p-Index From 2021 - 2026
7.999
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BAHASTRA EDUKASI Al Ishlah Jurnal Pendidikan RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Ilmiah Dikdaya JUDIKA (JURNAL PENDIDIKAN UNSIKA) GERAM (GERAKAN AKTIF MENULIS) ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan dan Konseling SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pendidikan Madrasah Jurnal Skripta Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN SAINS SOSIAL DAN AGAMA Jurnal Pendidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education Devotion: Journal of Research and Community Service Jurnal Komunitas Bahasa Jurnal Pengabdian Teknologi Tepat Guna Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA Jurnal Elementaria Edukasia Kajian Linguistik dan Sastra Prosiding Seminar Nasional Sastra, Bahasa, dan Seni (Sesanti) Aksara Ranah: Jurnal Kajian Bahasa ALFABETA JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

Tindak Tutur Respons Audiens Terhadap Wacana Iklan Anti-Bullying di Youtube: Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar Titiek Budi Lestari; Benedictus Sudiyana; Veronika Unun Pratiwi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.13760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur respon audiens dan jenis tindak tutur respons audiens terhadap wacana iklan anti-bullying di YouTube dari aspek pola respon, serta mendeskripsikan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menerapkan desain analisis wacana.  Data berupa komentar atau tuturan  audiens terhadap teks iklan anti- bullying yang mencerminkan bentuk dan jenis tindak tutur.  Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan anti bullying di chanel YouTube Dit yang berjudul “ Stop Bullying - Stop Kekerasan di Sekolah”, dokumen teks tindak tutur dan guru kelas 6. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, simak-catat dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis model Miles and Hubberman mencakup tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori dan metode. Hasil penelitian (1) terdapat 3 bentuk tindak tutur, yaitu deklaratif (56,76%), interogatif (7,27%), dan imperatif (35,97%).  Sebagaian tindak tutur menunjukkan pola respon positif, yang mendukung kampanye anti-bullying. (2) terdapat 4 jenis tindak tutur audien terhadap iklan anti bullying meliputi tindak tutur asertif (50.16%) yang berfungsi untuk menyatakan, memberitahukan, menjelaskan, mengeluh. Direktif (38,4%) digunakan untuk memerintah, memohon, menanyakan, menyarankan. Komisif (5.02%) dengan fungsi menawarkan, berniat, mengancam. Tindak tutur ekspresif (6%) disampaikan untuk mengucapkan terimakasih, memuji dan mengucapkan selamat. (3) Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pembelajaran bahasa siswa SD, khususnya dalam pengembangan kompetensi pragmatik. Analisis tindak tutur dalam kampanye digital dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk melatih keterampilan bahasa siswa.
Realisasi Prinsip Kesantunan dalam Buku Pelajaran bahasa Indonesia sebagai Ekspresi Fungsi Bahasa di Sekolah Dasar Sriadi; Benedictus Sudiyana; Suwarto
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v9i1.14728

Abstract

Kesantunan berbahasa merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar karena berperan membentuk karakter dan etika komunikasi siswa sejak dini. Buku pelajaran bahasa Indonesia diharapkan tidak hanya menyampaikan materi linguistik, tetapi juga memberikan teladan penggunaan bahasa yang santun. Penelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar dan (b) mengeksplorasi kontribusi penerapan prinsip kesantunan dalam mendukung fungsi hakiki bahasa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi, yaitu menelaah dialog dan teks pada buku Pelajaran bahasa Indonesia kelas 1, 2 dan 3 SD/MI terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengidentifikasi wujud kesantunan berdasarkan enam maksim    Leech,    kemudian menghubungkannya dengan tiga metafungsi bahasa Halliday. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku pelajaran telah merealisasikan prinsip kesantunan, terutama maksim penghargaan, persetujuan, dan kesimpatian, yang muncul dalam bentuk ajakan, pujian, ungkapan persetujuan, dan pernyataan empati. Akan tetapi, maksim kemurahhatian dan kerendahan hati relatif jarang ditemukan. Realisasi tersebut mendukung fungsi hakiki bahasa, yaitu merepresentasikan pengalaman belajar (ideasional), membangun hubungan sosial yang harmonis (interpersonal), dan menyusun teks pembelajaran yang runtut serta kontekstual (tekstual). Simpulan penelitian ini adalah prinsip kesantunan dalam buku pelajaran bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai norma pragmatik, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan yang memperkuat fungsi utama bahasa di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya penulis buku dan guru lebih konsisten mengintegrasikan nilai kesantunan agar siswa memperoleh model komunikasi yang etis, empatik, dan koheren.
Wayang in the Classroom: Punakawan Flipbook for Culture and Literacy Veronika Unun Pratiwi; Farida Nugrahani; Benedictus Sudiyana; Suhailee Sonhuie
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4902.515-524

