Articles
EVALUASI KUALITAS PATHFINDER SEBAGAI ALAT TEMU BALIK INFORMASI DI PERPUSTAKAAN UIN SUNAN KALIJAGA
Sri Rohyanti Zulaikha;
Ulfatun Madya
VISI PUSTAKA: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 24, No 2: Agustus 2022
Publisher : Perpustakaan Nasional RI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37014/visipustaka.v24i2.3099
Pathfinder is a kind or reference source in process or re-meeting behind the information at the library. The aim of studied is evaluation for pathfinder with eight dimensions of service satisfaction evaluation, there are performance, features, reliability, confermance to specification, easthetic, and percieved quality at Library of Sunan Kalijaga Islamic University by Voice Of Customer in House Of Quality of Quality Function Deployment method. Result this studied is the satisfaction assessment of user about technical characteristics (Hows) is information content in the pathfinder and repair for collection synopsis quality for the convenience of the user. An indicator of declared dissatisfied, it is on product durability of the user need (Whats). The researcher suggest is, digitalization pathfinder at the toolbar digital cillection of www.lib.uin-suka.ac.id.
Penyiangan Koleksi Perpustakaan Umum Sebagai Dedikasi dan Tanggungjawab Pustakawan
Rizal Gani Kaharudin;
Sri Rohyanti Zulaikha
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/anuva.6.3.255-268
Menghadapi keterbaruan ilmu pengetahuan, perputakaan umum hendaknya siap menyediakan koleksi yang terbaru dan berkualitas. Pembaharuan koleksi tentunya diimbangi dengan ketersediaan ruang rak, tetapi banyak ditemui perpustakaan umum dengan kondisi rak sangat padat dan beberapa usang atau kurang layak masih dilayanankan. Atas dasar itu peneliti melakukan kajian ilmiah lebih dalam untuk mengungkap akar permasalahan dan strategi yang diperlukan dalam proses penyiangan koleksi. Adapun tujuan peneliti yaitu untuk memberikan stimulus bagi pengelola perpustakaan umum dalam melaksanakan penyiangan secara tepat dan efisien. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan data pendukung didapatkan dari berbagai literatur seperti artikel ilmiah, buku, dan lainnya. Data dan informasi tersebut dianalisis menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengintegrasikan beberapa temuan dokumen hasil penelitian tentang penyiangan koleksi di perpustakaan umum dengan teori-teori yang menunjang. Hasil analisis yang disajikan secara deskriptif diharapkan dapatmemberikan insight baru lebih komprehensi untuk menyikapi problematika kegiatan penyiangan koleksi. Adapun hasil kajian ini menunjukkan bahwa kendala yang kerap ditemui yaitu berkaitan dengan sumber daya manusia, kebijakan penyiangan secara tertulis, efektivitas waktu kerja, dana pemeliharaan, dan tempat. Untuk meminimalisir kendala tersebut pustakawan memerlukan self improvement baik secara psikologis, keilmuan, keterampilan praktis komunikasi dan membangun kerjasama dengan stakeholder. Merujuk hal tersebut, keberhasilan penyiangan merupakan sebuah dedikasi dan tanggung jawab pustakawan beserta dengan pemangku kebijakan.
