Claim Missing Document
Check
Articles

Inisiasi budidaya padi hitam untuk produksi produk pangan eksklusif di desa Cileles kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Aep Wawan Irwan; Tati Nurmala
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19459

Abstract

Desa Cileles berada di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Desa Cileles memiliki wilayah seluas 320 Ha, dengan fungsi tata guna lahan untuk lahan pertanian sebesar 55% dan sisanya merupakan lahan pemukiman dan fasilitas umum. Sebagian besar profesi penduduk desa Cileles adalah petani dan buruh tani. Permasalahan pertanian yang ada di desa Cileles adalah petani hanya membudidayakan tanaman yang tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah ketiadaan produk bernilai ekonomi tinggi namun masih bisa dikonsumsi sehari-hari adalah dengan mengenalkan budidaya padi/beras hitam. Padi hitam merupakan padi lokal yang mengandung pigmen antosianin yang paling baik sehingga termasuk ke dalam pangan fungsional. Beras hitam juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengenalan tanaman padi hitam dan teknologi budidayanya di Desa Cileles memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman padi hitam di masyarakat agar masyarakat tertarik mengembangkannya. Sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dan pembuatan demplot partisipatif pada para petani. Keberhasilan metode Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan dapat diketahui dari kuesioner yang dibagikan pada peserta penyuluhan. Penyuluhan budidaya dan pascapanen padi hitam yang baik disertai pembuatan petak demonstrasi menimbulkan respons yang baik dari petani. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan petani terhadap padi hitam yang meningkat, keinginan masyarakat yang tinggi untuk membudidayakan padi hitam, serta masyarakat antusias untuk memasarkan sendiri produk padi hitam.Kata kunci: Jatinangor, Padi hitam, Pangan fungsional
RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PENGENALAN TANAMAN GANDUM DAN PRODUK-PRODUKNYA DI DESA ARJASARI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Tati Nurmala; Putri Utami Suherman; Alfika Fauzan; Andala Muhamad Nurdin
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.638 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14740

Abstract

Desa Arjasari adalah sebuah desa yang berada di pegunungan yang terletak di kaki gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Sebagian besar wilayah terdiri dari dari lahan pertanian. Sebagian besar mata pencaharian warga adalah buruh tani dan petani. Salah satu masalah usaha tani di desa Arjasari adalah diversifikasi tanaman yang diusahakan dan ketidakmampuan petani untuk menanam tanaman selama musim kemarau. Gandum dapat dijadikan salah satu komoditas untuk diversifikasi dan relatif tahan terhadap kekeringan di daerah dengan kelembaban tinggi sehingga dapat ditanam di musim kemarau. Pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman gandum di masyarakat sehingga masyarakat tertarik mengembangkannya, diantaranya dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kegunaan tanaman gandum, teknik budidayanya, serta produk-produknya. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan tanaman gandum, produk gandum, serta teknik budidayanya, dan pembuatan demplot partisipatif. Kuesioner dibagikan pada peserta penyuluhan sebelum dan sesudah penyuluhan. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif. Waktu pelaksanaan dari bulan Juli hingga November 2017. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan wanita tani. Respons masyarakat terhadap pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari sangat baik. Hal ini terlihat setelah penyuluhan bahwa masyarakat tertarik menanam gandum dan membuat produk-produk dari gandum. Variabel yang berhubungan dengan ketertarikan masyarakat mengembangkan gandum adalah umur, pengenalan produk sebelumnya, pernah tanam sebelumnya, dan minat menambah penghasilan. Kata kunci: gandum, arjasari, lahan kering
Pengaruh Air Kelapa dan BAP terhadap Tanaman Teh Klon GMB 7 setelah Centering Ke-2 SYLVIA PUSPA HARJANTI; SANTI ROSNIAWATY; MIRA ARIYANTI; YUDITHIA MAXISELLY
Agrotrop : Journal on Agriculture Science Vol 8 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.411 KB) | DOI: 10.24843/AJoAS.2018.v08.i02.p01

Abstract

The Effect of Coconut Water and Bap on Tea Plant Clone Gmb 7 After 2nd Centering. Tea plants as one of the leading commodities in Indonesia demanding high productivity. Clone GMB 7 and maintenance such as the formation of the area of plucking by 1st centering and 2nd centering on the immature plant can be done to improve the productivity of tea. Centering that plays a role in stimulating bud formation can be enhanced by the addition of Plant Growth Regulator (PGR) derived from natural ingredients such as coconut water and synthetic ingredients such as Benzyl Amino Purine (BAP). This research was conducted to determine the effect of BAP concentration and coconut water on tea plants after the 2nd centering. The research was conducted from July 2017 to September 2017 at Ciparanje Field Station, Padjadjaran University. The experimental design used was Randomized Block Design with 7 treatments repeated 4 times. The treatment used were: control (without PGR); 25% coconut water; 50% coconut water; 75% coconut water; 60 ppm BAP; 90 ppm BAP; and 120 ppm BAP. The best result are shown by 50% coconut water on the ratio of leaves number, the ratio of bud number, and the bud length.
PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH TRIAKONTANOL DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L.) KULTIVAR NANI Bayu Adji Purwoko; Cucu Suherman; Yudithia Maxiselly
Jurnal Agroekoteknologi Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/j.agrtek.v9i1.5043

