Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI BBLR DI RSUD DR. SOEDIRAN MANGUN SUMARSO KABUPATEN WONOGIRI: - Adhi Putrama, Christina Dhian; Aryani, Atik; Putra, Fajar Alam
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kenaikan berat badan pada bayi BBLR sangat penting dalam mencegah peningkatan mortalitas, morbiditas, disabilitas serta dampak jangka panjang bagi bayi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan berat badan pada bayi BBLR adalah memberikan pijat bayi.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi BBLR di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten WonogiriMetode : Penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre eksperimen dan desain penelitian one group pre test - post test. Sampel penelitian adalah 18 bayi BBLR yang dirawat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, SOP pijat bayi dan SOP penimbangan berat badan bayi. Pijat bayi dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari dengan durasi 15 menit. Pengukuran berat badan bayi BBLR menggunakan timbangan digital Baby Scale. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian: Rata-rata berat badan bayi BBLR sebelum diberikan pijat bayi sebesar 2.159,72 gram. Rata-rata berat badan bayi BBLR sesudah diberikan pijat bayi 2.186,67 gram. Berdasarkan hasil Wilcoxon diperoleh nilai p-value= 0,001 (p<0,05) Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi BBLR di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Kata kunci : pijat bayi, berat badan, bayi BBLR
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI MASYARAKAT MENGIKUTI PROGRAM VAKSINASI COVID 19 DI RSAU dr. SISWANTO Sugiarto, Antok; Putra, Fajar Alam; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat dalam melaksanakan tugas sebagai garda terdepan penanganan, pencegahan, dan perawatan pasien Covid-19 mengalami kecemasan karena disebabkan oleh beberapa faktor, usia, jenis kelamin, pendidikan, status kesehatan, mekanisme koping, beban kerja, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi masyarakat mengikuti program vaksinasi Covid-19 di RSAU dr. Siswanto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat yang mengikuti program vaksin Covid19 di RSAU dr. Siswanto yang memenuhi kriteria sebanyak 56 responden dengan teknik sampling total sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Kendall’s tau-b dan analisis multivariat menggunakan analisis uji regresi linier berganda. Hasil dari penelitian yang sudah diuji secara statistik dengan analisis uji Kendall tau-b diketahui variabel usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan tidak berhubungan terhadap motivasi, sedangkan dengan uji multivariat diketahui variabel pengetahuan dan keyakinan secara simultan berpengaruh terhadap motivasi melaksanakan program vaksin Covid19 di RSAU dr. Siswanto dengan nilai p value 0,001. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi masyarakat mengikuti program vaksin Covid-19.di RSAU dr. Siswanto Surakarta adalah pengetahuan dan keyakinan
HUBUNGAN SUPPORT SYSTEM KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DI RUANG PENYAKIT MENULAR RSUD dr SOEDIRAN MANGUN SUMARSO yuswowidodo, susilo; Indriyati; Putra, Fajar Alam
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 16 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/jiki.v16i2.1304