Abstract

This study aims to explore how four Punakawan characters; Semar, Gareng, Petruk, and Bagong can be utilized through digital Flipbook storytelling to enhance moral knowledge and storytelling skills among elementary school students in Central Java, Indonesia. The objectives are to (1) integrate local cultural values into digital learning media, (2) analyze students’ perceptions of Puna-kawan-themed Flipbooks, and (3) evaluate their effectiveness in improving creativity, ethical understanding, and digital literacy. This study employed a qualitative descriptive method sup-ported by quantitative data. Data were collected through students’ created Flipbooks, reflective journals, observation notes, and teacher interviews. The data were analyzed using content analysis and simple descriptive statistics to identify dominant themes and participation levels. The results showed that students demonstrated higher creativity, stronger moral reasoning, and improved digital literacy. Semar and Petruk were the most preferred characters, while Bagong particularly attracted older students for his critical thinking values. These findings emphasize the pedagogical potential of integrating local wisdom with digital media for character education and 21st-century literacy development. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana empat tokoh Punakawan; Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, dapat dimanfaatkan melalui penceritaan Flipbook digital untuk meningkatkan pengetahuan moral dan keterampilan mendongeng di kalangan siswa sekolah dasar di Jawa Tengah, Indonesia. Tujuannya adalah untuk (1) mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam media pembelajaran digital, (2) menganalisis persepsi siswa terhadap Flipbook bertema Puna-kawan, dan (3) mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kreativitas, pemahaman etika, dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui flipbook yang dibuat siswa, jurnal reflektif, catatan observasi, dan wawancara guru. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan statistik deskriptif sederhana untuk mengidentifikasi tema dominan dan tingkat partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menunjukkan kreativitas yang lebih tinggi, penalaran moral yang lebih kuat, dan peningkatan literasi digital. Semar dan Petruk adalah tokoh yang paling disukai, sementara Bagong khususnya menarik minat siswa yang lebih tua karena nilai-nilai berpikir kritisnya. Temuan ini menekankan potensi pedagogis dari integrasi kearifan lokal dengan media digital untuk pendidikan karakter dan pengembangan literasi abad ke-21.
Nilai Multikultural Penamaan Kulineran Etnik Jawa: Implikasinya terhadap Pendidikan Bahasa dan Kesadaran Sosial Budaya Benedictus Sudiyana; Marjito Marjito; Mukti Widayati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8227

