Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Ekowisata Mangrove Berbasis Masyarakat Lokal Rommy Qurniati; Heryandi Heryandi; Duryat Duryat; Machya Kartika Tsani; Ferli Hartati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.286 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2065

Abstract

Mangrove ecotourism is a form of optimal utilization of forest resources by taking into account the elements of conservation, education, and local communities. The limited knowledge of the community in its management can resulted in these tourist destinations being less attractive to visitors. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge and awareness in developing mangrove ecotourism and explore opportunities and challenges to its management. This activity was held on August 8, 2021 in Margasari Village, Labuhan Maringgai District, East Lampung Regency. The method applied is group meetings through focus group discussions whose implementation includes three stages, namely material presentation, discussion, and evaluation. The results of the service showed that the knowledge and understanding of the community increased significantly based on the results of the pretest, posttest, and evaluation of process during the activity. This activity makes people aware that there are a lot of potentials that can be optimized in the management of mangrove ecotourism in order to create a tourist village that is attractive, creative, innovative, and able to support the economy of the surrounding community. Ekowisata mangrove merupakan suatu bentuk pemanfaatan sumberdaya hutan secara optimal dengan memperhatikan unsur konservasi, edukasi, dan masyarakat lokal. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaannya dapat mengakibatkan destinasi wisata tersebut kurang diminati pengunjung. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan ekowisata mangrove serta menggali peluang maupun tantangan terhadap pengelolaannya. Pengabdian ini dilaksanakan pada 8 Agustus 2021 di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Metode yang diterapkan adalah pertemuan kelompok melalui Focus Group Discussion yang pelaksanaannya meliputi tiga tahapan, yaitu pemaparan materi, diskusi, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman masyarakat meningkat secara signifikan berdasarkan hasil pretest, posttest, dan evaluasi proses selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menyadarkan masyarakat bahwa banyak potensi yang dapat dioptimalkan dalam pengelolaan ekowisata mangrove agar tercipta desa wisata yang menarik, kreatif, inovatif, dan mampu menopang perekonomian masyarakat sekitar.
Olahan Pisang sebagai Penunjang Ekonomi Masyarakat di Sekitar Gunung Rajabasa Lampung Rommy Qurniati; Duryati Duryati; Hendra Prasetia; Ferli Hartati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.553 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v4i2.1217

Abstract

ABSTRACTBanana is one of the local fruit potentials that optimally have not been used. Many banana producers have complained about the low selling price. This is due to the lack of community knowledge on the food diversification products which made from banana as an alternative to improve the quality and price of bananas. The purpose of this community service activity was to increase knowledge and develop community creativity through the food diversification product of bananas by making the banana nuggets and flour. This activity was conducted on November 2019 in Banding and Sukaraja Village, Rajabasa District, South Lampung Regency. The applied method of this activity was a group meeting which the implementation includes three stages that was socialization, discussion, and evaluation. The results of the community service showed that community knowledge have been increased significantly after comparing the pretest and posttest results. The community was very enthusiastic about the activity because it was able to open their mindset about local fruit potentials that optimally have not been utilized, thus it was encouraged the community's desire to be creative on promoting local products that could increase the income.Keywords: Banana, Local Potential, Nuggets, Flour, Community  ABSTRAKPisang merupakan salah satu potensi buah lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Produsen pisang masih banyak yang mengeluhkan harga jualnya yang rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang yang dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan kualitas dan harga jual pisang. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui diversifikasi produk pangan berbahan baku pisang yaitu pembuatan nugget dan tepung pisang. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 di Desa Banding dan Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pertemuan kelompok yang pelaksanaannya meliputi tiga tahapan yaitu sosialisasi, diskusi, dan evaluasi. Hasil pengabdian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat secara signifikan setelah membandingkan hasil pretest dan posttest. Masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini karena mampu membuka pola pikirnya mengenai potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga mendorong keinginan masyarakat untuk berkreasi dalam mengedepankan produk lokal yang mampu meningkatkan pendapatan.Kata Kunci: Pisang, Potensi Lokal, Nugget, Tepung, Masyarakat
KERAGAMAN TANAMAN DAN SUMBANGAN PENERIMAAN TUMPANGSARI KOPI DAN LADA DI KABUPATEN TANGGAMUS PROVINSI LAMPUNG Fembriarti Erry Prasmatiwi; Rusdi Evizal; Otik Nawansih; Novi Rosanti; Rommy Qurniati; Purba Sanjaya
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 1 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, FEBRUARI 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i1.6476

