p-Index From 2021 - 2026
6.523
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BASASTRA BAHASTRA EDUKASI Al Ishlah Jurnal Pendidikan RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Dikdaya JENTERA: Jurnal Kajian Sastra JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Konseling SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Madrasah Jurnal Skripta Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA Jurnal Pendidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Pengabdian Teknologi Tepat Guna Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Jurnal Elementaria Edukasia Kajian Linguistik dan Sastra Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

Development of Google Sites-Based Websites as A Learning Media for Indonesian Language in Elementary Schools to Enhance Pancasila Students Profiles Sundari, Sri; Sudiyana, Benedictus; Subiyantoro, Singgih
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 4 (2024): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i4.13113

Abstract

This research aims to develop Google Sites as a learning media for Indonesian language instruction to enhance the Pancasila Student Profile in elementary schools. The study employed a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were elementary school teachers and students who utilized this web-based learning media. Data were collected through interviews and observations with respondents. The data analysis included qualitative methods, such as data reduction and presentation, as well as quantitative analysis, supported by data triangulation to compare findings from various sources. The research showed that 84.6% of respondents strongly agree, and 15.4% agree, that this Google Sites-based platform was effective in increasing student engagement and interest in learning Indonesian. This learning medium allows students to study independently, search for necessary materials flexibly, and access engaging and interactive learning resources, positively impacting their understanding and learning outcomes. Additionally, the media received a feasibility score of 3.75. The content and language feasibility score of 3.75 also indicates an enhancement in the characteristics of the Pancasila student profile. Features such as discussion forums, collaborative project assignments, and materials aligned with Pancasila values help students develop skills in collaboration, critical thinking, and national values. Students are encouraged to actively participate and collaborate with peers, fostering cooperation and responsibility.
REALISASI PENYAJIAN TEKS BAGIAN AABSTRAK DALAM ARTIKEL JURNAL ILMIAH SINTA Prasticha, Oktaviana Dina; Sudiyana, Benedictus; Sukarno, Sukarno
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2023): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v8i1.44-51

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan penyajian teks abstrak pada artikel jurnal terindeks SINTA. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari artikel jurnal SINTA. Teknik pengumpulan data dengan menerapkan teknik baca dan catat. Teknik analisis data memakai metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini ditemukan sepuluh pola dalam penyajian teks abstrak, diantaranya adalah LTMHS, LTMH, LMH, TMS, TMH, TMHS, LTMS, LTH. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak semua abstrak memiliki move yang lengkap. Sebagian besar abstrak hanya memiliki tiga atau empat move.
Cultivating Pancasila Values: Analyzing the Ideology of Diversity in Presidential Speeches and Its Impact on Elementary Education in Indonesia Suryo Hanjono; Farida Nugrahani; Benedictus Sudiyana
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.5741

Abstract

This study examines the ideology of diversity as reflected in the Independence Day speeches of the President of the Republic of Indonesia in 2022 and 2023 and its implications for basic education. The research explores how linguistic elements in these speeches convey ideological messages that align with Pancasila values.A qualitative descriptive approach with literature review methods was employed. Data were collected by analyzing linguistic and ideological elements in the speeches, using Teun A. van Dijk’s critical discourse analysis model. Macrostructure, superstructure, and microstructure levels were explored to uncover ideological meanings. Triangulation was applied to validate the findings.The findings reveal that the speeches reflect an ideology of diversity through themes emphasizing faith, morality, cultural respect, mutual cooperation, independence, and critical thinking. These themes align with Pancasila principles and address national priorities such as managing diversity, fostering collaboration during the pandemic, and enhancing resource optimization.The speeches underscore the role of the government in promoting national unity and progress. In the context of basic education, the ideology of diversity can be integrated into learning through Indonesia’s independent curriculum. Primary school teachers can incorporate these values into teaching materials, school culture, the Pancasila student profile project, and other related activities.This study highlights the potential of presidential speeches to influence educational practices and policies. It provides a foundation for developing teacher training programs that foster students’ personalities as future contributors to national unity and diversity.
Wayang in the Classroom: Punakawan Flipbook for Culture and Literacy Pratiwi, Veronika Unun; Nugrahani, Farida; Sudiyana, Benedictus; Sonhuie, Suhailee
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4902.444-453

