Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI UNTUK MENGEMBANGKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN SISWA SD BERSKALAN SURAKARTA Kusumawati, Eny; Nuruddin Priya Budi Santosa; Zandra Dwanita Widodo; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Norbertus Citra Irawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5992

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang sering muncul dalam kehidupan di masyarakat. Pertumbuhan populasi dan perkembangan industri telah menyebabkan peningkatan produksi sampah anorganik, seperti plastik, kaca, logam, dan lainnya. Kreasi dari daur ulang sampah plastik merupakan kerajinan yang bisa menjadi alternatif peluang usaha. Sampah plastik dapat dibuat kerajinan tangan seperti bross, tas belanja, dompet, lampu hias, tempat pensil, keranjang, dan lain lain. Jadi, tidak hanya menyelamatkan lingkungan, sebagai produk kreatif, kreasi sampah plastik mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. . Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kreatifitas serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa melalui pelatihan pemanfaatan barang bekas menjadi barang yang bernilai ekonomi. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini melalui dua tahapan yaitu, tahapan persiapan dan pelaksanaan yang disertai dengan sosialisasi, penyampaian materi, dan pelatihan kreasi. Hasil dari pelatihan pengabdianmasyarakat dengan menggunakan barang bekas ini membuat siswa memiliki keterampilan dalam mengolah sampah dengan cara yang baik dan efektif yang memiliki nilai lebih ekonomis. Pemanfaatan sampah anorganik memberikan perubahan sikap siswa sehingga mempunyai minat berwirausaha dan sadar akan bahayanya sampah dilingkungan mereka tinggal.
Entrepreneurship Training in Home-Scale Jamu Production to Support Land Intensification and Agroindustry Development Norbertus Citra Irawan; Dewi Rahmawati Intan Permatasari; Mahananto; Wahyu Hidayat; Adhisty Puri Damayanti; Ermareta Hanasya Rachman
Journal of Community Capacity Empowerment Vol 4 No 1 (2026): In Press February 2026
Publisher : Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jcce.v4i1.6309

Abstract

Entrepreneurship training in home-scale herbal drink (jamu) production is an effort to enhance students’ competencies in business diversification and downstream processing of spice-based products. This activity was motivated by the low level of students’ knowledge and skills in utilizing oil palm plantation land for additional commodities and their limited ability to process agricultural products into value-added goods. This community service activity aimed to improve students’ knowledge, motivation, and entrepreneurial interest through jamu production training. The activity was conducted using an interactive lecture method by inviting a jamu MSME entrepreneur as the resource person and involved 50 students of the oil palm education program. The evaluation was carried out using pre- and post-training questionnaires and participant observation. The results showed an average increase of 44% in participants’ understanding of spice crop potential, jamu production processes, business opportunities, and entrepreneurial interest. In addition, 84% of participants expressed interest in independently producing jamu and 78% were interested in developing a jamu business. The activity also increased participants’ awareness of optimizing land use and developing agro-industry-based businesses. These findings indicate that practitioner-based training is effective in improving students’ entrepreneurial capacity and has strong potential to support the development of new sustainable herbal-based enterprises.
Peran Penyuluh dalam Mengembangkan Korporasi Pertanian Terpadu Keluarga dan Mempromosikan Keberlanjutan Melalui Pendidikan, Pelatihan, Konsultasi, dan Bimbingan Norbertus Citra Irawan
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 1 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i1.2413

Abstract

Penelitian ini penting karena menggali pemahaman tentang peran penyuluh pertanian dalam mendukung keberhasilan usahatani terpadu berbasis keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan antara harapan dan kenyatan dari kinerja penyuluh terkait indikator pendidikan, pelatihan, konsultasi, dan bimbingan. Masalah keterbatasan persepsi responden tentang peran penyuluh menjadi fokus penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik, dasar dengan penentuan lokasi secara purposive, dan pemilihan sampel petani menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah responden 50 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Gap Analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan saat ini dari kinerja penyuluh pada beberapa aspek yang diteliti. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar penyuluh meningkatkan pendekatan partisipatif, penyampaian informasi yang lebih jelas, dan mengembangkan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan petani. Penelitian di masa depan dapat melibatkan pengumpulan data yang lebih luas dan lebih mendalam dan mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan program korporasi pertanian terpadu berbasis keluarga.
Pengaruh Pengetahuan Hijau dan Religiusitas Terhadap Eco-Inovasi Produk Berbahan Baku Etnobotani Lokal Norbertus Citra Irawan; Kurniawati Darmaningrum; Zandra Dwanita Widodo; Reza Ridho Putranto; Salma Alya Hanifah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i1.10127