Abstract

In Tanggamus, pepper trees are commonly intercropped in coffee plantations with coffee-pepper intercropping type (dominant coffee), coffee pepper type (dominant pepper), and agroforestry type. The intercropping system plays a role in improving agro-ecosystems, increasing farm productivity and income. This study aimed to study crops diversity, productivity and income of coffee-pepper intercropping farming. This study used a survey method. The survey locations were determined purposively in two sub-districts which were centers of coffee cultivation in Tanggamus, namely Ulu Belu and Air Naningan District. In the Ulu Belu District, the villages of Sinar Banten, Sinar Galih, Petai Kayu were selected purposively, and in the Air Naningan District were Datar Lebuay Village and Air Kubang Village. Primary data was collected by visiting plantations and interviewing farmers. Sample farmers were determined randomly with a total of 137 samples. The diversity of intercrops was analyzed by calculating the Benefit Index Value and Importance Value Index. The results showed that coffee plantations were generally intercropped (79-86%) with coffee and pepper. Based on the Importance Value Index, in Ulu Belu the most important intercrops were pepper, banana, avocado and cayenne pepper, while in Air Naningan they were pepper, jengkol, cayenne pepper and durian. The income of intercropping coffee farmers could reach IDR 24 million/hectare/year. This income was obtained from both the coffee-pepper intercropping or the coffee-non-pepper intercropping. The productivity of intercropping coffee ranged from 528-1,097 kg/hectare. The productivity of pepper intercrops ranged from 0.45-0.54 kg per tree and contributed 11-29% of coffee income.
STRATEGI PENGEMBANGAN RESTORASI RAWA BUNDER BERBASIS SWOT DI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS: SWOT-Based Bunder Swamp Restoration Development Strategy In Way Kambas National Park Rahmat Safe'i; Irwan Sukri Banuwa; Hari Kaskoyo; Rommy Qurniati
PERENNIAL Vol. 19 No. 1 (2023): Vol. 19 No. 1, April 2023
Publisher : Forestry Faculty of Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24259/perennial.v19i1.22736

Abstract

Restoration is an effort to increase forest function for carrying capacity and maintenance of life support systems. Way Kambas National Park (TNWK) has been doing restoration activities at the Rawa Bunder Resort since 2021. This study aims to determine the strategy for developing the restoration of Rawa Bunder, TNWK. Collecting data through interviews with the parties (community and managers) using a questionnaire; then analyzing using the Strength, Weakness, Opportunity, Threats (SWOT) method. From the analysis results, the average total score on the IFAS matrix is 1.54, and the EFAS matrix is 1.15. These results indicate that the position of internal and external factors in the development strategy of the Rawa Bunder restoration, TNWK is in quadrant one. Thus, the strategy for developing the restoration of Rawa Bunder, TNWK, that must be applied is aggressive, namely by using strength to take advantage of opportunities.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PEMBIBITAN MANGROVE UNTUK MENDUKUNG PERMUDAAN KAWASAN MANGROVE BERDASARKAN SISTEM SUKSESI ALAMINYA Qurniati, Rommy; Duryat, Duryat; Tsani, Machya Kartika; Firdasari, Firdasari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.45840

