p-Index From 2021 - 2026
12.378
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU USHULUDDIN Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Religi: Jurnal Studi Agama-agama Holistik: Journal For Islamic Social Sciences Jurnal Orasi Jurnal Tamaddun Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Jurnal Abadimas Adi Buana Jurnal Budaya Nusantara TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman FIKRAH Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Living Islam: Journal of Islamic Discourses Jurnal Ilmu Dakwah Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Potret Pemikiran Dialog Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Filsafat Indonesia ADDIN Sophist Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Al-Adyan: Journal of Religious Studies Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi An-Nawa : Jurnal Studi Islam Jurnal Studi Hadis Nusantara Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Media: Jurnal Filsafat dan Teologi TASAMUH: Jurnal Studi Islam Berajah Journal Jurnal Pemikiran Islam (JPI) El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM KEPRI) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Anifa Studi Gender dan Anak Solidaritas: Jurnal Pengabdian Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Jurnal Studi Pesantren Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdi Makarti Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Sanjiwani: Jurnal Filsafat Fleksibel: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Jurnal Ilmiah Falsafah Makkareso : Riset Pengabdian Masyarakat Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Al-khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Ar Rosyad : Jurnal Keislaman dan sosial humaniora El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat EDUKASI EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Pengabdian Cendekia Jurnal Ushuluddin Al-madinah: Journal of Islamic Civilization Jurnal Sosial Politik Humaniora Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Religion and Social Transformation Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Edueksos: Journal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI MODERASI ISLAM PERSPEKTIF WAHBAH AL-ZUHAYLI DALAM TAFSIR AL-MUNIR Theguh Saumantri
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 10, No.1 (2022): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v10i1.10032

Abstract

Al-Qur'an as a guide for man has a function for all human beings, both in human relationship with God, man with man and man with nature. Al-Qur'an describes the life of society, which in social life must have complex problems. Therefore, Al-Qur'an always requires humans to think about finding solutions to all problems including problems related to social relations. One of the discussions about social relations in society is moderation. Tafsir Al-Munir has an interpretation that has a fiqh pattern, but besides that, this interpretation is also classified as an interpretation with a literary and culture community (al-adab al-ijtima’i), a pattern that discusses the polemics of social life where the answers and solutions are contained in the verses of Al-Qur’an.This study used two methods. In terms of literature studies, research uses literature research methods (library research). Meanwhile, in terms of interpretation, this study uses thematic interpretation method. The results of the study obtained from this study explain that Wahbah al-Zuhayli one of the great scholars in the field of tafsir gave his view that moderation is a belief, attitude, behavior of order, muamalah and balanced morality. Islam is a moderate religion, not excessive in everything, not excessive in terms of religion, not extreme beliefs and not extreme behavior, not arrogant and always meek to others.Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia memiliki fungsi bagi seluruh manusia, baik dalam hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam raya. Al-Qur’an juga menjelaskan tentang kehidupan bermasyarakat, yang mana dalam kehidupan sosial pastilah mempunyai problem yang kompleks. Oleh  karena itu Al-Qur’an selalu menuntut manusia untuk berpikir mencari solusi dari segala masalah termasuk masalah yang menyangkut hubungan bersosial. Salah satu pembahasan tentang hubungan sosial dalam bermasyarakat yaitu moderasi. Tafsir Al-Munir memiliki tafsir yang bercorak fiqih, tapi selain itu tafsir ini juga tergolong tafsir yang bercorak sastra dan budaya kemasyarakatan (al-adab al-ijtima’i), corak yang membahas tentang polemik-polemik kehidupan bersosial yang mana jawaban dan solusinya terdapat dalam ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan dua metode. Dari segi kajian literature, penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Sedangkan dari segi penafsiran, penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik. Hasil penelitian yang didapat dari kajian ini menjelaskan bahwa Wahbah al-Zuhayli salah satu ulama tokoh ulama besar dalam bidang tafsir memberikan pandangannya bahwa moderasi merupakan keyakinan, sikap, perilaku tatanan, muamalah serta moralitas yang seimbang. Islam adalah agama yang moderat, tidak berlebihan dalam segala hal, tidak berlebihan dalam hal agama, tidak ekstrim keyakinan dan tidak ekstrim perilaku, tidak angkuh dan selalu lemah lembut kepada sesama.
HUKUM DAN PERUBAHAN SOSIAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Jefik Zulfikar Hafizd; Theguh Saumantri
Mahkamah : Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/mahkamah.v7i2.11185

