Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Uncovering Pregnancy Maintenance Cognitions of Housewives With Stunted Children in Makassar City Ibrahim, Irviani Anwar; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin; Bastiana, Bastiana; Syukur, Muhammad
Public Health of Indonesia Vol. 11 No. 3 (2025): July - September
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v11i3.1410

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child’s height being shorter than the age-standard, primarily resulting from prolonged inadequate nutritional intake. According to the Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI) in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia was 21.6%, with Makassar City reporting a rate of 18.4%. However, data from the Indonesian Health Survey (IHS) in 2023 indicated an increase in Makassar’s prevalence to 25.4%. Objective: This study aims to explore the cognitive understanding of housewives in Makassar City regarding pregnancy maintenance and its relation to stunting prevention. Methods: A post-positivistic paradigm was applied using a descriptive qualitative design. Data were collected through in-depth interviews with participants to gain a comprehensive understanding of their perceptions and practices. Results: The findings reveal that most participants possess a basic understanding of pregnancy care and actively utilize available health services, including community health centers (puskesmas), integrated service posts (posyandu), and hospitals. Nevertheless, cultural beliefs and local traditions, such as food restrictions and ritual practices during pregnancy, continue to influence maternal behaviors. Furthermore, several participants demonstrated a limited understanding of stunting, often associating it solely with “malnutrition” or “short stature,” without fully recognizing its underlying causes or long-term developmental impacts. Conclusion: These findings underscore the need for culturally sensitive and sustainable educational interventions within maternal health services to enhance awareness and promote effective strategies for stunting prevention. Keywords: stunting; pregnancy; maternal health; local culture
Pengaruh Penerapan Teaching Factory Untuk Meningkatkan Kompetensi Dan Jiwa Kewirausahaan Siswa SMKN 10 Luwu Nadirah; Kamaruddin, Syamsu A.
Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 3 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jimak.v3i1.2708

Abstract

In efforts to create strong entrepreneurs, the world of education, in this case vocational schools, is one of the institutions that has a very important role. Empirical facts show that the majority of vocational school graduates do not meet the needs or demands of stakeholders. Graduates tend to be "job seekers" and not many are able to work "independently". To overcome this problem, the policy made by the Indonesian government is to improve the quality of human resources through education, instill an entrepreneurial spirit at every level and level of education, and try to expand employment opportunities. one of the strategies created is to implement a teaching factory or industrial teaching program in vocational schools. This research applies library research, namely the method used by collecting data. Teaching factory is a development of a production unit and dual education system that has been implemented in vocational schools. The teaching factory concept is a form of development from a vocational school to a production school model. Teaching factories have several objectives, namely increasing the competency of vocational school graduates, increasing the entrepreneurial spirit of vocational school graduates and producing products in the form of goods or services that have added value. Teaching factories as a means of learning are quite effective in increasing students' competence and entrepreneurial spirit, so that teaching factories can If it runs well and is able to achieve the expected goals, it requires cooperation and assistance from various parties involved in it
Peran Pendidikan dalam Pembangunan Masyarakat Tangguh Bencana (Perspektif Sosiologi) Kamaruddin, Syamsu A.
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3182

Abstract

Pendidikan tidak hanya berperan dalam mentransfer pengetahuan tentang risiko dan mitigasi bencana, tetapi juga membentuk sikap, nilai, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi darurat. Dari perspektif sosiologi, pendidikan berfungsi sebagai agen sosialisasi yang mampu memperkuat solidaritas sosial, gotong royong, dan kesadaran kolektif dalam menghadapi ancaman bencana. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai literatur yang relevan untuk memahami bagaimana pendidikan dapat meningkatkan ketangguhan sosial dalam menghadapi risiko bencana. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Sumber data utama berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan kebencanaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah literatur yang sistematis, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan pendidikan dan ketangguhan bencana. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber, sementara reliabilitas data dijaga dengan konsistensi dalam peninjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memainkan peran penting dalam beberapa aspek utama pembangunan masyarakat tangguh bencana. Pertama, pendidikan meningkatkan kesadaran risiko dan kesiapsiagaan individu serta komunitas melalui penguatan pemahaman tentang potensi bahaya dan langkah mitigasi. Kedua, pendidikan berperan dalam memperkuat nilai solidaritas dan gotong royong sebagai bagian dari modal sosial yang esensial dalam merespons bencana. Ketiga, pengembangan kompetensi dan keterampilan teknis di bidang kebencanaan melalui pelatihan formal maupun non-formal turut mendukung kesiapan masyarakat.Keempat, integrasi kurikulum kebencanaan dalam pendidikan formal dan informal memperluas akses pengetahuan tentang manajemen risiko bencana sejak usia dini. Terakhir, penggunaan teknologi dan media digital sebagai alat edukasi memfasilitasi penyebaran informasi yang cepat dan efektif dalam situasi darurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan yang komprehensif dan berkelanjutan dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana.
Meta-Kritik Dialektika Adorno dan Sosiologi Refleksi Kritik Bourdieu Harisman, Harisman; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13328