Abstract

Perawat adalah tenaga kesehatan yang secara langsung kontak dengan manusia. Kontak secara langsung dapat meningkatkan resiko infeksi penyakit menular sehingga kecemasan perawat dapat meningkat seiring dengan resiko penularan penyakit. Support system keluarga sangat diperlukan untuk membantu perawat yang bertugas di ruang penyakit menular agar kecemasan yang dirasakan tidak semakin meningkat. Tujaun untuk mengetahui hubungan support system keluarga dengan tingkat kecemasan perawat di ruang penyakit menular RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan penelitian menggunakan cross–sectional. Sampel seluruh perawat yang bertugas di ruang penyakit menular sebanyak 32 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner support system  keluarga dan kuesioner kecemasan menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Analisis data menggunakan uji Kendall tau. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 14 responden mendapat support system keluarga yang baik (43,8%) dan 18 responden dengan support system keluarga yang cukup (56,3%). Sebanyak 7 responden tidak mengalami cemas (21,9%), 13 responden mengalami cemas ringan (40,6%) dan 12 responden mengalami cemas sedang (37,5%). Hasil uji Kendall tau diperoleh nilai signifikansi  p = 0,001. Kesimpulan: Ada hubungan support system keluarga dengan tingkat kecemasan perawat di ruang penyakit menular RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA REMAJA DALAM MENGURANGI DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI SEMESTER I DAN III PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA Resziana Lucki Nur Dwi Pratiwi; Suwarni, Anik; Putra, Fajar Alam
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea berasal dari bahasa yunani-dys yang berarti sulit, nyeri, abnormal, meno berarti bulan, dan rrhea berarti aliran. Dysmenorrhea atau dismenorea dalam bahasa indonesia berarti nyeri pada saat menstruasi. Penggunaan kompres hangat merupakan cara untuk menghilangkan atau menurunkan rasa nyeri yaitu secara non farmakologis tanpa memberikan efek samping. Selain itu penggunaan kompres hangat merupakan cara yang murah serta mudah untuk dilakukan sehingga tidak memerlukan biaya yang mahal untu menggunakannya. Kompres hangat dapat meredakan iskemia dengan menurunkan kontraksi uterus dan melancarkan pembuluh darah sehingga dapat meredakan nyeri dengan mengurangi ketegangan, meningkatkan aliran darah dan meredakan vasokongesti pelvis. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisa efektifitas pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri dalam mengurangi dismenore primer pada Mahasiswi semester I dan III Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sahid Surakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pre exsperimental design dengan rancangan one group pretest-postest. Populasi berjumlah 70 Mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Semester I dan III di Univeritas Sahid Surakarta. Penelitian ini menggunakan total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dengan presentase dan bivariat dengan paired t-test. Hasil Penelitian: penelitian tentang nyeri dismenorea pada mahasiswi di Program studi Keperawatan Universitas Sahid Surakarta sebelum diberikan kompres hangat diketahui 5 responden (20,0%) merasakan nyeri ringan, 14 responden (56,0%) nyeri sedang, dan 6 responden (24,0%) nyeri berat tentang penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswi Program studi Keperawatan setelah diberikan kompres hangat menunjukkan responden yang mengalami nyeri berat sebesar 2 responden (8,0%), nyeri sedang 6 responden (24,0%), nyeri ringan 12 responden (48,0%) dan responden yang tidak mengalami nyeri 5 responden (20,0%).
HUBUNGAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PRAKTIK MANDIRI (HOMECARE) DALAM PELAKSANAAN PRAKTIK KEPERAWATAN MANDIRI DI SUKOHARJO 2023 Utami, Sri Sugiyanti Utami; Suwarni, Anik; Putra, Fajar Alam
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 17 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home care adalah pelayanan keperawatan yang dilakukan secara mandiri atau kelompok kepada pasien, dilakukan secara berkala dan komprehensif yang bertujuan agar pasien mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dalam dunia usaha yang semakin kompetitif, setiap orang harus memiliki kreatifitas dan inovasi dalam menangkap peluang usaha termasuk dalam praktik mandiri perawat home care yang berkualitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jiwa kewirausahaan dan motivasi perawat terhadap kualitas pelayanan praktik mandiri (home care) dalam pelaksanaan praktik keperawatan mandiri. Desain penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif  dengan rancangan cross sectional. Hasil pengamatan di uji dengan menggunakan uji statistik kendall Tau-b, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 20 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan total sampling. Hasil pengamatan dilakukan dengan uji statistik dari hubungan jiwa kewirausahaan terhadap kualitas pelayanan home care didapatkan nilai p=0,003 dimana nilai p < 0,05 maka hipotesis diterima, sedangkan hubungan motivasi perawat terhadap kualitas pelayanan home care didapatkan nilai p=0,001 dimana nilai p < 0,05 maka hipotesis diterima. Simpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara jiwa kewirausahaan dan motivasi perawat terhadap kualitas pelayanan praktik mandiri (home care) dalam pelaksanaan praktik keperawatan mandiri oleh perawat.    
LEVELS OF PAIN AND INDEPENDENCE OF DAILY ACTIVITIES (ADL) ON OSTEOARTHRITIS PATIENTS Fajar Alam Putra; Widiyono widiyono; Atik Aryani; Agung Setyawan
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol 8 No 2 (2024): VOLUME 8 ISSUE 2 AUGUST 2024
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2024/Vol8/Iss2/585

Abstract

Patients with osteoarthritis will experience pain and limitation of motion which has an impact on difficulty in performing activities of daily living (ADL). Patients with these conditions also require recovery after total knee replacement surgery to restore normal physical, psychological, social, habitual and daily life activities. This study aims to determine the description of pain levels and independence of activity daily living (ADL). This study uses a descriptive design. The population of this study were all total knee replacement patients, 37 samples were selected using purposive sampling. The results showed that a total of 49.7% experienced severe pain and 84.6% of respondents had activity daily living (ADL) activities that were not independent. Nurses are needed to help improve the health status of ostheoarthritis patients so that the patient's quality of life can be maintained optimally. Avoid diseases that can aggravate and can fulfill daily needs independently. Health agencies need to further improve health promotion regarding the maintenance of independence and efforts to overcome pain levels in ostheoarthritis patients
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP NYERI PADA PASIEN BPH (BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA) DI IGD RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Erny Indriani; Sutrisno, Sutrisno; Fajar Alam Putra
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11674