Abstract

Pandemi COV1D-1 9 membawa berbagai tantangan dan probematika sosial di tengah pandemi tidak hanya berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga di bidang hukum. Pandemi adalah perubahan sosial yang mempengaruhi kondisi hukum di masyarakat. Di satu sisi, dalam konteks perubahan sosial (social change), bidang hukum dan perubahan sosial saling mempengaruhi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), yang memiliki tujuan yakni menelusuri dan menelaah suatu data atau informasi mengenai bahasan penelitian dan pengolahan data dilakukan dengan metode deskriptif analisis untuk mendapatkan suatu gambaran terperinci dari objek pembahasan. Dari penelitian didapat kesimpulan bahwa terdapat pengaruh perubahan sosial terhadap perubahan hukum, sebaliknya perubahan hukum juga berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. Hubungan antara perubahan sosial dan sektor hukum tersebut merupakan hubungan interaksi. Dalam kondisi inilah peran hukum sebagai sarana perubahan sosial penting untuk dioptimalkan.
Kiai Masykur’s teaching of Sambelun (1860-1960) as a model of sufistic da’wah Hajam Hajam; Theguh Saumantri; Gumilar Irfanullah; Indah Dwi Nurhidayah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13606

Abstract

Purpose - literature of Sufism in the archipelago showed that  Islamic doctrines that have been preached in society have been dialectic with local developments and culture. This assumes an unique yet effective form of da’wah.  The purpose of this study is to explain the core teachings of Sambelun as a model of da’wah used by Kiai Masykur to spead Islamic teachings and doctrines among his surroundings.Method - This paper is  based on library research related to the points of Sambelun's teachings. In dissecting and uncovering Sambelun's teachings, three stages of data collection techniques are used, namely the orientation stage, the data collection stage and data analysis.Result - Sambelun teachings presuppose a human journey that must be forged and trained strictly and continuously with mujahadah and riyadhah in order to obtain the status of insan kamil  (perfect/universal man).Implication - Sambelun teachings are  combination of Sufism and local culture which made a distingtion of Javanese Islam, including in Cirebon. Sambelun introduces the essence of man which is the ultimate goal for every salik of God’s path.Originality - This research is a study of local Sufism in Cirebon by exploring the core of the character's thinking. Furthermore, this study aims to take a deeper look at the role of da’wah of  kiai masykur in speading Islam among his surroundings.  ***Tujuan - literatur tasawuf di nusantara menunjukkan bahwa ajaran Islam yang diwartakan di masyarakat telah berdialektika dengan perkembangan dan kebudayaan setempat. Ini mengasumsikan bentuk da’wah yang unik namun efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan inti ajaran Sambelun sebagai model da’wah yang digunakan Kiai Masykur untuk menyebarkan ajaran dan doktrin Islam di lingkungannya.Metode - Tulisan ini berdasarkan studi kepustakaan terkait dengan pokok-pokok ajaran Sambelun. Dalam membedah dan mengungkap ajaran Sambelun digunakan tiga tahapan teknik pengumpulan data yaitu tahap orientasi, tahap pengumpulan data dan analisis data.Hasil - Ajaran Sambelun mengandaikan perjalanan manusia yang harus ditempa dan dilatih secara ketat dan berkesinambungan dengan mujahadah dan riyadhah untuk memperoleh status insan kamil (manusia sempurna/universal).Implikasi - Ajaran Sambelun merupakan perpaduan tasawuf dan budaya lokal yang menjadi pembeda Islam Jawa, termasuk di Cirebon. Sambelun memperkenalkan hakikat manusia yang merupakan tujuan akhir dari setiap salik jalan Tuhan.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan kajian tasawuf lokal di Cirebon dengan menggali inti pemikiran tokoh. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam peran da’wah kiai masykur dalam da’wah Islam di lingkungannya.
Meretas Ketegangan Relasi Agama dan Negara di Indonesia dalam Perspektif Nurcholish Madjid Hajam Hajam; Theguh Saumantri
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 16 No 2 (2022): Volume 16 No 02 Juli-Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v16i2.3064