Abstract

Tobacco plant (Nicotiana tabacum L.) is an estate crop commodity that play an important role as a source of farmers and state income. The production of tobacco Cultivar Nani is categorized as low. The cultivation technique is not optimalized by the average of tobacco farmers was the factor. In consequence, cultivation technique improvement is required. Optimization of plant spacing and plant growth regulator triacontanol treatment are believed as a way to increase tobacco’s production along with the increase of plant growth. The purpose of this research was to find out the interaction between plant growth regulator triacontanol treatment and plant spacing on growth of tobacco Cultivar Nani. This experiment was conducted from January until June 2017 at the Ciparanje Experimental Station Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Province of West Java. This experiment was conducted using a split plot design with two factors and three replications. Plant spacing treatment as main plot was consisted of three level treatments that is 30 cm x 80 cm, 40 cm x 80 cm, and 50 cm x 100 cm. Plant growth regulator triacontanol as sub plot was consisted of four levels treatments that is 0 ppm, 500 ppm, 1000 ppm and 2000 ppm. The result of this experiment showed that there was interaction between triacontanol treatment and plant spacing in chlorophyll content of tobacco’s leaf. Plant spacing 30 cm x 80 cm was significant in tobacco’s height on 7 weeks after planting. Giving 2000 ppm concentration of triacontanol with 40 cm x 80 cm space generated to highest content of chlorophyll in tobacco’s leaf and efficient seed usage.Keywords: Growth, Plant spacing, Tobacco, Triacontanol
PERTUMBUHAN TANAMAN KELAPA (Cocos nucifera L.) DENGAN PEMBERIAN AIR KELAPA Mira Ariyanti; Cucu Suherman; Yudithia Maxiselly; Santi Rosniawaty
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 2 No 2 (2018): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.281 KB)

Abstract

Di Indonesia sebagian besar perkebunan kelapa merupakan perkebunan rakyat dimana teknik budidaya yang diterapkan belum diperhatikan dengan baik yang menyebabkan produktivitasnya rendah. Penggunaan input misalnya air kelapa sebagai ZPT alami diharapkan dapat menjadi teknologi yang bermanfaat dalam mengembangkan salah satu aspek teknik budidaya dalam pengelolaan tanaman kelapa. Air kelapa mengandung banyak bahan mineral dan hormon sitokinin dan auksin yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman kelapa belum menghasilkan (TBM). Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor Kabupaten Sumedang pada bulan Maret 2017 – Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan air kelapa yang terdiri dari tiga taraf konsentrasi yaitu A = 100% air kelapa, B = 50% air kelapa + 50% air, C = 100% air yang masing-masing diulang enam kali. Uji lanjut menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air kelapa dengan konsentrasi 100% menghasilkan respons terbaik pada pertumbuhan luas daun kelapa pada fase TBM. Air kelapa dengan konsentrasi 50% cenderung menghasilkan peningkatan pertumbuhan tinggi kelapa TBM.
PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN INTERVAL PENYIRAMAN YANG BERBEDA Mira Ariyanti; Intan Ratna Dewi; Yudithia Maxiselly; Yudha Arief Chandra
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 26 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.503 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v26i1.58

Abstract

Abstrak Media tumbuh merupakan faktor penting dalam menunjang pertumbuhan bibit kelapa sawit. Ketersediaan unsur hara dan air dalam media tanam perlu mendapat perhatian utama kaitannya dengan penyediaan media tanam bagi bibit kelapa sawit. Ketersediaan air yang baik dalam media tanam dapat diupayakan dengan penambahan pupuk organik di mana langkah ini diharapkan meningkatkan daya pegang tanah terhadap air dalam media tanam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji komposisi media tanam dan interval penyiraman. Waktu pelaksanaan percobaan dari bulan April 2017 sampai Agustus 2017 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah komposisi media tanam yang terdiri atas empat taraf yaitu topsoil, subsoil : kompos ( 1: 1), subsoil : k ompos ( 1: 2), subsoil:kompos (1:3). Faktor kedua adalah interval penyiraman terdiri dari setiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsoil dapat dijadikan media tanam alternatif pengganti topsoil bagi bibit kelapa sawit dengan menambahkan kompos dengan perbandingan 1:3 disertai dengan interval penyiraman yang tepat. Komposisi media tanam subsoil dan kompos (1:3) disertai penyiraman 2 hari sekali menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik terutama pengaruhnya terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan lilit batang dan bobot kering tajuk. Pemberian kompos pada media tanam subsoil mengurangi pemberian air sebanyak 50%.
PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK ASAL PELEPAH KELAPA SAWIT DENGAN ASAM HUMAT Mira Ariyanti; Yudithia Maxiselly; Santi Rosniawaty; Rachman Achmad Indrawan
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 27 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.627 KB) | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v27i2.84