Abstract

Latar belakang : BPH adalah penyakit dengan gambaran histologi yang menunjukkan proliferasi elemen selular prostat, seperti peningkatan jumlah sel stromal dan sel epitel glandular di zona transisional kelenjar prostat. Penyakit ini dikenal sebagai hiperplasia. Inflamasi dan perubahan hormon seks menyebabkan pembesaran kelenjar prostat, yang menyebabkan proses proliferasi ini. Gangguan ini akan menyebabkan reaksi nyeri. Sebagian orang menganggap nyeri sebagai perasaan yang tidak menyenangkan. Tujuan : Mengidentifikasi Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Nyeri Pada Pasien BPH Di Igd Rsu Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan Pre Eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah without control group. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasien BPH di Igd Rsu Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 34 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji paired t-test. Hasil : Berdasarkan analisis paired t-test yang sudah dilakukan didapatkan hasil dengan p-value 0,000 (<0,05) bahwa pemberian Teknik Relaksasi Nafas Dalam terhadap pasien BPH di IGD Rsu Diponegoro Dua Satu Klaten memberikan pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pasien BPH. Kesimpulan : Adanya pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Nyeri Pasien BPH di IGD RSU Diponegoro Dua Satu Klaten.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA OSTEOATHRITIS DI POLIKLINIK RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Dwi Astuti Hariyani; Fajar Alam Putra; Sutrisno, Sutrisno
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11678

Abstract

Latar Belakang : Osteoarthritis menyebabkan nyeri yang dapat terjadi terus- menerus, yang menyebabkan lebih sedikit fungsi dan kualitas hidup yang buruk. Salah satu masalah musculoskeletal utama adalah nyeri yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan sendi, terutama pada orang tua. Nyeri yang disebabkan oleh kerusakan pada sendi lutut juga mengganggu fungsi pergerakan. OA adalah penyakit degeneratif pada persendian yang mempengaruhi kartilago, lapisan sendi, dan tulang, menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi.Tujuan : Mengidentifikasi hubungan self management dengan kualitas hidup penderita OA di Poliklinik RSU Diponegoro Dua Satu Klaten Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 84 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, Analisa data menggunakan uji gamma. Hasil : Berdasarkan hasil analisis uji gamma dengan nilai 0.363 > 0.05 yang menunjukkan tidak adanya hubungan antara self management dengan kualitas hidup penderita Ostearthritis yang dialami responden di Poliklinik RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Kesimpulan : tidak adanya hubungan antara self management dengan kualitas hidup penderita Ostearthritis yang dialami responden di Poliklinik RSU Diponegoro Dua Satu Klaten.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT UMUM DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Mufidah Laela Sari; Fajar Alam Putra; Widiyono
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v14i1.11801

Abstract

Latar Belakang : Pasien penderita Diabetes Mellitus di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten didapatkan data 10 dari 20 pasien penderita Diabetes Mellitus mengalami gaya hidup yang kurang baik, yaitu tidak menjaga pola makan, tidak teratur dalam memberikan terapi baik oral maupun injeksi, kurang dalam melakukan aktivitas fisik, banyak pasien yang masih merokok dan beberapa pasien mengalami stress yang membuat gula darah tidak terkontrol. Data rekam medis pasien ditemukan bahwa rata-rata gula darah pasien yang menderita Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam yaitu >250mg/dL. Tujuan : Mengetahui hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif korelasi. Pendekatan kuantitatif berpendapat bahwa tingkah laku manusia dapat diprediksi dan realitas sosial dapat diukur dan objektif (Yusuf, 2017). Dengan skala data ordinal by nominal, maka uji yang digunakan adalah uji non parametrik Kendall’s Tau. Hasil : Gaya hidup kurang baik dengan jumlah lebih banyak yaitu 44 responden (75,9%) dibanding gaya hidup yang baik, dengan jumlah 14 responden (24,1%). Kadar gula dengan kriteria buruk mempunyai jumlah paling banyak yaitu 40 responden (69%). Hasil uji Kendal’s Tau adalah -0,848 dari 58 responden dan hasil asimp-sig (P) sebesar 0,001 dengan nilai alfa (α) sebesar 0,05. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa nilai P lebih kecil dari nilai alfa (P<α). Kesimpulan : ada hubungan gaya hidup dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Rumah Sakit Umum Diponegoro Dua Satu Klaten.
Pemberian senam low-impact untuk meningkatkan kadar hemogloblin pada lanjut usia dengan anemia di Dusun Bugel, Mojolaban, Sukoharjo Widiyono, Widiyono; Putra, Fajar Alam; Eriyanti, Etty; Sumarni, Ranti Ningsih; Indriyati, Indriyati
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i2.462