Abstract

subyek penting, meski telah diperdebatkan oleh banyak pemikir Islam sejak hampir seabad lalu hingga sekarang ini. Dalam konteks politik seperti halnya negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam misalnya Turki, Palestina, dan Libiya, begitupun Indonesia mengalami kesulitan serius, bagaimana membangun hubungan politik antar agama (Islam) dengan negara. Oleh karena Nurcholish Madjid intelektual muslim indonesia yang sering disapa cak nur menanggapi persoalan-perseolan tersebut dengan merumuskan pemikiran-pemikirannya dalam menjawab persoalan politik islam yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini mengkaji tentang pemikiran tokoh besar Indonesia, yang melakukan penelusuran atas data-data yang berbentuk konsep-konsep dan terformulasikan dalam berbagai tulisan. Oleh karena itu penelitian ini sepenuhnya merupakan Library Research (kajian pustaka) penelaahan buku-buku dan tulisan-tulisan yang ada kaitannya dengan pemikiran keislaman dan keindonesiaan Nurcholish Madjid. Kesimpulan dalam penilitian ini menjelaskan bahwa Nurcholish Madjid mencoba menetralisasi ketegangan hubungan Islam dan negara dengan menyerukan deislamisasi dan program sekularisasi serta desakralisasi. Menurut Nurcholish Madjid sekularisasi pada hakikatnya adalah rasionalisasi dan desakralisasi. Sebab substansi sekularisasi adalah memecahkan dan memahami masalah-masalah duniawi dengan menyerahkan kecerdasan antara rasio
PANDEMI COVID-19 DALAM TINJAUAN FILSAFAT MICHEL FOUCAULT Theguh Saumantri
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v6i2.766

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah menguraikan dampak terjadinya fenomena pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam tinjauan filsafat michel foucault.Adanya wabah penyakit Corona Virus (Covid-19) membuat segala aspek kehidupan terhenti. Hal ini dibuktikan dengan diberlakukannya sistem isolasi diri yang diperintahkan oleh pemerintah Indonesia. Selain itu, Banyak rencana yang terhenti dan salah satunya adalah rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Dalam analisis Michel Foucault, Hal ini dibuktikan dengan diberlakukannya sistem isolasi diri yang diperintahkan oleh pemerintah Indonesia. Dalam analisis Michel Foucault, dijelaskan tentang adanya relasi kekuasaan. Metodologi dalam peneltian ini menggunakan metode deskiptif kualitatif yang merupakan upaya untuk mendiskipsikan dan menganalisis sebuah gejala fenomena yang ada. Sehubungan dengan analisis Foucault tersebut, terdapat kesimpulan yaitu kita dapat melihat adanya arogansi pemerintah terhadap proyek pemindahan ibu kota. Hal ini diperkuat dengan adanya teori dari Sigmund Freud tentang ego dan super ego. Artinya pemerintah berusaha untuk meninggalkan legacy atau warisan dan bertujuan agar  namanya selalu diingat oleh publik. Namun adanya pandemi covid-19, pada akhirnya membatalkan arogansi pemerintah tersebut.
MERETAS KETEGANGAN RELASI AGAMA DAN NEGARA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF NURCHOLISH MADJID Hajam Hajam; Theguh Saumantri
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v3i2.534