Abstract

Kawasan mangrove Desa Margasari mengalami kerusakan akibat abrasi yang tinggi. Pada area ini telah dilakukan penanaman mangrove oleh pengelola. Akan tetapi karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai teknik penanaman dan pemilihan jenis tanaman mangrove berdasarkan kondisi tempat tumbuhnya, sehingga banyak permudaan yang gagal dan mati. Untuk itu tim pengabdian dari Universitas Lampung melakukan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang pembuatan bibit mangrove dan cara permudaan kawasan mangrove berdasarkan sistem suksesi alaminya. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktek melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari perbandingan hasil pre dan post test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 43% tentang dinamika vegetasi (suksesi) dan teknik pembibitan tanaman mangrove. Keinginan dan ketertarikan masyarakat dalam pembibitan mangrove juga menjadi hal penting yang tercapai pada kegiatan ini. Masyarakat telah siap dan mau melaksanakan kegiatan pembibitan yang ditujukan untuk rehabilitasi dan pelestarian kawasan mangrove. The mangrove area of Margasari Village is damaged due to high abrasion. In this area, mangrove planting has been carried out by the manager. However, many seedlings fail and die due to a lack of understanding and knowledge of planting techniques and the selection of mangrove plant species based on the conditions in which they grow. For this reason, the community service team from the University of Lampung conducted activities to increase community understanding and skills about making mangrove seedlings and how to propagate mangrove areas based on their natural succession system. The methods of this activity include lectures, discussions, demonstrations, and practices through community empowerment. This activity has been carried out well. It can be seen from the comparison of pre and post-test results, which showed an average increase in participant knowledge by 43% about vegetation dynamics (succession) and mangrove plant nursery techniques. The desire and interest of the community in mangrove nurseries is also an important thing achieved in this activity. The community is ready and willing to conduct nursery activities to rehabilitate and conserve mangrove areas.
Formulation of Quality Assurance Social Indicators in Community Forest Health Assessment Rahmat Safe’i; Irwan Sukri Banuwa; Wahyu Hidayat; Rudi Hilmanto; Rommy Qurniati
Journal of Sylva Indonesiana Vol. 7 No. 01 (2024): Journal of Sylva Indonesiana
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jsi.v7i01.13710

Abstract

Community forests provide benefits to their functions and roles in meeting community needs and environmental sustainability based on economic, social, and ecological perspectives. Social indicators play this role in the sustainability of community forest health. This study aims to obtain a weighted value (quality assurance) of social indicators in assessing the health of community forests. The stages of research carried out included, among others, conducting interviews with questionnaire instruments with respondents, determining the priority scale with the Analytic Hierarchy Process (AHP) method, and determining eigenvalues with the Analytic Networking Process (ANP) method. Based on the results of the study, four social indicators can describe the health condition of community forests: education indicators, employment indicators, participation indicators, and institutional indicators. These indicators have the same level of importance, where the eigenvalues obtained do not have significant differences. It means that community forest farmers have realized that social indicators can support environmental sustainability in aspects of forest health. Thus, the weighted values obtained by social indicators from the highest to the lowest are indicator participation (0.29), education indicator (0.27), institutional indicator (0.23), and employment indicator (0.21). The formation of farmer groups needs to be done to improve local institutions. Therefore, they can support community forest management regulations
Komposisi vegetasi dan potensi karbon tersimpan pada pola tanam agroforestri di beberapa kemiringan lahan (Studi Kasus Gapoktan Wana Arba Lestari di Kesatuan Pengelolaan Hutan Batutegi, Provinsi Lampung) Ramadhan, Rahmat Syahrul; Qurniati, Rommy; Kartika Tsani, Machya Kartika; Yuwono, Slamet Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i1.14435

Abstract

Agroforestri merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan hutan. Agroforestri telah diterapkan dengan komposisi yang beragam di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai komposisi vegetasi, menghitung indeks nilai penting dan karbon tersimpan di Gapoktan Wana Arba Lestari KPH Batutegi, Propinsi Lampung di beberapa kemiringan lahan pada pola tanam agroforestri. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 dengan metode pengumpulan data menggunakan analisis vegetasi. Data yang digunakan adalah jenis dan jumlah tanaman, diameter pohon, tinggi pohon, kerapatan, frekuensi, dan nilai dominansi tanaman. Data biomassa berupa biomassa hidup dan nekromasa di atas permukaan tanah yang diakumulasikan menjadi karbon tersimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua plot di Gapoktan Wana Arba Lestari memiliki komposisi pola tanam berbeda yang didominasi oleh tanaman kopi, pisang, dan jengkol dengan jenis tanaman pengisi yang bervariasi. Nilai INP tertinggi pada fase pohon terdapat pada tanaman jengkol (Archidendron pauciflorum) sebesar 123,80, fase tiang terdapat pada pisang (Musa paradisiaca) dengan INP sebesar 133,63, fase pancang terdapat pada kopi robusta (Coffea robusta) dengan INP 128,95, dan fase semai terdapat pada pisang (Musa paradisiaca) dengan INP 92,98. Total biomasa dan simpanan karbon terbesar terdapat pada pola agroforestri kompleks yaitu 462 ton/ha dan 217,14 ton/ha
KONTRIBUSI AGROFORESTRI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN KELOMPOK KEMITRAAN KONSERVASI DI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN Wati, Mira Amelda; Kaskoyo, Hari; Nurindarwati, Rini; Qurniati, Rommy; Puspasari, Eny
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v2i1.1412