Abstract

The naming of culinary with Javanese ethnic flair is not without meaning, but has certain values. However, until now there has been no adequate study that reveals these ethnic values. This study aims to describe the types of culinary naming, the multicultural values contained therein and their implications for language education and socio-cultural awareness. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, involving 62 culinary names collected through observation, reading documentation, and notes. Data were analyzed using a social semiotic framework to reveal the context of experiential, interpersonal, and textual meaning. The results of the study showed six main types of naming, such as greetings, number of words, cultural influence, old names (legends), prioritizing location and prioritizing merchandise. These types of naming reflect eight multicultural values; cultural harmony, tolerance, and innovation of tradition. This naming also supports the preservation of local languages, inclusivity, appreciation of local wisdom, intercultural tolerance, cultural adaptation, gender equality, historical preservation, and social community. This finding has implications for language education such as vocabulary learning, semiotics and meaning, communication in cultural interactions, and linguistic creativity. Implications for the aspect of socio-cultural awareness are seen in awareness of cultural diversity, local identity, social interaction, cultural education, and social harmony. Abstrak Penamaan kulineran bernuansa etnik Jawa bukan tanpa makna, akan tetapi memiliki nilai-nilai tertentu. Namun, hingga kini belum terdapat kajian yang memadai yang mengungkap nilai-nilai keetnikan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis penamaan kulineran, nilai-nilai multikultural yang terkandung di dalamnya dan implikasinya terhadap pendidikan bahasa serta kesadaran sosial budaya. Penelitian ini menggunakan dengan metode deskriptif kualitatif, melibatkan 62 nama kulineran yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi baca, dan catat. Data dianalisis menggunakan kerangka semiotika sosial untuk mengungkap konteks makna pengalaman, interpersonal, dan tekstual. Hasil penelitian menunjukkan enam jenis penamaan utama yaitu sapaan, jumlah kata, keterpengaruhan budaya, nama tua (legendaris), pengutamaan lokasi dan pengutamaan barang dagangan. Jenis-jenis penamaan tersebut merefleksikan delapan nilai nilai multikultural; harmoni budaya, toleransi, dan inovasi tradisi. Penamaan ini juga mendukung pelestarian bahasa lokal, inklusivitas, penghargaan terhadap kearifan lokal, toleransi antarbudaya, adaptasi budaya, kesetaraan gender, pelestarian sejarah, dan sosial kemasyarakatan. Temuan ini berimplikasi pada pendidikan bahasa seperti pembelajaran kosakata, semiotika dan makna, komunikasi dalam interaksi budaya, dan kreativitas linguistik. Implikasi pada sspek kesadaran sosial budaya terlihat pada kesadaran atas kebergaman budaya, identitas lokal, interaksi sosial, edukasi budaya, dan harmoni sosial.
Kosakata Ideologi dalam Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024: Analisis Praktik Kreativitas Bahasa Pauline Dewi Juliani Setyaningsih; Benedictus Sudiyana; Dewi Kusumaningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5267

Abstract

Each election participant uses a large selection of vocabulary to represent the ideology he adheres to in political campaigns. Vocabulary in political campaigns is expressed through campaign props (APK), one of which is in the form of print media. The vocabulary expressions in the campaign props reflect the creativity of the language. The purpose of this study is to describe aspects of vocabulary related to language creativity based on experiential value, relational value, and expressive value from the point of view of us and them ideology. This research is qualitative research. Data in the form of vocabulary containing certain ideologies related to language creativity in the APK for the 2024 election in Surakarta City, Sukoharjo Regency, Karanganyar Regency, Boyolali Regency, and Wonogiri Regency of Central Java province. Data collection using documentation techniques through mobile phone cameras. Data processing uses library techniques, reading techniques, and recording techniques. This study used Van Dijk's ideological box model. The results of research on vocabulary aspects show the existence of experiential value, relational value, and expressive value that utilizes the creativity of language in the form of rhyme, rhythm, alliteration, acronyms, abbreviations, antonyms, synonyms, mixed codes, repetition, metaphor, and hyperbole. Such vocabulary expressions reflect ideological boxes that emphasize the positive on us and the negative on them. AbstrakSetiap peserta pemilu menggunakan banyak pilihan kosakata untuk merepresentasikan ideologi yang dianutnya dalam kampanye politik. Kosakata dalam kampanye politik diekspresikan melalui alat peraga kampanye (APK), salah satunya berbentuk media cetak. Ekspresi kosakata dalam alat peraga kampanye mencerminkan kreativitas bahasa. Tujuan riset ini mendeskripsikan aspek kosakata yang berkaitan dengan kreativitas bahasa berdasarkan nilai pengalaman, nilai relasional, dan nilai ekspresif dari sudut pandang ideologi us and them. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif. Data berupa kosakata yang mengandung ideologi tertentu yang berkaitan dengan kreativitas bahasa dalam APK pemilu tahun 2024 di Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Wonogiri provinsi Jawa Tengah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi melalui kamera telepon seluler. Pengolahan data menggunakan teknik pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan model kotak ideologi Van dijk. Hasil penelitian aspek kosakata menunjukkan adanya nilai pengalaman, nilai relasional, dan nilai ekspresional yang memanfaatkan kreativitas bahasa bentuk rima, irama, aliterasi, akronim, singkatan, antonim, sinonim, campur kode, repetisi, metafora, dan hiperbola. Ekspresi kosakata tersebut mencerminkan kotak ideologi yang menekankan hal positif pada kita dan negatif pada mereka.
Penyimpangan Prinsip Kerjasama dan Kesantunan Tindak Tutur: Analisis Pragmatik Penguatan Etika Komunikasi Siswa Miftahul Himmatinnur; Benedictus Sudiyana; Suwarto Suwarto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bp68g655