Abstract

Background: The elderly population is those aged 60 years and over. The compensation that the body has with the elderly who experience anemia is by increasing the heart's pumping power to meet the needs of blood throughout the body by increasing the heart's pumping power. One of the interventions that can be given is providing low-impact gymnastics. Purpose: Provide low-impact gymnastics training to increase hemoglobin levels in the elderly who suffer from anemia. Method: The activity of providing low-impact gymnastics is designed to equip anemia sufferers in preventing complications of anemia. The activity was carried out in Bugel Hamlet, Mojolaban, Sukoharjo. The training was carried out in collaboration with the nursing study program at Sahid University Surakarta, one of the courses of which is medical surgical nursing and community nursing. The number of elderly who participated in this activity was 20 participants. Participants received health education related to anemia and Hb examinations before and after low-impact gymnastics. Results: This low-impact gymnastics community service activity ran smoothly and orderly and the participants were quite enthusiastic about following the course of the activity. Hb measurements showed that the proportion of anemia categories before routine low-impact aerobic exercise intervention was spread across the low category of 5 people (25.0%), medium of 5 people (25.0%) and normal of 10 people (50.0%), while the proportion of categories after elderly exercise experienced changes in Hb levels were all in the normal category of 20 people (100.0%). Conclusion: Physical activity and one of them is low-impact aerobic gymnastics which is done regularly and routinely can increase hemoglobin (Hb) levels in the elderly. Suggestion: The need for family and community support to play an active role in providing guidance and assistance to carry out appropriate physical activity activities for the elderly in maintaining health. Keywords: Elderly; Hemoglobin; Low-impact gymnastics Pendahuluan: Penduduk lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Kompensasi yang dimiliki tubuh dengan lansia yang mengalami anemia yaitu dengan meningkatnya daya pompa jantung untuk memenuhi kebutuhan darah keseluruh tubuh dengan meningkatnya daya pompa jantung. Intervensi yang dapat diberikan salah satunya pemberian senam law impact. Tujuan: Memberi pelatihan senam low-impact untuk meningkatan kadar hemoglobin pada lansia yang menderita anemia. Metode: Kegiatan pemberian senam low-impact dirancang untuk membekali para penderita anemia dalam mencegah komplikasi penyakit anemia. Kegiatan dilaksanakan di Di Dusun Bugel, Mojolaban, Sukoharjo. Pelatihan dilaksanakan atas kerja sama dengan prodi keperawatan Universitas Sahid Surakarta yang salah satu mata kuliahnya adalah keperawatan medikal bedah dan keperawatan komunitas. Jumlah lansia yang mengikuti kegiatan ini ada 20 peserta. Peserta mendapatkan penyuluhan kesehatan terkait anemia dan pemeriksaan Hb sebelum dan sesudah senam low-impact. Hasil: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat senam low-impact ini berjalan lancar dan tertib dan peserta cukup antusias mengikuti jalannya kegiatan. Pengukuran Hb menunjukkan proporsi kategori anemia sebelum intervensi rutin senam aerobik low-impact tersebar pada kategori rendah sebanyak 5 orang (25.0%), sedang sebanyak 5 orang (25.0%) dan normal sebanyak 10 orang (50.0%) sedangkan proporsi kategori setelah senam lansia mengalami perubahan kadar Hb seluruhnya berada pada kategori normal 20 orang (100.0%). Simpulan: Aktivitas fisik dan salah satunya adalah senam aerobic low-impact yang dilakukan secara teratur dan rutin dapat meningkatkan kadar haemoglobin (Hb) pada lansia. Saran: Perlunya dukungan keluarga dan komunitas untuk berperan aktif memberikan bimbingan dan pendampingan untuk melakukan kegiatan aktifitas fisik yang sesuai pada lansia dalam menjaga kesehatan.