Abstract

Agroforestry is a land management system that can overcome food problems, the application of which is to combine two or more types of plants, both forestry and agricultural crops. The application of agroforestry in Lampung has been implemented, one of which is Pesawaran Sub-village, Pesawaran Village, Kedondong District, Pesawaran Regency, Lampung. The contribution obtained from forest land using an agroforestry system to people's income is the yield of agricultural crops on a weekly, monthly or annual basis, depending on the type of agricultural crops planted. This study aims to determine the contribution of agroforestry to income and the factors that influence farmers' income in Sejahtera 4 Forest Farmers Group (FFG). This study uses interview and observation methods and multiple linear regression to analyze the data. The results show that agroforestry contributes 25.64% of income, or around Rp. 111,306,690 lower than that of non-agroforestry, contributing 74.36% of income or around Rp. 322,800,000. The results of the analysis show that age has a significant effect on farmers' income in FFG of Sejahtera 4. In contrast, plot area, number of plant species, the combination of plant types, and level of education have no significant effect on income.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Hutan Dalam Pemanfaatan Pekarangan Secara Agroforestry, Gapoktan Wana Tani Lestari KPH Batu Tegi Tanggamus Yuwono, Slamet Budi; Kaskoyo, Hari; Qurniati, Rommy; Safe'i, Rahmat; M, Andre H; S, Ade Irma
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9901

Abstract

Desa Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus merupakan desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan KPH Batutegi Kab. Tanggamus. Masyarakat desa tersebut terhimpun dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Wana Tani Lestari yang merupakan Kumpulan kelompok tani Hkm (Hutan Kemasyarakatan) yang memiliki izin memanfaatkan Kawasan hutan dalam skema perhutanan sosial, selain memiliki lahan garapan di dalam kawasan hutan pada umumnya mereka juga memiliki lahan kebun dan pekarangan di luar Kawasan hutan. Lahan berkebun biasanya berjarak kurang dari satu kilometer dari pemukiman dan lahan pekarangan berada di sekitar rumah tempat tinggal mereka. Pada umumnya kegiatan pemanfaatan lahan hutan dan kebun dilaksanakan oleh kaum laki-laki sedangkan kaum ibu atau perempuan lebih banyak di rumah membantu proses pengolahan hasil hutan seperti menjemur kopi dan kakao, menjemur pinang dan mengolah hasil panen lainnya untuk mendukung pendapat keluarga. Selama ini lahan pekarangan masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani pada umumnya khususnya oleh para kaum perempuan. Hal ini karena mereka menganggap kegitan tersebut kurang bermanfaat. Seiring berjalannya waktu, terpikir oleh para kaum ibu/perempuan untuk berperan lebih aktif khususnnya dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi dan kebutuhan pangan dengan cara menanam tanaman sayuran seperti tomat, terong, cabai dan lain-lain yang tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat antara lain terbentuk kelompok wanita tani (KWT) dengan nama Bumi Tani Sejahtera. Setelah mendapatkan kegiatan pengabdian pengetahuan KWT Bumi Tani Sejahtera terhadap pemanfaatan lahan pekarangan mengalami peningkatan, selain itu mereka mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan mencoba memanfaatkan pekarangan dengan tanaman produktif (cabe).    
Implementasi agroforestri dan peran perempuan dalam pengelolaan lahan di KPH Batutegi Provinsi Lampung Qurniati, Rommy; Putra, Aji Mandala; ., Duryat
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v8i2.13164