Implementasi Diseminasi Pengetahuan Islam Lokal Digital pada Perpustakaan PTKIN dan Dampaknya terhadap Pengembangan World Class Library
Muhammad Solihin Arianto;
Sri Rohyanti Zulaikha
Pustakaloka Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.742 KB)
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v10i1.1235
Pengetahuan Islam lokal dipahami sebagai pengetahuan yang dimiliki komunitas tertentu dan berkembang di geografis tertentu yang bersinggungan dan menyatu dengan nilai-nilai Islam. Pengetahuan lokal yang saling terintegrasi dengan Islam yang datang kemudian inilah yang memunculkan pengetahuan Islam yang bersifat lokal. Hasil penelitian mengenai perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia yang telah merintis pengembangan pengetahuan Islam lokal belum ditemukan hingga saat ini. Pada saat yang bersamaan, muncul keprihatinan karena keberadaan pengetahuan tersebut belum dirawat secara maksimal, bahkan masih banyak yang berserakan di berbagai tempat di sekitar perpustakaan tersebut berada. Beranjak dari kenyataan ini, salah satu institusi yang semestiya memberikan perhatian sungguh-sungguh atas nasib pengetahuan Islam lokal ini adalah PTKIN dengan memaksimalkan peran perpustakaannya untuk menghimpun dan mengelola pengetahuan tersebut. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan jangkauan akses atau diseminasi yang telah dilakukan perpustakaaan-perpustakaan UIN di PTKIN terkait dengan pengetahuan Islam lokal sehingga pengetahuan ini bisa dimanfaatkan masyarakat luas dengan cepat dan mudah melalui jaringan global, ada 11 Perpustakaan UIN di lingkungan PTKIN yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perpustakaan UIN tersebut belum mengimplementasikan pengelolaan pengetahuan Islam lokal sehingga diseminasi pengetahuan tersebut belum dilakukan. Bagaimanapun, terdapat tiga perpustakaan yang telah merencanakan pengelolaan pengetahuan Islam lokal yaitu Perpustakaan UIN Yogyakarta, Perpustakaan UIN Surabaya, dan Perpustakaan UIN Aceh. Karena belum ada satu pun perpustakaan UIN di lingkungan PTKIN yang diteliti menyediakan akses secara spesifik pada pengetahuan tersebut baik lewat jaringan lokal maupun akses jarak jauh, maka dampak pengelolaan pengetahuan Islam lokal digital terhadap pencapaian world class library belum diketahui secara pasti. Meskipun demikian, sebagian besar Perpustakaan UIN yang diteliti berkeyakinan bahwa pengelolaan pengetahuan Islam lokal dapat berdampat positif terhadap pencapaian internasionalisasi perpustakaan.
KOMPARASI MODEL COLLABORATIVE COLLECTION DEVELOPMENT DAN JUST-IN-TIME COLLECTION DEVELOPMENT PADA PERPUSTAKAAN PENDIDIKAN
Santi Puji Astuti;
Sri Rohyanti Zulaikha
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 15 No. 1 (2023): Shaut al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37108/shaut.v15i1.893
This study aims to answer the question of how the application of collaborative and just-in-time model collection development and how the comparison of the two models that have been applied to educational libraries. The method used in this research is a critical review method with a literature study approach. The writer made comparation and analyze between two articles which adopted in different model of collection development. The research findings are as follows: 1) The collaborative collection development model utilizes library networks to save budgets and accelerate collection availability, while the just-in-time collection development model applies a responsive access-based collection development approach. This policy is to provide the right and fast collection and save funds. 2) The difference between these two models is that the collaborative model requires a network so as to facilitate the process of both procurement together in order to create budget savings, while the just-in-time collection development is a single model that does not really require a network so that it has absolute autonomy.
Pengaruh promosi perpustakaan melalui media sosial instagram terhadap minat kunjung pemustaka di Perpustakaan Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Sarah Wulan Dari;
Sri Rohyanti Zulaikha
Al-Kuttab : Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 1 (2023): Al-Kuttab: Jurnal Kajian Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/ktb.v5i1.7004
This study aims to determine the effect of library promotion through Instagram social media on visitor interest using the AIDA model. The research method in this research is quantitative-descriptive. The population in this study were students who came to visit the library, while the sampling technique used was incidental sampling, with a sample of 25 respondents. Meanwhile, the data collection technique is a questionnaire that uses a Likert scale with five alternative answers. Testing the validity of the data using the validity test using product moment correlation and for reliability testing using Cronbach's alpha and to see the effect between the two variables using correlation tests and simple linear regression. The data was processed using the IBM SPSS Statistics version 26 program. The results showed that there was a promotion effect on visitor interest at the correlation level, namely the number 0.484 which indicates the moderate category at the coefficient interval of 0.40-0.599. This influence certainly occurs because every student already has an Instagram account and has followed the official UMBY campus Instagram account and the UMBY library Instagram account, so information dissemination can easily occur within the student environment.