Abstract

Adorno dan Bourdieu bersatu dalam upaya mereka untuk mengembangkan perangkat teoretis dan metodologis untuk sosiologi bentuk-bentuk budaya. Dalam artikel ini, saya berargumen bahwa tujuan utama mereka adalah untuk mengeksplorasi cara-cara untuk melampaui interpretasi internal dan murni formal tanpa jatuh ke dalam penjelasan sosiologis kasar yang mereduksi bentuk-bentuk budaya secara langsung ke konteks sosial eksternal. Adorno, sejalan dengan tesis dialektis negatif tentang "keutamaan mediasi", mengembangkan metode penafsiran meta-kritis yang didasarkan pada pembentukan analogi formal antara bidang-bidang yang berbeda, yang, sementara mengakui konten kebenaran dari bentuk-bentuk budaya, menghilangkan ilusi otonomi absolut mereka. Dalam kritik sosiologis refleksifnya, Bourdieu bertujuan untuk mengungkap implikasi sosial dan politik dari bentuk-bentuk budaya tanpa mereduksinya ke konteks sosial eksternal dengan membangun sinonim antara berbagai bidang berdasarkan konsep bidang dan habitus. Penulis mencoba mengungkap kesamaan metode penafsiran dan penjelasan kritis ini melalui kritik kedua pemikir tersebut terhadap Heidegger. Saya juga mencoba menunjukkan bahwa kedua pemikir tersebut, dalam kritik dialektis mereka terhadap rasionalitas, juga memiliki kesamaandalam upaya mereka untuk mencapai konsepsi nalar yang terbebas dari dominasi dan kekerasan simbolik dengan mengungkap mediasi sosial nalar yang termanifestasi dalam bidang-bidang budaya.
Adaptasi dan Inovasi Komunitas Pembuat Perahu Tradisional Phinisi di Era Modern Harisman, Harisman; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan perahu tradisional Phinisi merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya maritim Indonesia. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan sosial telah memengaruhi praktik tradisional pembuatan perahu Phinisi di Indonesia. Dalam menghadapi arus modernisasi dan perubahan dalam dinamika sosial, komunitas pembuat perahu ini dihadapkan pada tantangan signifikan. Dalam lingkup sosiologi, penelitian tentang adaptasi dan inovasi komunitas pembuat perahu tradisional Phinisi di era modern memiliki relevansi penting dalam memahami perubahan sosial dan dinamika budaya di masyarakat. Artikel ini mengeksplorasi adaptasi dan inovasi yang dilakukan oleh komunitas pembuat perahu tradisional Phinisi dalam menghadapi tantangan era modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ini telah mengadopsi teknologi modern dalam proses pembuatan perahu tradisional mereka, sementara tetap mempertahankan nilai-nilai dan keahlian tradisional mereka. Pembahasan melibatkan analisis terhadap dampak sosial, budaya, dan ekonomi dari adaptasi dan inovasi ini. Kesimpulan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi dalam menjaga keberlangsungan komunitas pembuat perahu Phinisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana komunitas pembuat perahu tradisional Phinisi beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi perubahan zaman, sambil mempertahankan esensi dari tradisi mereka. Metodologi penelitian ini melibatkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk memahami pengalaman dan perspektif langsung dari anggota komunitas. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika sosial dan budaya yang terlibat dalam proses adaptasi komunitas pembuat perahu tradisional Phinisi di era modern. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang bagaimana masyarakat mempertahankan warisan budaya mereka sambil menghadapi perubahan zaman, serta implikasinya dalam konteks sosiologi.
Menyusun Kurikulum IPS yang Relevan: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi S, Nurul Dwiayu; Kamaruddin, Syamsu A.; Ahmadin, Ahmadin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu model pembelajaran dalam kurikulum adalah model pembelajaran berbasis IPS. Namun, mata pelajaran ini tidak hanya berfokus pada hafalan. Sebaliknya, tujuan pembelajaran IPS adalah untuk memberikan siswa pengetahuan dan pemahaman tentang fakta dan materi yang harus diingat dan diterapkan untuk menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab mereka terhadap masyarakat, bangsa, dan negara mereka, Untuk mencapai tujuan pembelajaran IPS tersebut, serangkaian rencana harus digunakan sebagai bagian penting dari pedoman pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, adalah tanggung jawab guru di sekolah untuk memperhatikan elemen kurikulum dalam setiap pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan elemen penting dalam kurikulum mata pelajaran IPS. Dengan demikian, artikel ini dapat digunakan sebagai sumber referensi untuk elemen penting dalam kurikulum mata pelajaran IPS. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian pustaka dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan. Selanjutnya, diskusi dilakukan secara naratif. Hasil diskusi memastikan bahwa kurikulum IPS pada Sekolah Menengah Pertama terdiri dari empat elemen: tujuan, materi, strategi pembelajaran, dan evaluasi. Agar pembelajaran IPS berjalan dengan sukses, komponen-komponen ini harus diperhatikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran IPS. Tujuannya adalah agar pembelajaran IPS mampu menciptakan warga negara yang cerdas dan berprestasi.
Social Dynamics of Actors in Muhammadiyah Organization: Exemplary Behavior, Dual Roles, and Ideological Negotiations in Enrekang Regency Saidang, Saidang; Usman, Arifuddin; Torro, Supriadi; Kamaruddin, Syamsu A.
International Journal of Humanities, Education, and Social Sciences Vol 3 No 2 (2025): International Journal of Humanities, Education, and Social Sciences
Publisher : Darul Yasin Al Sys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ijhess.v3i2.5695

