Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS SIDIK JARI DAUN KATUK DARI LIMA DAERAH DI JAWA BARAT MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI FTIR DAN KEMOMETRIK Rachmawati Winasih; Dinata Deden Indra; Sari Nurmala
Pharmacoscript Vol. 6 No. 1 (2023): Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v6i1.1164

Abstract

Katuk merupakan salah satu tanaman yang daunnya digunakan sebagai obat herbal di Indonesia. Proses budidaya tanaman obat di berbagai daerah dapat mempengaruhi kualitas kandungan di dalamnya. Pengendalian mutu tanaman obat dapat dilakukan dengan cara menentukan sidik jari tumbuhan menggunakan pendekatan kemometrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik daun katuk dari lima daerah di wilayah Jawa Barat menggunakan metode spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) yang dikombinasikan dengan Principal Component Analysis (PCA). Tahapan penelitian meliputi pengumpulan sampel dari lima daerah yaitu Bandung, Sumedang, Bogor, Sukabumi dan Tasikmalaya, kemudian sampel diekstraksi menggunakan etanol 96%. Ekstrak tersebut dianalisis menggunakan FTIR pada rentang bilangan gelombang 4000-650 cm-1. Spektrum FTIR sampel diberi perlakuan pendahuluan seperti smoothing, derivate dan baseline terlebih dahulu sebelum dianalisis dengan PCA. Hasil penelitian menunjukkan spektrum FTIR yang relatif sama dari lima jenis sampel. Sampel dari kelompok 1 (Sumedang, Bogor) dan kelompok 2 (Sukabumi dan Bandung) menunjukkan hubungan yang erat pada skor plot PCA, sedangkan Tasikmalaya dikelompokkan ke dalam kelompok lain. Analisis diskriminan dapat mengklasifikasikan daun katuk menurut jenis varietasnya. Metode yang dikembangkan ini cocok untuk identifikasi dan autentikasi daun katuk.
PENGARUH AKTIVITAS SENYAWA FLAVONOID YANGTERDAPAT DALAM MADU TERHADAP RESEPTORH4R SEBAGAI ANTIINFLAMASI Deden Indra Dinata
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v1i02.21

Abstract

Hesperetin, luteolin, kaempferol, isorhamnetin, and galangin are an active compounds contained in the honey. The fifth of these compounds in vivo has as anti-inflammatory activity. Docking simulation was done to visualize the interaction between the fifth ligand to the histamine H4 receptor compared with synthetic compounds that proved JNJ7777120 act as receptor selective H4R antagonist with anti-inflammatory properties. Docking simulation results showed that JNJ777120 is best histamine H4 receptor antagonist compound, but the compound of hesperetin, luteolin, kaempferol, isorhamnetin, and galangin also predicted potential as histamine H4 receptor antagonist. Toxicological properties focused on carcinogenicity and mutagenicity as an important concern in human health and drug design structure are directly related. The conclusion was JNJ7777120 compound H4R antagonist compound was rated as the best, but the compound hesperetin, luteolin, kaempferol, isorhamnetin , and galangin also predicted potential as histamine H4 receptor antagonist . JNJ7777120, galangin , hesperetin , kaempferol, luteolin and non- carcinogens and mutagens are carcinogens while predictable isorhamnetin.
PENETAPAN KADAR PSEUDOEFEDRIN HCL DAN LORATADIN DALAM KOMBINASI SEDIAAN KAPSUL MENGGUNAKAN METODE KLT VIDEO DENSITOMETRI aiyi asnawi; Ellin Febrina; Deden Indra Dinata; Farizan Nur Fazrina
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v4i3.100