COMPARISON OF COLLECTION DEVELOPMENT IN UK UNIVERSITY LIBRARIES AND INDIAN INSTITUTE OF TECHNOLOGY LIBRARIES
Adzkiyah Mubarokah;
Sri Rohyanti Zulaikha
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 2, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/jipka.v2i2.66368
This article discusses the development of existing collections in college libraries, using a comparison of case studies in the UK Library and the Indian East Institute of Technology Library. The purpose of this study is to find out the process of developing collections in libraries. The method used is a study of literature such as jurnals and books as well as other reading materials that contain the development of library collections. Research is reviewed based on theories related to collection development, namely the principle of collection development adopted by the National Library of the Republic of Indonesia. The results obtained are first in the UK library to develop collections by emphasizing content development by involving several collection development selection processes which are usually procured through purchase and also Cooperation with nss institutions or National Student Surveys. Secondly from the library of the Eastern Institute of Technology of India carried out collection development, the library is located in two locations named after IIT Guwahati library and IIT Patna.Aspects of collection development, namely selection, acquisition, finance and management of collections, play an important role in the development of collections to serve their users. The resources acquired in the selected IIT are identified by the pricing option and review the license of the electronic resource but with other different modes of acquisition. there are many shortcomings, especially in the network of connections from outside so that the system of developing library material collections becomes less than optimalKeywords: development; collections ; library
ALUR TAHAPAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN SMAN 1 BENGKULU TENGAH
Kartika Puspita Sari;
Sri Rohyanti Zulaikha;
Adzkiyah Mubarokah
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 5, No. 2 (2023): September
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jiper.v5i2.16904
Pengembangan koleksi memberi pengaruh besar dalam memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Penelitian ini tentang tahapan pengembangan koleksi yang ada di perpustakaan sekolah yakni SMAN 1 Bengkulu Tengah. Tujuan dari penelitian untuk memberikan wawasan terkait apa yang harus dilakukan dalam pengembangan koleksi agar nantinya mampu menjadi bahan rujukan bagi perpustakaan setingkat lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan fokus penelitian lapangan secara langsung. Data dikumpulkan dengan proses wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data. Hasil penelitian ini yakni tahapan pengembangan koleksi yang ditinjau secara garis besar komponen kegiatan tersebut terbagi atas enam komponen, yaitu analisis masyarakat, kebijakan seleksi, seleksi, pengadaaan, penyiangan dan evaluasi koleksi. Perpustakaan. Pengembangan koleksi di Perpustakaan SMAN 1 Bengkulu Tengah sudah dilakukan rutin sesuai anggaran, kebijakan pengembangan koleksi sudah ada namun perlu beberapa revisi untuk dijadikan pedoman baku. Staf perpustakaan yang ada di SMAN 1 Bengkulu Tengah terdiri dari 5 orang yang dibagi menjadi satu orang kepala perpustakaan, dua orang pada layanan pemustaka, satu orang pada layanan teknologi informasi dan satu orang pada layanan teknis, dimana pengembangan koleksi dibawah tanggung jawab layanan teknis.Kata Kunci:PengembanganKoleksiTahapanÂ
Strategi Promosi E-Commerce Toko Buku Togamas dalam Masyarakat Virtual
Handiawan Angling Prayuda;
Sri Rohyanti Zulaikha
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 4, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18326/pustabiblia.v4i2.283-306
