Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Tukar Nelayan Usaha Pancing Tonda di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Zebua, Angel S.G.; Durand, Swenekhe S.; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57423

Abstract

Abstract The objectives of the study are: 1) to describe the profile of fishermen in the trolling fishing business and 2) to determine the Fishermen's Exchange Rate from the trolling fishing business in Jiko Village, Motongkad District. This research was conducted in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency in November 2023 until the report was completed. The basic method used in this study is the survey method. The survey research method is a method where data collection can use questionnaires and interviews obtained from data in the form of people, which from this data will be able to represent a certain population according to the interests of the study. The population in this study were all fishermen who were married in Jiko Village totaling 10 people. Data collection was carried out by census, namely research that takes data as a whole from a population. The data obtained in this study will be analyzed using qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Qualitative descriptive analysis is a method of analyzing or processing data by systematically arranging it in the form of sentences/words, categories regarding a subject. Quantitative descriptive analysis is a method of data processing carried out by systematically compiling in the form of numbers or percentages, regarding an object being studied, so that general conclusions are obtained. The calculation of NTN is carried out using the formula NTN = Yt / Et. Based on the results and discussion of this study, it can be concluded: 1) the total income of fishermen's businesses with trolling fishing gear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, with an NTN of 1.34, while fishermen's income can cover the costs of fishermen's businesses with trolling fishing gear with an NTN of 3.85; and 2) observations and calculations in October and November 2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100. Keywords: fishermen; trolling fishing; income; NTN Abstrak Tujuan penelitian yaitu : 1) menggambarkan profil nelayan pada usaha pancing tonda dan 2) menentukan Nilai Tukar Nelayan dari usaha pancing tonda yang ada di Desa Jiko Kecamatan Motongkad. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jiko, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur pada bulan November 2023 sampai pada selesai penyusunan laporan. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Metode penelitian survei adalah suatu metode dimana dalam pengumpulan datanya bisa menggunakan kuesioner dan wawancara yang didapat dari data berupa orang, yang mana dari data tersebut akan dapat mewakili suatu populasi tertentu sesuai dengan kepentingan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua nelayan yang sudah berkeluarga di Desa Jiko berjumlah 10 orang. Pengambilan data dilakukan secara sensus yaitu penelitian yang mengambil data secara keseluruhan dari suatu populasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis depkriptif kualitatif yaitu suatu cara analisis atau pengolahan data dengan jalan menyusun secara sistematis dalam bentuk kalimat/kata-kata, kategori-kategori mengenai suatu subjek. Analisis deskriptif kuantitatif adalah suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun secara sistematis dalam bentuk angka-angka atau persentase, mengenai suatu objek yang diteliti, sehingga diperoleh kesimpulan umum. Perhitungan NTN dilakukan dengan rumus NTN = Yt/Et. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan : 1) pendapatan total usaha nelayan dengan alat tangkap tonda dapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dengan NTN sebesar 1,34, sedangkan pendapatan nelayan dapat menutupi biaya usaha nelayan dengan alat tangkap tonda dengan NTN sebesar 3,85; dan 2) pengamatan dan perhitungan pada bulan Oktober dan November 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100. Kata kunci: nelayan; pancing tonda; pendapatan; NTN
Analisis Finansial Usaha Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Mangaluk, Anastasya S.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57424