Abstract

Penyimpangan prinsip kerja sama dan kesantunan berbahasa dalam tindak tutur siswa Sekolah Dasar kepada guru serta temannya seringkali dilakukan dengan kesengajaan maupun tidak, sudah menjadi kebiasaan yang melanggar etika komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk penyimpangan tersebut serta mengaitkannya dengan upaya penguatan etika komunikasi di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI SDN 1 Ronggojati, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri pada tahun ajaran 2024/2025. Data penelitian berupa tindak tutur siswa kepada guru maupun antar siswa saat pembelajaran yang menyimpang dari kedua prinsip pragmatik tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, simak, catat, dan wawancara, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Analisis data mengikuti tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran pada empat maksim prinsip kerja sama, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan pelaksanaan, dengan dominasi pelanggaran pada maksim kuantitas dan kualitas. Selain itu, ditemukan pula penyimpangan pada enam maksim prinsip kesantunan, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, kerendahan hati, pujian, simpati, dan persetujuan, dengan dominasi pelanggaran maksim kerendahan hati dan simpati. Fenomena penyimpangan tindak tutur berimplikasi pada perlunya penanaman etika komunikasi siswa melalui rehabilitasi tata krama berbahasa berbasis karakter yang lebih sistematis agar tercipta interaksi belajar yang harmonis serta karakter santun siswa  sekolah dasar.
Transformasi Proses Menulis melalui Voice Typing dalam Pembelajaran Teks Deskripsi SMP Sugeng Yuli Irianto; Benedictus Sudiyana; Nurnaningsih Nurnaningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/rmyawg56

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi voice typing dalam pembelajaran teks deskripsi dan mendeskripsikan transformasi proses menulis murid menggunakan voice typing. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yaitu penggunaan voice typing dalam pembelajaran menulis deskripsi. Data penelitian meliputi aktivitas guru, aktivitas murid, situasi pembelajaran, transformasi proses menulis, dan catatan observasi perubahan perilaku menulis murid. Sumber data meliputi narasumber, aktivitas pembelajaran, dan dokumen pembelajaran. Dokumen pembelajaran dan hasil deskripsi murid menjadi sumber data teks. Narasumber meliputi satu orang guru Bahasa Indonesia dan murid kelas VII-A SMP 4 Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, yaitu penentuan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan voice typing membantu murid dalam menuangkan ide secara lebih lancar melalui dikte suara sebelum dilakukan penyuntingan. Penggunaan voice typing memberikan kontribusi positif terhadap proses menulis teks deskripsi murid. Teknologi ini membantu murid menuangkan ide secara lebih spontan melalui ujaran yang secara otomatis ditranskripsikan menjadi teks. Penggunaan voice typing menunjukkan adanya transformasi dalam proses menulis murid.
Pengembangan Media Flash Card dalam Penguatan Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Deskriptif Siswa SMP Riyan Wik Irawan; Farida Nugrahani; Benedictus Sudiyana
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1125