AbstractE-commerce is the most popular method or means to buy and sell today. One of the products sold is the book. Togamas as distributor selling book responds to the phenomenon by creating a website to facilitate the online buying process. The problem formulation in this study is how the strategy of promoting e-commerce Togamas bookstore in a virtual society. The purpose of this writing is to describe the e-commerce promotional strategy of the Togamas bookstore. The research methods used are qualitative descriptive. The collection of data used is observation on the website of Togamas bookstore. The analysis knife used in this research is data reduction, data presentation, and withdrawal of conclusions. The result of this writing is Togamas bookstore is able to membranding itself in accordance with the tag line sure Ori (original), definite discount, warranty, and free is very attached to the Togamas bookstore. The implications given online bookstores against virtual communities or especially consumers at online bookstores bring many implications that are positive value i.e. ease of transaction, share knowledge and selective buying. But there are some things that have to be repaired. For example, the use of ratings or reviews contained in Togamas websites does not work properly. AbstrakE-Commerce merupakan metode atau sarana promosi jual beli paling populer saat ini. Salah satu produk yang dijual adalah buku. Togamas sebagai distributor penjualan buku merespon fenomena tersebut dengan membuat website guna mempermudah proses jual-beli secara online. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi promosi e-commerce toko buku togamas dalam masyarakat virtual. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan strategi promosi e-commerce toko buku togamas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi pada website toko buku togamas. Pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penulisan ini yakni toko buku togamas mampu membranding dirinya sesuai dengan tag line pasti ori (original), pasti diskon, bergaransi, dan gratis sangat melekat pada toko buku togamas. Implikasi yang diberikan toko buku online terhadap masyarakat virtual atau khususnya konsumen pada toko buku online membawa banyak implikasi yang bernilai positif yaitu kemudahan transaksi, share knowledge dan selektif membeli. Namun ada beberapa hal yang memang harus diperbaiki. Sebagai contoh misalnya, penggunaan rating atau ulasan yang terdapat dalam website togamas tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
RUANG BACA SEBAGAI INFORMAL LEARNING SPACE: ERA NEW NORMAL PASCA COVID-19
Muas, M Ikhsanuddin;
Zulaikha, Sri Rohyanti
Jurnal Literasi Perpustakaan dan Informasi: Jurnal Penelitian Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 3, No 2 (2023): Edisi May
Publisher : Halu Oleo University Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52423/jlpi.v3i2.38440
Keadaan newnormal membuat kembali masyarakat untuk memulai kegiatan seperti sebelum pandemic covid-19. Seperti ruang baca fakultas yang memulai kembali membuka layanan tatap muka. Tujuan dari ruang baca Faukultas Sains dan Teknologi sendiri digunakan sebagai ruang belajar informal bagi Fakultas Sains dan Teknologi. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui bagaimana ruang baca di Fakultas Sians Dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga menghadapi tantangan dan mengembangkan peluang dalam membuka layanan tatap muka serta menjadikan ruang baca Fakultas Sains dan Teknologi sebagai ruang belajar informal. Peneltian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Selama proses pengamatan dan menarik kesimpulan dari wawancara yang dilakukan di ruang baca Fakultas Saintek, bahwa beberapa hal perlu di perhatikan yaitu; pemangku kebijakan Fakultas Saintek memberikan Air Conditioner (AC) dan tempat baca yang memadai, untuk memebrikan kenyamanan bagi mahasiswa yang datang berkunjung; hal yang perlu diperbaiki oleh ruang baca Fakultas Saintek, yaitu belum maksimalnya penggunaan koleksi oleh mahasiswa dan tidak maksimanya sistem informasi ruang baca Fakultas Saintek.
The Strategy of Bojonegoro University Library Facing the Era of Society 5.0 by Implementing the Internet of Things (IoT) in Library Services
Ariyanti, Novi Nur;
Zulaikha, Sri Rohyanti
Tibanndaru : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 8, No 1 (2024): Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30742/tb.v8i1.3505
The Society 5.0 era is divided into Big data, the Internet of Things (IoT), and Artificial Intelligence (AI). Purpose Research implementation of the Internet of Things (IoT) in library services to face the era of society 5.0 Research Method: Descriptive qualitative research, determining informants using purposive sampling. Data analysis using the triangulation method, namely data obtained from direct observation, interviews, and personal documentation, the Bojonegoro University Library as a place for observation. Results: The results of research on the application of the Internet of Things (IoT) to library services have advantages that can provide optimal and efficient services Keywords: Internet of Things (IoT), Era Society 5.0, Library Services