Abstract

Abstrak Perikanan dan Kelautan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang menunjang peningkatan ekonomi Nasional. Sumberdaya perikanan yang sangat melimpah merupakan keuntungan yang dimiliki negara sehingga perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan. Upaya tersebut melibatkan banyak pihak yang selanjutnya terlibat dalam pembangunan perikanan Nasional. Alat tangkap yang tepat digunakan nelayan adalah alat tangkap yang dianggap berhasil memberikan kemampuan kerja yang baik ketika dioperasikan sehingga dapat mendukung pemenuhan keberlanjutan perikanan. Soma pajeko (purse seine) dalam bahasa daerah di Sulawesi Utara yaitu salah satu alat tangkap yang aktif dan sering digunakan masyarakat tradisional yang tinggal di pesisir pantai, jenis ikan yang di tangkap sangat bervariasi seperti ikan kembung (rastrelliger), tongkol (euthynnus affinis), cakalang (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) dan lain sebagainya. Soma pajeko biasa dioperasikan di berbagai daerah perairan laut Indonesia, selain itu soma pajeko juga adalah nama lokal dari daerah Sulawesi utara, Gorontalo, Maluku Utara dan sekitarnya. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Likupang Kampung Ambong yang akan dianalisis adalah Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Rentabilitas, dan Break even point. Hasil penelitian menyatakan bahwa Operating profit sebesar Rp. 1.402.800.000, Net profit sebesar Rp. 1.278.577.500, Profit rate 2,31% artinya usaha yang dijalankan cukup menguntungkan. Nilai Benefit cost ratio 3,31 yang artinya usaha ini layak untuk dijalankan karena nilai BCR >1. Nilai dari rentabilitas 99,72%, dan nilai penjualan BEP adalah Rp.47.591.616. Kata Kunci : Analisis Finansial, Soma Pajeko, Desa Likupang   Abstract Fisheries and Maritime Affairs in Indonesia is one of the sectors that supports the improvement of the national economy. The abundance of fishery resources is an advantage that the country has, so efforts need to be made to utilize fishery resources. This effort involves many parties who are then involved in fisheries development National. The appropriate fishing gear used by fishermen is fishing gear that is considered successful in providing good working capabilities when operated so that it can support the fulfillment of fisheries sustainability. Soma pajeko (purse seine) in the regional language of North Sulawesi is an active fishing tool and is often used by traditional communities living on the coast. The types of fish caught vary greatly, such as mackerel (rastrelliger), tuna (euthynnus affinis), skipjack tuna (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) and so on. Soma pajeko is usually operated in various areas of Indonesian sea waters, apart from that, soma pajeko is also the local name for the areas of North Sulawesi, Gorontalo, North Maluku and surrounding areas. Financial analysis aims to find out estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be seen whether the business being run is feasible or not. The soma pajeko fishing gear business in Likupang Village, Kampung Ambong that will be analyzed is Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Profitability, and Break even point. The research results stated that the operating profit was IDR. 1,402.800.000, Net profit of Rp. 1,278.577.500, Profit rate 2,31%, meaning the business being run is quite profitable. The benefit cost ratio value is 3,31, which means this business is feasible to run because the BCR value is >1. The value of profitability is 99,72%, and the BEP sales value is IDR 47.591.616. Keywords: Financial Analysis, Soma Pajeko, Likupang Village
Kajian Sosial Ekonomi Pelaku Usaha Perikanan Suntung (Loligo Sp) di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Takahipe, Teofianus A.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Dien, Christian R.; Andaki, Jardie A.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57426

Abstract

Abstract The purpose of this study is to determine the activities and socio-economic conditions of squid fishermen in Makawidey Village, Aertembaga District, Bitung City. The method used in this study is a survey. A survey is a means of collecting data from sources or research informants by conducting observations and interviews to collect data and research materials. The data collected are primary and secondary data. The results show that the social conditions of squid fishermen include: the age of fishermen in Makawidey Regency is in productive age, fishermen's education is in elementary school with a percentage of 50,000, the condition of the fishermen's house already has a semi-permanent house with a percentage of 100%, the number of family dependents is 1-2 people with the highest percentage of 66.67, the length of time as a fisherman has been more than 30 years with the highest percentage of 50.00%. The economic conditions of squid fishermen are: initial capital of IDR 500,000-IDR 1,000,000 with a percentage of 50.00%, and fishermen's income with an average of IDR 51,840,000 per year, and fishermen's expenditure with an average of IDR 13,566,667 per year. Keywords: socio-economic conditions; squid; Makawidey Abstrak Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui aktivitas dan kondisi sosial ekonomi nelayan cumi-cumi di Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga Kota Bitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Survei adalah sarana mengumpulkan data dari narasumber atau informan penelitian dengan melakukan pengamatan dan wawancara untuk mengumpulkan data dan bahan penelitian.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder Hasil menunjukkan bahwa kondisi sosial nelayan cumi-cumi meliputi: umur nelayan di kabupaten Makawidey berada di usia produktif, pendidikan nelayan pada sekolah dasar dengan presentase 50,000, keadaan rumah nelayan sudah memiliki rumah yang semi permanen dengan presentase 100%, jumlah tanggungan keluarga sebanyak 1-2 orang dengan presentase terbanyak 66,67, lamanya menjadi nelayaan sudah lebih dari 30 tahun dengan presentase terbanyak 50,00%. Kondisi konomi nelayan cumi-cumi yaitu : modal awal Rp500.000- Rp1.000.000 dengan presentase 50,00%, dan pendapatan nelayan dengan rata- rata per tahunnya Rp51.840.000, dan pengeluaran nelayan dengan rata-rata per tahunnya Rp13.566.667. Kata Kunci : Kondisi sosial ekonomi; cumi-cumi; Makawidey
Analisis Finansial Usaha Penangkapan Ikan dengan Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Pananginan, Elshaday C.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Andaki, Jardie A.; Pangemanan, Jeannette F.; Aling, Djuwita R.R.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57700