Abstract

This study aims to explore how four Punakawan characters; Semar, Gareng, Petruk, and Bagong can be utilized through digital Flipbook storytelling to enhance moral knowledge and storytelling skills among elementary school students in Central Java, Indonesia. The objectives are to (1) integrate local cultural values into digital learning media, (2) analyze students’ perceptions of Puna-kawan-themed Flipbooks, and (3) evaluate their effectiveness in improving creativity, ethical understanding, and digital literacy. This study employed a qualitative descriptive method sup-ported by quantitative data. Data were collected through students’ created Flipbooks, reflective journals, observation notes, and teacher interviews. The data were analyzed using content analysis and simple descriptive statistics to identify dominant themes and participation levels. The results showed that students demonstrated higher creativity, stronger moral reasoning, and improved digital literacy. Semar and Petruk were the most preferred characters, while Bagong particularly attracted older students for his critical thinking values. These findings emphasize the pedagogical potential of integrating local wisdom with digital media for character education and 21st-century literacy development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana empat tokoh Punakawan; Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, dapat dimanfaatkan melalui penceritaan Flipbook digital untuk meningkatkan pengetahuan moral dan keterampilan mendongeng di kalangan siswa sekolah dasar di Jawa Tengah, Indonesia. Tujuannya adalah untuk (1) mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam media pembelajaran digital, (2) menganalisis persepsi siswa terhadap Flipbook bertema Puna-kawan, dan (3) mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kreativitas, pemahaman etika, dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui flipbook yang dibuat siswa, jurnal reflektif, catatan observasi, dan wawancara guru. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan statistik deskriptif sederhana untuk mengidentifikasi tema dominan dan tingkat partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menunjukkan kreativitas yang lebih tinggi, penalaran moral yang lebih kuat, dan peningkatan literasi digital. Semar dan Petruk adalah tokoh yang paling disukai, sementara Bagong khususnya menarik minat siswa yang lebih tua karena nilai-nilai berpikir kritisnya. Temuan ini menekankan potensi pedagogis dari integrasi kearifan lokal dengan media digital untuk pendidikan karakter dan pengembangan literasi abad ke-21.
Integration Of Digital Literacy And Language Learning Through Ai Applications For Elementary School Teachers Hutami, Winanda Santi; Pratiwi, Veronika; Nugrahani, Farida Nugrahani; Benedictus Sudiyana; Nurnaningsih; Wahyu Dini Septiari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2239

Abstract

Abstrak: Kebutuhan literasi digital di kalangan guru dan siswa sekolah dasar saat ini semakin mendesak, seiring berkembangnya teknologi dan perubahan metode pembelajaran. Literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bermakna dalam pembelajaran bahasa. Penguatan literasi digital di SD memungkinkan guru dan siswa mengolah materi sulit menjadi lebih mudah dipahami. Studi empiris oleh Nurhidayah & Wibowo [2] menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis digital seperti e-book cerita rakyat memberi dampak positif seperti siswa memperoleh pengalaman belajar baru dan bahkan siswa tanpa ponsel dapat ikut mengakses materi digital melalui sekolah. AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SD melalui personalisasi materi, evaluasi otomatis, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Melalui PKM literasi digital, pelatihan pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa, dan pendampingan implementatif guru tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pedagogis untuk menciptakan materi ajar adaptif, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa. Kata Kunci: Literasi Digital; Pembelajaran Bahasa; Kecerdasan Buatan (AI) Abstract: The demand for digital literacy among elementary school teachers and students is becoming increasingly critical, reflecting technological advancements and evolving learning methods. Digital literacy now encompasses more than just the ability to operate devices; it involves the meaningful application of technology in language education. By enhancing digital literacy in elementary schools, teachers and students can engage with challenging material in more accessible ways. An empirical study by Nurhidayah & Wibowo highlights that the integration of digital teaching resources, such as e-books featuring folk tales, positively influences student learning experiences. Notably, even those students without smartphones can access these digital materials through their schools. Artificial intelligence can further elevate the quality of learning in elementary education by facilitating personalized material, enabling automatic assessments, and fostering essential 21st-century skills in students. Through digital literacy training, the use of AI in language instruction, and supportive mentoring, teachers gain not only the technical competencies but also the pedagogical expertise required to develop adaptive, engaging, and student-centered educational materials. Keywords: Digital Literacy; Language Learning; Artificial Intelligence (AI)