yaitu pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga biogas serta memanfaatkan energi matahari menjadi listrik dengan pemasangan panel surya, instalasi biogas dan pengembangan sistem monitoring yang terhubung dengan aplikasi Android untuk memudahkan mitra mengelola energi listrik yang dihasilkan. Dalam mewujudkan implementasi tersebut, kelompok mitra/ peternak diberikan pelatihan dan pendampingan agar mampu mengelola dan merawat teknologi tersebut secara mandiri. Melalui program ini, diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dimana terjadi pengurangan biaya rumah tangga akibat gas dan listrik gratis dari alam dan bebas bau/ polusi udara dari kotoran sapi sehingga terciptanya model desa mandiri energi yang dapat diterapkan di wilayah lainnya.