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengembangkan media pembelajaran flashcard dan mengetahui kelayakanya serta mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks deskriptif siswa. Penelitian ini menerapkan metode penelitian pengembangan atau R&D (Reseach and Development) dengan menggunakan rancangan pengembangan Borg & Gall melalui enam langkah dengan produk flashcard yang dilengkapi dengan barcode. Sebagai subjek penelitian adalah seorang ahli materi, seorang ahli media, dan seorang guru bahasa Indonesia SMP. Pegumpulan data melaliu kuesioner kelayakan media, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) media pembelajaran menulis teks deskripsi dapat dikembangkan melaui media flashcard; (2) media pembelajaran flashcard sangat layak karena mendapatkan penilaian kelayakan 92,7% dari ahli materi, ahli media, dan guru; (3) media pembelajaran flashcard meningkatan keterampilan menulis teks deskriptif siswa Siswa sekolah menengah pertama terbukti dengan naiknya rata-rata nilai siswa sebesar 9.Siswa dapat mengambil manfaat dari penggunaan media flashcard yang diproduksi sebagai alat pembelajaran. Penelitian ini menyarankanagar para guru yang ingin mengedukasi siswanya tentang cara membuat teks deskriptif yang efektif dapat melakukannya.
A Comparative Analysis of the Concept of Heartbreak in the Lyrics of Songs by Gilga Sahid and Happy Asmara Dewi Kusumaningsih; Rahma Fatiya; Benedictus Sudiyana; Wahyu Dini Septiari; Susi Darihastining
TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture and Education Vol. 5 No. 2 (2025): TRANS-KATA: Journal of Language, Literature, Culture, and Education
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/jllce.v5i2.114

Abstract

Heartbreak songs serve as a poignant portrayal, resonating with the realities of everyday life or drawing from the personal experiences of the lyricists. In this regard, this research aimed to compare the conceptualization of heartbreak in the lyrics of songs composed by Gilga Sahid and Happy Asmara, focusing on differences in vocabulary choices, terms, similes, and language styles, conveying the meaning of heartbreak in their respective songs. The present study employed a qualitative descriptive design to investigate Javanese dangdut songs by Gilga Sahid and Happy Asmara. Data were collected from fragments of song lyrics that encapsulate the essence of heartbreak. Documentation, listening, and note-taking were utilized to scrutinize various sources, ensuring the credibility of the findings. The data analysis process incorporated descriptive analysis techniques, elucidating disparities in vocabulary choices and sentence structure patterns within the song lyrics. The findings highlighted distinctions between the two artists regarding their vocabulary choices and sentence structures. These dissimilarities contributed to the distinctive characteristics of their songs, involving symbolic elements to convey meaning and occasionally prompting code-switching events in the lyrics, given the Javanese dangdut genre under investigation. Including symbolic elements in the lyrics further enriched the depth of meaning within the songs. It is hoped that this research will have benefits in the fields of language and culture.
Integration Of Digital Literacy And Language Learning Through Ai Applications For Elementary School Teachers Winanda Santi Hutami; Veronika Pratiwi; Farida Nugrahani Nugrahani; Benedictus Sudiyana; Nurnaningsih; Wahyu Dini Septiari
JURNAL PENGABDIAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Vol 7 No 1 (2026): Teknologi Tepat Guna (TTG)
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jpttg.v7i1.2239

