Articles
Menakar Peran Relawan Politik Pasca Kontestasi Presidensial 2014
Bambang Arianto
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 20, No 1 (2016): Juli
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6045.229 KB)
|
DOI: 10.22146/jsp.18000
This article explains that the role of post-conflict political volunteers in 2004, who began with the presidential activity mapping and projection of the volunteers. It was to find out the tactical steps taken by the political volunteers, especially in issues of politics and government. This study revealed that volunteers more engaged in social media, then divides typology into a community volunteer and non-volunteer community. Form the two typology of volunteers turned out more volunters who choose passivity rather than active. Passive attituded intended to be a controller of goverment, while the more active attituded as the guardian of power. This article argues that the role of volunteers in post-conflict digital style presidential politics in 2014 more strengthen the institutionalization of digital activism for political aducation of the public.
Kiprah Aktor Warganet melalui Media Sosial dalam Pemasaran Digital: Studi Kasus pada #HondaBeAT
Bambang Arianto;
Andriya Risdwiyanto
Jurnal Maksipreneur Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Proklamasi 45
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30588/jmp.v11i1.636
This study aims to determine the role of netizen actors on social media in the digital marketing of a product brand, like #HondaBeAT. Nowadays, the use of social media to exchange information is increasing for the dissemination of messages and other contents. In the digital marketing ecosystem, social media plays an important role in introducing products, enhancing a positive image, and building relationships with customers. The use of social media platforms, such as Twitter and Instagram, has attracted the attention of the younger generation, especially the millennial generation (Y) and the post-millennial generation (Z). The level of effectiveness of digital marketing is also influenced and determined by the progress of netizen actors, such as followers, influencers, and buzzers. Their role is increasingly important to convey information more effectively through various product and service brand content on various social media platforms. This study uses a qualitative approach to analyze data from social media conversations on Twitter and Instagram within a certain period of time with the help of the Drone Emprit Academic (DEA) application. This research reveals the progress of netizen actors on the company’s official accounts of Twitter and Instagram as a basic understanding for designing and compiling digital marketing strategies using product brand hashtags. This study also found that the netizen actors studied had their respective roles in strengthening the delivery of messages and content on social media.
Salah Kaprah Ihwal Buzzer: Analisis Percakapan Warganet di Media Sosial
Bambang Arianto
JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, FISIP, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (749.513 KB)
|
DOI: 10.14710/jiip.v5i1.7287
Artikel ini bertujuan mengelaborasi istilah buzzer yang sering digunakan para warganet di Twitter dan Instagram kepada akun media sosial bayaran yang berperan sebagai penyebar hoaks dan disinformasi. Hal itu dikarenakan pada awalnya istilah buzzer hanya dikenal dalam dunia bisnis digital sebagai tim yang disewa untuk pemasaran suatu produk dan jasa. Seiring perkembangan istilah buzzer bisnis juga digunakan dalam ranah politik yang kemudian dikenal dengan “BuzzeRp” politik. Padahal faktanya buzzer media sosial memang digunakan untuk memperkuat suatu pesan dan konten agar dapat membentuk opini publik dalam konteks masyarakat digital. Sebab definisi buzzer media sosial adalah upaya memperkuat suatu pesan dengan berbagai kreativitas masing-masing baik dalam konteks bisnis dan politik. Penelitian ini menggunakan data percakapan media sosial dari Drone Emprit Academic Universitas Islam Indonesia dengan kata kunci (keyword) BuzzeRp. Artikel ini berpendapat bahwa terdapat salah kaprah mengenai definisi buzzer media sosial yang berkembang di Indonesia, sehingga menyebabkan profesi buzzer media sosial di Indonesia menjadi negatif.
