Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Agroforestri terhadap Pendapatan Petani Hutan Kemasyarakatan di KPH Batutegi, Provinsi Lampung Manurung, Andre Habinsaran; Qurniati, Rommy; Kaskoyo, Hari; Huda, Robithotul
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i1.15850

Abstract

Agroforestri merupakan pola tanam yang dikembangkan petani di KPH Batutegi dengan mengkombinasikan tanaman kehutanan, pertanian, dan peternakan dalam satu lahan yang sama. Penerapan agroforestri mampu meningkatkan keanekaragaman tanaman, merehabilitasi lahan, dan meningkatkan pendapatan. Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani diperlukan penelitian tentang kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani di KPH Batutegi. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel di tiga Gabungan kelompok tani atau Gapoktan yaitu Gapoktan Sumber Makmur, Gapoktan Wana Tani Lestari, dan Gapoktan Mandiri Lestari di KPH Batutegi pada bulan November 2023.  Pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur dan observasi. Data yang digunakan adalah jumlah produksi agroforestri, pendapatan agroforestri, dan pendapatan non-agroforestri. Agroforestri yang diterapkan responden umumnya memiliki komoditas utama kopi dengan pohon buah atau tanaman Multi-Purpose Tree Species sebagai penaungnya. Jenis tanaman yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan antara lain kopi, lada, cengkeh, pisang, durian, alpukat, dan kemiri.  Dalam jumlah terbatas petani mengembangkan ternak sebagai tambahan pendapatan agroforestri. Pendapatan dari agroforestri didominasi dari tanaman pertanian/perkebunan dan memberikan kontribusi yang besar (72-89%) terhadap pendapatan total petani.
Edukasi Khasiat Obat Tanaman Pekarangan untuk Kesehatan Masyarakat Mitra Taman Hutan Raya Wan Abdurachman Provinsi Lampung Duryat, Duryat; Dewi, Bainah Sari; Qurniati, Rommy; Bakri, Samsul; Manaf, Latifah Abd.; Rodiani, Rodiani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10857

Abstract

While not yet regulated at the legislative level, traditional medicine therapy has gained legal recognition at the ministerial level through Ministerial Regulation No. 6 of 2016 and No. 37 of 2017. These legal frameworks significantly facilitate scientific exploration for research and practical application of herbal medicine. Promoting such practices is particularly urgent for rural communities that face barriers to accessing modern healthcare services or financial constraints. The community engagement program aimed to introduce medicinal plants growing in situ while reinforcing traditional healing practices already embedded within the local community. Conducted on January 18, 2025, the initiative involved 15 participants, most of whom were women, reflecting inclusive access to educational activities. The core activities comprised lectures and interactive discussions on local biodiversity, medicinal plant identification, cultivation techniques, and traditional herbal processing. Pre- and post-activity evaluations revealed a significant improvement in cognitive knowledge and affective attitudes. The average cognitive scores for topics such as biodiversity awareness and medicinal plant cultivation increased from the "low-moderate" to the "good-excellent" category, while affective scores regarding the perceived benefits of herbal medicine rose from "poor" to "excellent." Participants' 
Edukasi Khasiat Obat Tanaman Pekarangan untuk Kesehatan Masyarakat Mitra Taman Hutan Raya Wan Abdurachman Provinsi Lampung Duryat, Duryat; Dewi, Bainah Sari; Qurniati, Rommy; Bakri, Samsul; Manaf, Latifah Abd.; Rodiani, Rodiani
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10857

Abstract

While not yet regulated at the legislative level, traditional medicine therapy has gained legal recognition at the ministerial level through Ministerial Regulation No. 6 of 2016 and No. 37 of 2017. These legal frameworks significantly facilitate scientific exploration for research and practical application of herbal medicine. Promoting such practices is particularly urgent for rural communities that face barriers to accessing modern healthcare services or financial constraints. The community engagement program aimed to introduce medicinal plants growing in situ while reinforcing traditional healing practices already embedded within the local community. Conducted on January 18, 2025, the initiative involved 15 participants, most of whom were women, reflecting inclusive access to educational activities. The core activities comprised lectures and interactive discussions on local biodiversity, medicinal plant identification, cultivation techniques, and traditional herbal processing. Pre- and post-activity evaluations revealed a significant improvement in cognitive knowledge and affective attitudes. The average cognitive scores for topics such as biodiversity awareness and medicinal plant cultivation increased from the "low-moderate" to the "good-excellent" category, while affective scores regarding the perceived benefits of herbal medicine rose from "poor" to "excellent." Participants' 
Kondisi Sosial Ekonomi Petani Agroforestri di Hulu Daerah Aliran Sungai Sekampung Putri, Tasya Nabila; Qurniati, Rommy; Firdasari, Firdasari; Yuwono, Slamet Budi
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.19689

