Claim Missing Document
Check
Articles

RELATIONSHIP BETWEEN ENVIRONMENT AND COMMUNITY BEHAVIOR AGAINST DENGUE HEMORRHAGIC FEVER AT GATAK HEALTH CENTER Dewi Yuli Astuti; Fajar Alam Putra; Ahmad Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 12 No 2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: This research was conducted in the working area of the Gatak comunity health center which was related tho the level of dengue (DBD). Dengue hemorrhagic fever (DBD) is a disease caused by infection with the virus DEN-1, DEN-2, DEN-3,or DEN-4. To prevent level the occurrence of dengue fever it is necessary to pay attention to the surrounding environment and comunity behavior. Purpose: This study aims to determine the relationship of the environment and the relationship of community behavior to the incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF) in the Gatak Health Center Work Area. Method: Type of analytic survey research with case control research design.. The study population used as many as 70 people, with a total sample of 70 respondents sensu sampling teshnigues. Results: discussion can be obtained that (1) the results of chi square analysis X2 count at = 15,313> X2 table = 3,841 and P value of 0,000 X2 table = 3,841 and P value of 0,000
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN ASUPAN GIZI LANSIA DENGAN STATUS GIZI DI POSYANDU LANSIA SEDYOWARAS RW IV KELURAHAN SUMBER SURAKARTA Ahmad Syamsul Bahri; Fajar Alam Putra; Mohammad Sukron Suryanto
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9 No 1 aPRIL 2016
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Tingkat pengetahuan asupan gizi sangatlah berpengaruh dalam kesehatan lansia, pola asupan yang seimbang dapat mencegah kemunduran fungsi organ. Status gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan nutrien. Tujuanpenelitian : Tujuan penelitian ini adalahmengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan asupan gizi lansia dengan status gizi di posyandu sedyowaras rw IV kelurahan Sumber Surakarta. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan deskriptif analitik corelational dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah lansia yang berumur 60-74 tahun di posyandu lansia Sedyowaras RW IV Kelurahan Sumber Surakarta dengan jumlah sampel sebanyak 47 lansia dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data meggunakan kuesioner dan IMT, sedangkan analisa data menggunakan ujiMann-Whitney. Hasil Penelitian : Hasil uji Mann-Whitney diperoleh Uhitung 126 >(Utabel) = 92 pada taraf signifikan 0,05. Keputusan uji adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan asupan gizi lansia dengan status gizi. Simpulan : (1) Pengetahuan asupan gizi lansia di posyandu lansia Sedyowaras Rw IV Kelurahan Sumber, Surakarta sebagian besar adalah tinggi, (2) Status gizi lansia di posyandu lansia Sedyowaras Rw IV Kelurahan Sumber, Surakarta sebagian besar adalah normal, dan (3) terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan asupan gizi lansia dengan status gizi di posyandu lansia Sedyowaras Rw IV Kelurahan Sumber, Surakarta, yaitu semakin tinggi pengetahuan tentang asupan gizi maka status gizi semakin baik.
Factors Affecting The Malaria Disease Of Tropics Anik Suwarni; Fajar Alam Putra
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.10 No 2 Oktober 2017
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

...
Efektivitas Senam Yoga Terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Pasien DM di Puskesmas Ahmad Syamsul Bahri; Fajar Alam Putra
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.11 No 1 April 2018
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