Abstract

Abstract The purpose of this study is to describe the general conditions and financially analyze the fishing business using Soma Pajeko fishing gear in Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. The basic method used in this study is a survey. The data collected consists of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, interviews, questionnaires and documentation, both photo documentation and taking written documents from related agencies. The data obtained were analyzed using quantitative and qualitative descriptive analysis. Financial analysis aims to determine estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be known whether or not the business being run is feasible. The soma pajeko fishing gear business in Tumbak Village that was analyzed was Operating profit of IDR 260,160,000, Net profit of IDR 187,773,000, Profit rate of 121.18%, Benefit cost ratio of 2.21 or> 1, BEP Sales of IDR 95,246,710, BEP unit 5,952 kg. Keywords: financial analysis; soma pajeko; Tumbak Village Abstrak Tujuan penelitian ialah mendeskripsikan keadaan umum dan menganalisis secara finansial usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi baik itu dokumentasi foto maupun pengambilan dokumen tertulis pada instansi terkait. Data yang diperoleh di analisis dengan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Tumbak yang dianalisis adalah Operating profit Rp260.160.000, Net profit Rp187.773.000, Profit rate 121,18%, Benefit cost ratio 2,21 atau >1, BEP Penjualan Rp95.246.710 , BEP satuan 5.952 kg. Kata kunci : analisis finansial; soma pajeko; Desa Tumbak
Analisis Kelayakan Usaha Perahu Lampu di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Imanuella, Evanda; Aling, Djuwita R.R.; Suhaeni, Siti; Andaki, Jardie A.; Manoppo, Victoria E.N.; Rantung, Steelma V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57703

Abstract

Abstract The lamp boat business in Tandurusa Village is a business that helps fishing businesses to collect fish in the sea before they are caught. This lamp boat business cannot stand alone because it must cooperate with other businesses, namely fishing businesses. The task of the lamp boat is to find a group of fish and then collect them with the light of the lamp on the boat, when the fish have been collected, the lamp boat tells the person who has a fishing business to catch the group of fish that have been collected. This is one of the businesses run by some of the fishing communities in Tandurusa Village. This is what attracted the attention of researchers to examine the feasibility of the lamp boat business in Tandurusa Village. The basic method used in this study is the survey method. The population in this study were all fishermen who own lamp boat businesses in Tandurusa Village, totaling 6 fishermen. The data collection method used was the census method, namely data collection if all elements of the population were investigated one by one. The data collected in this study were primary data and secondary data. Primary data in this study were collected by means of observation and direct interviews with respondents, namely lamp boat business owners in Tandurusa Village. Secondary data was obtained by taking existing data from the Tandurusa Village Office or from previous studies. Based on the results of the analysis carried out, it can be concluded that the results of the analysis of the feasibility test of the lamp boat business in Tandurusa Village obtained a net profit per year of Rp171,857,500; Operating profit of Rp188,120,000; the profit rate value is positive, namely 172.79%; The profitability is 215.82%; BCR value> 1, namely 2.73 sales results of Rp271,320,000 and catch results of 14,280 kg above the BEP sales (BEP Sales Rp25,742,753) and BEP units (BEP Unit 1,354 kg). Based on all the feasibility tests that have been carried out, it can be concluded that the lamp boat business in Tandurusa Village is feasible to run based on several of the above criteria. Keywords: feasibility; lamp boat; Tandurusa Abstrak Usaha perahu lampu yang ada di Kelurahan Tandurusa merupakan suatu usaha yang membantu usaha penangkapan ikan untuk mengumpulkan ikan di laut sebelum ditangkap. Usaha perahu lampu ini tidak bisa berdiri sendiri karena harus bekerja sama dengan usaha lain yaitu usaha penangkapan ikan. Tugas perahu lampu adalah mencari sekumpulan ikan kemudian mengumpulkannya dengan cahaya lampu yang ada di perahu, ketika ikan sudah terkumpul maka perahu lampu memberitahu orang yang punya usaha penangkapan ikan untuk menangkap sekumpulan ikan yang sudah terkumpul. Inilah salah satu usaha yang dijalankan oleh sebagian masyarakat nelayan di Kelurahan Tandurusa. Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk meneliti kelayakan dari usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua nelayan pemilik usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa yang berjumlah 6 orang nelayan. Metode pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode sensus, yaitu pengambilan data apabila seluruh elemen populasi diselidiki satu per satu. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden yaitu pemilik usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa. Data sekunder di peroleh dengan cara di ambil dari data yang sudah ada pada Kantor Kelurahan Tandurusa ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil analisis uji kelayakan usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa diperoleh keuntungan bersih per tahun adalah sebesar Rp171.857.500; Operating profit sebesar Rp188.120.000; nilai profit ratenya positif yaitu 172,79%; Rentabilitasnya yaitu 215,82%; nilai BCR > 1 yaitu 2,73 hasil penjualan Rp271.320.000 dan hasil tangkapan sebesar 14.280 kg diatas BEP penjualan (BEP Penjualan Rp25.742.753) maupun BEP satuan (BEP Satuan 1.354 kg). Berdasarkan seluruh uji kelayakan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa usaha perahu lampu di Kelurahan Tandurusa ini layak dijalankan berdasarkan beberapa kriteria diatas. Kata kunci: kelayakan; perahu lampu; Tandurusa
Study of the Potential and Development of a Mangrove Ecosystem Based on Ecotourism in Pinasungkulan Village, Minahasa Regency Bonde, Alis Febri; Boneka, Farnis B. Boneka; Schaduw, Joshian N. W.; Makapedua, Daisy Monica; Rumengan, Antonius Petrus; Manoppo, Victoria E. N.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.57782