Abstract

This study is driven by the significance of developing herbal medicine using local ethnobotanical ingredients, incorporating green knowledge and religiosity to influence the actions of individual production employees. It investigates the essential role of green knowledge and religiosity in the eco-innovation of herbal medicine from local ethnobotanical sources. Focusing on Solo Raya's herbal medicine agroindustry, the research aims to explore the interplay between green knowledge, religiosity, and product eco-innovation, particularly from the perspective of production employees. Employing a case study and explanatory approach, 100 randomly selected production employees participated, and data were analyzed using structural equation model-partial least squares (SEM-PLS). Results indicate that green knowledge and religiosity significantly contribute to promoting eco-innovation. Green knowledge facilitates the creation of environmentally friendly products with local ethnobotanical materials, while religiosity offers ethical support for sustainable innovation practices. The study underscores the pivotal role of production employees in balancing environmental sustainability and religious values, emphasizing the crucial link between these aspects for advancing eco-innovation in the herbal medicine industry. This research enriches our understanding of eco-innovation dynamics in the agro-industrial sector by embracing green values and religiosity.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal Berbasis Manajemen Talenta Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Literasi Keuangan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Pertanian Singkong Bagi Ibu-Ibu PKK Desa Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Atik Lusia; Retnoning Ambarwati; Muhammad Faiz Hardiansyah; Syahriar Abdullah; Eny Kusumawati9
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8565

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan keterampilan manajerial ibu-ibu PKK di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, dalam mengelola hasil pertanian singkong sebagai komoditas unggulan daerah. Potensi lahan pertanian yang luas dan produktivitas singkong yang cukup tinggi belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan masyarakat dalam mengolah, mengemas, mencatat, dan memasarkan produk secara berkelanjutan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan desa melalui penguatan literasi keuangan, manajemen usaha produktif, inovasi produk pangan berbasis singkong, serta pengembangan strategi pemasaran sederhana berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, pelatihan dan pendampingan berbasis praktik langsung, serta evaluasi partisipatif bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun pencatatan keuangan sederhana, mengelola usaha produktif, mengembangkan produk olahan singkong, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Inovasi produk berupa donat singkong, getuk, keripik singkong menjadi bentuk diversifikasi pangan lokal yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal, kemandirian ekonomi perempuan, dan pemanfaatan potensi desa secara produktif. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa integrasi manajemen talenta inklusif, literasi keuangan, dan ketahanan pangan mampu memperkuat kemandirian ekonomi perempuan perdesaan serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan replikatif bagi wilayah agraris lain di Indonesia.  
Pemberdayaan Talenta Inklusif Masyarakat Desa Kepatihan Melalui Edukasi Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata dan Sport Tourism Desa Hijau Nuruddin Priya Budi Santosa; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Teguh Santosa; Agus Supriyoko; Fatkhul Imron; Retnoning Ambarwati; Eny Kusumawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8569

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi limbah pertanian di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yang belum dikelola secara optimal dan masih menimbulkan persoalan lingkungan. Di sisi lain, desa ini memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan sport tourism berbasis desa hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kapasitas awal masyarakat dalam memahami pengelolaan limbah pertanian yang bernilai ekonomi, (2) memperkuat talenta inklusif dalam kewirausahaan hijau, dan (3) menumbuhkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi desa berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang melibatkan 15 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok tani, karang taruna, perangkat desa, dan perempuan tani. Data yang dikumpulkan meliputi hasil diskusi kelompok, catatan lapangan fasilitator, lembar identifikasi kebutuhan, dokumentasi kegiatan, serta rumusan rencana tindak lanjut peserta. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan tabulasi frekuensi sederhana dari temuan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 70% pelaku UMKM belum memiliki pencatatan keuangan yang terstruktur dan lebih dari 60% limbah pertanian belum dimanfaatkan secara produktif. Setelah kegiatan, masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas awal yang terlihat dari meningkatnya pemahaman tentang potensi ekonomi limbah pertanian, pentingnya pencatatan keuangan digital sederhana, dan kemampuan menyusun rencana aksi kolektif. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kelompok kerja tematik pada bidang eco-product, eco-tourism, dan green finance sebagai bentuk penguatan talenta inklusif dan kolaborasi desa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inklusif efektif sebagai langkah awal untuk memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kesadaran ekologis, dan membangun fondasi sosial-ekonomi bagi pengembangan agrowisata serta sport tourism berkelanjutan di Desa Kepatihan.
Knowledge Sharing-Based HR Capability Development to Achieve Sustainable Development Goals Raniasari Bimanti Esthi; Indra Setiawan; Norbertus Citra Irawan
DEAL: International Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 01 (2023): October 2023
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/deal.v1i01.2682