Abstract

Desa Air Bakoman berada di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekampung yang mayoritas warga bekerja sebagai petani. Bagian hulu berperan dalam penyerapan air dan meminimalisir erosi tanah sehingga diperlukan pola tanam dengan pohon sebagai komponen penyusunnya yang dapat dikombinasikan dengan tanaman lain atau dikenal dengan agroforestri. Untuk mendorong penerapan agroforestri diperlukan penelitian yang bertujuan menganalisis kondisi sosial dan ekonomi petani yang menerapkan pola agroforestri di DAS Sekampung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024 di Desa Air Bakoman, Tanggamus, Provinsi Lampung. Responden dalam penelitian ini adalah petani agroforestri yang berjumlah 50 orang dan ditentukan berdasarkan formula Cochran dengan error 6%. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan indikator aspek sosial dan ekonomi. Sebagian besar petani sudah mengikuti organisasi sosial namun baru sebagian petani yang memanfaatkan akses penyuluhan dan pernah mengikuti pelatihan. Hubungan antar petani sangat erat, jika ada masalah petani memilih untuk meminta bantuan kepada sesama petani. Rata-rata pendapatan petani dari tanaman sebesar Rp 23 juta/ha/tahun dan rata-rata pendapatan petani dari ternak sebesar Rp 3 juta/tahun. Petani mengandalkan sumber pendapatan dari hasil produksi pertanian seperti kopi¸ cengkeh¸ padi¸ jagung¸ lada¸ aren¸ dan lainnya dengan satu saluran pasar dan masih tergantung dengan input eksternal. Petani belum mengasuransikan hasil pertaniannya.
Partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata mangrove Petengoran di Desa Gebang Ramadan, Gilang; Qurniati, Rommy; Kaskoyo, Hari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.11277

Abstract

Partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan Mangrove Petengoran perlu dilakukan mengingat masyarakat adalah aktor utama dalam pengelolaanya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat Desa Gebang dalam pengelolaan ekowisata mangrove berdasarkan faktor internal, faktor eksternal, dan manfaat partisipasi masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 di Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang terdiri dari 4 orang aparat Desa Gebang, 7 orang kelompok pelestari mangrove, 5 orang masyarakat yang ikut pembibitan dan 14 masyarakat sekitar mangrove. Metode pengumpulan data yang diterapkan pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara, pengumpulan dokumentasi, dan analisis literatur dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, faktor internal meliputi usia, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan, dalam pengelolaan ekowisata mangrove berada pada kategori sedang. Namun faktor eksternal (dukungan kelompok pengurus, dukungan pemerintah desa, dukungan sarana dan prasarana, dan dukungan pihak swasta serta perguruan tinggi), dan manfaat partisipasi (manfaat ekonomi, sosial budaya dan lingkungan) termasuk dalam kategori tinggi. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan mangrove pada indikator pengambilan keputusan termasuk dalam kategori rendah, pada indikator pelaksanaan termasuk sedang dan pada indikator monitoring dan evaluasi termasuk rendah. Berdasarkan ketiga indikator tersebut, tingkat partisipasi masyarakat termasuk dalam kategori sedang.
Contribution of Agroforestry Plants to Farmers' Income and Welfare Wanderi, Wanderi; Qurniati, Rommy; Kaskoyo, Hari
Jurnal Sylva Lestari Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl17118-127