Abstract

This research aims to describe the ecological, socio-economic, institutional, and infrastructural conditions. Primary data collection was carried out through direct observation in the field, measuring the potential of mangrove forests, observing biota, and conducting direct interviews with local communities and relevant stakeholders. Secondary data collection was conducted by gathering documents from previous studies/research, legislation, and other supporting data. Four types of mangroves were found: Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, and Avicennia marina. The highest species density was Rhizophora apiculata with 6.56 individuals/m², the highest species frequency was 1 for Rhizophora apiculata, the highest species coverage value was Sonneratia alba at 34.02, and the highest Importance Value Index (IVI) was Rhizophora apiculata at point 3 with a value of 226.98. The mangrove diversity index (H') was 2.66, indicating a moderate category and the highest evenness index was at point 2, with a value of 0.92. The Mangrove Tourism Suitability Index (IKW) value was 2.36, indicating a Suitable category. The mangrove area in Pinasungkulan Village can accommodate a 350 square meter mangrove tracking area. The Area Carrying Capacity (DDK) is 56 people per day, with an operational time of 8 working hours per day. The study on community perceptions regarding the benefits of the mangrove ecosystem and its potential to be developed as an ecotourism destination is very positive, and it is expected that this can improve the community's welfare in Pinasungkulan Village. Keywords: ecotourism, mangroves, carrying capacity, suitability, Pinasungkulan Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi ekologi, sosial ekonomi, kelembagaan dan infrastruktur. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pengamatan langsung (observasi) di lapangan, melalui pengukuran potensi hutan mangrove, pengamatan biota dan wawancara langsung dengan masyarakat lokal dan pihak terkait. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mengumpulkan dokumen hasil studi/penelitian, peraturan perundang-undangan dan data pendukung lainnya. Terdapat 4 jenis mangrove yang ditemukan yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba dan Avicennia marina. Nilai kerapatan jenis tertinggi adalah Rhizophora apiculata yaitu 6,56 individu/m², frekuensi jenis tertinggi adalah 1 pada jenis Rhizophora apiculata, nilai penutupan jenis tertinggi Sonneratia alba yaitu 34,02, Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi jenis Rhizophora apiculata di titik 3 dengan nilai 226,98, indeks keanekaragaman mangrove H’= 2,66 dengan kategori sedang, indeks kemerataan tertinggi pada titik 2 yaitu 0,92. Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) mangrove 2,36, menunjukkan kategori Sesuai. Kawasan mangrove Desa Pinasungkulan dapat dibangun tracking mangrove seluas 350 meter². Daya Dukung Kawasan (DDK) adalah 56 orang/hari dengan waktu operasional 8 jam kerja per hari. Kajian persepsi masyarakat tentang manfaat ekosistem mangrove dan potensinya untuk dikembangkan sebagai tujuan ekowisata sangat baik sehingga diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Pinasungkulan. Kata kunci: ekowisata, mangrove, daya dukung, kesesuaian, pinasungkulan
Analysis of the Living Standards of Fishing Families in the Hook-and-Line Fishing Industry Based on Women's Empowerment in Tateli Village Manoppo, Victoria E. N.; Durand, Swenekhe S.; Aling, Djuwita R. R.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60649