Abstract

This research reveals the challenges human resource (HR) capabilities face in achieving Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia. In particular, the issues of inadequate skills, employment opportunities, and investment are highlighted. This research focuses on the relationship between Human Resource Capability (HRC), Green Knowledge Sharing (GKS), and the achievement of SDGs goals 8 (Decent Work and Economic Growth) and 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). By adopting a case study method involving respondents from all over Indonesia, this research found that increasing HRC can encourage GKS, which supports the achievement of the two SDGs goals. This research suggests providing education and training that focuses more on environmental and sustainability issues to improve HR qualifications. In addition, the policy implies the importance of investing in improving human resource capabilities and promoting green knowledge-sharing practices. This research provides in-depth insight into how these factors are interrelated and contribute to global efforts to achieve sustainable development, with potential practical implications for designing more effective HR policies and management to support the SDGs in the future.
The Influence Of Perceived Benefits, Ease Of Use, And Farmer Trust On Agricultural Electrification Agus susilo; Suswadi; Norbertus Citra Irawan
Journal of Rural and Urban Community Studies Vol 4 No 1 (2026): February
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tunas Pembangunan University, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jrucs.v4i1.6373

Abstract

This research is motivated by the high dependence of rice farmers in Boyolali Regency on diesel-fueled water pumps, which causes high operational costs and production instability due to fluctuations in fuel prices. Agricultural electrification through the use of electric pumps is a more efficient and sustainable alternative, but its adoption rate is still relatively low. This study aims to analyze the influence of Perceived Benefits, Ease of Use, and Farmer Trust on the Adoption of Agricultural Electrification. The study used a quantitative approach with a descriptive-analytical method. The study population was all rice farmers who had used or had access to electric pumps in Giriroto Village, Ngemplak District, and Babadan Village, Sambi District, Boyolali Regency. The study was conducted from December 2025 to January 2026. Primary data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The results showed that Perceived Benefits and Ease of Use had a positive and significant effect on the Adoption of Agricultural Electrification, while Farmer Trust had no significant effect. An R² value of 0.770 (77%) indicates that the model has strong explanatory power. This finding indicates that adoption decisions are more influenced by tangible benefits and ease of use than by trust. The implications of this research emphasize the importance of strengthening the dissemination of benefits and improving the ease of operation of the technology to accelerate agricultural electrification.
Persepsi Petani Padi Terhadap Pupuk Organik Berbasis Serasah di Kabupaten Karanganyar: Persepsi Petani Padi Terhadap Pupuk Organik Berbasis Serasah di Kabupaten Karanganyar Wahyu Widayat; Norbertus Citra Irawan; Adhisty Puri Damayanti; Dewi Rahmawati Intan Permatasari; Teguh Supriyadi; Haryuni; Agung Prasetyo; Mahananto; Suswadi
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : JURNAL ILMIAH AGRINECA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v26i2.7055

Abstract

This study aims to analyze rice farmers' perceptions of Komsah, a litter-based organic fertilizer, in Karanganyar Regency, Indonesia. A quantitative descriptive method was employed, with a sample of 42 rice farmers selected through purposive sampling. Data were collected through interviews using structured questionnaires and analyzed using a Likert scale (1–5) based on Rogers' five innovation attributes: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. The data were analyzed descriptively, and validity and reliability tests were conducted. The results indicate that farmers' perceptions of Komsah organic fertilizer remain generally in the undecided category across most dimensions. Farmers acknowledged that Komsah offers technical benefits, is compatible with rice farming practices, is easily accessible for trial, and provides positive environmental impacts. However, they remain doubtful about its economic advantages, its compatibility with the habitual use of chemical fertilizers, and its efficiency in terms of cost, labor, and time application. The observability dimension received the highest rating, as the environmental benefits and knowledge enhancement were more readily perceived compared to economic benefits, which have yet to be clearly demonstrated. The findings imply that although farmers recognize the technical and environmental benefits of Komsah, economic considerations and uncertainty regarding profitability remain significant barriers to its adoption. Therefore, dissemination strategies should emphasize cost-benefit analysis, field demonstrations, and gradual integration with conventional fertilizers to strengthen farmers' confidence and accelerate adoption.
Organic Rice Supply Management In The Pangudi Bogo Farmers Group In Dlingo Village, Mojosongo, Boyolali suyanti; suswadi; Norbertus citra irawan
Journal of Rural and Urban Community Studies Vol 4 No 2 (2026): August
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tunas Pembangunan University, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jrucs.v4i2.7081