Abstract

Abstrak: Kebutuhan literasi digital di kalangan guru dan siswa sekolah dasar saat ini semakin mendesak, seiring berkembangnya teknologi dan perubahan metode pembelajaran. Literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bermakna dalam pembelajaran bahasa. Penguatan literasi digital di SD memungkinkan guru dan siswa mengolah materi sulit menjadi lebih mudah dipahami. Studi empiris oleh Nurhidayah & Wibowo [2] menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar berbasis digital seperti e-book cerita rakyat memberi dampak positif seperti siswa memperoleh pengalaman belajar baru dan bahkan siswa tanpa ponsel dapat ikut mengakses materi digital melalui sekolah. AI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di SD melalui personalisasi materi, evaluasi otomatis, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 pada siswa. Melalui PKM literasi digital, pelatihan pemanfaatan AI dalam pembelajaran bahasa, dan pendampingan implementatif guru tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pedagogis untuk menciptakan materi ajar adaptif, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa. Kata Kunci: Literasi Digital; Pembelajaran Bahasa; Kecerdasan Buatan (AI) Abstract: The demand for digital literacy among elementary school teachers and students is becoming increasingly critical, reflecting technological advancements and evolving learning methods. Digital literacy now encompasses more than just the ability to operate devices; it involves the meaningful application of technology in language education. By enhancing digital literacy in elementary schools, teachers and students can engage with challenging material in more accessible ways. An empirical study by Nurhidayah & Wibowo highlights that the integration of digital teaching resources, such as e-books featuring folk tales, positively influences student learning experiences. Notably, even those students without smartphones can access these digital materials through their schools. Artificial intelligence can further elevate the quality of learning in elementary education by facilitating personalized material, enabling automatic assessments, and fostering essential 21st-century skills in students. Through digital literacy training, the use of AI in language instruction, and supportive mentoring, teachers gain not only the technical competencies but also the pedagogical expertise required to develop adaptive, engaging, and student-centered educational materials. Keywords: Digital Literacy; Language Learning; Artificial Intelligence (AI)
Co-Authors Agus Rohadi Ambarwati, Sovia Ananda, Rima Ayu Agustin, Anis Berlyana Rahmawati Binar Kustanti Dewi Kusumaningsih Dhea Eriza Silvyawati Diniseptiari, Wahyu Eddyani, Desty Erik Irawan Etik Titorini Fajar Dwi Ismail Farida Nugrahani Farida Nugrahani Farida Nugrahani Farida Nugrahani Farida Nugrahani Nugrahani Farida Nurhasanah Ferinda Ayuniar Putri Fitri Yuniati Hani Eria Savitri Hartini Haryanti Budhi Utami Hasnah Prabandari Iriani SRT , Rina Ismail, Fajar Dwi Isnaini, Ruswi Kurniaaji, Bayu Kurniawan, Andriyanto Kusmartini, Yuliasih Kustanti, Binar Laras Subekti M. Sukarno Marjito Marjito Miftahul Himmatinnur Mina Fatmawati Muhlis Fajar Wicaksana Mukti Widayati Mukti Widayati Mukti Widayati Mukti Wijaya MURYANTI Nurnaningsih Nurnaningsih Nurnaningsih A Nurnaningsih Nurnaningsih Pauline Dewi Juliani Setyaningsih Prasticha, Oktaviana Dina Prianto Prianto Prihatin Sri Mulyani Puput Puji Lestari Purnawati, Lilik Putri, Eka Jayanti Rahma Fatiya Restu Lestari Rima Ananda Riyan Wik Irawan Riyan Wik Irawan Roatin, Syuhri Savitri, Hani Eria Sih Jami Rahayu Sih Jami Rahayu Singgih Subiyantoro Siwi, Dwi Anggraeni Solly Aryza Sovia Ambarwati Sri Handayani Sri Marmoah Sri Mulyani Sri Mulyani Sri Muryati Sri Muryati Sri Sundari Sri Wahono Saptomo Sriadi Sugeng Yuli Irianto Suhailee Sonhuie Sukamto Sundari, Sri Suryo Hanjono Susi Darihastining Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Thalia Aurora Wardani Putri Titiek Budi Lestari Tri Sutrisno Tutik Wahyuni Veronika Pratiwi Veronika Unun Pratiwi Wahyu Dini Septiari Widayanti, Mukti Winanda Santi Hutami Wiwik Darmini Yolanda Pitaloka