Abstract

Sediaan pseudoefedrin HCl dan loratadine tersedia di perdagangan dalam bentuk kombinasi campuran. Sediaan yang berupa campuran, memerlukan metode analisis dengan perlakuan lanjut sebelum dilakukan pengukuran dikarenakan adanya perbedaan sifat farmakokimia dari zat yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu diperlukan metode analisis yang akurat, jika memungkinkan sederhana dan murah, untuk menganalisis kandungan sediaan kombinasi tersebut. Salah satu metode yang sederhana yang mampu memberikan hasil yang akurat adalah KLT video densitometri. Tujuan dari penelitian ini untuk memvalidasi metode dalam menetapkan kadar pseudoefedrin HCl dan loratadine dalam sediaan kapsul menggunakan metode KLT video densitometri. Tahapan penelitian meliputi uji kesesuaian sistem menggunakan fase diam plat silika gel GF254 dan fase gerak campuran pelarut metanol-amonia (10mL : 4 tetes, v/v); validasi metode analisis, dan penetapan kadar dalam sediaan yang beredar di pasar. Perekaman gambar dilakukan dibawah lampu UV 255nm menggunakan alat video densitometri dan pengukuran luas dibawah kurva (AUC) dari gambar bercak menggunakan perangkat lunak TLC Analyzer. Penotolan sampel dilakukan secara manual menggunakan pipa kapiler. Hasil pengujian uji kesesuaian sistem diperoleh nilai Rf pseudoefedrin HCl dan loratadine berturut-turut adalah 0,35 dan 0,84. Persamaan kurva kalibarasi untuk pseudoefedrin HCl dan loratadine berturut-turut adalah Y = 0,3003X – 715,94 dan Y = 6,8705X + 222,86. Setelah semua parameter validasi memenuhi persyaratan, diperoleh persen kadar pseudoefedrin HCl dan loratadine dalam sediaan kapsul berturut-turut adalah sebesar 99,42% dan 101%, memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia. Nilai-nilai parameter validasi tersebut memenuhi syarat yang telah ditetapkan sehingga metode KLT video densitometri layak untuk digunakan.
PROJECT-BASED LEARNING MELALUI PERANCANGAN MODEL BISNIS KANVAS DALAM PEMBELAJARAN PHARMAPRENEURSHIP DI STFB Kosasih Kosasih; Deden Indra Dinata; Oktri Muhammad Firdaus; Achmad Fadjar
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v5i2.117

Abstract

Salah satu model pembelajaran entrepreneurship di bidang farmasi yang dapat membentuk karakter dan penguasaan konsep serta keterampilan entrepreneurship ialah model project-based learning. Model ini melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pemecahan masalah dengan memberi peluang bekerja secara otonom mengkonstruksi belajar mereka sendiri, dan puncaknya menghasilkan produk karya mahasiswa bernilai dan realistik. Model bisnis kanvas digunakan untuk menggambarkan bisnis proses secara sistematis untuk pengambilan keputusan pengembangan manajemen strategi bisnisnya. Penelitian eksperimen dengan pre test-post test control group design ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi metode pembelajaran project-based Learning melalui penggunaan model bisnis kanvas dalam pembelajaran pharmapreneurship di STFB. Hasil penelitian yang ditunjukkan oleh uji korelasi yang digunakan, terlihat bahwa korelasi antara penggunaan model bisnis kanvas dan project-based learning korelasinya kuat, signifikan dan searah. Demikian juga hubungan antara project-based learning melalui penggunaan model bisnis kanvas dengan pembelajaran entrepreneurship memperlihatkan skor nilai yang sempurna sehingga korelasinya sangat kuat. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa model project-based learning menuntut kemampuan peserta didik untuk dapat mengelola kegiatan dari mulai perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi dari kegiatannya dan penggunaan model bisnis kanvas cukup mendukung kegiatan pembelajaran pharmapreneurship. Metode ini hendaknya di lakukan dengan porsi yang cukup agar mahasiswa semakin terlatih dalam membangun dan mengembangkan rencana bisnisnya.
Phytochemistry and Biological Activities of Amomum Species Dinata, Deden Indra; Maharani, Rani; Muttaqin, Fauzan Zein; Supratman, Unang
Indonesian Journal of Chemistry Vol 24, No 6 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.95402