Abstract

Increased productivity of oil palm is a major challenge in Indonesia's oil palm plantations. The application of inorganic fertilizers is still ongoing and requires consideration to reduce its use, given the excessive application can reduce the physical and chemical conditions of the soil. The action that can be done is by utilizing palm oil stem waste and humic acid. This research aims to observe the influence of oil palm midrib organic fertilizer and humic acid with various compositions to the young oil palm. The experiment was conducted from December 2017 to March 2018 in Experimental Station of Ciparanje, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Sumedang. Experiment used a randomized block design with 9 treatments and 3 replications. The treatments consisted of inorganic fertilizer NPKMg 500 gram/plant, 1600 gram/plant of oil palm midrib compost, 3200 gram/plant of oil palm midrib compost, combination of 1600 gram/plant of oil palm midrib compost and humic acid 15 ml/plant, 20 ml/plant and 45 ml/plant, and the combination of 3200 gram/plant of oil palm midrib compost and humic acid 15 ml/plant, 30 ml/plant and 45 ml/plant. The results of this experiment showed that 3200 gram of oil palm midrib compost and 30 ml of humic acid gave the best influence towards the height plant and chlorophyll content in 4 months after treatment.
Stimulasi Pertumbuhan Kina Belum Menghasilkan (TBM) dengan Aplikasi Konsentrasi BAP Setelah Fase Pembentukan Batang Yudithia Maxiselly; Rafika Arum Sari; Mira Ariyanti
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v8i2.180

Abstract

Cinchona is plantation commodity that useful as medicine material. Productivity of cinchona is influenced by growth phase on young plant. For increasing the productivy of cinchona should be applied stem shaping and combine with growth regulator. This research aims to get the precise concentration of growth regulator for young cinchona after stem shaping. The experiment was observed at Ciparanje field station of Agriculture Faculty, Padjadjaran University, Jatinangor. It used randomized block design with 6 treatments and 4 replications (3 plants for each plot). The treatments were 6 levels of BAP (0 ppm, 30ppm, 60ppm, 90 ppm, 120ppm and 150 ppm). The result showed that BAP level had significant effect for growing of young cinchona. 30 ppm of BAP influenced branch growth meanwhile 90 ppm and 150 ppm had significant effect on leaves number and stem diameter was influenced by all of BAP concentrations.
Pengaruh Aplikasi air kelapa sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Kina (Cinchona ledgeriana Moens) setelah Pembentukan Batang di Daerah Marjinal Mira Ariyanti; Yudithia Maxiselly; Moch Arief Soleh
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 3, No 1 (2020): AGROSINTESA : JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.503 KB) | DOI: 10.33603/jas.v3i1.3547

Abstract

Kina (Cinchona ledgeriana Moens.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang mengandung alkaloid berupa zat kinin yang bermanfaat. Upaya meningkatkan produktivitas kina di Indonesia salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Berbagai bahan alami dapat digunakan sebagai ZPT diantaranya air kelapa. Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian tempat  ± 732 meter di atas permukaan laut. Percobaan dilakukan pada bulan September 2018 sampai November 2018. Metode yang digunakan adalah percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan pemberian ZPT alami air kelapa berbeda konsentrasi (0% , 25%, 50% dan 75%) yang diulang enam kali. Hasil penelitian ini adalah pemberian ZPT alami berupa air kelapa berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman kina yang ditumbuhkan. Konsentrasi air kelapa 25 %-50% sebagai ZPT alami menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter batang yang baik dan berpotensi untuk diaplikasi secara lebih luas. Secara fisiologi, pemberian air kelapa paling berpengaruh terhadap peningkatan kandungan klorofil daun tanaman kina.  Kata Kunci : Air kelapa, kina, pertumbuhan.
Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan Aplikasi Urin Ternak Sebagai Pupuk Organik Mira Ariyanti; Yudithia Maxiselly; Santi Rosniawaty; Bisri Alvi Dalpen Nilmawati
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 1, No 2 (2018): AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.494 KB) | DOI: 10.33603/.v1i2.1928