..
PENGARUH PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KERJA KADER POSYANDUTERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN BALITA DAN IBU HAMIL DI POSYANDU DESA TEMON KECAMATAN BATURETNO WONOGIRI Ikhwan Zaeni; Fajar Alam Putra; Farida Nugrahani
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 1 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 1 April 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Posyandu program implemented for the benefit of society, it is expected that the community itself is the active form, organize, exploit and develop best IHC. Continuity IHC depends on the participation of the community itself. The organizers of IHC are cadres and the PKK from the village (Budioro, 2002). Based on the above description, it can be formulated: "Is there an effect of the level of Knowledge and Work Motivation Cadre IHC on the Quality of Health Care Toddler And Pregnant Women In Rural IHC TemonKecamatan Baturetno Winton?" Methodology: The research design used was a descriptive cross sectional correlation (cross-sectional). The population in the village cadres IHC Baturetno Temon District of Winton, a sample of 30 respondents. Analysis of the data by Linear. Results: Based on the results of the regression analysis and t test note that amounted to 4,594 tcount the value ρ = 0.000
PENGARUH MOTIVASI ORANG TUA TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA Maria Elfrida Afeanpah; Fajar Alam Putra; Anniez RM
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 8 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama dalam membentuk pengembangan potensi anak-anaknya. Orangtua dikatakan sebagai pendidikan pertama karena orangtualah yang pertama mendidik anaknya sejak dilahirkan. Keluarga memberikan motivasi terhadap anaknya berupa rangsangan, bimbingan, perhatian, dan lain-lain. Orangtua mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan anaknya, dengan memberikan rangsangan agar semakin bersemangat dalam belajar dan memiliki minat belajar yang tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh motivasi orangtua terhadap minat belajar mahasiswa program studi ilmu keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta sebanyak 559 mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 85 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Hasil uji Chi Square diperoleh nilai χ2hitung sebesar 11,120 dan tingkat signifikansi (p-value) 0,025, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan motivasi orangtua terhadap minat belajar mahasiswa program studi ilmu keperawatan Universitas Sahid Surakarta Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi orang tua terhadap minat belajar mahasiswa program studi keperawatan Universitas Sahid Surakarta.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA BALITA DI TPA IT BAITI JANNATI MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA Sekar Ayu Panca Trastianingrum; Fajar Alam Putra; Rif Atiningtyas Haris
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 13 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.1 April 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Karies gigi merupakan penyakit yang banyak menyerang anakanak maupun dewasa, baik pada gigi susu maupun gigi permanen. Terdapat faktor-faktor yang langsung berasal dari dalam mulut, dan faktor-faktor tidak langsung yang berasal dari luar yang dapat menyebabkan terjadinya karies seperti; umur, jenis kelamin, letak geografis, kultur sosial dan lain-lain.Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada balita, yang melibatkan; bottle mouth, jenis kelamin, makanan kariogenik, dan menggosok gigi.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 33 siswa di TPA IT Baiti Jannati dengan kriteris inklusi dan ekslusi.Hasil Penelitian : Anak dengan bottle mouth yaitu sebanyak 5 anak (15,2%) kadang-kadang, 15 anak (45,5%) sering, dan 13 anak (39,4%) selalu. Jumlah anak laki-laki sebanyak 20 anak (60,6%) dan perempuan sebanyak 13anak (39,4%). Anak yang tidak suka mengkonsumsi makanan kariogenik sebanyak 20 anak (60,6%), dan sebanyak 13 anak (39,4) suka mengkonsumsi makanan kariogenik. Anak yang menggosok gigi yaitu sebanyak 15 anak (45,5%) sering, 5 anak (15,2%) kadang-kadang, dan 13 anak (39,4%) selalu. Jumlah anak yang terdapat karies gigi sebanyak 13 anak (39,4%), dan yang tidak terdapat karies gigi sebanyak 20 anak (60,6%). p-value antara bottle mouth dengan karies gigi yaitu 0,046. p-value antara jenis kelamin dengan karies gigi yaitu 0,522. p-value antara makanan kariogenik dengan karies gigi yaitu 0,930. Dan p-value antara kebiasaan menggosok gigi dengan karies gigi yaitu 0,046 (p = 0,05).Simpulan : 1) Ada hubungan antara bottle mouth dengan karies gigi, 2) Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan karies gigi, 3) Tidak ada hubungan antara makanan kariogenik dengan karies gigi, 4) Ada hubungan antara menggosok gigi dengan karies gigi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DALAM PENCEGAHAN WABAH DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS COLOMADU I KARANGANYAR Fajar Alam Putra; Ahmad Syamsul Bahri; Suryani .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 13 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.13 No.2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v13i2.653