Abstract

Amomum is a pungent and aromatic plant genus that contains 150–180 species, where Southeast Asia is the center of endemism, with Indonesia indigenous to 24 breeds. These species are used as spices and traditional medicine for the treatment of various diseases. This paper aims to provide Amomum species summarized data regarding phytochemistry and biological activities. Several studies have been carried out on the fruits, seeds, roots, rhizomes, and leaves of Amomum species from 1999 to 2024, as approximately 127 metabolites were isolated as flavonoid, diterpenoid, diarylheptanoid, monoterpenoid, sesquiterpenoid, phenylpropanoid, phenolic, and steroid groups. Besides cytotoxicity, antioxidant, and anti-inflammatory potentials; it also has an owed tendency for use as a chemical marker. The extracts and compounds obtained from the Amomum species were evaluated for biological activities, including cytotoxicity, antioxidant, anticancer, antiproliferative, anti-inflammatory, antifungal, antimicrobial, neuroprotective, platelet antiaggregation, and antidiabetic properties. Tsaoko arilon (neolignane) had antiproliferative and cytotoxic activity, with the highest reactions considered as lead compounds for further development. The findings highlighted the significance of using compounds from the Amomum genus in traditional medicine and the discovery of new medicines. Therefore, the results supported the concept of utilizing Amomum species as a potential source for producing biologically active compounds.
PELATIHAN PEMANFAATAN BUNGA TELANG SEBAGAI INDIKATOR TITRASI ASAM BASA DI SMK YPIB TANJUNGSARI Anne Yuliantini; Asep Roni; Deden Indra Dinata; Vina Juliana Anggraeni; Siti Saidah; Lilis Silviana
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i1.660

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan mengandung antosianin berwarna biru keunguan. Antosianin adalah pigmen alami yang dapat berubah warna sesuai dengan perubahan pH sehingga dapat digunakan sebagai indikator alami dalam titrasi asam-basa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK YPIB Tanjungsari mengenai pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam-basa. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan wawasan siswa tentang alternatif indikator alami yang ramah lingkungan dan murah. Metode kegiatan meliputi sesi penyampaian materi, demontrasi titrasi dan praktik langsung oleh siswa. Hasil evaluasi dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Rata-rata hasil pretest dan posttest berturut-turut sebesar 75±14,53 dan 90±10,23. Dengan menggunakan metode paired t-test two sample, didapatkan kesimpulan bahwa ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara rata-rata pretest dan posttest dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap pemanfaatan bunga telang sebagai indikator titrasi asam basa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan alam dalam ilmu kimia.
Formulation and characterization of bay leaf extract nanophytosomes (Syzgium polyanthum) and affinity study of interaction with alpha glucosidase enzyme as antidiabetic Septianti, Regina Dwi; Jafar, Garnadi; Dinayanti, Westi Nur; Dinata, Deden Indra
Science Midwifery Vol 13 No 1 (2025): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i1.1888

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus is a metabolic syndrome disease in which around 90-95% of all cases of adults aged 20-79 years suffer from type 2 Diabetes Mellitus, with long-term conventional treatment causing side effects of hypoglycemia. Bay leaves which contain quercetin and kaempferol compounds are able to lower blood glucose levels, but have challenges in drug delivery due to easy oxidation and low bioavailability. Therefore, an innovative drug delivery system is needed, such as nanophytosomes, to increase its bioavailability. Objective: This study aims to develop a thin film formula of bay leaf extract nanophytosomes that have antidiabetic affinity with in silico studies and evaluate the physical characteristics of nanophytosomes. Method: in silico using the molecular docking method to evaluate the interaction of active compounds of bay leaves with the alpha glucosidase enzyme. Bay leaf nanophytosomes are formulated using heat homogenization and probe sonicator techniques. Characterization is carried out by measuring particle size, polydispersity index, zeta potential, and particle morphology. Results: The nanophytosome formula of bay leaf extract showed a particle size of <1000 nm, a polydispersity index of <0.5, and a zeta potential of ±25 mV. In silico studies showed that quercetin and kaempferol have a strong affinity for the α-glucosidase enzyme, which plays an important role in inhibiting glucose absorption. Conclusion: Bay leaf extract can be formulated into a phytosome-based nanoparticle delivery system that shows stable physical characteristics, high adsorption efficiency, and potential antidiabetic activity through the interaction of inhibiting the α-glucosidase enzyme.
Kajian In Silico Senyawa Turunan Flavonoid Terhadap ER-α Sebagai Antikanker Payudara Dinata, Deden Indra; Muttaqin, Fauzan Z.; Sodik, Jajang J.; Irfani, Abdul M.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i0.60035