Abstract

Unstructured inventory management leads to stockpiling, high storage costs, and the risk of product damage due to excessive storage time. This study aims to analyze organic rice inventory control in the Pangudi Bogo Farmers Group, Dlingo Village, Mojosongo District, Boyolali Regency, using the Economic Order Quantity (EOQ) method. This study employed a descriptive method with a quantitative approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation in the Pangudi Bogo Farmers Group's granary section. Data analysis was conducted using the Economic Order Quantity (EOQ) method, supplemented by calculations of Safety Stock, Reorder Point (ROP), Maximum Inventory, and Total Inventory Cost (TIC) based on demand and inventory data for the period August 2024–July 2025. The results showed that the EOQ calculation for each type of organic rice resulted in an optimal order quantity of 4,097 kg for red rice, 3,054 kg for black rice, and 3,161 kg for brown rice, with order frequencies of 9, 8, and 6 times respectively during the study period. The safety stock values obtained were 136 kg, 91 kg, and 76 kg, while the reorder points were 635.67 kg, 424.12 kg, and 353.62 kg, and the maximum inventory levels were 4,233 kg, 3,145 kg, and 3,237 kg for the three product types. The total inventory cost (TIC) using the EOQ method per product type was Rp16,069,464 per period, which was more efficient than the current system, which resulted in inventory accumulation of up to 70,840 kg and product damage of 1,800 kg during the study period. Keywords: Inventory Management, Organic Rice, Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point.
Co-Authors Adhisty Puri Damayanti Adhisty Puri Damayanti Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agus Budiyono Agus Supriyoko Agus susilo Agustina Tri Suryaningsih Agustina Tri Suryaningsih ANDIKA Any Suryantini Aprilia Yuanita Anwaristi Arbianti Ardhanesdian Rizqi Setyadi Atik Lusia Aulia Juvitasari, Deana Azhar Aditya Rahman Budi Santosa , Nuruddin Priya Damayanti, Adhisty Puri Daryanti David Bagas Riyanto Dewi Rahmawati Intan Permatasari Dewi Rahmawati Intan Permatasari Dwanita Widodo, Zandra Endang Suprapti Endang Suprapti Eny Kusumawati Eny Kusumawati Eny Kusumawati9 Ermareta Hanasya Rachman Fadhil, Abyan Fatkhul Imron Hanifah, Salma Alya HARTOYO, EKO Haryadi, Rahmat Catur Haryuni Haryuni Haryuni Haryuni Indra Setiawan Irene Kartika Eka Wijayanti Irham, Irham Jalu Ariowibowo Jangkung Handoyo Mulyo Jayawarsa, A.A. Ketut Kurniawati Darmaningrum Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusuma, Havit Aryan Mahananto Muhammad Faiz Hardiansyah Muqqorobin, Bagus Mustika Ali Mustaqim Mutiarra Ridyo Arum Nadian Nur Aulia Nadian Nur Aulia Natalia Deswita Fitriyani Nuruddin Priya Budi Santosa Nuruddin Priya Budi Santosa Oki, Nurahman Permana, Ilham Aji Pratama, Ilham Gusni Putranto, Reza Ridho R Soelistijono Rakasiwi, Alifah Addin Raniasari Bimanti Esthi Retnoning Ambarwati Reza Ridho Putranto Sakti, Achmad Tunjung Prabowo Salma Alya Hanifah Sapto Priyadi Saputri, Diana Sari, Erlina Novita Susilaningtyas Budiana Kurniawati Susilaningtyas Budiana Kurniawati Suswadi Suswadi Suyanti Syahriar Abdullah Tamalia Azzahra Wahyuningtyas Teguh Santosa Teguh Supriyadi Teguh Supriyadi Tyas Soemarah K.D Tyas Soemarah Kurnia Dewi Tyas SOEMARAH KURNIA DEWI Utami, Rosita Tri Vynysha Maretha Enjellhyna Slamet Riyadi Wahyu Hidayat Wahyu Widayat Wahyuni, Nurul Sri Wibowo, Damar Aji Susilo Wiyono Yuniastuti, Faustina Zainal Mustofa Zandra Dwanita Widodo Zandra Dwanita Widodo