Abstract

The specific objectives of this study are: Identifying and carefully explaining the standard of living of fishing families based on women's empowerment/housewives in Tateli Dua Village, Mandolang District, Minahasa Regency. 1. The method used in this study is the census method. 2 Data Collection Techniques Data collected through two sources, namely primary data and secondary data. Primary data is data that is directly obtained through direct interviews at the research location, filling out questionnaires. 3 Data Analysis Methods Analysis of research data results is divided into two types, namely quantitative analysis and qualitative analysis. Engel Index Analysis, because the Engel index is one way to reflect the standard of living of a person or group of people.  The results of the analysis using the Engel Index obtained a figure of 28.52%, this means that the total income of fishermen who own fishing rods is not much, even less than half of their income is used for food needs only. It can be concluded that the level of welfare of fishermen who own fishing rods is classified as good / high because more than half of their income for food needs, namely 71.47%, is used for non-food needs. This means that their lives in the house already have other facilities, such as having a television in addition to children who are well schooled. This is greatly supported by the role of fishermen's wives in working and being able to provide economic support for the family. Keywords: Standard of Living, Women's Empowerment, Hand Fishing Abstrak Tujuan khusus  dalam penelitian ini, yaitu : Mengidentifikasikan dan menjelaskan dengan cermat  taraf hidup keluarga nelayan pancing berbasis pemberdayaan wanita/ibu rumah tangga di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. 1. Metode dalam penelitian ini dipakai metode sensus. 2 Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diperoleh melalui wawancara langsung di loakasi penelitian, pengisian kuisioner. 3 Metode Analisis Data Analisis data hasil penelitian dibedakan dalam dua macam, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis Indeks Engel, karena indeks Engel merupakan salah satu cara untuk mencerminkan taraf hidup seseorang atau sekelompok orang. Hasil analisis dengan menggunakan Indeks Engel diperoleh angka 28,52 %, ini berarti bahwa total pendapatan nelayan pemilik pancing tidak banyak bahkan tidak sampai separuh  pendapatannya yang digunakan kebutuhan makanan saja.  Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan pemilik pancing  tergolong baik/tinggi  karena lebih dari separuh pendapatannya kebutuhan pangan saja yaitu sebesar 71,47% digunakan untuk kebutuhan non pangan. Ini berarti kehidupan mereka di dalam rumah sudah ada fasilitas yang lain misalnya memiliki televisi disamping anak-anak yang disekolahkan dengan baik. Hal ini sangat ditunjang oleh peranan istri nelayan dalam ikut bekerja dan bisa memberikan dukungan ekonomi bagi keluarga.  Kata kunci : Taraf Hidup, Pemberdayaan Wanita, Pancing Ulur.
Analisis Finansial Usaha Perikanan Perahu Lampu di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Walalangi, Hizkia N.; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60750

