Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Modal Sosial, Modal Budaya, dan Habitus Kesehatan: Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan di Masyarakat Perkotaan (Kajian Literatur Berbasis Teori Pierre Bourdieu) Yusri, Muh. Yusri Yunus; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3975

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana modal sosial, modal budaya, habitus kesehatan, dan struktur ranah kesehatan berkontribusi terhadap reproduksi ketimpangan akses layanan kesehatan di wilayah urban. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif terhadap 42 artikel ilmiah, laporan institusi internasional, dan buku akademik yang diterbitkan pada rentang 2014–2024. Sumber data penelitian terdiri atas artikel ilmiah, laporan resmi lembaga internasional, dan buku akademik yang diperoleh melalui lima basis data utama: (1) Scopus, (2) PubMed, (3) DOAJ , (4) Google Scholar, (5) SAGE Journals. Analisis dilakukan dengan metode Thematic Analysis dengan Langkah-langkahnya: (1) Familiarisasi data. (2) Coding awal dan (3) Membentuk tema. Validitas dijaga melalui beberapa strategi: (1) Triangulasi sumber dengan menelusuri berbagai database, (2) Audit trail, (3) Peer debriefing dan (4) Konsistensi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan signifikan dalam menentukan akses informasi medis dan peluang memperoleh layanan kesehatan formal, sementara modal budaya berperan dalam pembentukan literasi kesehatan yang mempengaruhi preferensi dan perilaku pencarian layanan kesehatan. Habitus kesehatan masyarakat miskin kota terbentuk dari tekanan ekonomi dan ketidakpastian hidup, yang menghambat prioritas terhadap perilaku preventif. Ranah kesehatan di perkotaan memperlihatkan hierarki kelas yang mempengaruhi distribusi akses layanan. Secara keseluruhan, ketimpangan kesehatan direproduksi melalui interaksi modal, habitus, dan struktur ranah, sehingga menciptakan pola ketidaksetaraan yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi struktural berbasis kelas sosial untuk mengurangi kesenjangan kesehatan di kawasan perkotaan.
Modal Sosial dan Akses terhadap Layanan Kesehatan Dasar: Analisis Habitus dan Jaringan Sosial dalam Komunitas Perkotaan dan Pedesaan di Kota Makassar Adiaksa, Baso Witman; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4056

Abstract

Modal sosial merupakan konsep yang penting dalam memahami dinamika sosial yang mempengaruhi akses individu atau kelompok terhadap berbagai layanan, termasuk layanan kesehatan dasar. Di Kota Makassar, yang merupakan salah satu kota besar di Indonesia, terdapat perbedaan signifikan dalam akses terhadap layanan kesehatan antara komunitas perkotaan dan pedesaan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 30% penduduk di daerah pedesaan di Makassar masih kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa modal sosial, yang terdiri dari jaringan sosial, norma, dan kepercayaan, berperan penting dalam menentukan akses tersebut. Modal sosial, yang mencakup jaringan sosial, norma, dan kepercayaan dalam masyarakat, dianggap berpengaruh signifikan terhadap kemampuan individu untuk mengakses layanan Kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Modal Sosial dan Akses terhadap Layanan Kesehatan Dasar di Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan metode cross sectional Melalui pendekatan kuantitatif & kualitatif. Pengamabilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling sebanyak 67 responden. Data dikumpulkan dari survei dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan modal sosial dan akses terhadap layanan dasar di kota makassar. Selain itu, perbedaan habitus antara masyarakat perkotaan dan pedesaan juga mempengaruhi cara mereka mengakses layanan kesehatan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan modal sosial sebagai strategi untuk memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan di Kota Makassar.