Abstract

The people who live adjacent to Tahura Wan Abdul Rachman depend their lives on land management in the block utilization of Tahura with the agroforestry system. This system is implemented with different plant compositions so that the effect on income is different. This study aims to determine the composition of agroforestry plants that provide the highest income and welfare level for farmers. The study was conducted in 2017 in Sidodadi Village, Pesawaran District, which borders Tahura Wan Abdul Rahman. The variables analyzed consisted of revenue and production costs in the management of agroforestry, farmer expenditure and the number of family member. The results obtained from the 7 plant compositions identified, composition II with the main plants of banana and cacao and other types of plants are clove, chili, areca nut, soursop, mango, rambutan, durian, coconut, pecan, duku, jengkol, petai, avocado, nutmeg , breadfruit, sugar palm, bayur and cempaka; provide the highest income with an average income of Rp. 21,640,777/family/year but this income is still in a sufficient category and is only limited to meeting basic needs. It is the composition of plants that are most widely used by the community. Keywords: agroforestry, income, plant composition, welfare
PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGELOLA HUTAN DESA DI SEKITAR GUNUNG RAJABASA LAMPUNG Qurniati, Rommy; Duryat, Duryat; Kaskoyo, Hari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 1 No. 3 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Management of forest area could not be separated from the communities who are living surrounding and their depending on the forest area and its products. As a manifestation of social responsibility, Lampung University has been conducting a program of KKN-PPM in order to increase the community welfare at once keep maintaining the forest function. The activity intended to increase capacity of Forest Village Admninistrator Agency (LPHD) and village officials in terms of institutional ability administration and group dynamics. A method of lecture and discussion, followed by practice demonstration and 40 days accompaniment were employed as training method. The result showed that the training has proven to be very effective in improving the ability of participants cognitively, affectively and psychometrically in terms of administrative definition, types of administrative tools, characteristics and functions of group dynamics, communication, leadership and groups synergies, as well as factors influence the quality of relationships within a group. Therefore, the efforts to strengthened LPHD should be implemented continuously to create a dynamic group where the members were actively involved, responsible and skilled to work in the group. This training was also very effective to be a means of capacity building of the community and students. Keywords: forest village, Forest Village Admninistrator Agency, institution straighten Abstrak Pengelolaan wilayah hutan, tidak dapat dilepaskan dari masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari kawasan dan hasil hutan. Sebagai wujud dari tanggungjawab sosial perguruan tinggi, Universitas Lampung dengan program KKN-PPM melaksanakan kegiatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian fungsi hutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus LPHD dan aparat desa dalam hal kemampuan administrasi kelembagaan dan dinamika kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi, diikuti dengan demonstrasi praktek, dan kemudian pendampingan masyarakat selama 40 hari. Kegiatan ini terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan peserta baik dari segi kognitif, afektif dan psikomorik dalam hal pengertian administrasi, jenis-jenis perangkat administrasi, ciri-ciri dan fungsi dinamika kelompok, komunikasi, kepemimipinan dan sinergi dalam kelompok, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hubungan di dalam suatu kelompok. Oleh karena itu upaya penguatan kelembagaan LPHD perlu terus digalakkan agar terwujud lembaga yang dinamis dengan anggota yang terlibat aktif, bertanggungjawab dan terampil dalam bekerjasama. Kegiatan pelatihan ini juga sangat efektif menjadi sarana belajar bersama bagi peningkatan kapasitas masyarakat dan mahasiwa. Kata kunci: hutan desa, LPHD, penguatan kelembagaan
Co-Authors Abdur Rahman Saleh Afrian Andrianto AGUS SETIAWAN Aldy Mega Syahputra Annisa Marchantia Pratiwi Aplita Fitri Ana Ari Yudha Prasetya Ari Yudha Prasetya Asihing Kustanti Askasifi Eka Cesario Askasifi Eka Cesario, Askasifi Bainah Sari Dewi Bhaskara, Dendi Restu Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Dadi Anesa Dadi Anesa Desrian Alfandi DESSY NATALIA Dessy Natalia Destia Novasari Duryat . Duryat Duryat Duryat Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Duryati Duryati Dwi Haryono Dwi Haryono Evi Juita K. Nababan Fadila Ayu Larasati Faisal Arafat Faisal Arafat Fembriarti Erry Prasmatiwi Ferli Hartati Ferli Hartati Ferli Hartati Firdasari . Firdasari Firdasari Firdasari Firdasari Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Helen Yuseva Ayu Helen Yuseva Ayu Hendra Prasetia Heryandi Heryandi Heryandi Heryandi Huda, Robithotul Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Iznita Mulya Hanum Kartika Tsani, Machya Kartika Kaskoyo, Hari Kaskoyo, Hari Kristin, Yuliana Lina Nur Aminah Lina Nur Aminah M, Andre H Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Manaf, Latifah Abd. Manurung, Andre Habinsaran Marlica Tri Asmi Marlica Tri Asmi Nanda Kurnia Sari Nanda Kurnia Sari Nindya Tria Puspita Novi Rosanti Nurpine Nadeak Nurpine Nadeak Otik Nawansih Pices Raini Dwi Putri Pices Raini Dwi Putri Puspasari, Eny Putra, Aji Mandala Putri, Tasya Nabila Rafin Olivi Rafin Olivi Rahmat Safe'i Rahmat Safe’i Ramadan, Gilang Ramadhan, Rahmat Syahrul Resti Widya Putri Resti Widya Putri Ria Indrian Ariftia Ria Indrian Ariftia Rian Betti Kusuma Rini Nurindarwati Riska Ersi Noviyanti Riska Ersi Noviyanti Rodiani, Rodiani Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rusdi Evizal S, Ade Irma Samsul Bakri Sanjaya, Purba Simarmata, Gita Bahana Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Surnayanti Surnayanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Tsabita Naqiyya Tsani, Machya Kartika Wahyu Hidayat Wanderi . Wanderi, Wanderi Wati, Mira Amelda Wulandari, Dita Yulia Rahma Fitriana