Abstract

Angka kejadian DBD tahun 2013 ada 30 kasus, 2014 ada 12 kasus dan tahun 2015 dari Januari sampai 23 Februari 2015 ada 1 kasus. Oleh karena masih terdapatnya kasus DBD tersebut, maka perlu ada upaya pemberantasan yang komprehensif dari penyakit tersebut. Tindaka masyarakat dalam melakukan program 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) masih rendah, tempat penampungan air yang dibiarkan terbuka, jarang dikuras, dan tidak diberi abate. Melihat tersebut maka diperlukan pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah dengue agar tidak ada wabah dan kejadian yang ada di masyarakat khususnya di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar. Tujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah dengue di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar. Metode: Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar dengan jumlah 2.722 KK, diambil sampel 96 orang dengan teknik simple random sampling. Alat analisis dengan analisis deskriptif dan analisis korelasi rank spearman. Hasil: (1) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai pengetahuan tentang DBD tergolong baik yaitu sebanyak 55 orang (57,3%); (2) Responden yang diteliti mayoritas mempunyai perilaku dalam pencegahan wabah demam berdarah tergolong baik yaitu sebanyak 46 orang (47,9%); (3) Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar (p-value = 0,023). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku dalam pencegahan wabah Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Colomadu I Karanganyar.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN FISIK DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Widiyono .; Fajar Alam Putra; Ahmad Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.14 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i1.729

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak Sukoharjo yang berhubungan dengan tingkat demam berdarah Dengue (DBD). Penyakit demam berdarah Dengue (DBD) disebabkan infeksi virus DEN-1, DEN-2, DEN-3, atau DEN-4. Untuk mencegah terjadinya tingkat kejadian demam berdarah, maka perlu memperhatikan lingkungan sekitarnya dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan antara dan perilaku masyarakat terhadap kejadian demam berdarahm Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Gatak. Jenis penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi penelitian menggunakan sebanyak 70 pesponden, Sampel berjumlah 70 dengan teknik pengambilan sampel sensus.Hasil dan pembahasan dapat diperoleh bahwa (1) Hasil analisis chi square X 2 hitung sebesar =15,313> X 2 tabel = 3,841 dan P value 0,000< 0,05, yang berarti hubungan lingkungan dengan kejadian demam berdarah Dengue (DBD) Di Dukuh Krajan Gatak Kabupaten Suko harjo.(2) Hasil analisis chi square nilai X 2 hitung sebesar13,889> X 2 tabel = 3,841 danP.value 0,000< 0,05, maka berarti ada hubungan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah Dengue (DBD) Di Dukuh Krajan Gatak Kabupaten Sukoharjo. Ada hubungan lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian demam berdarah Dengue (DBD) di Dukuh Krajan Gatak Kabupaten Sukoharjo
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TINGKAT KEKAMBUHAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Fajar Alam Putra; Widiyono .; Wijayanti Sukmonowati
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 14 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol.14 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v14i1.730

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang menjadi disfungsional secara fisiologis untuk dirinya sendiri maupun interaksi secara sosial. Kira-kira 15% dari jumlah seluruh penduduk dunia mengidap penyakit ini, bahkan lebih dari dua juta orang Amerika mengidap penyakit ini. Pada banyak penelitian dibuktikan bahwa 50% pasien skizofrenia yang masuk ke rumah sakit jiwa kemudian dilakukan rawat jalan malah mengalami masalah ketidakpatuhan (poor adherence). Beberapa faktor yang menjadi penentu terjadinya kepatuhan antara lain faktor pasien, dukungan keluarga, efek samping obat, hubungan terapeutik, dan karakteristik penyakit. Di Rumah Sakit Muhammaduyah Selogiri hampir 80% kasus pasien yang kontrol ke poliklinik mengalami kekambuhan karena tidak rutin dalam minum obat. Mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri. Penelitian ini menggunakan rancangan studi korelasi (correlation study) dengan pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien skizofrenia yang berjumlah 54 pasien. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan jumah sampel penelitian 48 pasien. Penelitian ini telah dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri pada bulan 23 November – 22 Desember 2020. Analisa bivariat menggunakan uji kendall tau. Ada hubungan kepatuhan minum obat dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri Wonogiri dengan nilai p value 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat berhubungan dengan tingkat kekambuhan pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Muhammadiyah Selogiri