Abstract

Persoalan hubungan agama (Islam) dan negara di masa modern ini merupakan salah satu subjek penting, meski telah diperdebatkan oleh banyak pemikir Islam sejak hampir seabad lalu. Dalam konteks politik di Indonesia, seperti halnya negara-negara lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Turki, Palestina, dan Libiya, mengalami kesulitan serius, terutama berkaitan dengan membangun hubungan politik antar agama (Islam) dengan negara. Oleh karenanya, Nurcholish Madjid seorang intelektual muslim Indonesia yang sering disapa Cak Nur merumuskan pemikiran-pemikirannya dalam menjawab persoalan politik Islam yang terjadi di Indonesia. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan analisis gagasan maupun konsep tentang relasi agama dan negara di Indonesia berdasarkan pemikiran Nurcholish Madjid. Penelitian ini merupakan studi pustaka (library research) yang sepenuhnya bersumber pada buku maupun tulisan yang berkaitan dengan pemikiran keislaman dan keindonesiaan Nurcholish Madjid. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Nurcholish Madjid mencoba menetralisasi ketegangan hubungan Islam dan negara dengan menyerukan deislamisasi dan program sekularisasi serta desakralisasi. Menurut Nurcholish Madjid sekularisasi pada hakikatnya adalah rasionalisasi dan desakralisasi. Sebab substansi sekularisasi adalah memecahkan dan memahami masalah-masalah duniawi dengan menyerahkan kecerdasan antara rasio.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BERBASIS MODERASI BERAGAMA PADA KOMUNITAS ZAWIYAH SIRR EL-SA’ADAH SIDAMULYA CIREBON Theguh Saumantri; Aah Syafaah
ABDI MAKARTI Vol 2, No 1 (2023): ABDI MAKARTI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi AMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/abdimakarti.v2i1.396

Abstract

The purpose of this service is to provide an understanding of the importance of the attitude and practice of religious moderation in this pluralistic world. In this community service activity, it is carried out at Jam'iyyah Zawiyah Dar el-Sa'adah, which is a non-formal Islamic educational institution in the form of a community of regular recitation congregations. Activities at dedication to the community at Jam'iyyah Zawiyah Dar el-Sa'adah are carried out to form a more moderate understanding. In this community service, the participatory action research methodology is used as a strategy to achieve the goals of the service. The implementation steps used for community service are filling out lectures and presentations as references, followed by discussion. The conclusion of this activity is to shape the attitude and practice of religious moderation towards the Jam'iyyah Zawiyah Dar el-Sa'adah community in the life of the nation and state and to create harmony in social relations in various aspects of life. 
Hyper Religiusitas di Era Digital: Analisis Paradigma Postmodernisme Jean Baudrillard Terhadap Fenomena Keberagamaan di Media Sosial Theguh Saumantri
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 20 No 1 (2023): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v20i1.646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena hyper religiusitas yang terjadi dalam era digital di Indonesia dengan menggunakan paradigma postmodernisme Jean Baudrillard. Hyper religiusitas di era digital dapat dijelaskan dengan konsep simulasi dan tanda yang dikemukakan oleh Baudrillard. Fenomena ini dapat dilihat melalui praktik keagamaan yang tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Paradigma postmodernisme Baudrillard juga dapat digunakan untuk menjelaskan perubahan identitas dalam era modern dan pasca-modern, serta dampak media dalam memahami dan mempraktikkan agama. Selain itu, artikel ini membahas dampak masyarakat konsumeris terhadap simbol agama dan konsumsi sebagai cara masyarakat konsumeris memandang agama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan filosofis, yaitu dengan melakukan analisis terhadap konsep-konsep simulasi dan tanda dalam pandangan Baudrillard. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena hyper religiusitas yang terjadi di era digital dapat dipahami melalui konsep simulasi dan tanda, di mana agama dan simbol-simbol keagamaan dijadikan konsumsi dalam masyarakat konsumeris. Hal ini dapat berdampak pada perubahan praktik keagamaan yang sebelumnya didasarkan pada nilai-nilai keagamaan menjadi didasarkan pada nilai-nilai konsumsi.
Urgensi Metodologi Studi Islam Interdisipliner Untuk Moderasi Islam Theguh Saumantri; Hajam Hajam
Indonesia Vol 5 No 1 (2023): An-Nawa: Jurnal Studi Islam
Publisher : Rumah Jurnal Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37758/annawa.v4i1.579