Kontestasi Buzzer Politik dalam Mengawal APBD DKI Jakarta
Bambang Arianto
JURNAL POLINTER : KAJIAN POLITIK DAN HUBUNGAN INTERNASIONAL Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1596.845 KB)
|
DOI: 10.52447/polinter.v5i1.2342
Artikel ini akan mengelaborasi peran buzzer politik dalam mengawal APBD dan berbagai kebijakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontestasi para buzzer politik dalam mengawal penyusunan APBD Provinsi DKI Jakarta. Para buzzer politik ini berjejaring membangun opini bersama dengan warganet lainnya untuk bisa mengkritisi adanya indikasi kecurangan dalam penerapan E-Budgeting di Provinsi DKI Jakarta. Melalui tagar e-BudgetingCegahKorupsi para buzzer politik telah banyak mempengaruhi warganet untuk bisa menjadikan media sosial sebagai saluran partisipasi dan kampanye anti korupsi. Dengan demikian para buzzer politik telah memberikan kontribusi nyata dalam pelembagaan demokrasi digital. Hal itu tampak dari tagar-tagar yang dibangun dengan pemilihan kata kunci yang mengedepankan semangat anti korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan mengumpulkan data-data Social Network Analysis (SNA) dari percakapan media sosial Twitter serta melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Artikel ini berpendapat bahwa buzzer politik telah berperan positif dalam mengawal berbagai kebijakan serta APBD Provinsi DKI Jakarta.
Retract: Media Sosial sebagai Ruang Baru Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia
Bambang Arianto
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP)
Publisher : Universitas Islam Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This article aims to elaborate on the phenomenon of Online Gender Based Violence (KBGO) during the Covid-19 (Covid-19) pandemic. The Covid-19 pandemic has led to a transformation of lifestyle from conventional to digital-based. In addition to the positive impact, digital transformation has created a negative impact, namely helping to strengthen the practice of online gender-based violence on social media. The lack of digital literacy and the opening of opportunities have influenced the spread of online gender-based violence practices on social media. This study uses an explanatory qualitative research method through in-depth interviews. This article states that anticipatory steps are needed as an effort to prevent this practice including; First, strengthening digital literacy, especially for the millennial generation. Second, build a networked digital community. Third, the involvement of men for early detection and prevention. Finally, the government's role is needed to create regulations that can eradicate the practice of online gender-based violence.
Gerakan Protes Digital Para Suporter Sleman
Bambang Arianto
Kalijaga Journal of Communication Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14421/kjc.31-01.2021
Artikel ini mengelaborasi gerakan protes secara digital yang dilakukan para suporter Sleman dengan memanfaatkan media sosial terhadap penangkapan salah satu suporternya. Para warganet kemudian berjejaring dengan para aktor media sosial seperti buzzer dan influencer untuk membangun partisipasi digital melalui postingan dan komentar. Dengan memanfaatkan trending topik Twitter, para warganet berhasil membangun dukungan di media sosial untuk memberikan dukungan dengan tagar (hashtag) #BebaskanYudhiAtauBoikot. Aksi protes digital ini telah berhasil membangun aktivisme digital dalam kerangka partisipasi digital. Kekuatan tagar yang ada di trending topik twitter bisa ikut memperkuat sebuah isu menjadi opini publik meskipun isu tersebut hanya berasal dari daerah seperti Sleman. Artikel ini berpendapat bahwa tagar Twitter yang bisa mencapai trending topik bisa sebagai bagian protes digital dan saluran aspirasi warganet dalam langgam demokrasi digital.
Media Sosial Sebagai Ruang Baru Kekerasan Berbasis Gender Online di Indonesia
Bambang Arianto
Persepsi: Communication Journal Vol 4, No 2 (2021): November 2021
Publisher : UMSU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30596/persepsi.v4i2.7628
Artikel ini bertujuan mengelaborasi fenomena Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) pada masa pandemi Covid-19 (Covid-19). Dikarenakan pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya transformasi gaya hidup dari konvensional menjadi berbasis digital. Selain dampak positif, transformasi digital telah menciptakan dampak negatif yaitu ikut memperkuat terjadinya praktik Kekerasan Berbasis Gender Online di media sosial. Minimnya literasi digital ikut mempengaruhi terjadinya praktik Kekerasan Berbasis Gender Online di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif eksplanatoris melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Artikel ini menyatakan minimnya literasi digital dan adanya peluang telah membuat media sosial sebagai ruang baru Kekerasan Berbasis Gender Online di masa pandemi Covid-19. Artikel ini juga menyatakan bahwa diperlukan pelibatan kaum laki-laki sebagai upaya deteksi dan pencegahan dini dari Kekerasan Gender Berbasis Online di media sosial.