Abstract

AbstractTumbak Village is one of the villages in Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Most of the Tumbak villagecommunity work as fishermen. This is certainly very realistic because North Sulawesi has very large maritime resourcepotential and has coastal villages that are used as economic aspects that support the lives of the community, especiallyfishermen. One of the coastal villages that has fishermen is Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast MinahasaRegency. The purpose of this study is to determine the profile and financial feasibility of the lamp boat fishing businessin Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Based on the results of the study, it can beconcluded that the lamp boat fishermen in Tumbak Village, Pusomaen District, number 3 respondents. The ages ofthe three respondents vary, namely R1 44 years, R2 51 years and R3 55 years with elementary and junior high schooleducation levels. The average number of family dependents from the 3 respondents is 3 people. Based on the FinancialAnalysis conducted in Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency, the lamp boat business hasan Operating Profit of Rp586,900,000, Net Profit of Rp575,394,000, Profit Rate of 890%, Benefit Cost Ratio of 9.90.Keywords: financial analysis, light boat, Tumbak VillageAbstrakDesa Tumbak merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Masyarakat desa tumbak sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini tentunya sangat realistiskarena Sulawesi Utara memiliki potensi sumberdaya kemaritiman yang sangat besar serta memiliki desa pantai yangdijadikan sebagai aspek ekonomi yang menunjang kehidupan masyarakat khususnya masyarakat nelayan. Salah satudesa pantai yang memiliki nelayan yaitu Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Adapun tujuan penelitian ini, yaitu: mengetahui profil dan kelayakan finansial usaha nelayan usaha perahu lampu didesa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian maka dapatdisimpulkan bahwa nelayan perahu lampu yang ada di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen berjumlah 3 responden.usia dari ketiga responden berbeda-beda yaitu R1 44 tahun, R2 51 tahun dan R3 55 tahun dengan tingkat pendidikanSD dan SMP. Jumlah tanggungan keluarga dari 3 responden rata-rata adalah 3 orang. Berdasarkan Analisis Finansialyang dilakukan di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara, usaha perahu lampu memilikiOperating Profit sebesar Rp586.900.000, Net Profit sebesar Rp575.394.000, Profit Rate sebesar 890%, Benefit CostRatio 9,90.Kata kunci: analisis finansial, perahu lampu, Desa Tumbak
Analisis Nilai Tukar Nelayan Jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Untu, Cristalla; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60751

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the fishermen's exchange rate (NTN) for jubi fishing gear (arrows) inBatulubang Village, South Lembeh District. The method used was the survey method, the sampling technique usedpurposive sampling technique, qualitative descriptive analysis and quantitative analysis. The results of this study canbe concluded: NTN obtained a value of 1.99, meaning that the total income of traditional fishermen using jubi fishinggear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, and fishermen's income can cover thecosts of fishermen's businesses with an NTN of 0.46. Observations and calculations in November 2023 and December2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100.Keywords: Fishermen's Exchange Rate, jubi, income, BatulubangAbstrakTujuan penelitian ini yaitu menentukan nilai tukar nelayan (NTN) alat tangkap jubi (panah) yang ada di KelurahanBatulubang Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang dgunakan yaitu metode survey, teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik purposive sampling, analiais deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini, dapatdisimpulkan : NTN diperoleh nilai 1,99, artinyapendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap jubidapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dan pendapatan nelayan dapat menutupibiaya usaha nelayan dengan NTN sebesar 0,46. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November 2023 dan bulanDesember 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100.Kata kunci: Nilai Tukar Nelayan, jubi, pendapatan, Batulubang
Analisis Finansial Usaha Penangkapan Cumi di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Arif, Erika; Longdong, Florence V.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60752