Abstract

Pemanfaaatan bahan organic sebagai sumber hara bagi tanaman merupakan salah satu cara dalam mewujudkan pertanaman yang berkelanjutan. Pupuk organic bersumber urin ternak dapat diaplikasikan untuk menunjang suplai hara tanaman dalam hal ini bibit kelapa sawit. Selain itu penggunaan pupuk organic diharapkan dapat mengurangi pemberian pupuk anorganik terutama untuk bibit kelapa sawit.Saat ini pembibitan kelapa sawit lebih banyak mengandalkan penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pemberian beberapa jenis urin ternak sebagai pupuk organik cair pada bibit kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, pada bulan September 2017 sampai bulan Februari 2018 dengan ketinggian tempat ±780 mdpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dengan jumlah tanaman di setiap plot 2 tanaman. Perlakuan terdiri dari pemberian urin sapi, kambing dan kelinci dengan konsentrasi 40 ml/l air, 120 ml/l air dan 200 ml/l air serta perlakuan pembanding yaitu tanpa pupuk dan pemberian pupuk urea 3.3 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian urin kambing konsentrasi 40 ml/l air dan 120 ml/l air sebagai pupuk organic cair (POC) mampu menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang baik di pembibitan utama terutama pengaruhnya terhadap volume akar dan kandungan klorofil daun. POC urin kambing dengan konsentrasi 200 ml/l air mampu mempertahankan kandungan klorofil daun pada bibit kelapa sawit seiring dengan bertambahnya umur tanaman.Kata Kunci: kelapa sawit, pupuk organik cair, urin kambing, urin kelinci, urin sapi.
Co-Authors Ade Ismail Ade Ismail Adirek Rugkong Aep Wawan Irwan Agung Karuniawan Ahmad Shohibboniawan Alfika Fauzan Alvi, Bisri Andala Muhamad Nurdin Andala Muhamad Nurdin Anindya, Nisrina Arkan Azis Kusuma Asyifa Fiani Putri Asyifa Fiani Putri, Asyifa Fiani Bayu Adji Purwoko Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Citra Bakti, Citra Cucu Suherman D Ustari D Ustari, D D. Veronika D. Veronika, D. Dedi Ruswandi Dewi, Ajeng Putri Kusuma Dinda Rachmatis Sa'adah Erni Suminar Fadhillah Laila, Fadhillah Farida Damayanti Fauzan, Alfika Fauzzan, Cep Ikal Ferrani Riefalina Nafy Fiky Yulianto Wicaksono Gina Savana Sarsan Hanan, Hanan Hemustra, Tera Heri Syahrian Heri Syahrian Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hutapea, Dedi Hutapea, Dedi Hutapea Indah Ayuningsari Indah Ayuningsari, Indah Intan Ratna Dewi Anjarsari Khalisha, Ana Khamaliyah, Siti Dawilla Leni Nuraeni M. I. Janitra M. I. Janitra, M. I. M.Arief Soleh Manggala, Ranu Maulana , Haris Maulana, Haris Mira Ariyanti Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Muhamad Khais Prayoga Nadiyah Mia Audina Nadiyah Mia Audina, Nadiyah Mia Naufal Fikri Noladhi Wicaksana Novanda Sari, Dwi Nur, Muhammad Razky Nurdin, Andala Muhamad Nurmahmudin, Akmal Oviyanti Mulyani Pisamai Anusornwanit Prayoga, Muhammad Khais Purdianty, Amalia Purwoko, Bayu Adji Putri Utami Suherman Rachman Achmad Indrawan Rafika Arum Sari Ranu Manggala Rawee Chiarawipa Ridwan, Kirani Agustina Irianti Sa'adah, Dinda Rachmatis Samuel, Joshua Sandrawati, Apong Santi Rosniawaty Sari, Dwi Novanda Sevia, Diana Agni Shabrina, Rahmaini Afifah Shohibboniawan, Ahmad Silfiya Amaliyana Saefas Silfiya Amaliyana Saefas, Silfiya Amaliyana Simanjuntak, Geraldine Putri Nabasa SIska Rasiska, SIska Sitanggang, Angelique Lidya Suherman, Putri Utami Sukarno, Chayarannisa Fachira SYLVIA PUSPA HARJANTI T. K. Putri T. K. Putri, T. K. Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Vitria Puspitasari Rahadi Wahyudin, Abdillah Azzam Wawan Sutari Wiharti, Nabila Ragil Wulandari, Ela Hasri Y.H., Anne Yani Maharani, Yani Yudha Arief Chandra Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Zulaicho, Zulaicho