Menakar Politik Kekerabatan dalam Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah 2020
Bambang Arianto
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 7, No 1 (2021): (Mei) Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.933 KB)
|
DOI: 10.37058/jipp.v7i1.2844
Artikel ini bertujuan mengelaborasi fenomena menguatnya politik kekerabatan dan hubungannya dengan partai politik di Indonesia. Dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 masih banyak bermunculan kandidat politik yang berasal dari jejaring politik kekerabatan. Hal itu dapat dilacak dari sulitnya para kandidat diluar jejaring politik kekerabatan untuk bisa bersaing dalam setiap kontestasi. Eksesnya politik kekerabatan telah menghambat sirkulasi elit dan membuat sistem meritokrasi internal kepartaian menjadi stagnan. Meski demikian, politik kekerabatan ternyata juga memberikan dampak positif sebagai upaya meningkatkan elektabilitasnya. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan berbagai literatur pendukung sesuai topik penelitian. Artikel ini berpendapat bahwa politik kekerabatan dalam Pilkada serentak 2020 telah merusak kualitas demokrasi lokal di Indonesia. Artikel ini juga berpendapat bahwa politik kekerabatan telah memberikan dampak buruk bagi pelembagaan internal kepartaian di Indonesia.
Melacak Gerakan Masyarakat Sipil Melalui Tagar #ReformasiDikorupsi di Twitter
Bambang Arianto
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (541.741 KB)
Artikel ini bertujuan mengelaborasi peran media sosial sebagai saluran gerakan masyarakat sipil. Hal tersebut dapat membuat media sosial menjadi saluran partisipasi guna mencari dukungan publik dalam pelembagaan gerakan masyarakat sipil. Artikel ini menganalisis percakapan warganet di Twitter dengan tagar #ReformasiDikorupsi berbasis data analisis Drone Emprit Academic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat digunakan sebagai saluran gerakan masyarakat sipil dalam membangun advokasi, pemberdayaan, dan kritik sosial terhadap berbagai kebijakan publik, termasuk memperkuat pelembagaan demokrasi di Indonesia.
MELACAK PELAYANAN PUBLIK BERBASIS MEDIA SOSIAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PROVINSI BANTEN
Bambang Arianto
Jurnal Riset Komunikasi Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31506/jrk.v13i1.15788
Artikel ini bertujuan mengelaborasi pelayanan publik berbasis media sosial pada masa pandemi Covid-19 di Provinsi Banten. Kebermanfaatan media sosial telah banyak memberikan kontribusi bagi setiap sendi kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam pengelolaan organisasi publik dan bisnis. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 publik sangat membutuhkan informasi dan pelayanan dengan cepat, mudah, efektif dan efisien. Hal itu yang menyebabkan peran media sosial semakin menjadi salah satu saluran penunjang utama dalam peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat di Provinsi Banten. Penelitian ini ikut memperkuat model inovasi pelayanan publik era digital sebagai bagian dari pemerintahan digital (e-government). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif eksplanatoris dengan wawancara mendalam (in-depth interview). Artikel ini menemukan bahwa kompetensi tata kelola media sosial masih kurang bagi para aparatur pemerintahan di Banten. Selain itu artikel ini juga menyatakan bahwa media sosial telah berperan aktif sebagai salah satu saluran penunjang utama bagi upaya memperkuat pelayanan publik di Provinsi Banten.