Abstract

AbstractPosokan Village, North Lembeh Subdistrict, located at the north end of Bitung City, North Sulawesi Province, is famousbecause the majority of the population works as fishermen, fishermen in Posokan Village are still classified as traditionalfishermen, one of which is squid fishermen. the fishing gear used is sambi (fishing rod) to catch squid, catchingoperations are carried out starting from 17.00. Based on the background, the problem formulation is as follows: Whatis the Profile of Squid Fishermen in Posokan Village, North Lembeh District, Bitung City? How is the Feasibility of SquidCatching Business in Posokan Village, North Lembeh District, Bitung City? The method used is survey method,sampling technique using purposive sampling technique, qualitative descriptive analysis and quantitative analysis.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: Financial analysis of squid catching businessin Posokan Village, North Lembeh Subdistrict can be obtained, namely: Operating Profit Rp. 42,345,455, Net Profit Rp.39,948,866, Profit Rate 109%, Benefit Cost Ratio 2.97 or >1 which means the business is feasible to run, BEP SalesRp. 4,279,623, BEP Unit 342 Kg.Keywords: financial analysis, squid catching, Posokan VillageAbstrakKelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara, terletak diujung utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, terkenalkarena mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, nelayan di Kelurahan Posokan masih tergolong nelayannelayan tradisional salah satunya adalah nelayan penangkap cumi. alat tangkap yang digunakan adalah sambi(pancing) untuk menangkap cumi, Operasional penangkapan di lakukan mulai dari pukul 17.00 sampai 00.00 WITA.Berdasarkan latar belakang, maka perumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana Profil Nelayan Cumi di KelurahanPosokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung? Bagaimana Kelayakan Usaha Penangkapan Cumi di KelurahanPosokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung? Metode yang dgunakan yaitu metode survey, teknik pengambilansampel menggunakan teknik purposive sampling, analiais deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasildan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: Analisis Finansial usaha penangkapan cumi di Kelurahan PosokanKecamatan Lembeh Utara dapat diperoleh hasil yaitu: Operating Profit Rp. 42.345.455, Net Profit Rp. 39.948.866,Profit Rate 109%, Benefit Cost Ratio 2,97 atau >1 yang artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan, BEP PenjualanRp. 4.279.623, BEP Satuan 342 Kg.Kata kunci: Analisis Finansial, Penangkapan Cumi, Kelurahan Posokan
Co-Authors Alfret Luasunaung Alfret Luasunaung Alvon Jusuf, Alvon Arif, Erika Aswan Thamin Bataragoa, Nego Elvis Bawolye, Noviana Bigbraian Talu Binei, Maria Biso, Jemi Bonde, Alis Febri Boneka, Farnis B. Boneka Buton, Hardin Buton, Husni Christian R. Dien Christian R. Dien Christian R. Dien Christianzen Veron Imanuel Andaki Daisy Monica Makapedua Dawaso, Agri Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dietrys Maria Mangaro Diyata, Nolfin Djuwita R. R. Aling Djuwita R.R. Aling Djuwita R.R. Aling Domu Simbolon Durand, Swenekhe S. Edwin D Ngangi Edwin Tindige Esgit Pangidunan Esha Pinkan Manurapon Esry T. Opa Feicy Sentya Bagunda Florence V. Londong, Florence V. Florence V. Longdong Florence V. Longdong Fransisco Magofa Gea, Fotarius Grace O. Tambani Grace O. Tambani Hardiansyah Djunaidi Henli Joroh Henneke Pangkey Imanuella, Evanda Inneke F. M Rumengan Ixchel F Mandagi Jamin, Lasrin Jardie A. Andaki Jardie A. Andaki Jeane Frani Saruwaba Jeanette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan Jeannette F. Pangemanan, Jeannette F. Jefri Jojobo, Jefri Joshian N.W. Schaduw Joshian N.W. Schaduw Kahumata, Sheren W. Kalahatu, Gruimaldy Kharie, Wandi Rivandi Konore, Gabrila Kunsiang, Andriano Lexy K. Rarung Losoh, Alex Sandro Makaluas, Marselino M. Makapedua, Daisy M. Malalantang, Sjenny S. Mamangkey, Noldy G.F Mangaluk, Anastasya S. Manompato, Marcelino A. Mantiri, Desy M. H Martha P Wasak, Martha P Martha P. Wasak Masengi, Akira W. R. Masengi, E. I. K.G. Masengi, K.W.A Masengi, Novita Mega Kereh Misyel Margaretha Naalinsong Mokoagow, Nelawati Ngangi, Aldiano F.S Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf Nurdin Jusuf, Nurdin Olvie V. Kotambunan Olvie V. Kotambunan Olvie V. Kotambunan Onibala, Christian Otniel Pontoh Pananginan, Elshaday C. Patrisia Hurup Rambebuoch, Arvi M. Ridwan, Adriansyah Rompis, Kevin M. Rondonuwu, Rendi Rudy C. Tarumingkeng Rumengan, Antonius Petrus Rumimpunu, Agus Salatan, Siska Sandra Tilaar Sarah Safitri` Ramadhany Sasue, Jecky Shalomika Rompis Sinjal, Chatrine A. Sipriana S. Tumembouw Siska Salatan Siti Suhaeni Siti Suhaeni, Siti Soleman, Arafat Sondakh, Srie J. Soputan, Stevaldo J.M. Srie J. Sondakh Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Steelma V. Rantung Sukmawati Potabuga Suria Darwisito Suria Darwisito, Suria Swenekhe S. Durand Takahipe, Teofianus A. Tegila, Garry Untu, Cristalla Valentino Nelson Lumi, Valentino Nelson Victor P. H. Nikijuluw Vonne Lumenta Wakerkwa, Tion Walalangi, Hizkia N. Wasak, Martha Wulur, Stenly Wurangian, Yohanes R. Yusuf, Andriyanto Zalukhu, Augusman Zebua, Angel S.G. Zebua, Nistiarni