Abstract

Implementasi agroforestri merupakan upaya untuk memulihkan fungsi lindung dan rehabilitasi hutan dan lahan dengan meningkatkan jumlah dan jenis pohon di lahan garapan petani di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Batutegi. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis perkembangan implementasi agroforestri dan pengelolaan lahan yang dilakukan laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga petani penggarap lahan di KPH Batutegi. Penelitian ini dilakukan tahun 2023 di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur dan Gapoktan Wana Tani Lestari yang menggarap lahan di kawasan hutan lindung KPH Batutegi. Hasil penelitian menunjukkan jenis tanaman yang ada di lahan garapan petani berbeda-beda baik antar petani maupun antar petak lahan pada petani yang sama. Jenis dan jumlah per jenis pada tanaman tajuk tinggi di kedua Gapoktan mengalami peningkatan dibandingkan data tahun 2016. Keragaman komposisi ini dapat memperkaya biodiversitas landskap agroforestri di KPH Batutegi akan tetapi jenis dan jumlah tanaman terutama tajuk tinggi masih perlu ditingkatkan agar mampu mengembalikan fungsi lindung dan fungsinya sebagai catchment area. Keterlibatan perempuan pada kegiatan pengelolaan lahan perlu ditingkatkan karena masih terbatas pada kegiatan yang tidak membutuhkan tenaga yang kuat dan dapat dilakukan diantara perannya pada kegiatan aktivitas rumah tangga.
Co-Authors Abdur Rahman Saleh Afrian Andrianto AGUS SETIAWAN Aldy Mega Syahputra Annisa Marchantia Pratiwi Aplita Fitri Ana Ari Yudha Prasetya Ari Yudha Prasetya Asihing Kustanti Askasifi Eka Cesario Askasifi Eka Cesario, Askasifi Bainah Sari Dewi Bhaskara, Dendi Restu Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Dadi Anesa Dadi Anesa Desrian Alfandi DESSY NATALIA Dessy Natalia Destia Novasari Duryat . Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Duryati Duryati Dwi Haryono Dwi Haryono Evi Juita K. Nababan Fadila Ayu Larasati Faisal Arafat Faisal Arafat Fembriarti Erry Prasmatiwi Ferli Hartati Ferli Hartati Ferli Hartati Firdasari . Firdasari Firdasari Firdasari Firdasari Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Helen Yuseva Ayu Helen Yuseva Ayu Hendra Prasetia Heryandi Heryandi Heryandi Heryandi Huda, Robithotul Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Iznita Mulya Hanum Kartika Tsani, Machya Kartika Kaskoyo, Hari Kaskoyo, Hari Kristin, Yuliana Lina Nur Aminah Lina Nur Aminah M, Andre H Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Manaf, Latifah Abd. Manurung, Andre Habinsaran Marlica Tri Asmi Marlica Tri Asmi Nanda Kurnia Sari Nanda Kurnia Sari Nindya Tria Puspita Novi Rosanti Nurpine Nadeak Nurpine Nadeak Otik Nawansih Pices Raini Dwi Putri Pices Raini Dwi Putri Puspasari, Eny Putra, Aji Mandala Putri, Tasya Nabila Rafin Olivi Rafin Olivi Rahmat Safe'i Rahmat Safe’i Ramadan, Gilang Ramadhan, Rahmat Syahrul Resti Widya Putri Resti Widya Putri Ria Indrian Ariftia Ria Indrian Ariftia Rian Betti Kusuma Rini Nurindarwati Riska Ersi Noviyanti Riska Ersi Noviyanti Rodiani, Rodiani Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rusdi Evizal S, Ade Irma Samsul Bakri Sanjaya, Purba Simarmata, Gita Bahana Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Surnayanti Surnayanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Tsabita Naqiyya Tsani, Machya Kartika Wahyu Hidayat Wanderi . Wanderi, Wanderi Wati, Mira Amelda Wulandari, Dita Yulia Rahma Fitriana