Abstract

In the era of globalization and technological advancements, Islam as a world religion faces complex challenges in maintaining teachings that align with the progress of time. To overcome these challenges, a holistic and inclusive approach to understanding and practicing Islam is needed. Interdisciplinary Islamic studies have become an increasingly important topic in the current global context. This is due to the complexity of religious, social, and political issues faced by Muslim communities worldwide. The aim of this research is to uncover the urgency of using interdisciplinary methodologies to promote moderation in the interpretation of religious understanding. Religious moderation refers to a balanced approach between steadfastness in religious principles and flexibility in social contexts. This concept encourages Muslims to understand and practice their religion in an inclusive, tolerant, and adaptable manner to changing times. This research is a qualitative descriptive study conducted using the method of literature review or literary study. The data collection method employed in this research involves reviewing relevant literature from various sources related to the research topic. The selected data is then analyzed using content analysis method. The study concludes that Islamic teachings contain multidimensional aspects, necessitating an interdisciplinary perspective to avoid narrow and exclusive understandings, thus creating a moderate approach to religious practice. This allows us to understand the complexity of Islam and its context in a more holistic and comprehensive manner.
Peran Pesantren Tarekat Roudhoh Al-Hikam dalam Mengembangkan Tradisi Intelektual Islam dan Moderasi Beragama di Indonesia Taufik Hidayatulloh; Hijrah Saputra; Theguh Saumantri
Jurnal Dialog Vol 46 No 1 (2023): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v46i1.702

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap peranan dan konsistensi Pesantren Tarekat terhadap pengembangan tradisi intelektual Islam dan moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini sekaligus menjawab dua problem besar umat Islam yang saat ini terjadi yakni surutnya tradisi intelektual dan mengikisnya kesadaran moderasi beragama, di mana dua hal tersebut telah lama terbangun. Penelitian ini menggunakan analisis Teori Manajemen Teror dengan studi kasus Pesantren Tarekat bernama Roudhoh Al-Hikam, yang berlokasi di Cibinong, Kabupaten Bogor. Penelitian ini mengambil dua sumber data, yaitu data primer yang diperoleh dari hasil observasi lapangan dan wawancara, dan data sekunder yang diperoleh dari buku dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Pesantren Tarekat konsisten menghidupkan tradisi intelektual Islam khas Indonesia yakni melaksanakan dan mengembangkan kurikulum pendidikan Islam berbasis mazhab Syafi’i dan berteologi Asy’ari-Maturidi, yang bersumber dari kitab kuning. Kedua, kyai atau mursyid berperan besar terhadap keberhasilan pendidikan di pesantren sekaligus membangun sikap moderasi beragama. Ketiga, Pesantren Tarekat berperan atas munculnya pesantren atau lembaga pendidikan baru yang didirikan dan dikembangkan oleh para alumninya. Keempat, Pesantren Tarekat berperan dalam wacana moderasi beragama karena konsisten mengajarkan nilai-nilai etika Islam yang menjaga dan membentengi para santri dari pemahaman agama yang menyimpang. AbstractThis research aims to uncover the role and consistency of the Tarekat Islamic Boarding School in the development of Islamic intellectual tradition and religious moderation in Indonesia. This research simultaneously answers two major problems faced by the Muslim community today, namely the decline of intellectual tradition and the erosion of awareness of religious moderation, both of which have long been established. This research utilizes Terror Management Theory analysis with a case study of the Tarekat Islamic Boarding School, named Roudhoh Al-Hikam, located in Cibinong, Bogor Regency. The study collects data from two sources, namely primary data obtained from field observations and interviews and secondary data obtained from books and journals. The results of the study show that, firstly, the Tarekat Islamic Boarding School consistently promotes the distinctive Islamic intellectual tradition in Indonesia, namely by implementing and developing an Islamic education curriculum based on the Shafi'i school of thought and Asy'ari-Maturidi theology, sourced from the yellow book. Secondly, the kyai or mursyid plays a significant role in the success of education in Islamic Boarding School while also cultivating a mindset of religious moderation. Thirdly, the Tarekat Islamic Boarding School contributes to the emergence of new Islamic Boarding School, or educational institutions, established and developed by its alumni. Fourthly, the Tarekat Islamic Boarding School plays a role in the discourse of religious moderation by consistently teaching Islamic ethical values that safeguard and protect students from deviant religious understandings.