Abstract

This research is motivated by the importance of understanding the role of actors in the dynamics of religious organizations, especially Muhammadiyah in Enrekang Regency, which faces social, ideological, and cultural complexity. Muhammadiyah actors at the local level not only carry out structural functions, but also play a cultural role as agents of social change and guardians of social harmony. The purpose of this study is to analyze how exemplary behavior, dual roles, and negotiation strategies of Muhammadiyah actors play a role in responding to the developing social and ideological dynamics. This study uses a descriptive qualitative approach with a case study method, through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data were analyzed using thematic and interpretive analysis techniques with reference to Anthony Giddens' structuration theory and Pierre Bourdieu's praxis theory. The results of the study show that Muhammadiyah actors have a strategic role in bridging the ideological values ​​of the organization with the needs of the local community through social exemplars, flexibility of action, and a cultural approach. The discussion shows that the success of the organization is highly dependent on the quality of the actor's agency, not solely on structural strength. This study provides theoretical and practical contributions in understanding the dynamics of community-based religious organizations in complex and pluralistic social spaces.
Stigmatization and social discrimination of pulmonary tuberculosis patients in Kotamobagu City, North Sulawesi: A qualitative study Akbar, Hairil; Kamaruddin, Syamsu A.; Adam, Arlin
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i1.79

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a significant public health challenge, particularly in developing countries such as Indonesia. In Kotamobagu city, North Sulawesi, despite being recognized as one of Indonesia's most tolerant cities, patients with TB face persistent stigmatization and discrimination.  This study aimed to examine the social construction of discrimination against TB patients in Kotamobagu city, focusing on how these perceptions develop and persist. This qualitative study employed a constructivist paradigm and utilized Berger and Luckman's social construction theory. Data were collected through in-depth interviews and direct observations of 16 informants, including patients with TB, healthcare workers, family members, neighbors, and colleagues. The analysis was conducted via NVIVO 12 Plus software following a systematic thematic approach. The study revealed complex patterns of stigmatization and discrimination across familial, community, and workplace settings. Network analysis revealed interconnected stigmatization factors, with physical isolation emerging as a primary preventive reaction within families. Social distancing behaviors have been documented in both familial and workplace environments. This research identified multiple pathways through which stigmatization affects patients' lives, including social isolation, psychological impact, and treatment adherence. Fear of transmission has emerged as the primary driver of discriminatory behaviors, leading to various forms of social exclusion and workplace ostracism. TB-related stigma and discrimination in Kotamobagu manifest through complex social mechanisms that significantly affect patients' psychological well-being and treatment outcomes. These findings emphasize the need for comprehensive interventions that address both the structural and interpersonal aspects of stigma, particularly in workplace and family settings.
E-Promotion Techniques for Make-Up Artist Services Via Instagram (Tyzaptan Study in Rantepao, North Toraja) Boroallo, Sakty; Dendang, Silvani Majid; Kamaruddin, Syamsu A.
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 8, No 4 (2024): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (November)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v8i4.7685

Abstract

This research aims to analyze the e-promotion techniques carried out by Tyzaptan via Instagram. . The research method used is qualitative research with a content analysis approach and the main data source in this research is Instagram. The findings in this research are that the promotional techniques used by Tyzaptan are social media techniques, especially Instagram. This social media technique contains advertising, publicity and sales promotions for the services or goods offered. Promotion is carried out by displaying a portfolio of services that have been provided on their Instagram account.
Entrepreneurship Sustainable Business Practices and Corporate Social Responsibility as Added Value in Entrepreneurship Setiawan, Wahyu Sandi; Fatimah, Fatimah; Kamaruddin, Syamsu A.
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i1.7915

Abstract

This research conducts a comprehensive analysis of the literature on sustainable business practices and corporate social responsibility (CSR) through a combination of bibliometric analysis and qualitative exploration. This research aims to reveal the impact, trends and implementation strategies in the field. Bibliometric analysis uses VOS viewer to visualize influential authors, frequently cited works, thematic groups, and keyword distribution. Additionally, the qualitative investigation explores real-world implementation strategies used by organizations for sustainable business practices and CSR initiatives. Sustainable business practices and CSR have evolved from simply philanthropic efforts to become essential components of corporate strategy. By adopting environmentally conscious operations, responsible supply chain management, and innovative strategies, companies can minimize negative impacts on the environment while promoting social and economic benefits.