Abstract

Di Indonesia, terdapat 65.858 kasus kanker payudara dengan angka kematian 22.430 jiwa. Pengobatan lini pertama kanker payudara melibatkan penggunaan Selective Estrogen Receptor Modulators (SERM), salah satunya adalah Tamoxifen. Turunan flavonoid telah terbukti secara farmakologi efektif dalam pengobatan kanker dan dapat menginduksi apoptosis sel. Penelitian dilakukan terhadap 103 turunan flavonoid menggunakan metode simulasi molecular docking dan dinamika molekul dengan Autodock versi 4.2.3, dengan parameter observasi Ki dan ∆G, sedangkan simulasi dinamika molekul menggunakan aplikasi AMBER 18 dengan parameter RMSD, RMSF, dan MMGBSA serta ikatan hidrogen. Berdasarkan hasil penambatan molekuler, senyawa scutellarein, maritimin, baicalein, maesopsin, formononetin, calycosin, pratensein, biochanin A, sulfuretin, dan eriodyctiol menunjukkan potensi sebagai antagonis ERα dengan nilai Ki yang lebih baik dibandingkan ligan alami. Berdasarkan parameter simulasi dinamika molekul, stabilitas pengikatan dan aktivitas antagonis dari turunan flavonoid ini terhadap ERα sebanding namun sedikit lebih rendah dibandingkan tamoxifen. Analisis simulasi dinamika molekul mengungkapkan bahwa meskipun senyawa flavonoid ini menunjukkan nilai Ki yang menjanjikan, stabilitas interaksi keseluruhan senyawa-senyawa ini dengan ERα kurang menguntungkan dibandingkan tamoxifen, seperti yang ditunjukkan oleh parameter dinamika molekul gabungan.
Herbal-Based Community Training For Hypertension Prevention Using TENSITEA Anggraeni, Vina Juliana; Roni, Asep; Mutmainah, Siti Saidah; Yuliantini, Anne; Dinata, Deden Indra
Karya Kesehatan Siwalima Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v4i2.1687

Abstract

Hypertension remains one of the most prevalent non-communicable diseases worldwide and is increasingly becoming a health burden in Indonesian communities. Limited knowledge about hypertension and the lack of access to preventive strategies contribute to its high incidence in rural areas. This community empowerment program was conducted to improve public understanding of hypertension and to provide practical training on the production of a herbal tea formulation, known as Tensi Tea, using locally available ingredients such as breadfruit leaves, bay leaves, and cinnamon. The activity took place in Mandalawangi Village and involved community members, local health cadres, and students. The program was implemented in several stages, including educational sessions on hypertension prevention, interactive discussions, and hands-on training in harvesting, processing, and packaging herbal ingredients into tea bags. Participants were actively engaged, demonstrated high enthusiasm, and were able to produce the herbal tea product independently by the end of the training. The results showed an increase in community knowledge regarding risk factors and prevention of hypertension, as well as enhanced skills in producing a simple herbal preparation that has the potential to support both health promotion and local economic opportunities. In conclusion, education on hypertension prevention, accompanied by training on herbal tea, is an effective strategy to empower communities. It is recommended that similar programs be expanded to other rural areas and supported by local health services to ensure sustainability.
Studi Penambatan Molekul Senyawa Turunan Kurkuminoid Terhadap Enzim Penicillin Binding Protein 2A Pada Bakteri MRSA Mulki Irpani, Abdul; Indra Dinata, Deden
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v10i3.322

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a bacterium that is resistant to ?-lactam antibiotics such as methicillins, a clinical problem that continues to affect the entire world. Resistance occurs as a result of the structural modification of Penicillin Binding Protein Penicilin Binding (PBP) MRSA. An organic active compound with antibacterial properties has sparked public interest, one of which is curcumin, which is known to have powerful antibacteric potential and can damage bacterial membranes. The aim of this study is to identify a compound of curcuminoid derivatives that could potentially be an antibacterial drug candidate for MRSA with in silico studies using molecular docking methods. The results obtained curcumin compounds have a free-binding energy of -5,56 kcal/mol, de-methoxy curcumine -6,25 kcal /mol and bis-demethoxy curcumin -6,24 kkal /mol. The interactions formed indicate the affinity of binding, from the data obtained all ligans possess good affinities even though the value of free-binding energy is lower than natural ligans.